NovelToon NovelToon
Istri Cerdik Pak Kades

Istri Cerdik Pak Kades

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: habbah

Arum, seorang sarjana ekonomi yang cerdas dan taktis, terpaksa menikah dengan Baskara, Kepala Desa muda yang idealis namun terlalu kaku. Di balik ketenangan Desa Makmur Jaya, tersimpan carut-marut birokrasi, manipulasi dana desa oleh perangkat yang culas, hingga jeratan tengkulak yang mencekik petani.

Baskara sering kali terjebak dalam politik "muka dua" bawahannya. Arum tidak tinggal diam. Dengan kecerdikan mengolah data, memanfaatkan jaringan gosip ibu-ibu PKK sebagai intelijen, dan strategi ekonomi yang berani, ia mulai membersihkan desa dari para parasit. Sambil menata desa, Arum juga harus menata hatinya untuk memenangkan cinta Baskara di tengah gangguan mantan kekasih dan tekanan mertua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon habbah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: Audit dalam Senyap

Tiga kapal selam tempur itu muncul seperti monster baja dari kegelapan samudra, mengepung Navasari-01 dalam formasi segitiga maut. Tidak ada komunikasi radio. Tidak ada tuntutan. Hanya moncong torpedo yang perlahan terbuka, mengincar jantung kapal riset Arum.

"Mereka tidak akan bicara, Rum. Mereka dikirim untuk menghapus kita dari peta," Baskara mencengkeram tepian meja kontrol, matanya tertuju pada sonar yang menunjukkan penguncian target.

Arum tidak panik. Ia justru mematikan seluruh lampu di anjungan kapal. "Mas, matikan mesin utama. Kita masuk ke mode Audit Akustik. Jika kita tidak bersuara, torpedo mereka yang berbasis sensor panas dan suara akan kehilangan presisi di tengah arus Palung Mariana yang liar."

Kapal Navasari-01 mendadak sunyi, hanya menyisakan suara tetesan air dan napas Arum yang teratur. Di layar laptopnya, Arum beralih dari peretasan internet ke Manipulasi Frekuensi Sonar.

"Abyssal Corp menggunakan AI untuk menembak. AI itu belajar dari pola. Jika aku memberinya pola yang salah, dia akan menyerang bayangannya sendiri," bisik Arum.

Ia mengaktifkan peluncur decoy (umpan) bawah laut. Alat kecil itu melepaskan gelembung udara bertekanan tinggi yang disinkronkan dengan frekuensi mesin kapal selam tempur lawan.

BZZZT!

Salah satu kapal selam tempur melepaskan torpedo. Namun, alih-alih mengenai Navasari-01, torpedo itu berbelok tajam ke arah decoy yang kini berada tepat di jalur kapal selam lawan yang lain.

BOOM!

Ledakan bawah air mengguncang samudra. Salah satu kapal selam penyerang lumpuh akibat tembakan rekannya sendiri. Kekacauan pecah di jalur komunikasi musuh.

"Sekarang, Mas! Aktifkan transmisi darurat ke jaringan intelijen internasional!" seru Arum. "Bukan data korupsi yang kukirim, tapi Bukti Agresi Militer di Perairan Internasional. Ini bukan lagi soal audit buku besar, ini adalah pelanggaran kedaulatan dunia!"

Di layar satelit, Arum melihat respons yang ia harapkan. Armada penjaga perdamaian yang berada 200 mil dari lokasi mereka mulai bergerak dengan kecepatan penuh setelah menerima rekaman visual serangan tersebut.

Namun, ancaman belum berakhir. Kapal selam utama Abyssal Corp—yang membawa unit "The Infinite 00"—mulai melakukan penyelaman dalam, mencoba melarikan diri ke dasar palung membawa data-data sensitif yang belum sempat terunggah sempurna.

"Mereka mau mengubur datanya di dasar palung!" Jaka berseru dari ruang mesin.

"Tidak akan kubiarkan," Arum mengambil kendali drone bawah laut paling canggih miliknya, The Auditor-X. "Drone ini tidak punya senjata, tapi punya Magnetometer Industri. Aku akan menempelkan drone ini ke lambung mereka dan melakukan Data Siphon (penyedotan data) langsung lewat induksi magnetik."

Arum mengemudikan drone itu menembus arus deras, mendekati monster baja yang sedang menyelam. Dengan presisi seorang ahli bedah, drone itu menempel pada titik paling lemah dari sistem komunikasi kapal selam tersebut.

"Sedang mengunduh... 10%... 30%..." Arum menahan napas. "Ini adalah Audit Final. Jika data ini berhasil kuambil, kita tidak hanya tahu siapa pemilik Abyssal Corp, tapi kita akan memegang kunci untuk mematikan seluruh sistem keuangan gelap mereka di seluruh dunia."

Tiba-tiba, sebuah pesan masuk ke monitor Arum. Bukan dari musuh, tapi dari sistem Navasari di darat.

"Peringatan: Protokol 'Burn' diaktifkan dari pusat. Seseorang di Jakarta mencoba menghapus identitasmu dari basis data kewarganegaraan. Arum, kau sedang dihapus dari sejarah."

Arum tersenyum pahit sambil terus menatap proses unduhan data yang mencapai 90%. "Mereka bisa menghapus namaku dari kertas, Mas. Tapi mereka tidak bisa menghapus angka-angka yang sudah kusebarkan ke seluruh dunia."

99%... 100%. DATA SECURED.

"Lepaskan drone-nya, Mas! Kita pergi dari sini sebelum armada mereka yang lain datang!"

Namun, saat Navasari-01 bersiap melaju, sebuah ledakan besar kembali terjadi. Kali ini bukan dari torpedo, melainkan dari dalam laut. Kapal selam Abyssal Corp meledakkan dirinya sendiri sebuah protokol bunuh diri untuk memastikan tidak ada saksi hidup yang tertinggal.

Arum berdiri terpaku di jendela, menatap gelembung-gelembung gas yang naik ke permukaan. Ia memegang hard drive berisi data terakhir. Ia telah memenangkan auditnya, namun ia tahu, ia kini adalah seorang wanita tanpa identitas, seorang hantu yang memegang rahasia paling berbahaya di bumi.

Guncangan dari ledakan bunuh diri kapal selam Abyssal Corp mengirimkan gelombang kejut yang membuat Navasari-01 miring hampir empat puluh lima derajat. Di dalam anjungan yang gelap, Arum terpelanting ke sudut ruangan, namun tangannya tetap mendekap hard drive itu seolah-olah itu adalah jantungnya sendiri.

"Rum! Kau tidak apa-apa?" Baskara merangkak di lantai yang licin, berusaha mencapai istrinya di tengah alarm darurat yang melengking.

"Aku baik, Mas... tapi sistem kita..." Arum menunjuk ke arah monitor yang mulai berkedip merah. "Pesan itu benar. Mereka tidak hanya menghancurkan diri mereka di laut, mereka sedang melakukan Audit Penghapusan terhadap kita di darat."

Arum melihat dengan ngeri saat data di layar laptopnya mulai memudar. Satu per satu akun banknya, catatan sipilnya, hingga akta kelahiran digitalnya di basis data nasional berubah menjadi null. Di mata hukum dan birokrasi, Arum dan Baskara baru saja "dilenyapkan".

"Ini adalah hukuman bagi mereka yang terlalu banyak tahu," gumam Arum. "Kita tidak lagi memiliki nama. Kita tidak lagi memiliki kewarganegaraan. Kita adalah anomali sistem."

Namun, di tengah kepungan kegelapan itu, Arum justru menemukan celah. Ia segera mengetik baris perintah baru menggunakan protokol komunikasi satelit yang masih tersisa.

"Mas, jika mereka menghapus kita dari buku besar mereka, itu artinya kita tidak lagi terikat oleh aturan mereka," Arum menatap Baskara dengan binar mata yang kembali tajam. "Selama ini aku mengaudit sebagai warga negara yang patuh. Sekarang, aku akan mengaudit sebagai Ghost Auditor."

Arum menggunakan data yang baru saja ia sedot dari kapal selam tadi untuk membangun identitas baru di dalam blockchain yang tidak bisa dihapus oleh pemerintah mana pun. Ia menciptakan sebuah entitas digital yang ia beri nama "The Auditor".

"Jaka! Aktifkan mesin cadangan!" perintah Arum melalui interkom. "Kita tidak akan kembali ke pelabuhan resmi. Kita akan menuju koordinat rahasia di Kepulauan Seribu yang pernah dicatat oleh ibu dalam map merahnya. Tempat yang tidak pernah ada di peta navigasi modern."

Di kejauhan, radar menunjukkan armada pengepung mulai kehilangan arah. Tanpa identitas digital Arum untuk dikunci, sistem pelacakan otomatis mereka mulai menganggap Navasari-01 hanyalah bongkahan sampah laut atau kapal hantu.

"Mereka pikir menghapus identitas kita adalah akhir dari kita," Arum berdiri tegak, memandangi layar yang kini bersih dari data pribadi namun penuh dengan data kejahatan musuh. "Mereka lupa bahwa hantu adalah pemeriksa yang paling jujur, karena hantu tidak bisa lagi diancam dengan kematian."

Arum mulai memproses potongan data terakhir dari Abyssal Corp. Di sana, ia menemukan sesuatu yang lebih besar dari sekadar korupsi mineral. Ia menemukan sebuah rencana bernama "Protokol Reset" sebuah langkah untuk meruntuhkan ekonomi digital dunia agar "The Infinite 00" bisa membangun sistem keuangan baru di bawah kendali mereka sepenuhnya.

"Mas, ini bukan lagi soal pencurian," bisik Arum. "Ini soal kudeta global. Dan kita adalah satu-satunya orang mati yang tahu rencana ini."

Arum menekan tombol untuk mengirimkan sinyal enkripsi ke tim Navasari yang masih setia di darat. "Beritahu mereka, Arum yang mereka kenal sudah mati. Tapi perjuangan baru saja dimulai dari bayang-bayang."

1
Wanita Aries
keren thor
Wanita Aries
seruu dan menegangkan
Wanita Aries
keren thorr
Wanita Aries
seruuu thor
Wanita Aries
mampir thorrr
Chelviana Poethree
ijin mampir thor
piah
bagus ..
menegangkan ..
Agustina Fauzan
ceritanya seru dan d
Agustina Fauzan
ceritanya seruuu...tegang...

lanjut thor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!