NovelToon NovelToon
Penguasa Yang Sesungguhnya

Penguasa Yang Sesungguhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:28.8k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

"Cepat cari cucuku, bagaimanapun caranya ,cucu perempuan ku harus berada disini ...." teriak kakek Suhadi pada pengawalnya...setelah mengetahui kebenarannya dan mimpi-mimpi yang selalu menghantuinya.... kemungkinan besar,ia memiliki seorang cucu perempuan yang tersembunyi.
Najwa...., sepupu Rukayyah, gadis belia yang baru lulus SMA dan lulusan terbaik seorang Hafizah ternyata seorang Cucu konglomerat... almarhumah ibunya, tidak mengatakan siapa ayah Najwa. Najwa di titipkan pada kyai Rahman dan istrinya saat Najwa baru di lahirkan, setelah ibunya menghembuskan nafas terakhirnya.bahkan, Ibu Najwa sendiri tidak mengatakan siapa ayah dari Najwa...namun satu yang perlu Najwa ketahui, ia bukan anak haram, ibunya sempat menikah sirih dan kabur setelah mengetahui bahwa suaminya ternyata menjadikannya istri kedua....





yuk...ikuti cerita nya Saat Najwa bertemu dengan kakek dan ayah kandungnya, serta kehidupan Najwa setelah hidup bersama keluarga ayahnya, sedangkan di sana ada ibu tirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ke-dua puluh tujuh

Di kantor Suhadi Group, Najwa tidak hanya duduk di balik meja, ia mengamati setiap gerak-gerik, nada suara, hingga pola akses data para karyawannya. Najwa cukup puas dengan kinerja karyawan nya yang sangat bertanggung jawab dan kompeten , banyak pelajaran yang didapat hari ini, Najwa melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul empat sore, sehingga waktunya untuk pulang, saat ia sedang mengamati kamera cctv, tiba-tiba ia melihat sebuah kejanggalan pada seorang staf senior di bagian legal bernama Bagas. Pria itu tampak tenang, namun Najwa menangkap pantulan cahaya dari kamera kecil di kancing kemejanya saat ia sedang memeriksa dokumen rahasia lahan Kalimantan.

Dengan cepat, Najwa berjalan keruangan tersebut, Alendra yang melihat adiknya berjalan cepat keluar ruangan, dan menuju ruangan staf bagian legal, Alendra segera menyusul tanpa bertanya, apalagi melihat wajah raut wajah serius pada Najwa.

Najwa masuk begitu saja, ia melihat Bagas sedang membereskan berkas-berkas lalu dengan cepat ia menghampiri nya.

"Pak Bagas, bisa bantu saya sebentar ke ruang arsip?" tanya Najwa dengan suara lembut yang tidak menunjukkan kecurigaan sedikit pun.

Bagas mengangguk, merasa rencananya berjalan mulus.

Mereka berdua berjalan dengan saling bersisian, karena Najwa tidak mau berjalan di depan Bagas, tanpa ada obrolan mereka sampai di ruangan arsip yang kosong tidak ada orang, Namun, begitu pintu ruang arsip tertutup, ternyata Alendra sudah berdiri di sana dengan wajah dingin. Belum sempat Bagas bereaksi, Najwa sudah memegang pergelangan tangan pria itu dan dengan gerakan cepat merampas perangkat kamera tersembunyi tersebut.

"Suryo membayar berapa untuk nyawamu, Pak Bagas?" tanya Najwa. Sorot matanya yang biasanya teduh, kini berkilat tajam seperti pedang.

Bagas gemetar hebat. "N-nona... saya tidak mengerti..." kilahnya dan tidak mau melihat sorot mata Najwa yang tajam.

"Jangan bohong. Saya sudah melacak transaksi kripto ke rekening istrimu pagi ini," sela Najwa dingin. "

Suasana di ruang arsip yang kedap suara itu terasa sangat menekan, seolah oksigen di sana baru saja dicuri oleh ketegangan yang memuncak. Cahaya lampu neon yang berkedip-kedip memberikan kesan dramatis pada wajah Najwa yang biasanya tampak setenang air telaga. Namun, siapa pun yang menatap matanya sekarang akan menyadari bahwa di balik ketenangan itu, ada badai yang siap menghancurkan.

Bagas, pria yang sudah sepuluh tahun mengabdi di bagian legal, kini terpojok di antara rak-rak dokumen besi yang dingin. Pergelangan tangannya masih terasa nyeri akibat cengkeraman tak terduga dari Najwa, sebuah teknik pelumpuhan yang ia pelajari dari instruktur beladiri khusus di pesantren untuk melindungi diri.

Najwa memutar-mutar kancing kamera kecil itu di antara jemarinya, suaranya sangat rendah namun menusuk "Kamera kancing yang cantik, Pak Bagas. Resolusinya tinggi, cukup untuk menangkap setiap detail angka dalam sertifikat lahan di Kalimantan. Sayangnya... transmisi datanya baru saja saya belokkan ke server pribadi saya sejak Bapak masuk ke ruangan ini tadi pagi"

Wajah Bagas pucat pasi, peluh sebesar biji jagung jatuh dari keningnya "Nona... Nona Najwa, ini salah paham. Saya... saya hanya ingin mendokumentasikan pekerjaan saya agar tidak ada kesalahan..."

Najwa tersenyum tipis, sebuah senyuman yang tidak sampai ke mata. "Mendokumentasikan? Untuk Bapak, atau untuk pria yang menjanjikan Bapak rumah mewah di luar negeri itu.

Alendra melangkah keluar dari balik bayangan rak, suaranya menggelegar penuh ancaman "Jawab, sialan! Kau pikir kami buta? Kau pikir adikku ini gadis kecil yang bisa kau kibuli dengan wajah tenangmu itu?"marah Alendra dengan bola matanya yang hampir keluar.

Bagas gemetar hebat, kakinya hampir lemas. "Saya... saya dipaksa, Tuan Muda Alendra! Mereka mengancam keselamatan keluarga saya!" Jawabnya dengan wajah pucat pasi.

Najwa melangkah mendekat, perlahan namun pasti. Ia menatap Bagas dengan sorot mata yang begitu dingin, hingga Bagas merasa jiwanya sedang di telanjangi. Najwa tidak berteriak, namun auranya jauh lebih mengerikan daripada kemarahan Alendra.

"Jangan menjual nama keluarga untuk menutupi ketamakanmu, Pak Bagas. Keluarga Bapak baik-baik saja. Istri Bapak sedang berbelanja di butik mahal saat ini, dan anakmu sedang mentraktir teman-temannya di restauran mewah menggunakan uang muka dari transaksi kripto yang Bapak terima pukul 09.15 pagi tadi. Benar bukan?"

Bagas terperangah, ia terkejut bukan main "Bagaimana... bagaimana Nona tahu sedetail itu?"

Najwa mendekatkan wajahnya ke telinga Bagas, berbisik dengan nada yang membuat bulu kuduk berdiri "Bapak lupa siapa saudara Saya Dan Bapak tidak tahu saja di pesantren, saya tidak hanya belajar kitab suci, tapi juga belajar cara membaca busuknya hati manusia. Saya sudah meretas ponsel Bapak sejak hari pertama saya datang di kantor ini. Saya tahu setiap pesan, setiap panggilan, dan setiap pengkhianatan yang Bapak rencanakan."

Najwa kembali tegak, merapikan jilbabnya yang tak sedikit pun berantakan. Ia menoleh ke arah Pak Damar yang berdiri di ambang pintu.

"Pak Damar, bawa Pak Bagas ke 'Lantai Dasar'. Jangan berikan akses telepon atau siapa pun. Biarkan dia merenung di sana sampai polisi datang. Oh, dan satu lagi..." Najwa kembali menatap Bagas dengan tatapan 'iblis' yang bersembunyi di balik wajah malaikat. "Katakan pada Suryo melalui kamera ini sebelum saya mematikannya... bahwa ini hanyalah pemanasan. Jika dia menyentuh Suhadi Group, saya sendiri yang akan menghapus namanya dari daftar pengusaha di negeri ini."

Alendra menatap adiknya dengan rasa ngeri sekaligus kagum "Najwa... kau benar-benar berbeda. Aku hampir tidak mengenalimu." ucap Alendra yang terkejut melihat sisi tersembunyi dari adiknya.

Ekspresi Najwa langsung berubah menjadi lembut kembali, tersenyum tulus seolah tidak terjadi apa-apa "Kak Alen, untuk menjaga kebun yang indah, terkadang kita harus menjadi lebih ganas daripada hewan buas yang mencoba masuk untuk merusak nya , bukan?".

Alendra mengangguk, ia mengerti sekarang, adiknya benar-benar tidak bisa di remehkan.

Mereka berjalan mengikuti pak Damar ke ruang bawah tanah.

Pak Damar menekan kombinasi angka rahasia di dalam lift khusus. Lift itu bergerak turun melewati lantai basement terjauh, menuju sebuah area yang bahkan tidak ada dalam cetak biru gedung. Inilah markas pribadi Kakek Suhadi, sebuah ruang kendali intelijen yang ia bangun sejak puluhan tahun lalu untuk menjaga kerajaan bisnisnya dari serangan musuh.

Dindingnya terbuat dari beton kedap suara, dipenuhi monitor yang memantau setiap inci pergerakan aset Suhadi di seluruh negeri. Di sana, Kakek Suhadi sudah menunggu, duduk di kursi kebesarannya sambil memegang tongkat.

"Lempar dia di sana," perintah Kakek Suhadi dengan wajah dingin, saat Bagas diseret masuk. Alendra lagi-lagi terkejut melihat wajah mengerikan sang kakek, selama ini, ia hanya tahu, kalau kakeknya itu hanya tegas saja.

Bagas bersimpuh di lantai marmer hitam yang dingin. Najwa berdiri di samping Kakeknya, melipat tangan di dada.

"Kek, dia adalah mata-mata Suryo yang mencoba mencuri data lahan Kalimantan melalui pintu belakang sistem legal,, dan dia juga yang membantu Suryo untuk membobol data-data perusahaan ini siang tadi " lapor Najwa tegas.

1
Yasmin Natasya
blm up thor masih 🙏🤗
juwita
pengabdian apa? yg ada malah ngehabisin harta mrk🤣🤣
@Mita🥰
wah yang nolong si Raisa cari mati
isnaini naini
kbenaran itu ibarat air sesulit apapun psti mbemukan jln...smngt njwa....
Dewi kunti
ILu ap thor
Dewi kunti: weeeeehhh 🤭
total 2 replies
Sri Supriatin
didikan harta n kebencian sdh me darah daging di badan Raisa 🤭 tks upnya Thor 🙏🙏
suti markonah
lanjut thorr💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍
suti markonah
hal yg menegangkan akan terjadi lg..kini raisa merasa di atas krna ada ke kayaan ibu kandungnya..tp aku yakin najwa tidak akan pernah terkalahkan..sekali jari najwa menari di atas keyboad perusahan santi gulung tikar😂
irma hidayat
dikasih kesempatan selamat makin kotor hati dan niatmu raisa dasar udah tabiat setan
vivinika ivanayanti
Heemmmm bearti memang Hati Raisa itu yg sakit 🤭🤭
Mundri Astuti
pretlah afkar ..
kan..kan ..belom tau aja emak kandungnya Raisa, anaknya nggigit klo ditolong
Dewi kunti
lha pengabdian,ap yang dihasilkan 🤔🤔🤔🤔🤔
Mundri Astuti
jangan" org tuanya Raisa
Yuli Budi
waduh malah kecolongan 🤦
Yuyun Srie Herawati
apa ini yg di definisi mafia syariah thor
suti markonah
skrg dah bisa komen lg thorrr🤭..kmrn lg layat..maaf curhat
suti markonah
alendra dan adriansyah dapat kejutan bertubi tubi melihat sisi lain dr adiknya najwa yg seharusnya mereka lindungi..tp malah terbalek..malah adiknya yg pegang kendali keluarga suhadi..😂😂😂
suti markonah
mungkinkah raisa sengaja di persiapkan di buang di depan pagar rumah agar bisa masuk di keluarga suhadi oleh musuh ?hmmm penasaran
Sri Supriatin
tkd upnya 👍👍
irma hidayat
lah si iblis raisa ada yg menyelamatkan harusnya membusuk dipenjara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!