Bagaimana jika orang yang kamu anggap biasa dan tidak penting dalam hidup mu ternyata adalah belahan jiwamu yang selama ini kamu cari.
Murat terpaksa menikahi Hanna, sahabat dari mendiang istriny zahra. Bagi Hanna ini adalah pernikahan impian karena Murat adalah cinta pertamanya, sedangkan bagi Murat pernikahan ini merupakan amanah yang harus dijalankan demi putranya.
Bagaimana kelanjutan kisahnya... stay tune yah aku harap kalian suka dengan karyaku ini 🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fei yuu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
7. Bertemu teman lama
Tidak terasa sudah 3 bulan, Hanna menjadi seorang ibu sebenarnya. Meskipun banyaknya rasa sakit yang dia dapat karena perlakuan acuh sang suami, tetapi Hanna tidak pernah mengeluh. Dia tetap menjalani perannya.
Siang menjelang sore hari Hanna mengajak jalan- jalan Keanu dan Malika ke taman yang jaraknya tidak terlalu jauh dengan rumahnya.
Keanu sangat senang bisa bermain main dengan teman sebayanya disana, sedangkan Hanna dia duduk sambil memangku Malika, tetapi matanya tidak pernah lepas untuk mengawasi Keanu.
" Kamu senang sayang, Lihat kakakmu itu, dia sangat lincah sekali". Hanna mengajak putri kecilnya berbincang meskipun sang bayi tidak mengerti.
Keanu tampak tertawa bahagia bermain bersama teman -temannya. "Mbak Hanna kan?" suara yang cukup nyaring mengagetkan Hanna.
"Benerkan, Mbak Hanna?" sekali lagi suara itu mencoba meyakinkan dirinya sendiri. "Ah Sarah, kamu..." Hanna terkejut karena bisa bertemu dengan rekan kerjanya dulu.
"Ya ampun beneran ini mbak Hanna". Sarah yang senang langsung memeluk Hanna dengan erat, kalau tidak ada suara bayi mungkin pelukannya akan semakin lama.
"Oh maaf,..hehehe".Pandangan Sarah beralih pada bayi cantik yang sedang digendong ibunya. "Ya ampun cantik sekali, ini anak mbak?". Sarah yang memang suka anak kecil menoel noel pipi gemuk baby Malika.
"Iya, putri ku."
"Wah benar benar cantik bayinya, mirip seperti ibunya,". Hanna hanya tersenyum. "Apa kamu sedang mengunjungi keluargamu disini Sarah?".
Setahu Hanna, Sarah sudah pindah ke Kalimantan ikut dengan suaminya. Jadi mungkin saja dia sedang mengunjungi rumah kerabatnya. Sarah menggeleng. " Tidak aku baru saja satu bulan yang lalu aku pindah kesini mbak, anakku merengek ingin bermain ditaman jadi aku bawa dia kesini deh, tapi enggak nyangka bisa ketemu mbak disini".
Hanna terkekeh. "Benarkah, dimana rumahmu?". Hanna sangat antusias, dia sangat senang karena akhirnya ada orang yang dia kenal dikomplek tempat tinggalnya. " Tidak jauh dari sini mbak, hanya tiga rumah dari warung itu". Tunjuk sarah.
"Kalau mbak dimana?" Sarah lebih antusias, akhirnya dia bertemu dengan teman sefrekuensi. "Aku sedikit jauh, dibelakang mesjid itu". Sarah manggut manggut.
"Kapan-kapan boleh yah, aku main kerumah mbak?".
"tentu saja". Mereka pun berbincang bincang sambil mengenang nostalgia mereka saat bekerja dulu.
Dulu Hanna dan Sarah bekerja sebagai karyawan biasa disebuah supermarket yang cukup terkenal. Sarah yang lebih lama bekerja harus membimbing pegawai baru yaitu Hanna.
Awalnya mereka tidak terlalu dekat, karena Hanna yang terlalu kaku dan susah bergaul sedangkan Sarah wanita yang cukup cerewet dan memiliki cukup banyak teman.
Tetapi kedekatan mereka terjalin karena Sarah patah hati. Di supermarket tempat mereka bekerja Sarah bertengkar hebat dengan kekasihnya. Hal itu menarik perhatian pegawai lain dan para pengunjung supermarket.
Karena pertengkaran itu Sarah mendapatkan surat SP1, belum cukup mendapatkan teguran, Sarah harus mendapatkan kabar buruk. Kekasih yang dia cintai akhirnya menikah dengan selingkuhannya.
Karena masalah yang menimpanya itu, emosi Sarah mudah naik turun dan mengganggu kinerja nya yang membuat dirinya dijauhi oleh teman -teman kerjanya.
Tetapi Hanna yang memang orangnya sangat peduli dan perhatian merasa iba pada Sarah. Dia pun dengan baik hati selalu menemani Sarah. Pada saat itu, yang Hanna pikirkan adalah takut Sarah melakukan hal yang nekat, meskipun Sarah terkadang galak padanya.
Tetapi syukurlah karena kesabaran dan kebaikan Hanna. Sedikit demi sedikit Sarah berubah kembali ke setelan awal menjadi wanita yang ceria dan cerewet.
Itulah yang menjadikan alasan mereka menjadi sangat dekat. Cukup lama menjalin persahabatan tetapi mereka harus terpisah karena Sarah yang baru saja menikah ,harus ikut dengan suaminya yang bertugas di Kalimantan.
Tetapi siapa sangka Tuhan mempertemukan mereka kembali. Hanna yang selama ini merasa kesepian akhirnya kembali bertemu dengan sahabatnya apalagi mereka tinggal berdekatan.
Tidak terasa waktu semakin sore, sebentar lagi Murat pulang kerja Hanna yang memang melihat hari sudah petang memanggil Keanu.
" Sayang sekali yah mbak sudah sore, besok besok kita ngobrol lagi, Ah iya boleh aku minta nomer ponselmu?" Sarah memberikan ponselnya agar Hanna bisa menyimpan nomernya disana.
" tentu saja, kalau kamu bosan mainlah kerumahku". Sarah mengangguk. "tit..tit...tit.." Suara klakson mobil mengganggu obrolan mereka.
"Ah Sarah sepertinya suamiku menjemput, kalau begitu sampai jumpa besok". Hanna bergegas mengandeng tangan Keanu. Dia langsung membuka pintu depan dan membiarkan Keanu duduk disebelah ayahnya. Sedangkan dirinya duduk dibelakang bersama baby Malika.
"Siapa itu?" Murat bertanya dengan datar. " Dia teman kerjaku dulu". Murat tampak acuh setelah mendapatkan jawaban istrinya lalu melajukan mobilnya.
"hmmm". Sebenarnya banyak hal yang ingin Sarah tanyakan pada Hanna. Setelah lama tidak bertemu, penampilan Hanna sangat berubah, kulitnya sangat pucat dan badannya terlihat lebih kurus.
Padahal dulu Hanna itu sangat cantik, wajahnya agak kebule bulean. banyak rekan kerja pria yang naksir padanya. Tetapi karena Hanna itu kaku dan pendiam tidak ada yang berani mendekatinya.
Sekarang yang Sarah lihat sangat berbeda. Seperti ada beban berat yang tergambar jelas diwajah sahabatnya itu. Apakah Hanna bahagia? Entahlah apa yang terjadi.
Dia pun tidak berani menyimpulkan biarlah nanti dia tanyakan sendiri pada sahabatnya itu. Yang terpenting posisi rumah mereka sekarang sangatlah dekat.