Dunia terlalu kejam untuk dia yang hanya terus menangis.
Bumi ini sangat jahat untuk wanita yang hanya mengandalkan dirinya sendiri, berbekalkan keberanian dan tekad untuk bisa bertahan hidup di tengah tengah gempuran kesulitan.
Haeyla Seraphine layak mendapatkan kemenangan atas hidup nya, cinta dan ketulusan layak untuk dia menangkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pupybear, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 6.
Halaman sekolah pukul 14:00.
Hari ini aku dan Arbian harusnya latihan musik bareng, tapi kaya nya lebih baik gak usah deh, aku takut nanti semuanya semakin kacau.
" Haeyla, lo mau kemana?, lo harus latihan bareng Arbian kan? " tanya Niko.
" Sory ya Nik, kaya nya aku batal untuk ikutan pentas deh, kamu tau kan aku lagi jadi bahan gosip anak anak. "
" Haeyla, lo gak perlu mikirin kata mereka, buktiin kalau lo dan Arbian memang gak bersalah dong, kalau lo sembunyi mereka semakin yakin dengan gosip yang ada. "
Bener juga kata Niko, kalau aku sembunyi gosip itu akan semakin kuat, yasudah aku gak akan batalin pentas ini.
Telpon Arbian berdering.
" Haeyla, kita hari ini latihan kan? "
" Iya, aku telpon kamu buat tanya soal itu. "
" Yaudah, biar kamu nyaman kita latihan di rumah aku aja, di rumah aku ada mama kok, jangan khawatir. "
Yaudahlah ya, kaya nya gak masalah di rumah Arbian, lagi pula kalau disini semua orang pasti semakin rusuh.
Haeyla berjalan keluar gerbang sekolah.
" Lo denger ya, sampe kapan pun gue gak akan pernah mau jadi temen lo lagi, lo udah mati buat gue. " ucap Cilia pada Haeyla.
" Oke Cilia, aku terima keputusan kamu. " Haeyla hanya tersenyum dan berlalu pergi meninggalkan Cilia.
Dih, sok banget itu anak, liat aja kaya dia gak butuh gue aja, lo liat aja nanti.
Arbian datang dengan motor nya di depan gerbang sekolah, tentu saja itu jadi pusat perhatian semua yang ada disana.
" La, ayo naik. " ajak Arbian sambil memberikan helm pada Haeyla.
" Dasar lo ya, gak tau diri najis!. " Cilia datang mendorong Haeyla begitu saja hingga Haeyla terjatuh.
" Gila lo ya, freak banget lo jadi cewek, gak nyesel gue putus dari lo sumpah! " Divo tiba tiba datang mendorong Cilia.
" Ohhh, jadi sekarang lo juga ikut ikutan bela cewe gatel ini?, bagus lo ya La, berhasil cara lo jadi perek. "
Plakkk!!! tamparan keras mendarat di pipi mulus Cilia. Tamparan itu adalah tamparan dari Haeyla.
" Semua ada batas nya Cil, kamu gak tau apa pun, bukti apa pun, penjelasan mana pun, tapi belaga si paling tau segalanya, kamu tuhan?, hebat kamu menghakimi kita begitu? " Semua orang terkejut melihat Haeyla yang ternyata bisa bersikap sangat tegas pada Cilia yang tak lain adalah sahabat nya.
" Lo nampar gue? "
" Iya!, mau aku tampar kamu lagi?, sadarin diri mu Cilia, Arbian masih hidup, kamu bisa tanya kenapa dia bisa sama aku kemarin, Divo dan yang lain juga masih hidup, kamu bisa tanya ke mereka yg terjadi disana, tapi enggak, kamu itu bodoh! "
" Tenangin diri lo Haeyla, jangan sampe lo lepas kendali. " bisik Divo
" Kamu boleh bilang aku apapun tapi jangan yang satu itu, aku di didik dengan baik dan gak mungkin aku menjadi seperti itu, jaga lisan kamu. Kamu gak mau berteman dengan aku lagi bukan?, fine, kita gak akan pernah berteman lagi sampai kapan pun. "
Cilia ikut terdiam mendengar kata kata Haeyla barusan.
" Persahabatan kita sampe disini Cilia, aku gak pernah kenal kamu! "
Haeyla pergi meninggalkan mereka semua.
" Salah besar karena kamu udah mikir Haeyla itu jahat, sebaliknya, kamu yang jahat. Lagi pula kamu siapa berhak marah kalau aku dekat dengan siapa?, sadarin diri kamu!, kamu itu bukan siapa siapa. "
Arbian ikut pergi menyusul Haeyla.
" Dari jam 8 malem Haeyla uda ada di angkringan Shiren, jauh sebelum Arbian dateng, kalau memang mereka sengaja, kenapa Haeyla nyuruh lo buat dateng dan gabung sama mereka, otak lo di pake, jangan bodoh di besar besarin. " ucap Divo pada Cilia.
Cilia tetap tidak menghiraukan apapun, karena dia merasa bahwa dirinya lah yang benar.
Dan buat lo semua, stop gosipin orang yang sebenernya lo juga gak tau dia salah atau gak, mulut pake buat makan bukan gosipin orang. ( Teriak Divo ).
" La, kamu beneran gapapa?, kamu se lepas kendali itu tadi. " Arbian menyusul Haeyla dengan motornya.
" Aku gak papa, jangan khawatir soal aku."
" Yaudah La, ayo naik, kalau kamu gak mau latihan dulu gak masalah kok. "
" Gak, kita latihan aja sekarang Ar, soalnya sore nanti aku harus kerja juga kan. "
Arbian dan Haeyla pergi menuju rumah Arbian.
" Ma, aku pulang." Teriak Arbian.
" Eh anak mama sudah pulang, bawa siapa ini? "
" Halo tante, saya Haeyla, senang bertemu dengan tante. " sapa Haeyla sambil mencium tangan mama Arbian dengan wajah manis nya.
" Aduh cantik nya, ayo ayo masuk. "
Mama Arbian tampak seorang ibu yang sangat lembut dan penyayang, terlihat bagaimana cara dia menyapa kami tadi.
" Mau minum apa Haeyla?, apa aja boleh disini "
" Jangan repot repot tante, air putih saja. "
" Haeyla suka jus strawberry dengan yougurt dan susu ma. " celetuk Arbian
" Oke. akan datang dalam 5 menit. " mama Arbian langsung pergi untuk membuatkan jus untuk Haeyla.
Arbian kamu buat aku jadi gak enak banget sama mama kamu, kenapa kamu pakai bicara begitu sama mama kamu sih, ya ampun aku ini merepotkan sekali kesan nya.
Haeyla beranjak dan pergi ke dapur untuk melihat mama Arbian.
" Tante, jangan begini, aku jadi gak enak banget loh. " Haeyla mengambil buah buahan dari tangan mama Arbian kemudian membersihkan nya.
" Loh loh, kamu tunggu di depan saja Haeyla, tante senang kok buat ini untuk kamu. "
Haeyla tersenyum haru melihat mama Arbian, sudah lama dia tidak di perlakukan seperti ini oleh mama nya.
" Darimana La? "
" Aku gak enak sama mama kamu, kamu juga pakai bicara begitu segala. "
" Tenang aja La, mama malah suka di repotin, dia suka kalau ada anak cewe main ke rumah. "
" Kenapa? "
" Mama dari dulu pengen banget punya anak cewe. "
Penthouse Sekala pukul 15:00
" Besok aku mau bertemu dengan putriku mas. "
" Besok kita akan flight ke Singapura untuk bisnis. "
" Kamu ini egois ya mas?, aku cuma mau melihat keadaan putriku. "
Ringgo hanya berlaku melewati Lilian begitu saja tanpa menghiraukan omongan nya barusan.
Sialan!, dasar laki laki gak tau di untung, awas aja kamu mas, sekarang kamu boleh bersikap seperti ini, tapi kita lihat saja nanti apa kamu masih bisa seenak nya dengan aku.
Rumah Arbian.
" Nah ini dia, ayo di minum Haeyla. " aku pun meminum jus buatan mama Arbian, jujur rasanya sangat enak, tidak terlalu manis sangat cocok untuk aku yang membatasi konsumsi gula.
" Enak banget tante, terimakasih ya. " sambil tersenyum
" Kalau kamu sering main kesini tante akan buatin kamu banyak lagi sesuatu yang lezat. "
" Hehe, iya tante. " Mama Arbian meninggalkan mereka berdua.
Cafe Fourtune.
" Permisi kak, Haeyla nya sudah datang? "
" Belum mas, Haeyla hari ini masuk jam 5 sore, kalau mau nanti mas balik aja lagi. "
" Oke makasih mas. " Divo mencari keberadaan Haeyla.
Lo dimana sih La, lagi galau begitu juga lo, gue cari kemana coba?, gue mana tau tempat yang biasa lo kunjungi dimana.
Bersambung.