NovelToon NovelToon
Kontrak Pernikahan Di Markas Komando

Kontrak Pernikahan Di Markas Komando

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Beda Usia / Teen School/College / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Mengubah Takdir
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mrs. Fmz

​"Tiga syarat, Maya. Jangan jatuh cinta padaku, jangan mencampuri urusan dinasku, dan jangan biarkan satu orang pun di sekolahmu tahu siapa suamimu."
​Lettu Arga adalah perwira muda paling berbakat dengan kekayaan yang melampaui gaji bulanannya. Baginya, pernikahan adalah strategi untuk menyelamatkan karier dari fitnah. Sementara bagi Maya, siswi SMA yang baru berusia tujuh belas tahun, pernikahan ini adalah kontrak untuk menyelamatkan nyawa ibunya.
​Di depan saksi dan di bawah sumpah prajurit, mereka terikat. Maya harus belajar hidup di antara kaku dan dinginnya aturan Markas Komando, sementara Arga harus menahan diri agar tidak melewati batas terhadap "istri kecilnya" yang lebih sering memikirkan PR Matematika daripada melayani suami.
​Namun, ketika musuh mulai mengincar Maya sebagai titik lemah sang Letnan, Arga sadar bahwa ia telah melanggar syarat pertamanya sendiri: Ia telah jatuh cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. Fmz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Malam Pertama yang Canggung

Mengejutkan bagi Maya Anindya saat menemukan sesosok pria asing dengan tubuh tegap berdiri mematung di sudut dapur yang remang. Cahaya lilin yang hanya satu itu memancarkan bayangan yang bergoyang-goyang di tembok bata, membuat sosok pria itu terlihat lebih besar dan lebih menakutkan. Tubuhnya seketika menegang dengan jantung yang berdegup kencang seolah-olah ingin melompat keluar dari rongga dada. Suasana malam pertama di rumah dinas ini terasa sangat jauh dari kata romantis melainkan penuh dengan ketegangan yang menyesakkan.

"Siapa kamu dan mengapa bersembunyi di dalam rumah ini?" tanya Maya Anindya dengan suara yang bergetar hebat karena ketakutan. Kakinya terasa lemah, seolah tidak mampu menopang berat tubuhnya yang masih muda.

Pria itu tidak menjawab melainkan hanya meletakkan sebuah nampan berisi makanan hangat di atas meja makan kayu yang tampak sangat kokoh. Matanya tetap datar, tidak menunjukkan emosi sedikit pun saat memandang gadis remaja itu. Arga Dirgantara tiba-tiba muncul dari balik lorong gelap dengan tatapan mata yang sangat dingin serta mengintimidasi siapa saja. Dia memberikan isyarat tangan yang cepat agar ajudan tersebut segera meninggalkan ruangan tanpa perlu mengeluarkan suara sedikit pun.

"Dia adalah orang kepercayaanku yang akan mengurus semua kebutuhan rumah tangga kita selama kontrak ini berjalan," ucap Arga Dirgantara sambil duduk dengan sikap yang sangat kaku. Bahunya tetap tegap, seolah dia masih berada di markas militer bukan di rumah tangganya sendiri.

Maya Anindya merasa sangat tidak nyaman karena harus berbagi ruang pribadi dengan orang asing di saat hatinya masih hancur berkeping-keping. Dia baru saja kehilangan kebebasannya—ayahnya menyerahkan dia ke tangan Arga tanpa meminta pendapatnya. Dia duduk di hadapan suaminya sambil menatap hidangan sup ayam yang uapnya masih mengepul tinggi di udara, membekukan udara dingin di dalam dapur. Kecanggungan yang luar biasa besar menyelimuti mereka berdua hingga hanya suara denting sendok yang terdengar beradu dengan piring porselen.

"Makanlah sekarang karena setelah ini saya akan membacakan aturan ketat yang harus kamu patuhi di markas ini," perintah Arga Dirgantara dengan nada bicara yang sangat otoriter. Nada suaranya tidak ada nada kasih sayang, hanya perintah yang harus dipatuhi.

Gadis remaja itu hanya mampu menyuap makanan dengan perlahan tanpa merasakan bumbu apa pun karena lidahnya terasa sangat hambar serta pahit. Setiap gigitan terasa seperti batu di mulutnya. Dia mencuri pandang ke arah perwira di hadapannya yang tetap terlihat sangat tenang meskipun suasana di luar sana masih mencekam. Keheningan malam ini terasa sangat panjang seolah-olah waktu sedang sengaja mempermainkan perasaan mereka yang saling asing satu-sama-lain.

"Apakah saya boleh bertanya tentang alasan sebenarnya ayah menyerahkan saya kepada Anda secara paksa?" tanya Maya Anindya dengan keberanian yang tersisa di ujung lidah. Suaranya sangat pelan, tapi terdengar jelas di tengah keheningan.

Arga Dirgantara meletakkan sendoknya dengan sangat pelan namun menciptakan suara yang sangat tegas di telinga sang istri yang masih sangat muda. Suara itu seperti genta yang membunyikan peringatan. Dia mencondongkan tubuhnya ke arah depan hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa jengkal saja dengan sorot mata yang penuh misteri. Rahangnya terlihat sangat mengeras seolah ada sebuah rahasia negara yang sangat berat untuk diungkapkan kepada seorang siswi sekolah menengah atas.

"Pertanyaan itu adalah batas yang tidak boleh kamu lalui jika ingin tetap bernapas dengan tenang di rumah dinas ini," jawab Arga Dirgantara dengan nada suara yang sangat rendah serta penuh ancaman. Napasnya menyentuh pipi Maya, membuat gadis itu merinding.

Gadis itu terkesiap saat merasakan aura dominasi yang sangat kuat serta menekan dari pria yang kini sudah resmi memiliki status sebagai suaminya. Dia merasa seperti burung yang terkurung di sangkar—tidak bisa terbang, hanya bisa mengikuti aturan. Dia menyadari bahwa setiap sudut rumah dinas ini menyimpan mata-mata yang akan selalu mengawasi setiap gerak-geriknya tanpa henti. Bahkan bayangan di tembok seolah-olah sedang mematikkannya. Ketakutan baru mulai merayapi benak Maya Anindya saat dia melihat Arga Dirgantara mengeluarkan sebuah kunci kecil bermata emas yang sangat rahasia. Permukaan kunci itu berkilau di bawah cahaya lilin, seolah menyimpan rahasia yang lebih besar dari apa yang bisa dibayangkan gadis itu.

 

1
muna aprilia
lanjutkan
Ihda Rozi
lanjut
merry
nyiksa ank org kmu ga,, pdhl maya gk salah lohh,, ko berhrp maya truma gt biar nyesel tu si Arga bini msh kecill dihukum kyk bgtt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!