Pagi ini dia akad nikah dengan perempuan pilihannya. Padahal dua minggu lalu dia berjanji akan melamarku. Laki-laki mana lagi yang bisa dipercaya?
Dekat sejak SMA, bahkan Kyara selalu mendukung Bagaskara untuk mencapai cita-citanya. Mulai dari beli sepatu, memberi uang untuk ongkos seleksi, Kyara selalu ada. Namun, sekarang gadis cantik itu membuktikan jika kamu memulai hubungan dengan pasanganmu dari nol, maka kamu akan mendapat pengkhianatan.
Ikuti perjalanan cinta Kyara Athiya hingga mendapat pengganti Bagaskara dengan cinta yang tulus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TAK TERIMA
"Apaan ini?" sewot Aditya, abang Kyara yang saat itu sedang main game di ponsel, melihat kedatangan mama dan adiknya. Ponsel dilempar begitu saja, setelah melihat penampilan baru sang adik.
Adit tahu Kya masih suasana patah hati, tapi ia tak pernah terpikir akan memotong rambut indahnya sependek ini. "Kamu jelek, Abang gak mau kasih uang kamu lagi," ujar Adit marah. Ia langsung masuk kamar karena tak setuju dengan tindakan Kyara yang memotong rambutnya.
"Hem, kata mama apa. Kamu gak pernah dengar sih, sukurin sekarang gak dapat uang jajan dari Abang kamu!" semprot mama semakin memojokkan si bungsu.
"Sakit hati sih, sakit hati. Tapi tak perlu menunjukkan perubahan drastis begitu, terlihat sekali kalau kamu sangat kehilangan si kunyuk Bagas itu. Kalau dia tahu, bisa saja dia sangat bangga karena kamu sedih sekali sampai rela memotong rambut kamu. Jadi cewek jangan bego banget napa, Kya. Harusnya kalau sakit hati itu jangan jadi jelek, tapi berusaha semakin cantik!" si abang sampai keluar kamar lagi demi mengomel pada sang adik. Mungkin dirinya belum plong sebelum mengomeli Kya.
"Lah aku juga cantik banget tahu," ujar Kya tak mau dibantah juga. Baginya dengan potong rambut begini, ia siap membuka lembaran baru, dan lebih fokus meningkatkan value dirinya.
"Cantik dari upil!" sewot sang abang hingga membuat sang mama tertawa ngakak. Pasalnya, sudah lama sekali mama tidak mendengar perdebatan sulung dan si bungsu pada hal receh, ternyata kangen juga keributan di rumah ini.
"Ya udah sih, rambut-rambut gue! 3 bulan juga bakal panjang lagi, kenapa sih repot amat!"
"Ck," si abang hanya bisa berdecak sebal, memang benar juga sih. Rambut pendek kan gak selamanya, Kya hanya mengambil moment ini doang, selebihnya juga bisa dipanjangkan lagi.
Penolakan Aditya sama dengan respon teman PKL Kya. Hari ini hari terakhir PKL, hanya menyerahkan laporan dan juga memberi cinderamata pada pihak kantor. Sebelum tegang menghadap bos kantor, mereka terlebih dulu dibuat shock terapi dengan penampilan gadis cantik ini. "Rambut lo kenapa Kya?"
"Sumpah? Lo gak sakit kan?"
"Lebih fresh, tapi lebih cantik rambut panjang, Kya!"
"Padahal Ibu mau kasih proyek iklan pakai rambut kamu, Kya!" dan berbagai komentar lain sejalan dengan penolakan Aditya. Mereka menyayangkan keputusan Kya memotong rambut panjangnya. Bahkan ada celetukan yang membuat Kya tertawa ngakak.
"Lihat kan, pulau Sumatera kena banjir dan longsor karena hutannya dibabat habis. Sama seperti otak kamu nanti, Kya. Bakal panas kebul karena tak ada mahkota indahmu!" celetuk Kimo, salah satu seniornya saat PKL, pegawai tetap kantor ini.
Namun Kya hanya tersenyum saja setelah dikritik tentang rambutnya. Dia bukan perempuan yang gampang baper apalagi soal rambut, hal sepela yang tak perlu dibesar-besarkan.
Mereka tim PKL pun mengadakan last meeting bersama rekan PKL dan para senior yang mendampingi mereka. Banyak makanan hasil patungan anak PKL sekali-kali traktir para senior karena semenjak mereka PKL selalu diperlakukan baik dan tidak ada lempar pekerjaan. Bahkan kalau mereka syukuran, anak PKL juga diajak.
"Nanti kalau mau lamar di sini, silahkan!" ujar Bu Olivia, pemilik start-up ini, beliau sangat cantik dan baik hati. Tak pelit ilmu juga, sangat memperlakukan anak buah meski anak magang dengan baik. Beliau pun berpesan silahkan ambil ilmu selama kerja di kantor beliau sebaik mungkin, kerja maksimal 3 tahun setelah itu silahkan resign dan merintis usaha sendiri.
Tapi tidak dengan sang adik, Justin. Bagi Kya, adik bu bos yang menghandel anak magang bagian visual dan komunikasi, beh sombong minta ampun, mana mulutnya seperti wonton chili oil level 10, pedes banget. Nada yang paling Kya ingat adalah emang gak bisa bikin iklan dewasa dikit, main warna juga tidak asal campur. Padahal soal estetika pamflet, iklan kan sudah ada porsinya, tapi menurut Justin ya harus sesuai dengan seleranya, karena sejak awal Justin sudah memberi tahu bagaimana pola iklan yang ia sukai.
Begitupun saat perpisahan kali ini, Justin dengan terang-terangan menyindir soal penampilan bahwasanya standar orang Indonesia dalam mencari anak buah atau pegawai adalah melihat penampilannya, menarik atau tidak. "Seperti halnya Kya, saya harap nanti saat kamu melamar kerja prioritaskan penampilan kamu dulu meski kamu pintar dan cekatan, tapi kolega akan nyaman bila penampilan kamu menarik," ujar Justin tanpa tedeng aling-aling hingga beberapa teman magang dan Bu Olivia sendiri melongo mendengar penilaian Justin pada Kya.
"Oh siap, Pak!" jawab Kya santai, dia sudah tahu resiko potong rambut kali ini, sehingga dia tak marah atau kesal bila dianggap tidak menarik. Memang Kya sengaja saat memangkas pendek rambutnya, ia tidak memikirkan respon orang lain.
"Kecewa kayaknya kamu potong rambut," bisik Ines, teman magang PKL Kya jurusan akuntansi.
Kya hanya mengangguk saja sembari tersenyum tanpa berkomentar berlebih. Acara perpisahan pun diakhiri dengan foto bersama dan penyerahan cinderamata oleh Iqbal selaku ketua PKL di kantor ini. Mereka saling jabat tangan dan meminta maaf bila ada kesalahan yang dilakukan selama magang.
"Rambut kamu bisa panjang sampai berapa bulan?" tanya Justin pada Kya, saat para senior sudah keluar dari ruang meeting.
Kya mendongak dan agak bingung ditanya Justin seperti itu, beberapa anak magang lain sudah berdehem, banyak yang menebak Justin naksir sama Kyara.
"Jawab tuh Kya! Malah bengong," sahut Ines sembari menoel lengan Kya agar sadar.
"Hem kalau panjang sampai di bawah bahu mungkin di atas 6 bulan kali ya, aduh Pak saya gak pernah menghitung. Lagian nanti juga panjang sendiri."
Justin berdecak sebal, "Tahu gak, saya sudah ada proyek pembuatan vitamin rambut, dan berniat kamu yang akan menjadi modelnya, malah kamu potong begini. Ck!"
"Ya kan Bapak juga tidak bilang. Coba kalau Bapak bilang, saya pasti tidak potong rambut. Lagian nih Pak, meski pendek rambut saya tuh masih bagus loh, nih!" ujar Kya sembari memutar kepalanya, seolah menunjukkan rambutnya masih bagus dan bisa dijadikan model hair care.
Teman magang lain tertawa melihat Kya seberani itu meledek Justin, sedangkan bos ganteng itu hanya berdecak sebal sembari keluar dari ruang meeting. Masih tak terima dengan kondisi rambut Kya, istilahnya calon cuannya hilang entah kapan bisa terwujud. Ada dua opsi memilih model lain atau menunggu rambut Kya kembali seperti semula.
Kalau rambut kamu sudah panjang, kabari aku, Kya.
Kya tersenyum mendapat chat dari Justin, terlihat sangat mengharap sekali Kya menjadi model hair care produk Justin.
Baik, Pak. Balas Kya tetap menghargai penawaran itu.