NovelToon NovelToon
Rembulan Tertusuk Ilalang

Rembulan Tertusuk Ilalang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Cintapertama / Nikah Kontrak / Dendam Kesumat / Roh Supernatural
Popularitas:101
Nilai: 5
Nama Author: Cathleya

Rembulan Senja adalah anak yatim-piatu di sebuah panti di kota pesisir pantai. Hidupnya selalu diliputi kemalangan. Suatu hari, dirinya melihat mobil mewah terbalik dan mengeluarkan api, milik orang kaya dari kota.

Dibalik kaca, dia mengintip, tiga orang terjebak di dalamnya. Tanpa keraguan, tangan mungilnya membuka pintu yang tak bisa dibuka dari dalam. Akhirnya terbuka, salah satunya merangkak keluar dan menolong yang lainnya. Kedua orang kaya itu ternyata pemilik panti dimana dia tinggal. Lantas, dirinya dibawa ke kota, diadopsi dan disematkan nama marga keluarga angkat. Tumbuh bersama anggota keluarga, jatuh cinta dan menikah dengan salah satu pewaris. Malangnya, ada yang tak menyukai kehadirannya dan berusaha melenyapkannya!

Tiga tahun menghilang, kemudian muncul dan menuntut balas atas 'kematiannya'. Bangkit dan berjaya. Harus memilih antara cinta dan cita. Yang manakah pemenangnya!? Siapa jodoh yang diberikan Tuhan padanya? Akankah dia menjemput kebahagiaannya!?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cathleya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5. Master Penguasa.

"Singkatnya, anda adalah master kami, penguasa tempat ini beserta segala isinya!" ucap makhluk astral tersebut seraya menambahkan sambil tersenyum.

Keduanya berkata sambil membungkukkan badan secara hormat ala prajurit di depan raja atau ratu yang berkuasa dan dihormati, lantas mengangkat kepala sebelum menambahkan kalimat.

"Oh ya, sekalian tambahan informasi, kelebihan kami, aku spirit dengan kekuatan pasif yaitu penyembuh dan kakakku Yorgel, berkekuatan aktif, mampu melukai lawan. Bisa dikata, kekuatan kami kontradiksi satu sama lain namun saling mengisi. Selain itu, bisa membaca pikiran. Jadi hati-hati kalau anda mengumpat dalam hati!" tambah Zsa zsa sambil cengir.

"Hahhh, apa!?" Master? Penguasa? Spiritual!? Membaca pikiran!?" berondongnya tercengang.

"Wow! Aa ... aku ... tak mengerti!" ucap Rembulan kaget sambil menggelengkan kepala.

Kakak beradik itu saling pandang dan akhirnya mengangguk.

"Kau harus percaya. Ikuti kami!" ucap Pink sambil meraih pergelangan Rembulan.

Tringgg!

Seketika, ketiganya sudah berada di luar ruangan. Mereka berada di taman. Beberapa binatang dengan bulu warna-warni yang jarang ditemui di alam dunia, datang menghampiri ketiganya. Dirinya pun tercengang, bagaimana bisa? Dirinya yang memiliki bobot, bisa menembus dinding! Bukan roh halus!? Seperti sulap dan di luar nalar!

Pink memegang kembali tangannya. Sepertinya, mereka akan teleportasi kembali, agar dirinya semakin yakin, namun jantungnya belum bisa move on dari semua hal yang terjadi!

"Ba ... baik lah! Baiklah! A ... aku percaya!" seru Rembulan ngos-ngosan, sambil memegangi dadanya yang berpacu kencang disertai tremor di seluruh tubuh.

Rembulan mengibaskan tangannya agar lolos dari cengkeraman Yorgel.

"Berhenti! Aku belum siap berteleportasi dan masih terkejut atas apa yang ku lalui. Ku mohon, ceritakan apa yang telah terjadi dan jelaskan secara ringkas dan padat!?" ucap Rembulan. sambil menarik nafas.

"Dan satu lagi, sudah berapa lama aku di tempat ini!?" tanyanya sambil memandangi kedua kakak-beradik.

"Anda tertidur selama 12 hari. Kalau hitungan dunia manusia berarti 12 bulan atau 1 tahun!" ucap Pink santai.

"Apaaaaa!?!?"

Flashback on ...

Beberapa waktu sesudah Rembulan terhempas dari atas tebing dan jatuh menimpa bebatuan.

Dari kejauhan, terdengar puluhan kepakan sayap unggas buas pemakan daging, membelah langit malam. Bersama itu, benda langit melesat dengan kecepatan penuh menembus atmosphere bumi, menyalip kumpulan hewan bersayap. Di atas dua serpihan batu pipih, berdiri dua sosok makhluk berperawakan manusia, berambut Violet dan Pink.

"Bro, lihat! Begitu banyak burung pemakan bangkai. Sepertinya menuju satu titik. Apa sama dengan tempat yang kita tuju (keduanya bicara dalam bahasa asing)!?" tanya seseorang berambut Violet kepada si rambut Pink.

"Sepertinya! Kita harus segera pastikan. Kalau betul, kita harus mengusir burung-burung tersebut!" ucap Pink tegas.

"Baiklah, kalau begitu! Kita harus bergegas. Heyaaa!" ucap si Violet menghentakkan kaki di atas permukaan batu dan memacunya seperti menghela kuda.

Batu yang mereka pijak merupakan meteor besar, yang bisa dipijak oleh berdua dan gerombolan burung pemakan bangkai, saling susul menyusul bagaikan perlombaan di atas langit hitam dan akhirnya 'pacuan' tersebut dimenangkan oleh makhluk rambut permen kapas.

"Bro! Buka mata ketiga untuk memindai daerah di depan. Sepertinya ada makhluk yang sekarat!?" ucap Violet yang turut memindai wilayah di depan matanya.

"Siapppp!" unggah si Pink semangat.

Lantas, mata si Pink terpejam dan permata di dahi yang sama dengan warna rambut dan matanya pun bersinar terang. Setelah sekian waktu memindai, cahaya tersebut padam dan kedua matanya terbuka.

"Dalam penglihatanku, ada sesosok tubuh sekarat dekat tebing. Sepertinya dia luka dalam dalam dan sekitarnya memerah!" ucapnya begitu menangkap objek yang dimaksud.

Keduanya bergegas menuju tebing yang dimaksud, sementara gerombolan burung besar semakin mendekati keduanya.

"Bro! Ada baiknya kau mengusir mereka. Aku akan mencoba menghentikan pendarahannya. Semoga keburu!" saran Violet pada sang kakak dengan nada khawatir.

"Baiklah!"

Meteor itu terhenti di dekat tubuh Rembulan yang sekarat dan Violet turun mendekatinya sedangkan si Pink berbalik badan dan melesat menuju gerombolan burung bangkai yang besarnya setengah tubuh orang dewasa yang jaraknya semakin mendekat.

Begitu menjejaki tanah, yang dia lakukan adalah menyingkirkan pintu mobil yang hangus terbakar dan masih menyisakan nyala api. Dengan telekinesis, pintu yang menimpa sang gadis, di lemparkan. Tampak tulang putih tertutup cairan merah yang telah membeku, menyembul dari kedua tungkai sang gadis.

Syyiutttt!

Bangkai daun pintu yang gosong terlempar bagai sehelai bulu yang melayang dan jatuh agak jauh dati tubuh korban.

Selain mendapati tulang patah, tampak luka bakar parah di sekujur kaki sang gadis. Kulitnya terbakar hampir 90%. Menyisakan leher dan wajah (penuh lebam). Pakaiannya menghitam dan banyak koyakan serta lubang. Mungkin kain yang melekat di tubuhnya mencegah api melahap badannya (terlihat dari kulit perut yang tidak menghitam).

Lantas, Violet mengangkat tubuh gadis itu hingga melayang di udara sebatas pinggangnya dan membalikan tubuhnya (wajah menghadap tanah). Tampak luka menganga di belakang kepala dan darah segar terus mengalir deras tanpa henti. Tubuh dingin gadis malang itu menggelepar hebat di udara.

Seberkas sinar berwarna kuning menyeruak sebesar bola voli dari tangan kanannya dan sinar itu di arahkan pada luka di kepala. Sinar tersebut membungkus kepalanya. Setelah sekian waktu, terlihat cairan merah berhenti mengalir. Luka di kepala menutup seketika meninggalkan bekas luka.

Violet membalikkan tubuh sang gadis dan memberikan air kehidupan serta pil penyembuhan. Di dalam tubuh, pil dan air berkolaborasi, merangsang sel guna memproduksi sel darah merah, meregenerasi sel-sel yang rusak di dalam tubuh. Makhluk ungu tersebut, dengan kekuatan telekinesis, menarik sesuatu dari udara. Tampak gumpalan air keluar dari udara, mendekati tubuh korban yang semakin mendingin dan membungkusnya. Setelah sepuluh menit berlalu, tubuh sang gadis menghangat dan denyut jantung kembali berdetak dan bekas luka menghilang. Air kembali ke udara dan raib di telan kegelapan malam.

Kemudian, sinar kuning kembali bergulung di kedua tangannya, dia mengarahkan ke seluruh tubuh hingga ujung kaki yang penuh bekas luka, mengelupas dan gosong. Sinar itu membungkus tubuh yang masih terdiam kaku. Setelah sekian waktu berlalu, sinar pun padam meninggalkan kulit yang kembali utuh.

Violet menurunkan tubuh yang menghangat tersebut sehingga menyisakan jarak setengah jengkal di atas batu agar tidak menimbulkan kegaduhan apabila ada seseorang mengintip fenomena tersebut. Matanya beredar melihat sekeliling dan dahinya bersinar tanda mata ketiganya terbuka. Aman, menurut batinnya.

Mata ketiga itu berbentuk berlian, berfungsi sebaga infrared, dapat melihat jarak jauh dan lebih efektif saat malam hari. Pada hewan, fungsi tersebut menyatu dengan kedua mata dan aktif ketika menerima cahaya terutama di malam hari. Violet dan Pink harus memejamkan mata terlebih dahulu agar penglihatannya fokus dan lebih tajam. Saat ini, waktu menunjukkan pukul 00:30 WIB dini hari.

"Sepertinya tubuh malang ini cukup jauh dari jangkauan mata manusia. Sangat sepi dan hening. Untungnya ilalang di sini begitu rimbun dan tinggi sehingga bisa menyembunyikan tubuh yang melayang ini. Kalau saja ada orang yang melihat, urusannya jadi runyam!" monolognya.

"Tempat ini begitu sepi dan rumah pemukiman rumah penduduk sangat jauh!" unggahnya sambil mengedarkan pandangannya sekali lagi untuk memastikan tidak ada yang mendekat atau mengintip dari suatu tempat.

Pandangannya bisa menembus benda hingga berjarak ratusan kilo meter sehingga dirinya bisa memastikan tak ada seorang manusia pun yang mendekat. Dia melihat, kakaknya sibuk mengusir burung pemakan bangkai hingga menjauh di kejauhan. Netranya kembali tertumbuk pada tubuh Rembulan yang melayang.

"Tubuhnya sangat kurus, tidak seimbang dengan tinggi badannya. Lukanya sangat dalam. Apa yang menyebabkan dia sekarat!?" ujarnya penasaran.

"Hmmm! Coba aku cari tahu dengan mengetahui isi kepalanya!"

Lantas, dia mengarahkan satu tangan ke kepala wanita malang itu dan memindai. Setelah 10 menit berlalu, dia pun menurunkan tangannya. Violet terdiam sambil memandang tubuh yang masih tertidur. Tubuh Violet bergetar. Dia pun tak kuasa menitikkan airmata.

"Kasihan sekali dirimu. Hidupmu cukup tragis dari kecil hingga dewasa. Sayangnya, kemampuanku melihat masa lalu sangat terbatas, hanya bisa melihat dirimu. Aku tidak tahu siapa orangtuamu!" ujarnya penuh keprihatinan begitu mengetahui kisah hidup wanita yang ditolongnya.

"Kau hidup tanpa mengenal orangtua dan sanak saudara. Dibuang di panti dan sedikit mendapat kebahagiaan. Diangkat anak dan berharap limpahan kasih sayang, nyatanya hidupmu tak berujung bahagia. Mereka menyiksamu dan seenaknya menentukkan akhir dari kehidupanmu!" ujarnya dengan nada jengkel.

"Ini adalah hari kelahiranmu sekaligus nyaris menjadi hari kematianmu. Tapi tak usah khawatir, setelah ini hidupmu akan berubah dan kaulah yang akan menentukan nasib orang-orang yang menyakitimu!" ucapnya dengan seringai yang sulit diartikan.

Tak lama, Yorgel atau Pink yang telah menuntaskan tugasnya mengusir burung bangkai, mendekati sang adik yang masih setia memandangi tubuh seseorang. Setelah mendekat, akhirnya dipastikan itu adalah wanita. Dia pun menepuk bahu sang adik.

"Bro! Burung sialan itu sudah menyingkir jauh. Mungkin karena sudah tidak menyium bau darah. Aku cukup kesulitan juga karena jumlahnya banyak!" keluh sang kakak sambil menyeka peluhnya.

Sama dengan sang adik, dia pun bisa merubah wujud sebagai manusia fana sehingga bisa menghalau makhluk fana pula. Dalam wujud spirit, tentu saja kemampuannya sangat terbatas.

Kemudian setelah membersihkan helaian bulu yang menempel di tubuhnya, matanya terpaku pada tubuh yang berbaring melayang.

"Oh ya, apakah tubuh ini adalah orang yang kita cari!?" tukasnya sambil menunjuk pada gadis yang masih terpejam.

"Benar! Dia adalah Tuan Penguasa Dimensi yang dimaksud!" ujar Violet.

"Lantas bagaimana, apakah luka-lukanya sudah kau sembuhkan. Mengapa dia belum sadar juga!?"

"Entahlah. Luka fisiknya sih sudah sembuh dari setengah jam lalu tapi luka batinnya memerlukan waktu cukup lama untuk sembuh, itu kemungkinan pertama. Kemungkinan kedua, wanita muda ini tidak ada keinginan untuk bangun!" tambahnya lagi.

"Maksudnya!?" tanya sang kakak heran.

"Begini ceritanya!" ucap Violet menggugah kisah hidup dari gadis yang ternyata target pencarian mereka.

Lantas sang adik bercerita bahwa dirinya telah mengetahui masa lalu sang master. Masa kecil, remaja dan dewasa. Bahwasanya, hidup gadis itu begitu sengsara dan nyaris berakhir tragis kalau mereka tidak segera sampai di lokasi. Tubuh gadis itu dilempar dari ketinggian puluhan meter. Dia adalah anak yang mungkin dibuang orangtuanya dan anak adopsi dari sebuah keluarga kaya raya lagi terpandang. Dan saat ini kesadarannya masih betah di alam lain. Enggan untuk kembali.

"Jadi, Master kita ini tidak memiliki keinginan hidup jadi kesadarannya untuk kembali utuh memerlukan masa yang lumayan lama!" unggah Violet bersimpati.

"Gerrr! Kasihan sekali nasibnya dan manusia keji itu akan ku pastikan akan mendapat balasannya!" ucap Pink geram sambil mengepalkan tangan.

"Kalau begitu kita harus segera membawanya ke ruang dimensi karena hari menjelang subuh. Aku lihat dari atas, kehidupan daerah sini mulai nampak. Aku khawatir ada manusia lain yang mengetahui keberadaan kita!" ungkap Pink khawatir.

"Baiklah! Segera buka pintu ruang dimensi. Kita akan menarik tubuhnya masuk!"

Pink dan Violet mengarahkan tangannya yang bercincin ke lahan yang agak luas. Selarik sinar memancar dan berpendar membentuk kotak kecil berbentuk segi empat di udara. Semakin lama membesar. Di mata manusia biasa, pasti tidak dapat melihat ruang tersebut. Lantas, Pink masuk terlebih dahulu, disusul Zsa zsa atau Violet, sambil mendorong perlahan tubuh Rembulan, masuk ke dalam gerbang cahaya yang cukup tinggi dan lebar. Setelah ketiganya sudah jauh masuk ke dalam, pintu pun tertutup dan cahaya pun seketika menghilang di kegelapan malam.

Tak lama, dari kejauhan, sedikit demi sedikit, kehidupan mulai berdenyut ramai dan keramaian mulai menyeruak. Manusia berbondong-bondong mendekati daerah dengan berbagai tujuan, seiring sirnanya cahaya keemasan dari ruang dimensi.

Flasback Off.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!