NovelToon NovelToon
Talak Di Atas Pelaminan

Talak Di Atas Pelaminan

Status: tamat
Genre:Konglomerat berpura-pura miskin / Menyembunyikan Identitas / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Dunia Yumna tiba-tiba berubah ketika sebuah video syur seorang wanita yang wajahnya mirip dengan dirinya sedang bercinta dengan pria tampan, di putar di layar lebar pada hari pernikahan.

Azriel menuduh Yumna sudah menjual dirinya kepada pria lain, lalu menjatuhkan talak beberapa saat setelah mengucapkan ijab qobul.

Terusir dari kampung halamannya, Yumna pun pergi merantau ke ibukota dan bekerja sebagai office girl di sebuah perusahaan penyiaran televisi swasta.

Suatu hari di tempat Yumna bekerja, kedatangan pegawai baru—Arundaru—yang wajahnya mirip dengan pria yang ada pada video syur bersama Yumna.

Kehidupan Yumna di tempat kerja terusik ketika Azriel juga bekerja di sana sebagai HRD baru dan ingin kembali menjalin hubungan asmara dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Barata menegakkan tubuhnya. Semburat keseriusan muncul di wajah yang biasanya selalu ceria. “Tunggu … kalau seseorang punya fotomu, berarti orang itu mengenalmu secara pribadi. Atau minimal pernah berada di sekitarmu.”

Arundaru mengangguk pelan. “Tepat sekali. Dan itu mempersempit kemungkinan pelakunya.”

Barata mengusap dagunya. “Tapi siapa? Kamu di Amerika jauh dari orang-orang sini. Kamu juga tidak banyak bergaul. Di ADTV saja orang-orang tidak tahu kalau kamu adalan anak pemiliknya.”

“Itu dia.” Arundaru menutup laptopnya perlahan lalu menyandarkan tubuh. “Justru karena aku jarang muncul di publik, seharusnya wajahku tidak bisa digunakan sembarangan. Maka, kalau ada yang memakainya, berarti dia punya tujuan tertentu.”

Hening sesaat memenuhi ruang kerja kecil itu. Hanya suara AC yang berdengung pelan.

Barata ikut menarik napas panjang. “Terus, katanya kamu mau cari video asli? Cara nyarinya gimana?”

Arundaru tersenyum tipis. “Dengan cara yang aku paling kuasai.”

Barata tersentak. “Hacking?! Jangan bilang kamu mau—”

“Bukan hacking ilegal,” potong Arundaru sebelum Barata menuduhnya macam-macam. “Aku cuma menelusuri metadata video, asal unggahan awal, dan akun-akun yang pertama kali menyebarkannya. Banyak orang pikir internet itu luas dan anonim. Padahal jejak digital gampang sekali dilacak.”

Barata menyandarkan diri ke sofa sambil memelototi sepupunya. “Kadang aku lupa kalau kamu jenius.”

Arundaru tak menanggapi pujian itu. Sorot matanya lebih gelap, lebih serius daripada biasanya. “Aku ingin tahu siapa yang melakukan ini kepada Yumna dan kenapa wajahku yang dipakai.”

Sejak kejadian itu, Arundaru menghabiskan malam dengan menelusuri ratusan akun yang pernah mengunggah video tersebut. Ia mencari pola. Identitas. Keterangan waktu. Siapa yang pertama menyebarkan. Siapa yang paling aktif memviralkan.

Sementara Barata, yang awalnya cuma penasaran, kini ikut duduk di sampingnya. Melihat betapa runyamnya kasus dua tahun lalu itu.

“Kok, banyak banget komentar jahat?” gumam Barata, men-scroll komentar yang masih bisa ditemukan. “Padahal sebagian orang bilang Yumna perempuan baik-baik. Lihat nih, ada beberapa orang terdekatnya yang bela dia.”

Arundaru memerhatikan satu per satu.

‘Aku memang belum kenal lama dengan Yumna. Tapi, hatiku merasa dia enggak mungkin melakukan hal seperti ini.’

‘Pasti ada yang sengaja fitnahnya.’

‘Kasihan Yumna. Pernikahan belum ada satu jam langsung hancur.’

Namun, ada juga komentar yang menyakitkan.

‘Udah jelas itu dia!’

‘Berkedok alim, ternyata ....’

‘Hancur sudah nama keluarganya.’

Barata menutup mulut. “Astaga! Video editan film panad bisa menghancurkan hidup orang.”

Arundaru mengangguk pelan. “Itu dia. Dan aku tidak bisa tinggal diam kalau wajahku ikut dipakai untuk menghancurkan seseorang.”

Barata lalu menatapnya penuh selidik. “Kamu peduli karena dia baik sama kamu atau karena kamu mulai suka sama dia?”

Arundaru terdiam. Sorot matanya meredup sejenak. “Asal kamu tahu, aku hanya ingin membantu memulihkan nama baiknya. Itu saja.”

Barata menaikkan satu alisnya. “Hm. Biasanya kalau seseorang bilang begitu, artinya dia sudah jatuh hati.”

Arundaru mengabaikan komentar itu dan kembali fokus ke laptop.

Keesokan harinya, saat langit Jakarta masih pucat, Arundaru kembali ke kantor. Ia biasanya masuk pagi, tapi hari ini ia datang lebih cepat, jam enam pagi dia sudah berkeliaran di gedung ADTV.

Bukan untuk bekerja. Tapi, untuk mencari sosok yang membuatnya terus memikirkan kejadian itu.

Lorong-lorong gedung ADTV masih sepi. Hanya beberapa cleaning service yang mulai bekerja. Suara langkah sepatu Arundaru menggema pelan. Di lantai lima, langkahnya berhenti.

Di ujung lorong, terlihat Yumna sedang merapikan meja kerja salah satu karyawan. Wajahnya fokus, dan gerak-geriknya cekatan. Wajah perempuan itu tampak lelah, tapi tetap kuat. Ada ketegaran yang tidak dimiliki banyak perempuan seusianya.

Ketika Yumna berbalik, mata mereka bertemu. Dia tersenyum simpul, terlihat sungkan. Kejadian kemarin jelas masih melekat di kepalanya.

Arundaru mengusap tengkuknya. Entah kenapa jantungnya berdetak sedikit lebih cepat. Pelan-pelan ia mendekat.

“Selamat pagi,” sapa Arundaru mencoba terdengar biasa.

Yumna menegakkan punggung. “P-pagi, Mas Arun.” Nada suaranya formal, menjaga jarak.

“Kemarin, terima kasih rotinya,” ucap Arundaru, rendah. “Kapan-kapan aku akan traktir kamu.”

“Itu hanya roti, Mas. Harganya juga murah,” balas Yumna tersenyum tipis.

“Soal pembicaraan kita semalam, kapan kamu punya waktu untuk kita bahas bersama?”

Yumna menelan ludah. Tatapannya waspada, seolah masih sulit percaya bahwa pria yang kemarin ia tolong adalah orang yang sama yang wajahnya pernah ia lihat di video terkutuk di hari pernikahannya.

Yumna menatap sosok itu lebih dekat. Semakin dilihat wajahnya sangat mirip dengan pria yang ada di dalam video.

Yumna menggenggam kain pel. “Apa benar pria yang ada di dalam video itu Mas Arun? Atau orang lain yang wajahnya mirip? Karena–”

Ucapan itu terhenti. Yumna tidak ingin mengingat hari itu. Tidak ingin mengingat rasa malu yang menghancurkan hidupnya.

Arundaru menghela napas tipis, sudah bisa menebak arah pembicaraan itu. “Yumna, aku tahu tentang video itu.”

Yumna mematung. Napasnya tercekat.

“Aku tahu itu editan,” lanjut Arundaru lagi. “Dan aku yakin kamu juga tahu bahwa itu bukan aku.”

Yumna memejamkan mata, rasa lega dan rasa takut bercampur jadi satu. Tidak mudah bagi orang luar memahami posisinya. Tidak mudah percaya bahwa ada seseorang yang tidak menghakiminya.

Arundaru melangkah sedikit lebih dekat. “Aku sedang mencari video aslinya. Kalau aku berhasil menemukan pelakunya, aku harap kamu tidak keberatan untuk mengetahui kebenarannya.”

Yumna menggigit bibir bawahnya, menahan emosi yang naik. “Kenapa Mas peduli?”

Arundaru menatapnya lama. “Karena hidup seseorang tidak seharusnya dihancurkan oleh kebohongan.”

Yumna tercekat.

Arundaru menambahkan, lebih pelan, “…dan karena kamu pernah menolongku di saat aku butuh.”

Yumna menunduk, mencoba menyembunyikan rona merah yang muncul di pipinya.

Untuk pertama kalinya setelah dua tahun, ada seseorang yang tidak memandangnya sebagai objek skandal. Ada seseorang yang percaya. Dan entah kenapa hal itu membuat dadanya hangat, untuk alasan yang belum berani ia akui.

1
Erina Munir
selamat ya yuma b Arun. .semoga langgeng
Erina Munir
sukuriiin luhj pada penjahat wanita .. makan tuh mata pencarian luhh pd 🤣🤣🤣🤣
Erina Munir
adaaa ajja yg bikin ribeet hidp orasng
Erina Munir
waduuh gawat nih masa lalu muncul lgi
Erina Munir
sabarr yumma.... dengerin dulu penjelasan Arun...
Erina Munir
nah looh😟
Erina Munir
hadeehh lagu luh Azriil...selalu memojokan orang...ga pernah koreksi diri...maluu tuuhh wleeeek
Erina Munir
mantab thoor
Erina Munir
deg degan sih thor...tpi boleh juga sih crita mu thor
Sartin Gusasi
bagus arundaru jebloskan kepenjara si Zakia tdk tau berterima kasih...
Sartin Gusasi
hukum saja
Erina Munir
diiih ortu sengklek bujannya introspeksi diri punya anak laki bedegong...juga ponakaan gendeng ...hrsnya nyadar...udh anak sendiri jdi malu...adaaa lgi niih yg bikin riweeh😏😏😏
Erina Munir
alhamdulillash d terimaa yumaaa...
Erina Munir
waduuh ...seruu niiihh
Erina Munir
cengo luhh Azriel...makanya waktu itu jamu jngn ambil keputusan cpt2...selidiki duluu...kan sekarang jdi nyessel...kaya ga tau siapa yuma aja....dasar Azriel tolo'
Erina Munir
bukaa hatimu yumaa....bukalaaah kesian Aruun
Erina Munir
untuung cctvnya pass banget tuuh
Erina Munir
hahaaaa aya2 wae ..pereee ....pereee
Erina Munir
waduuhhhh....
Erina Munir
🤣🤣🤣🤣🤣 seruuu thooor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!