Menerima laki-laki yang di kenalkan oleh sosok yang bernama Ayah itu seperti membuka pintu derita bagi Maura. Apakah Maura menderita karena perlakuan sang laki-laki atau perasaan bersalah pada keluarganya....
Yuk lanjut episode baru cerita aku....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Meitania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Honeymoon
Maura merutuki dirinya sendiri setelah berada di dalam pesawat dan ternyata bangku yang di duduki nya berjauhan dengan suami nya. Dan tertanam di hatinya bahwa pernikahannya salah. Menyesal. Tentu saja Maura menyesal karena dirinya tak melihat dari sisi calon suami yang kini menjadi suami nya. Dirinya terlalu senang karena bisa di terima keluarga suaminya.
Dan kali ini Maura memutuskan untuk kembali turun dari pesawat yang akan membawa mereka ke negara tempat mereka seharusnya pergi honeymoon. Maura benar-benar memutuskan semuanya dengan cepat tanpa di sadari oleh Aska dan kekasihnya.
Beruntung Fajar memberitahukan sebelum dirinya pergi jika nanti Maura akan sendiri dan memberikan semua fasilitas untuk Maura selama di sana. Setelah Maura masuk ke dalam pesawat dan ternyata apa yang di lihatnya sesuai dengan isi fikirannya maka tanpa fikir panjang Maura pun turun kembali.
Maura segera membeli tiket ke kota D untuk menghilangkan diri dari keluarga sejenak hingga suami nya kembali dari perjalanan honeymoon bersama kekasihnya. Saat Fajar mengirimkan tiket pulang nanti itu menjadi patokan dirinya untuk pulang juga.
Tak ada yang mengetahui satu pun keluarganya maupun keluarga suaminya jika dirinya tak pergi honeymoon. Kenapa kota D yang di pilih karena Maura merasa di sana dirinya akan mendapat kenyamanan.
Maura duduk di bangku taman dan menghirup udara kota D yang sejuk. Dada nya begitu sesak mengingat pernikahannya yang hancur sebelum berjuang. Ingin memperjuangkan tapi tak sedikit pun celah untuk Maura mendekati suaminya. Bulir bening lolos membasahi pipi mulus nya. Bahunya bergetar.
"Apa salah aku Tuhan?" Bisiknya di sela isakan tangisnya.
Namun, semua yang Maura lakukan tak luput dari perhatian seorang lansia yang masih terlihat segar dan lebih muda dari usianya. Dirinya merasa ada yang salah dengan Maura sejak awal dirinya melihat Maura duduk di bangku taman yang tak jauh dari bangku yang dia duduki.
"Permisi... Boleh saya duduk di sini?" Tanya lansia tersebut beralasan saat ingin mendekati Maura.
"Ah, ya silahkan." Jawab Maura sambil mengusap sisa lelehan air mata di pipinya.
Maura tersenyum menutupi kesedihannya di hadapan orang lain.
"Menangis saja nak jika itu membuat dada mu sedikit lega." Ucap lansia tersebut.
"Perkenalkan saya Mia. Panggil saja Oma Mia." Ucap lansia yang ternyata bernama Mia tersebut seraya mengulurkan tangannya.
"Maura." Jawab Maura singkat dengan membalas uluran tangannya.
"Kamu baru di kota ini? Singgah atau pindah?" Tanya Oma Mia.
"Hah! Oh, saya hanya singgah Oma untuk beberapa waktu kedepan." Jawab Maura sopan.
"Berat ya meninggalkan keluarga di sana untuk pergi ke kota ini?" Tanya Oma Mia kembali.
"Iya Oma. Tapi, saya yakin pasti bisa." Maura.
"Kamu masih sekolah?" Tanya Oma Mia karena melihat paras Maura yang imut dan lucu menurutnya.
"Tidak Oma. Saya sudah bekerja dan bersuami." Jawab Maura jujur.
"Bersuami? Oh, ternyata sudah bersuami Oma fikir kamu masih sekolah. Waah,, kamu nangis merindukan suami kamu ya." Goda Oma Mia.
Maura hanya tertunduk menjawab ucapan Oma Mia. Dalam hati nay merutuki kata rindu untuk sang suami yang tak pantas di katakan suami.
Percakapan mereka pun terhenti ketika seorang wanita datang menghampiri mereka yang di ketahui mungkin putri dari Oma Mia. Karena dirinya memanggil Mama pada Oma Mia.
"Ma, ayo kita pulang." Ajak beliau.
"Ah, oke Maura sampai bertemu lagi. Oma harus segera pulang." Pamit Oma Mia.
"Baik, silahkan Oma. Hati-hati di jalan." Ucap Maura tulus.
Pertemuan singkat nya bersama Oma Mia membuat Maura merasa tak sendiri. Walaupun dirinya tak pernah tau apa besok atau lusa masih bisa bertemu dengan beliau atau tidak. Setidaknya Maura mendapatkan teman walau hanya sebentar saja.
Masih ada lanjutannya ya.....