NovelToon NovelToon
The Phoenix Empress: Dendam Membara Di Singgasana Emas

The Phoenix Empress: Dendam Membara Di Singgasana Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita
Popularitas:291
Nilai: 5
Nama Author: Mieayam(⁠•⁠‿⁠•⁠)

SINOPSIS


Feng Ruxue adalah Permaisuri dari Kekaisaran Phoenix yang dikhianati oleh suaminya sendiri, sang Kaisar, dan adik perempuannya yang licik. Mereka menjebak Ruxue, mencabut tulang sumsum phoenix-nya (sumber kekuatannya), dan membakarnya hidup-hidup di Menara Terlarang.
​Namun, alih-alih mati, jiwa Ruxue justru bangkit kembali ke tubuh seorang gadis lemah berwajah buruk rupa yang sering ditindas di desa terpencil. Dengan ingatan masa lalunya sebagai kultivator tingkat tinggi, ia mulai berlatih kembali, menyembuhkan wajahnya, dan membangun pasukan rahasia. Ia kembali ke ibu kota bukan untuk meminta maaf, tapi untuk mengambil kembali mahkotanya dan membakar setiap orang yang pernah mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mieayam(⁠•⁠‿⁠•⁠), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Pelarian di Bawah Langit Berdarah

​Keheningan yang menyusul tantangan Lin Xiao di arena utama terasa lebih memekakkan telinga daripada sorakan puluhan ribu orang sebelumnya. Matahari senja yang berwarna merah tembaga seolah membakar langit Ibu Kota Phoenix, memberikan latar belakang yang dramatis bagi sosok gadis berbaju hitam yang berdiri tegak di tengah reruntuhan arena. Pedang Nightshade di tangannya masih meneteskan darah emas sisa-sisa formasi, sementara auranya yang gelap dan dingin menekan setiap orang yang ada di tribun.

​Long Tian tidak bergerak dari singgasananya. Wajahnya yang rupawan tampak seperti patung marmer yang tak bernyawa, namun mereka yang berada di dekatnya bisa merasakan suhu udara di sekitar Sang Putra Mahkota turun hingga titik beku. Di sampingnya, Feng Meili menutupi mulutnya dengan tangan yang gemetar, matanya terbelalak melihat mayat Feng Jian yang sudah tidak berbentuk lagi.

​"Tangkap dia."

​Suara Long Tian tidak keras, namun mengandung kekuatan otoritas yang membuat seluruh koloseum bergetar.

​"Tangkap pengkhianat itu! Jangan biarkan dia meninggalkan tempat ini hidup-hidup!" teriak seorang jenderal dari tribun VIP, memberi komando pada ribuan Garda Phoenix yang telah mengepung area tersebut.

​Seketika, lautan prajurit berbaju zirah emas mulai merangsek maju. Tombak-tombak mereka berkilauan di bawah cahaya senja, membentuk barisan hutan besi yang mematikan. Lin Xiao menyapukan pandangannya ke sekeliling. Ia tahu bahwa meskipun kekuatannya telah meningkat pesat, melawan seluruh tentara kekaisaran di ruang terbuka adalah tindakan bunuh diri. Namun, ia tidak datang tanpa rencana.

​"Long Tian, kau masih saja menggunakan orang lain untuk melakukan pekerjaan kotor mu," ucap Lin Xiao, suaranya dialiri energi hingga terdengar ke seluruh penjuru koloseum. "Jika kau menginginkan nyawaku, datang dan ambil sendiri. Atau apakah kau takut bahwa 'sampah' yang kau buang ini sekarang lebih kuat dari naga palsu sepertimu?"

​"BUNUH DIA!" teriak Meili yang sudah kehilangan akal sehatnya akibat ketakutan dan kemarahan.

​Lin Xiao menghantamkan kakinya ke tanah. 'Seni Nirwana: Ledakan Kelopak Terlarang!'

​Bukan lagi kelopak mawar yang indah, melainkan gelombang energi hitam yang pekat meledak dari bawah kakinya, menghancurkan lantai arena dan menciptakan awan debu hitam yang sangat tebal.

Debu ini bukan sekadar debu biasa; ia mengandung partikel energi yang mampu mengacaukan indra spiritual para pengejar.

​Di tengah kekacauan itu, Lin Xiao melesat seperti bayangan hitam menuju tribun barat, tempat di mana pengamanan sedikit lebih longgar karena kepanikan penonton. Ia bergerak dengan Langkah Bayangan Kematian, melompati kepala para prajurit seolah-olah mereka adalah batu pijakan di sungai.

​"Jangan biarkan dia lolos! Gunakan Formasi Pemutus Cahaya!" teriak jenderal itu lagi.

​Ratusan pemanah di atas tembok koloseum melepaskan anak panah mereka secara bersamaan. Anak-anak panah itu tidak diarahkan langsung ke Lin Xiao, melainkan ke langit di atasnya, menciptakan jaring energi yang mulai menutup jalur pelariannya.

​Namun, saat Lin Xiao hampir terpojok di tepi tembok tinggi, sebuah ledakan besar terjadi di gerbang utama koloseum.

​BOOOOMM!

​Asap hijau mengepul, dan puluhan pria bertopeng dengan simbol mawar di bahu mereka muncul dari balik bayang-bayang. Mereka adalah para loyalis klan Mawar Hitam yang telah dikumpulkan oleh Kepala Paviliun Gu.

​"Nona! Lewat sini!" teriak seorang pria tua yang memimpin kelompok itu.

​Lin Xiao tidak ragu. Ia melompat dari tembok setinggi sepuluh meter, mendarat dengan anggun di tengah-tengah pengikutnya. "Gu? Di mana Yun'er?"

​"Dia aman di luar tembok kota, Nona. Kita harus segera pergi sebelum unit kavaleri terbang tiba!" jawab Gu dengan cepat.

​Mereka mulai mundur melalui gang-gang sempit di sekitar akademi. Pertempuran pecah di setiap sudut jalan. Lin Xiao tidak tinggal diam; setiap kali seorang prajurit kekaisaran mendekat, pedangnya akan menyambar seperti kilat, meninggalkan jejak kematian yang bisu. Namun, ia bisa merasakan aura Long Tian mulai mendekat—aura yang begitu besar dan mendominasi hingga membuat dadanya terasa sesak.

​"Kalian pergilah dulu ke titik pertemuan kedua," perintah Lin Xiao pada Gu dan loyalis lainnya. "Aku akan memancing mereka ke arah hutan di sisi timur. Jika kita tetap bersama, mereka akan menjepit kita dengan mudah."

​"Tapi Nona—"

​"Ini perintah!" Lin Xiao memotong perkataan Gu dengan tatapan yang tajam. "Pergilah sekarang!"

​Gu dengan berat hati mengangguk dan membawa loyalis lainnya menghilang ke dalam sistem bawah tanah kota. Sementara itu, Lin Xiao sengaja melepaskan sedikit auranya, memancing ribuan prajurit dan para tetua akademi untuk mengejarnya ke arah hutan.

​Saat ia mencapai pinggiran hutan, sebuah pedang emas raksasa yang terbuat dari energi murni jatuh dari langit, menghalangi jalannya dan menghancurkan belasan pohon dalam sekejap.

​Long Tian muncul, berdiri di atas dahan pohon yang paling tinggi. Jubah emasnya kini dilepaskan, memperlihatkan zirah tempur naga yang legendaris. Matanya menatap Lin Xiao dengan kedinginan yang mampu membekukan jiwa.

​"Kau cukup hebat bisa sampai sejauh ini, Feng Ruxue," ucap Long Tian. Ini adalah pertama kalinya ia menyebut nama asli Lin Xiao di kehidupan sebelumnya. "Atau haruskah aku memanggilmu Xiao Lan? Nama tidak penting bagi orang yang akan segera dikubur."

​Lin Xiao menggenggam erat pedang Nightshade. "Kau akhirnya turun dari takhtamu, Long Tian. Aku pikir kau akan tetap bersembunyi di balik rok Meili selamanya."

​Long Tian melompat turun, mendarat dengan getaran yang membuat tanah retak. "Meili hanyalah alat. Begitu juga kau di masa lalu. Aku tidak pernah mencintaimu, Ruxue. Aku hanya mencintai kekuatan yang bisa kau berikan. Dan sekarang, aku akan mengambil sisa kekuatan itu dari mayatmu."

​Pertempuran antara dua puncak kekuatan muda itu pun pecah di tengah hutan yang gelap. Setiap benturan antara pedang hitam Lin Xiao dan energi emas Long Tian menciptakan gelombang kejut yang meratakan hutan di sekeliling mereka.

​Lin Xiao menyadari bahwa Long Tian telah mencapai Tahap Pembentukan Inti Tingkat Sembilan, hampir menyentuh Tahap Inti Emas. Perbedaan tingkat mereka sangat besar. Namun, Lin Xiao memiliki Energi Nirwana yang secara alami menekan energi spiritual biasa.

​"Mawar Hitam: Sembilan Kelopak Pemecah Langit!" teriak Lin Xiao, meluncurkan serangan terkuatnya.

​Long Tian hanya mengangkat satu tangannya, menciptakan perisai naga emas yang menahan serangan itu dengan mudah. "Hanya ini? Kau mengecewakanku, Ruxue."

​Long Tian membalas dengan pukulan telapak tangan yang melepaskan proyeksi naga emas raksasa. Lin Xiao mencoba menghindar, namun energi itu terlalu cepat.

​DUAK!

​Lin Xiao terlempar menabrak tebing batu, memuntahkan darah segar dari mulutnya. Tulang rusuknya terasa patah, dan pandangannya mulai kabur. Namun, di tengah rasa sakit itu, tato mawar hitam di pipinya mulai bergetar hebat. Sebuah suara asing terdengar di dalam pikirannya.

​‘Ingin kekuatan yang lebih besar? Berikan jiwamu pada kegelapan...’

​Lin Xiao tersenyum sinis di tengah lukanya. "Aku sudah berada di kegelapan sejak kalian membunuhku. Jika kegelapan adalah apa yang dibutuhkan untuk menghancurkan kalian, maka biarlah dunia ini tenggelam bersamaku!"

​Seketika, aura hitam yang jauh lebih pekat dan jahat meledak dari tubuh Lin Xiao. Rambutnya yang hitam perlahan berubah menjadi putih perak, dan matanya berubah menjadi ungu yang berpendar terang. Ini adalah Transformasi Nirwana Sejati, sebuah teknik terlarang yang membakar umur penggunanya demi kekuatan sesaat.

​Long Tian tertegun, untuk pertama kalinya ada rasa takut yang melintas di matanya. "Apa... apa yang kau lakukan?!"

​Lin Xiao berdiri kembali, auranya kini menelan seluruh cahaya di hutan tersebut. "Aku sedang menjemput kematianmu, Long Tian."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!