"Di tengah kesibukan kehidupan SMA di Jakarta, Yuki dan kelompok teman terbaiknya menjalani petualangan yang mengubah hidup mereka dari merawat kakaknya yang sakit, menemukan cinta pertama, hingga membentuk tim untuk lomba bahasa asing nasional.
Dengan persahabatan sebagai dasar kuatnya, mereka menghadapi segala rintangan: perbedaan cara pandang, tantangan kompetisi, dan bahkan menemukan makna baru dalam persahabatan antar budaya. Awalnya hanya sekelompok teman biasa, kini mereka membuktikan bahwa kerja sama dan cinta bisa membawa mereka meraih kemenangan yang tak terduga termasuk kesempatan untuk menjelajahi dunia luar!"
"Siapakah mereka? Dan apa yang akan terjadi saat mereka melangkah keluar dari zona nyaman Jakarta untuk menjelajahi dunia yang lebih luas?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Kolim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 5
Paginya yuki dibangun kan sama ayase.
"Yuki bangun"
"ahh...kakak" ucap Yuki pelan
"makanan sudah siap, ayo makan bersama."
Yuki menuju ke kamarnya dan mandi..sesudah mandi Yuki langsung ke meja makan bersama ayase.
"kak" ucap Yuki dengan nada pelan.
"A-aku tidak tau ini perasaan apa, tetapi setiap aku dekat atau berbicara dengan kinta perasaan aneh muncul."
"Ohh itu namanya kamu jatuh cinta pada kinta" ucap ayase dan melanjutkan ucapan tadi. "Tidak heran kenapa perasaan itu muncul. Karena kalian sudah lama bersama"
"Jadi...aku jatuh cinta pada kinta?..." pipi Yuki memerah karena ucapan ayase.
Ayase tersenyum melihat adik kecilnya yang sedang jatuh cinta. "adik kecilku sudah tumbuh menjadi perempuan dewasa" ucap ayase dalam hati.
Yuki yang melihat ayase tersenyum langsung memalingkan wajah nya. "Kakak!!, kenapa kakak tersenyum!!" sambil pipi nya memerah.
Setelah selesai ayase mengajak yuki ke ibu nya di suatu tempat. "Yuki ayo, ibu sudah menunggumu" kata ayase yang berjalan keluar rumah menuju mobil.
Ayase dan yuki berangkat menemui ibu mereka.
2 jam lebih berlalu Yuki merasa ini sangat lama.
"kakak apa masih lama." Ucap Yuki yang mengantuk dan kemudian tertidur pulas.
"Eh? Yuki?...Selamat tidur" ayase dengan tersenyum melihat adiknya tertidur pulas.
Sesampainya di rumah ibu mereka ayase membangunkan yuki. "Yuki bangun..sudah sampai" sambil mencubit pipi Yuki.
Yuki terbangun karena cubitan ayase.
"Aww, sakit kakk!" bangun perlahan.
"Kita sudah sampai" mereka berdua keluar dari mobil dan menuju masuk ke dalam rumah.
di dalam ibu mereka berdua menunggu di ruang tamu. "akhirnya kalian sudah datang aku menunggu lama" ucap ibu Yuki.
"permisi" ucap Yuki dengan berjalan di belakang ayase.
Ayase dan yuki duduk di sofa dan ayase meminta maaf kepada ibu karena lambat. "maaf Bu sudah menunggu lama kedatangan kami." ucap ayase.
Langsung saja berbicara ke topik utama yang ingin ibu bilang ke Yuki. "Yuki, apa kamu mau pindah ke sini? Kalau mau nanti sekolah kamu akan berada di dekat sini." ibu Yuki menawarkan Yuki untuk pindah rumah dan sekolah.
"T-tapi..." menundukkan kepalanya.
Ayase memotong pembicaraan mereka berdua, dan bilang sesuatu ke ibu. "Yuki ga akan pindah. Karena dia sedang mencintai kinta."
ibu mereka merasa senang karena mendengar nama kinta dan Yuki yang menyukainya. "Wahh..." berpura pura tidak mengenal kinta.
Yuki menundukkan kepalanya karena pipi nya merah merona. "Ishh kakakk!!" sambil menyembunyikan wajahnya karena malu.
Ayase dan ibu ketawa bersama karena reaksi Yuki yang begitu.
Pertemuan yang sedikit lama berlalu dan yuki puang bersama ayase, di perjalanan pulang Yuki sibuk memainkan game di ponsel nya. perjalanan yang lama membuat mereka berdua ke restoran untuk makan dan melanjutkan perjalanan pulang.
2 jam berlalu...
Mereka sampai di rumah dan Yuki langsung menuju kamar nya. karena kelelahan ayase juga sama.
Malam harinya hujan turun sangat deras disertai suara suara petir. Yuki yang ketakutan hanya menutup wajahnya dengan bantal.
Derrr
Suara petir yang membuat yuki berteriak ketakutan. "Aaaa, kakakk" masih menutup wajahnya dengan bantal.
Ayase langsung membuka kamar Yuki dan tiduran di samping Yuki sambil mengelus kepala nya perlahan.
//Pat Pat Pat //
"Cup cup cup. Kamu udah besar Yuki kamu harus biasain diri buat menghilangkan ketakutan kamu".
Namun Yuki hanya diam dan memeluk ayase. Yuki perlahan tidur. "hangat" kata Yuki yang sedang tertidur.
Saat ayase ingin pergi Yuki yang masih tertidur tiba tiba memegang tangan ayase. "J-jangan tinggal kan aku...aku mohon" dengan suara kecil yang merasa ketakutan.
Ayase kembali tidur di samping Yuki Sambil mengelus kepala Yuki secara hati hari.
//Pat Pat Pat //
"Aku ga bakal meninggalkan kamu...ga bakal," Sambil mengeluarkan sedikit air mata, dan melakukan ucapan nya. "Kamu..masih menyimpan trauma lama...Yuki."
Ayase dan yuki tertidur dengan memimpikan seseorang yang tidak akan pernah kembali.
Setelah malam yang panjang, pagi hari menyinari jendela kamar Yuki dan alarm berbunyi. Yuki terbangun yang masih dalam posisi memeluk ayase, "Eh kakak kenapa di sini?" ucap Yuki dengan kaget dan melepas pelukannya. "ka...??" Yuki melihat ayase yang selama ini tidak pernah menangis di hadapan yuki, sedang tidur dengan mengeluarkan air mata.
Yuki langsung menuju kamar mandi dan bersiap untuk berangkat sekolah.
Sebelum berangkat Yuki membuat sarapan untuk dirinya dan ayase, 1 kotak lebih. Saat berjalan menuju sekolah Yuki masih mengingat wajah ayase yang mengeluarkan air mata. "Apa.. Kaka mengalami mimpi burul?..." berbicara dalam hati.
Tiba tiba seseorang menyapa Yuki
"Yuki, pagi"
Yuki yang mendengar itu langsung kaget.
"Ah ya pagi kinta" sambil tersenyum kecil.
"Kenapa kamu melamun?" Ucap kinta sambil memegang tangan Yuki.
Yuki dengan refleks melepas pegangan itu. "hanya ngantuk"
Kinta yang tidak percaya itu hanya bilang "Oke"
Setelah libur 2 hari itu membuat hubungan mereka jadi canggung dan tidak berbicara sampai masuk kelas.
Sesampainya di kelas Yuki dan kinta duduk di tempat masing masing, dan beberapa orang yang ada di kelas membicarakan mereka karena selalu bersama.
"Kita akan memulai bab baru ya murid murid "
Pelajaran dimulai setelah selesai bel istirahat berbunyi. Dan beberapa orang pergi ke kantin dan beberapa lagi masih di kelas.
Yuki yang membawa bekal langsung membuka nya tetapi pandangannya teralihkan oleh kinta yang sedang duduk sendirian dan menghampiri nya dengan membawa bekal yang dia buat lebih 1 untuk kinta. "Kinta..A-aku membawakan bekal untuk mu." menaruh perlahan di meja kinta dengan perasaan yang sangat malu namun di tahan.
"Eh? Buat aku?" ucap kinta yang menerima nya malu malu.
"I-iya semoga kamu suka." Yuki kembali ke meja nya dan lanjut sarapan.
sesudah sarapan kinta mengembalikan kotak makanan yang diberikan Yuki untuknya.
"Terimakasih makanan nya... rasanya sangat enak"
"Iya." ucap Yuki dengan datar namun di dalam hatinya merasa sangat senang.
Sore harinya mereka pulang bersama di jalan yang biasa nya mereka lalui.
Tetapi sekarang terasa berbeda karena mereka berdua hanya diam tidak berbicara. Sampai dekat rumah mereka berpisah.
"hati hati" ucap Yuki.
"iya"
Malam nya Yuki lupa karena belum meminta nomor kinta yang seharusnya tadi pagi dia minta. "Haaa aku lupaaa" ucap Yuki yang sedang tiduran.
"Baiklah pagi pasti aku bisa"
--