NovelToon NovelToon
Mahkota Berlumur Anggur Merah

Mahkota Berlumur Anggur Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak
Popularitas:787
Nilai: 5
Nama Author: Iseeyou911

Pangeran Gautier de Valois.

Ia mengenakan seragam Duke-nya, seragam berwarna biru tua dengan hiasan perak yang berkilauan. Postur tubuhnya tegak sempurna, memancarkan aura bahaya dan otoritas yang membuat ruangan terasa kecil. Matanya—abu-abu sekeras baja—menatap Amélie tanpa ekspresi, seolah-olah sedang menilai kuda pacu yang tak berguna.

"Pernikahan. Kau, Amélie LeBlanc, akan menikah dengan Pangeran Gautier de Valois dalam waktu satu bulan."

"Apa? Ini gila! Saya tidak akan—"

"Ini bukan permintaan, Countess,"

"Ini adalah dekrit dari Tahta. Aku butuh pewaris dan Raja membutuhkan stabilitas politik yang diberikan oleh aliansi dengan Countess yang memiliki koneksi luas. Keluargamu, melalui Éloi, menawarkan penyelesaian utang kuno ini. Pernikahan, dengan segera. Aku tidak tertarik padamu, atau pada intrik keluargamu. Anggap ini transaksi dan aku tidak menerima penolakan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iseeyou911, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 (Pertemuan yang Berlumur Penghinaan)

Amélie tidak gentar. Ia menyeka air hujan dari wajahnya. "Saya bukan milik Anda, Pangeran Gautier. Kontrak itu hanyalah kertas yang dipaksa. Dan saya tidak menerima perintah, terutama dari seorang pria yang menggunakan kehormatan palsu untuk membelenggu saya."

Gautier mendekat dan auranya—campuran bau hujan, kulit dan otoritas yang dingin—menghantam Amélie.

"Kehormatan palsu?" Gautier mencibir. "Aku melunasi hutang yang memalukan itu, Amélie. Hutang yang akan membuat nama LeBlanc dimuntahi di jalanan Paris. Aku memberimu perlindungan, status dan kekayaan yang bahkan tidak pernah bisa kau impikan dengan pengelolaan aset cerdasmu. Dan balasanmu adalah melarikan diri, seperti tikus di malam hari?"

"Saya menolak menjadi boneka," balas Amélie, suaranya tajam dan berani, meskipun tubuhnya gemetar. "Saya setuju menjadi ibu dari pewaris Anda. Bukan tawanan Anda."

Gautier menyambar pergelangan tangannya, cengkeramannya kuat, nyaris menyakitkan. Ia menyeret Amélie kembali melalui gerbang yang baru saja ia buka.

"Kau adalah properti Valois, Countess. Sekarang dan selamanya," desisnya, sambil menarik Amélie ke halaman kastil yang basah. "Dan properti Valois tidak lari. Properti Valois akan terus bersikap patuh."

Ia memerintahkan pasukannya untuk kembali ke pos mereka, tatapannya menyiratkan janji hukuman yang mengerikan bagi siapa pun yang berani membicarakan insiden ini.

Gautier membawa Amélie langsung ke kamar kerjanya yang besar, ruangan yang dipenuhi buku tebal, peta militer dan aroma anggur merah yang kuat. Ia melemparnya ke kursi berlapis kulit di depan perapian yang menyala.

"Lepaskan pakaian basahmu," perintahnya datar, berjalan ke meja dan menuangkan dua gelas anggur.

Amélie terkejut. "Apa?! Saya tidak akan—"

"Aku tidak tertarik pada tubuhmu, Countess," potong Gautier kasar. "Aku hanya tidak ingin kau mati kedinginan sebelum upacara. Ini adalah kastilku. Kau mengikuti perintahku. Sekarang, lepaskan jubah basah itu, atau aku akan memanggil pelayan untuk melakukannya dan percayalah, mereka akan kurang sopan dariku."

Amélie menggertakkan giginya, mengerti bahwa perlawanan hanya akan memberinya rasa malu tambahan. Dengan gerakan cepat dan jengkel, ia melepaskan mantel basahnya dan gaun luar yang penuh lumpur, menyisakan gaun dalam yang tipis.

Gautier melemparkan mantel wol kering ke tubuh Amélie. Lalu, ia mendorong gelas anggur ke tangannya.

"Minum. Aku benci melihat orang sakit," katanya, lalu duduk di seberangnya.

Mereka duduk dalam keheningan yang tegang. Api di perapian menari, memantul di mata abu-abu Gautier. Amélie memaksakan dirinya untuk meminum anggur itu, cairan hangat dan kaya itu sedikit menenangkan sarafnya.

"Mengapa Anda ada di sini, Pangeran?" tanya Amélie setelah beberapa saat, memecah keheningan. "Tugas militer Anda..."

"Aku kembali saat Dubois melaporkan ketidakhadiranmu yang mencurigakan," jawab Gautier, suaranya sekarang lebih tenang, tetapi masih dipenuhi otoritas kejam yang terkendali. "Aku tidak akan membiarkan aliansi yang kuhabiskan jutaan Louis untuk menciptakannya hancur hanya karena pemberontakan wanita bodoh. Aku melatih pasukanku untuk kesetiaan dengan sempurna, Amélie. Mereka bahkan akan melaporkan jika ada kucing yang menyelinap. Kau pikir kau bisa melarikan diri dari kastil milik kepala militer Tahta?"

Kata-kata itu, sekali lagi, adalah penghinaan yang mutlak. Dia tidak melihatnya sebagai wanita yang mencoba menyelamatkan dirinya, tetapi sebagai aset yang melarikan diri.

"Mengapa Anda sangat membenci pernikahan ini?" Amélie tiba-tiba bertanya, tidak mampu menahan rasa penasarannya. "Anda jelas sama tidak bahagianya dengan saya. Anda melunasi hutang itu untuk mendapatkan kekuasaan, bukan saya. Tetapi mengapa harus saya? Mengapa harus pernikahan yang dingin ini?"

Gautier menghela napas, panjang dan lelah, seolah-olah dia memikul beban seluruh Tahta. Ia memandang ke dalam api, wajahnya gelap dan diselimuti bayangan.

"Aku butuh stabilitas," akunya, suaranya rendah. "Raja memaksaku menikah. Aku tidak punya pilihan. Dan untuk pewaris, aku butuh seseorang yang cerdas, berkemauan keras dan tidak terikat secara emosional padaku. Seseorang yang tidak akan pernah berpikir bahwa dia adalah istri sungguhan. Kau, Amélie, sangat sempurna untuk peran itu."

"Sempurna?" Amélie tertawa, tawa yang tajam dan pahit. "Karena saya adalah seorang Countess independen yang mudah dipaksa?"

Gautier tidak menjawab, tetapi ia berdiri dan berjalan menuju meja, mengambil botol anggur dan mengisinya lagi.

"Aku tidak bisa menikah dengan wanita yang kucintai," katanya, suaranya kini kembali menjadi bisikan, namun itu adalah bisikan yang penuh kepedihan yang menusuk Amélie. "Raja menolak dia. Dia adalah seorang penari dari provinsi, Amélie. Kecantikannya tak tertandingi, kebaikannya tulus. Tetapi dia tidak memiliki darah biru yang cukup untuk menjadi Duchess Valois, apalagi calon Permaisuri. Raja mengancamnya dengan kehancuran jika aku bersikeras. Jadi, aku harus menikahimu. Dan melindungi dia dari intrik istana."

Gautier membalikkan badannya, matanya menatap Amélie dengan intensitas yang kejam.

"Kau adalah tembok perlindunganku, Amélie. Kau adalah perisai yang aku gunakan untuk melindungi wanita yang kucintai. Jadi, kau harus patuh. Jika kau mencoba melarikan diri lagi, aku tidak akan hanya mengirimmu kembali. Aku akan menghancurkan reputasimu dan aku akan memastikan bahwa wanita yang kucintai aman, bahkan jika aku harus menggunakan cara yang kejam untuk menyingkirkanmu. Apakah kau mengerti, Countess? Perlawananmu adalah ancaman bagi orang lain."

Ancaman itu jauh lebih efektif daripada hukuman cambuk. Amélie tiba-tiba mengerti. Gautier adalah pria yang kejam, tetapi kejahatannya didorong oleh kebutuhan yang dalam—melindungi wanita yang ia cintai.

Amélie menatap gelas anggurnya, tinjunya mengepal. Ia tidak hanya melawan Gautier. Ia melawan cinta pertamanya.

...*****...

1
Iseeyou911
Jangan lupa Like dan Komennya yaa 🤍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!