NovelToon NovelToon
Permaisuri Gendut

Permaisuri Gendut

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Time Travel / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Tiara Mo akan menghadiri kompetisi tinju tahunan, namun dalam perjalanan ia mengalami kecelakaan dengan truk tangki minyak , saat sadar ia sudah menempati tubuh permaisuri 200kg.

" APA APA INI ! APA PEMILIK TUBUH ASLI TIDAK BISA MENAHAN RASA LAPAR !" Pekik tiara mo kesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21 : Jatuh nya Long Wei

Api berkecamuk hebat, menjilati pilar-pilar naga di Aula Utama hingga mengeluarkan suara retakan yang memekakkan telinga. Asap hitam membumbung tinggi, menutupi cahaya Bulan Merah yang sejak tadi menggantung angkuh di langit Daxuan. Di tengah kekacauan itu, sesosok wanita muncul dari balik tirai api. Lin Yue, dengan napas yang teratur meski peluhnya bercampur abu, menyeret tubuh Long Wei yang lunglai seperti menyeret karung gandum.

​Di belakangnya, Han Shuo melangkah dengan pedang terhunus, auranya begitu dingin hingga seolah mampu membekukan api yang menjilat di sekitarnya. Mereka keluar ke pelataran luas di mana ribuan pasang mata—menteri, prajurit, dan pelayan—berdiri mematung dalam ketakutan.

​Lin Yue melemparkan tubuh Long Wei ke tengah lantai batu pualam dengan dentuman keras. "Lihatlah kaisar kalian!" suaranya menggelegar, membelah kesunyian malam. "Lihatlah pria yang kalian sembah, yang kini bahkan tak mampu menahan racunnya sendiri!"

​Ibu Suri, yang berhasil keluar lebih dulu dengan bantuan beberapa pengawal setia, berteriak histeris, "Tangkap mereka! Itu adalah sihir hitam! Pengawal, penggal kepala wanita itu dan pengawal pengkhianat itu sekarang juga!"

​Namun, tak ada satu pun prajurit yang bergerak. Mereka terpaku pada Han Shuo yang kini berdiri di bawah sinar rembulan yang mulai memerah sempurna. Han Shuo perlahan melepaskan jubah hitamnya yang terbakar sebagian, memperlihatkan pakaian dalam kerajaan berwarna putih yang kini ternoda darah musuhnya.

​"Darah tidak pernah berbohong," suara Han Shuo terdengar tenang, namun mengandung wibawa yang membuat para jenderal tua gemetar. Ia mengangkat tangan kirinya tinggi-tinggi. Di bawah cahaya api dan rembulan, tanda lahir berbentuk naga merah yang melilit di lengannya bersinar dengan jelas. "Dua puluh tahun yang lalu, seorang permaisuri difitnah. Seorang putra mahkota dibuang ke dalam hutan untuk mati. Dan seorang selir ambisius naik tahta dengan cara menginjak-injak kehormatan Bangsa Tang dan Daxuan sekaligus."

​Seorang jenderal tua, Jenderal Zhao yang telah melayani tiga generasi, melangkah maju dengan tangan gemetar. Ia menatap tanda lahir itu, lalu menatap kalung giok yang menggantung di leher Han Shuo.

"Tanda naga melilit... giok milik Permaisuri Lan... itu... itu benar-benar Putra Mahkota yang hilang?"

​Ibu Suri tertawa liar, tawanya terdengar seperti lengkingan burung gagak. "Bohong! Itu hanya tipuan! Permaisuri Lan adalah wanita pezina! Anak itu sudah mati!"

​"Ibuku bukan pezina, Selir Agung," Han Shuo menatap Ibu Suri dengan tatapan yang sanggup merobek daging. "Kau yang membayar tabib istana untuk memberikan ramuan palsu yang membuat ibuku tampak sakit ingatan. Kau yang menaruh surat cinta palsu di peraduannya. Dan kau yang memerintahkan pembunuhan terhadap bayi berusia dua tahun di tepi jurang. Tapi pengawal yang kau bayar saat itu... dia memiliki hati nurani. Dia membiarkanku hidup dan melatihku di dalam bayang-bayang istanamu sendiri."

​Lin Yue melangkah maju, berdiri di samping Han Shuo. Ia menatap kerumunan itu dengan tatapan seorang juara. " Lihatlah sekarang! Aku, wanita yang kalian hina, adalah orang yang menyelamatkan nyawa kaisar asli kalian dari kobaran api, sementara kaisar palsu ini sibuk mencekik lehernya sendiri dengan racun yang ia siapkan untukku!"

​Lin Yue kemudian menoleh ke arah Long Wei yang mulai tersadar namun tak mampu bicara. Ia menginjak dada Long Wei dengan sepatu botnya yang berat. "Dunia ini tidak berputar di sekitarmu, Long Wei. Tahta ini bukan milikmu. Kau hanyalah boneka yang diciptakan dari kebohongan ibumu."

​Di tengah suasana yang mencekam itu, Han Shuo mengeluarkan sebuah gulungan kain sutra tua yang disembunyikan di balik ikat pinggangnya.

"Ini adalah wasiat asli dari Kaisar Terdahulu, kakekku, yang disembunyikan oleh pelayan setia sebelum ia diracun oleh wanita ini!" Han Shuo menunjuk Ibu Suri.

​Goncangan hebat melanda para pejabat. Bukti-bukti yang dibawa Han Shuo terlalu kuat. Tanda lahir, giok permaisuri, dan kini wasiat tertulis.

​"Jenderal Zhao," Han Shuo memanggil dengan nada memerintah. "Apakah kau akan tetap tunduk pada pencuri, atau kau akan memenuhi sumpahmu pada garis keturunan naga yang asli?"

​Jenderal Zhao terdiam sesaat, lalu ia perlahan berlutut, meletakkan pedangnya di tanah. "Hamba... Jenderal Zhao... bersujud di depan kaisar yang sah!"

​Aksi Jenderal Zhao diikuti oleh gelombang besar. Ribuan prajurit menjatuhkan senjata mereka dan berlutut secara serempak. Suara dentingan logam yang menghantam lantai batu pualam terdengar seperti musik kemenangan bagi Lin Yue.

​Selir Ning, yang sejak tadi bersembunyi di balik pilar, mencoba melarikan diri, namun ia ditangkap oleh Xiao Xiao dan beberapa pelayan Paviliun Teratai yang kini telah berpihak pada Lin Yue. Xiao Xiao keluar dari kamar sejak tadi.

​"Lepaskan aku! Aku adalah selir kesayangan!" teriak Selir Ning.

​Lin Yue berjalan mendekati Selir Ning. Dengan gerakan yang sangat cepat, ia melayangkan tamparan yang membuat Selir Ning jatuh tersungkur. "Kau bukan selir kesayangan lagi. Kau hanyalah saksi atas runtuhnya sebuah dinasti palsu."

​Han Shuo kemudian berjalan menuju singgasana darurat di pelataran. Ia tidak langsung duduk. Ia menatap Lin Yue, memberikan sebuah penghormatan yang tidak biasa dilakukan oleh seorang kaisar kepada permaisurinya.

​"Lin Yue," ucap Han Shuo di depan ribuan orang. " Kau adalah Permaisuri yang memegang kunci kemenangan."

​Lin Yue merasakan getaran di dadanya. Bukan karena romansa, tapi karena rasa puas yang luar biasa. Balas dendamnya baru saja dimulai. Long Wei yang terhina, Ibu Suri yang terbongkar kejahatannya, dan Selir Ning yang tak lagi punya kuasa.

​"Malam Bulan Merah telah berakhir," Lin Yue menatap langit di mana warna merah bulan perlahan memudar, digantikan oleh cahaya fajar yang mulai menyembul. "Dan bagi kalian yang pernah menghinaku... selamat datang di neraka yang baru."

​Ibu Suri berteriak saat para prajurit menyeretnya menuju penjara bawah tanah. Long Wei, yang nyawanya masih tertolong namun lumpuh total akibat efek racun, dibawa pergi tanpa martabat sedikit pun.

​Han Shuo berdiri tegak di tengah pelataran, sementara api di Aula Utama perlahan padam, menyisakan puing-puing masa lalu yang kelam. Di sampingnya, Lin Yue berdiri dengan gagah. Transformasi fisiknya mungkin sudah hampir selesai, tapi transformasi kekuasaannya baru saja mekar.

​"Babak baru dimulai, Han Shuo," bisik Lin Yue.

​"Ya," jawab Han Shuo tanpa melepaskan pandangannya dari ufuk timur. "Dan kali ini, kita yang menulis aturannya."

​Malam itu ditutup dengan sorak-sorai "Hidup Kaisar!" yang mengguncang ibu kota, sementara Lin Yue, sang permaisuri , tahu bahwa perjalanannya baru saja mencapai separuh jalan.

***

Happy Reading ❤️

Mohon Dukungan untuk :

• Like

• Komen

• Subscribe

• Follow Penulis

Terimakasih❤️

1
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
mampir kak
ANWi: makasi udah mampir kaka cantik ~
total 1 replies
Erlina Ibrik
Berarti Han shuo adalah Putra mahkota atau Kaisar yang sesungguhnya..?
🧐
Erlina Ibrik
Semangat Author , awal cerita keliatan menarik 👍
ANWi: terimakasih sudah mampir kak erlina ~
total 1 replies
sahabat pena
happy ending... di tunggu karya baru nya Kak💪💪💕
sahabat pena: Sama-sama Kak
total 2 replies
sahabat pena
pilihan yg terbaik adalah mengikuti kata hati mu tiara mo. semangat lanjut Kak 💪💪💪
sahabat pena: sama sama kak
total 2 replies
Sribundanya Gifran
lanjut💪💪💪
ANWi: siap kakak cantik~
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor
ANWi: siap kak, terimakasi sudah mampir~
total 1 replies
sahabat pena
kurang waspada
ANWi: iya nih Lin Yue ga fokus , kenapa ya~
total 1 replies
sahabat pena
jangan bilang jodoh nya permaisuri itu han suo lagi? 🤣🤣🤣🤣
ANWi: waduh~
total 1 replies
sahabat pena
lanjut kak💪💪💪😘
sahabat pena
part awal masih penasaran. lanjut kak💪💪💪
sahabat pena: sama sama trs semangat kak💪💪💪
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!