Aruna Putri Rahardian harus menelan pil pahit ketika ayahnya menuduh sang ibu berselingkuh. Bahkan setelehnya dia tak mengakui Aruna sebagai anaknya. Berbeda dengan adiknya Arkha yang masih di akui. Entah siapa yang menghembuskan fit-nah itu.
Bima Rahardian yang tak terima terus menyik-sa istrinya, Mutiara hingga akhirnya meregang nyawa. Sedangkan Aruna tak di biarkan pergi dari rumah dan terus mendapatkan sik-saan juga darinya. Bahkan yang paling membuat Aruna sangat sakit, pria yang tak mau di anggap ayah itu menikah lagi dengan wanita yang sangat dia kenal, kakak tiri ibunya. Hingga akhirnya Aruna memberanikan diri untuk kabur dari penjara Bima. Setelah bertahun-tahun akhinya dia kembali dan membalaskan semua perlakuan ayahnya.
Akankan Aruna bisa membalaskan dendamnya kepada sang ayah? Ataukah dia tak akan tega membalas semuanya karena rasa takut di dalam dirinya kepada sangat ayah! Apalagi perlakuan dari ayahnya sudah membuat trauma dalam dirinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Kembali Ayah! 33
"Apa yang akan kamu lakukan setelah ini?" tanya Mami Violet setelah mereka makan siang bersama.
"Menghilang," jawab Aruna santai setelah meminum orange juice.
"Menghilang atau bersembunyi?" tanya mami Violet menaikan sebelah alisnya.
"ck! Menyebalkan sekali ibumu ini, Xavier!" celetuk Aruna membuat Mami Violet tertawa terbahak mendengarnya. Memang Aruna tak ada takut-takutnya berhadapan dengan mereka.
"Mau bagaimana lagi sudah stelannya seperti itu, tak jauh beda dengan kamu kan? Sama-sama menyebalkan jadi jangan tersinggung!" jawab Xavier santai membaut Aruna memutar bola matanya malas.
"Apa Kamu benar menolak tawaran suamiku untuk bergabung dengan kelompok kami? Atau mungkin kamu mau masuk ke dalam perusahaan Hananta? Bisa di pertimbangkan, karena menurutku kamu cukup cerdas untuk bisa ditempatkan di perusahaan!" tanya Mami Violet.
"Tidak. Terima kasih, untuk saat ini saya belum memerlukan kelompok apapun untuk tempat saya bergabung. Tapi tidak tahu ke depannya, sebenarnya kalau bisa saya ingin membentuk kelompok sendiri sih. Kalau ikut bergabung dengan kelompok lain, yang ada Saya hanya dimanfaatkan saja. Apa bedanya dengan dulu saya berada di kelompok sebelumnya?" jawab Aruna.
"Dengar tuh Xavier! Jadi laki-laki itu harus memiliki optimis yang tinggi. Jangan mudah menyerah, dan terus berusaha sebelum mendapatkan yang kamu inginkan. Belum apa-apa saja kamu sudah menyerah, giliran udah diambil orang lain baru nangis-nangis menyesal!" omel Mami Violet.
"Lah, kok jadi ke aku sih Mi? Aku kan dari tadi nggak ngobrol sama kalian. Cuma diam dan menyimak. Kena lagi saja!" jawab Xavier serba salah.
"Ya emang kamu salah! Pokonya pria itu harus tempatnya salah, dan wanita selalu benar. Itu konsep yang benar, iya kan Pi?" jawab Mami Violet.
"iya sayang! Kamu selalu benar di mataku!" jawab Papi Devan tak mau jadi sasaran Omelan istrinya.
Sedangkan Aruna dan Xavier saling pandang memutar bola matanya malas. Ras terkuat di keluarga Hananta ternyata Mami Violet sedangakan Papi Devan hanya tangan kanan saja.
"Terima kasih makan siangnya, tolong uang taruhannya Tante! Jangan pura-pura hilang ingatan ya! Sampai kapanpun saya tak akan lupa. Lima puluh juta cash!" pinta Aruna.
"Astaga! Ternyata kita sama mata duitan. Soal duit nomor satu. Lagian ribet amat sih minta duit kok harus cash. Memangnya kamu tidak punya rekening apa?" gerutu Mami Violet.
"Tanpa saya katakan alasannya anda sudah lebih tahu akan hal itu tante!" jawab Aruna santai membuat Mami Violet mendelik.
"Bisa saja kau membalas ucapanku!" kesal Mami Violet.
"Kita sama Tan, jadi tak usah merajuk seperti itu. Nggak pantes banget udah tua juga! Sebentar lagi akan punya mantu dan cucu! Hati-hati banyak marah nanti tumbuh keriput dan uban jauh lebih cepat!" jawab Aruna.
"Loh iya kah? Aku rutin perawatan loh biar selalu tampil cantik! Kalau tidak cantik nanti suamiku di ambil orang!" mami Violet mengambil cermin kecil di dalam tas miliknya. Xavier tepok jidat.
"Ya kalau takut di rebut artinya suami Tante nggak cinta lah! Lagian selingkuh itu bukan hanya di lakukan oleh satu orang, tapi dia belah pihak orang dengan sadar! Kalau yakin Om Devan cinta kenapa takut di selingkuhin. Kalau di selingkuhin tinggal tendang dan potong burungnya apa susahnya sih? Kecuali Tante yang kecintaan ya susah!" jawab Aruna santai.
Ucapan Aruna membuat Mami Violet melongo tak percaya Aruna bisa bicara seperti itu. Sedangkan Papi Devan dan Xavier meringis mendengar dengan santai potong bu-rung. Astaga gadis ini benar-benar sadis sekali rupanya.
"Benar juga kamu!" jawab Mami Violet dengan kilatan di mata ya membuat Papi Devan brigidig.
"Mana ada papi selingkuh, cinta papi sudah habis di mami gimana dong? Lagian wanita baru di luaran sana pastinya hanya mau sama papi saat punya duit, giliran papi gak punya apa-apa mana mau kan? Sedangkan Mami adalah wanita yang selalu ada untuk Papi dalam keadaan apapun," ucap Papi Devan mencium pipi istrinya.
"ah elah! Nggak liat di sini ada jomblo apa? Main sosor aja tu bibir!" protes Xavier.
"Mau ya? Mau ya? Kasian deh Lo!" jawab papi Devan malah semakin sengaja mencium pipi istrinya.
"Emak bapakmu resek banget sih? Apa nggak ada niatan ganti orang tua gitu?" tanya Aruna.
"Eh, eh, apaan itu? Mana ada ganti orang tua? Sembarangan! Hasutan yang menyesatkan!" protes Mami Violet.
"Nanti aku mau tambah wanita di rumah kita untuk jadi istri. Agar rumah jadi ramai," jawab Xavier.
"Masih dua puluh dua tahun kau belum mapan, cari uang dulu yang banyak, lagian kamu masih pemuda labil!" jawab ibunya jujur membaut Xavier menggaruk tengkuknya sambil melirik ke arah Aruna yang terlihat tak peduli.
"Ini Bu uangnya," ucap salah satu anak buah papi Devan memberikan uang cash lima puluh juta kepada Mami Violet.
"Hitung lagi saja kalau kamu tak percaya!" ujar Mami Violet saat memberikan amplop coklat itu kepada Aruna.
"Kalau kurang tinggal ambil di kartu tanpa batas milik anda!" jawab Aruna santai.
"eh eh, jangan ngadi-ngadi ya mau segala pula di retas! Nggak ada begituan! Asem banget dah kau ini. Aku nggak mau jadi teman kamu lah kalau gini!" omel Mami Violet.
"idih siapa juga yang mau temenan sama tante-tante! Punya temen itu ribet!" jawab Aruna beranjak dari duduknya akan pamit kepada mereka.
"Kabari aku kalau kamu sudah berada di tempat baru. Jangan pedulikan kalau aku ini anak bocah tengik yang menyebalkan untukmu itu. Kamu bisa mengandalkan aku dan suamiku di saat kamu terdesak!" ucap Mami Violet menghentikan langkah Aruna sebelum benar-benar pergi.
"Terima kasih Tante. Senang bertransaksi bisnis dengan anda!" jawab Aruna benar-benar pergi.
"Aku antar, Runa!" panggil Xavier.
"Tak perlu, aku bawa kendaraan sendiri, aku bukan wanita manja!" jawab Aruna tanpa berbalik dan melambaikan tangannya.
"Gadis itu! Dasar anak menyebalkan! Dia benar-benar membuat aku kesal Pi! Kau lihat sendiri kan? Dia bahkan berpura-pura kuat dan tegar di depan kita! padahal kita tahu sendiri bagaimana keadaan dia! Dasar bocah tengik menyebalkan! Kepala batu emang tuh bocah!" gemas Mami Violet.
"Sabar ...sabar sayang ... Yang terpenting kita terus pantau dan lindungi dia dari jauh," jawab papi Devan.
"Mami lihat sendiri kan? wanita pilihanku itu sangat keren? Tak akan menyesal aku menikah dengan dia. Walau mungkin nanti setelah menikah akan pusing kepala mendengar kalian berdebat terus!" ujar Xavier.
"Jangan kepedean. Memangnya kamu pikir Aruna mau menikah dengan kamu?" tanya Mami Violet membuat Xavier mati kutu dan hanya bisa mengerucutkan bibirnya kesal.
calon keluarga mafia somplak 🤣🤣🤣
mau anda apa sih Pak bima ,,
herman saya/Facepalm//Facepalm//Facepalm/