NovelToon NovelToon
PERJODOHAN YANG MENGGAIRAHKAN

PERJODOHAN YANG MENGGAIRAHKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Kriminal dan Bidadari / Pernikahan Kilat / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Mafia / Tamat
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Adinda Berlian zahhara

Carmela Alegro seorang gadis miskin polos dan lugu, tidak pernah membayangkan dirinya terjebak dalam dunia mafia.namun karena perjanjian yang dahulu ayahnya lakukan dengan seorang bos mafia. Carmela harus mengikuti perjanjian tersebut. Dia terpaksa menikah dengan Matteo Mariano pemimpin mafia yang dingin dan arogan.
Bagi Matteo pernikahan ini hanyalah formalitas. Iya tidak menginginkan seorang istri apalagi wanita seperti Carmela yang tampak begitu rapuh. Namun dibalik kepolosannya,Carmela memiliki sesuatu yang membuat Matteo tergila-gila.
Pernikahan mereka di penuhi gairah, ketegangan, dan keinginan yang tak terbendung . Mampukah Carmela menaklukan hati seorang mafia yang tidak percaya pada cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adinda Berlian zahhara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harga dari Kejujuran

Pagi itu datang dengan ketenangan yang mencurigakan.

Langit cerah, burung-burung bertengger di pagar taman, dan vila terasa terlalu rapi—seolah dunia sedang menahan napas. Carmela menyeduh kopi di dapur, gerakannya tenang, namun pikirannya tidak. Ada perasaan samar yang menempel sejak ia bangun: sesuatu telah bergeser, meski ia belum tahu apa.

Matteo masuk dengan langkah senyap. Ia tidak langsung berbicara. Ia mengamati Carmela seperti seseorang membaca peta yang berubah garisnya semalam.

“Kau bermimpi buruk?” tanya Matteo akhirnya.

Carmela menggeleng. “Tidak. Justru terlalu tenang.”

Matteo mengangguk pelan. Ia tahu rasa itu.

Pengkhianatan jarang datang dengan ledakan. Lebih sering ia menyelinap sebagai kesalahan administratif, keputusan kecil, atau niat baik yang salah arah.

Nama itu muncul di laporan siang hari—tidak besar, tidak menonjol. Seorang penghubung tingkat menengah, orang lama yang pernah membantu Carmela di masa transisi. Ia memindahkan satu berkas ke jalur yang salah. Satu tanda tangan terlewat. Satu data bocor, cukup untuk membuat pihak ketiga menyimpulkan pola.

“Bukan kebocoran strategis,” kata Matteo di ruang rapat kecil. “Tapi cukup untuk memberi mereka keberanian.”

Carmela menatap layar. Jarinya berhenti di satu detail. “Ini bukan kebodohan,” katanya pelan. “Ini ketakutan.”

Matteo menoleh. “Kau mengenalnya.”

“Ya,” jawab Carmela. “Dia ingin melindungiku. Dengan caranya sendiri.”

“Dengan mengkhianati sistem,” balas Matteo dingin.

Carmela mengangguk. “Dan dengan itu, dia membuktikan bahwa aku masih dianggap rapuh.”

Kalimat itu menggantung, pahit.

Mereka memanggilnya sore itu.

Ia datang dengan wajah lelah, bahu turun, dan mata yang sudah menyerah sebelum duduk. Ia tidak membantah. Ia tidak menyangkal.

“Aku hanya ingin memberi mereka cukup agar mereka tidak menekanmu,” katanya. “Aku pikir… jika mereka merasa tahu, mereka akan berhenti.”

Carmela memejamkan mata sejenak. “Kau salah membaca dunia.”

“Aku tahu,” katanya lirih. “Aku takut.”

Matteo berdiri, hendak berbicara—namun Carmela mengangkat tangan.

“Pergilah,” kata Carmela.

Semua orang terdiam.

“Pergi?” ulangnya.

“Sekarang,” lanjut Carmela. “Dan jangan kembali ke lingkaran ini.”

Matteo menatap Carmela tajam. “Itu keputusan besar.”

“Justru karena kecil, ia berbahaya,” balas Carmela. “Aku tidak bisa memimpin jika orang-orang merasa berhak ‘melindungiku’ dengan kebohongan.”

Wajah lelaki itu runtuh. “Aku mengkhianatimu.”

“Tidak,” kata Carmela lembut. “Kau mengkhianati kebenaran. Dan aku tidak bisa menyelamatkanmu dari konsekuensinya.”

Ia pergi tanpa protes. Pintu tertutup pelan—lebih menyakitkan daripada bantingan.

Malam itu, vila kembali sunyi.

Matteo menuangkan minuman, lalu meletakkannya tanpa diminum. “Kau yakin?”

Carmela berdiri di dekat jendela. “Aku baru saja memutus jembatan terakhir ke masa lalu yang memanggilku ‘lemah’.”

Matteo mendekat. “Itu akan membuatmu sendirian.”

Carmela menoleh. “Tidak. Itu membuatku jujur.”

Matteo menghela napas panjang. “Mereka akan menekan.”

“Aku tahu.”

“Dan jika tekanannya diarahkan padaku?”

Carmela tidak ragu. “Aku tidak akan bersembunyi di belakangmu.”

Itu bukan penolakan. Itu janji.

Tekanan datang lebih cepat dari perkiraan.

Satu pertemuan dibatalkan. Dua undangan ditarik. Sebuah isu kecil ditiupkan menjadi keraguan besar: apakah Carmela mampu berdiri tanpa jaring pengaman emosionalnya? Pertanyaan itu dibisikkan, diulang, lalu dipoles agar terdengar rasional.

Matteo membaca semuanya. Ia ingin memotong jalur itu. Menghentikannya dengan kekuatan.

“Kita bisa mengakhiri ini sekarang,” kata Matteo.

Carmela menatapnya. “Tidak. Aku harus menjawab dengan caraku.”

“Dengan apa?”

“Dengan transparansi.”

Matteo terdiam. Transparansi di dunia mereka adalah pisau bermata dua.

Pernyataan Carmela singkat, padat, dan tak bisa disalahartikan.

Ia mengakui kesalahan dalam sistem. Ia menjelaskan pemutusan hubungan. Ia menegaskan batas: tidak ada perlindungan personal, tidak ada jalur belakang. Keputusan dibuat. Tanggung jawab ditanggung.

Tidak ada pembelaan emosional. Tidak ada drama.

Responnya terbelah.

Sebagian menghormati. Sebagian marah. Sebagian lain—yang paling berbahaya—tersenyum sambil menghitung.

Malam berikutnya, Matteo menemukan Carmela di ruang kerja, menatap catatan lama.

“Kau baik-baik saja?” tanya Matteo.

Carmela mengangguk, tapi matanya tidak. “Aku kehilangan seseorang hari ini.”

“Dia mengkhianatimu.”

“Aku kehilangan versi diriku yang dulu butuh orang itu,” jawab Carmela. “Dan itu menyakitkan.”

Matteo duduk di sampingnya. “Harga kejujuran.”

Carmela tersenyum tipis. “Aku tidak menyesal.”

Matteo menatapnya lama. “Aku bangga.”

Kata itu sederhana. Tapi Carmela menutup mata, membiarkannya mengendap.

Tekanan memuncak pada rapat tertutup tiga hari kemudian.

Pertanyaan datang bertubi-tubi. Nada halus, maksud tajam.

“Apakah keputusan Anda emosional?”

“Apakah Anda bertindak untuk membuktikan sesuatu?”

“Apakah hubungan personal memengaruhi arah kebijakan?”

Carmela menjawab satu per satu, tenang, konsisten.

“Tidak.”

“Tidak.”

“Tidak.”

Hingga satu pertanyaan terakhir:

“Jika pilihan ini merugikan posisi Anda, apakah Anda akan mundur?”

Carmela berdiri. “Jika kejujuran merugikan posisi saya, maka posisi itu tidak layak saya pegang.”

Ruangan membeku.

Keputusan diumumkan keesokan harinya.

Carmela tidak diturunkan. Namun ruang geraknya dipersempit. Akses tertentu ditutup. Jalur cepat dihilangkan. Dunia berkata: kami menerima kejujuranmu—dengan harga.

Matteo membaca keputusan itu tanpa ekspresi.

“Mereka ingin menguji ketahananmu,” katanya.

Carmela mengangguk. “Biarkan.”

Matteo menatapnya. “Dan jika mereka menguji kita?”

Carmela menggenggam tangannya. “Kita tidak sama dengan dulu.”

Malam itu, mereka berjalan di taman yang basah sisa hujan.

Tidak ada kata-kata besar. Hanya langkah beriringan.

“Apa yang kau korbankan hari ini?” tanya Matteo akhirnya.

Carmela berhenti. Ia memandang langit gelap. “Kenyamanan.”

Matteo mengangguk. “Dan yang kau dapat?”

Carmela menoleh padanya. “Diriku.”

Matteo tersenyum kecil. “Harga yang adil.”

Carmela menghela napas. “Belum selesai.”

Matteo tahu. Dunia jarang puas dengan satu pengorbanan.

Saat mereka kembali ke vila, ponsel Matteo bergetar.

Satu pesan. Singkat.

Mereka akan menyerang dari sisi yang tidak kau jaga.

Matteo menatap Carmela. “Bab berikutnya akan lebih keras.”

Carmela berdiri tegak. “Aku siap.”

Matteo meraih tangannya. “Aku bersamamu.”

Carmela mengangguk. “Aku tahu.”

Dan di keheningan itu, keputusan Carmela bergema—bukan sebagai teriakan, melainkan sebagai fondasi. Ia telah memilih kejujuran, dan dunia kini menyiapkan tagihannya.

1
Bibilung 123
sangat luar biasa ceritanya tidak bertele tele tp pasti
adinda berlian zahhara: terimakasih masukannya, author sekarang sedang merevisi cerita supaya menjadi bab yang panjang🙏🙏
total 1 replies
putrie_07
hy thorrr aq suka bacanya, bgussss
adinda berlian zahhara: makasih banyak❤️❤️
kalo ada kritik dan saran boleh banget Kaka 🫰
total 1 replies
putrie_07
♥️♥️♥️♥️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!