NovelToon NovelToon
Cakar Naga Pemutus Takdir

Cakar Naga Pemutus Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

Di Benua Sembilan Awan, takdir seseorang ditentukan oleh Pusaka Jiwa yang mereka bangkitkan. Li Tian, seorang murid luar yang gigih namun miskin, menjadi bahan tertawaan seluruh sekte ketika ia membangkitkan pusaka berupa sarung tangan perunggu kusam yang dianggap sampah tak berguna.

Namun, dunia buta akan kebenarannya. Di balik karat itu bersemayam Zu-Long, Roh Kaisar Naga Primordial yang pernah menguasai langit. Pusaka itu bukanlah sampah, melainkan Cakar Naga Pemutus Takdir, satu dari Sembilan Pusaka Kaisar legendaris dengan kemampuan mengerikan: melipatgandakan kekuatan penggunanya tanpa batas.

Menolak menyerah pada nasib sebagai "sampah", Li Tian bangkit. Dengan bimbingan Naga Purba yang angkuh dan tekad baja, ia bersiap menampar wajah para jenius sombong, melindungi orang-orang terkasih, dan mendaki puncak kultivasi untuk menjadi Dewa Perang Terkuat.

Legenda seekor Naga yang membelah langit baru saja dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi Pertama

Berita tentang kekalahan Li Feng di tangan "Si Sarung Tangan Sampah" menyebar seperti api liar di padang rumput kering. Dalam hitungan jam, nama Li Tian yang dulunya hanya bahan lelucon, kini menjadi topik perdebatan panas di seluruh Distrik Murid Luar.

Namun, Li Tian tidak membiarkan ketenaran sesaat itu mengganggu fokusnya.

Setelah menghabiskan sarapannya dengan cepat, Li Tian segera kembali ke gubuknya yang sederhana di tepi tebing.

Begitu dia menutup pintu, kakinya lemas. Dia jatuh duduk di lantai kayu, napasnya memburu. Tangan kanannya gemetar hebat.

"Hah... hah... gila..." gumam Li Tian, memijat bahu kanannya yang terasa kaku. "Hanya satu kali 'Gandakan', dan rasanya seperti aku baru saja lari maraton sambil memanggul sapi."

Cahaya hijau berpendar dari sarung tangan perunggunya. Wujud spiritual Zu-Long muncul, melayang santai di udara.

"Itu harga yang murah," kata Zu-Long datar. "Kau melipatgandakan kekuatan otot, tulang, dan aliran darahmu secara paksa. Jika fondasi tubuhmu tidak diperkuat oleh cahaya bintang semalam, pembuluh darah di lenganmu pasti sudah meledak saat kau menangkis pedang api itu."

Li Tian meringis. Dia menyadari betapa berbahayanya teknik ini. Kuat, tapi berisiko tinggi.

"Kau menang hari ini karena efek kejut," lanjut Zu-Long, nadanya berubah serius. "Tapi Li Feng tidak bodoh. Dia punya latar belakang keluarga kaya. Dia akan kembali dengan obat-obatan, jimat pelindung, atau bahkan teknik pedang yang lebih tinggi. Saat itu terjadi, kekuatan kasar saja tidak akan cukup."

Li Tian mengangguk setuju. "Aku butuh teknik bela diri. Dan aku butuh sumber daya untuk terus menaikkan ranah Tempa Tubuh-ku."

"Benar. Sutra Kaisar Naga Matahari bisa menyerap energi alam, tapi tubuh manusiamu butuh nutrisi fisik. Daging binatang roh, pil penguat tulang, ramuan herbal... kau butuh uang untuk membeli semua itu."

Li Tian berdiri, tekad baru terpancar di matanya. "Kalau begitu, hanya ada satu tempat yang harus kutuju."

Paviliun Misi.

Paviliun Misi adalah salah satu bangunan termegah di Sekte Pedang Langit yang bisa diakses oleh Murid Luar. Bangunan tiga lantai itu terbuat dari kayu cendana merah yang harum, dengan pilar-pilar besar berukir naga.

Di dalamnya, ratusan murid berlalu-lalang. Papan pengumuman raksasa dari giok menyala terpampang di dinding utama, menampilkan ratusan gulungan misi yang berkedip-kedip.

Li Tian melangkah masuk. Kehadirannya menarik beberapa tatapan, terutama dari mereka yang melihat pertarungan di kantin pagi tadi.

"Hei, itu Li Tian." "Dia benar-benar datang ke Paviliun Misi? Bukankah dia baru Tempa Tubuh Tingkat 7?" "Mungkin dia mau ambil misi bersih-bersih kandang kuda?"

Li Tian mengabaikan bisikan itu. Dia berjalan lurus menuju papan misi kategori "Perburuan & Pengumpulan".

Matanya menyapu daftar misi:

[Tingkat Rendah] Mengumpulkan 10 Rumput Roh Biru. (Hadiah: 2 Batu Roh). Terlalu sedikit.

[Tingkat Rendah] Membersihkan Gudang Senjata. (Hadiah: 3 Batu Roh). Membosankan.

[Tingkat Menengah] Berburu Kelinci Bertanduk Angin. (Hadiah: 5 Batu Roh/ekor). Lumayan, tapi...

Mata Li Tian berhenti pada satu gulungan misi yang tintanya berwarna merah tua.

[Tingkat Menengah - Bahaya] Berburu Babi Hutan Besi di Hutan Kabut Ungu.

Target: Ambil Taring Besi-nya.

Hadiah: 20 Batu Roh + 1 Botol Pil Pemulih Qi.

Syarat: Minimal Tempa Tubuh Tingkat 8 atau Tim beranggotakan 3 orang.

"Babi Hutan Besi..." gumam Li Tian.

Binatang itu terkenal dengan kulitnya yang sekeras baja dan serudukannya yang bisa menumbangkan pohon besar. Bagi murid biasa, ini misi bunuh diri. Tapi bagi Li Tian yang memiliki Sarung Tangan Perunggu dan kemampuan Gandakan...

"Kulit keras, ya? Cocok untuk samsak tinju," pikir Li Tian.

Dia merobek gulungan misi itu dan membawanya ke meja pendaftaran.

Di balik meja, seorang murid senior wanita dengan wajah bosan sedang mencatat administrasi. Dia melirik Li Tian, lalu melirik gulungan di tangannya. Alisnya terangkat.

"Adik Junior," kata wanita itu, suaranya terdengar memperingatkan. "Kau lihat syarat misinya? Minimal Tingkat 8. Aura-mu... baru Tingkat 7, kan?"

"Saya yakin bisa, Kakak Senior," jawab Li Tian sopan namun tegas.

Wanita itu mendengus. "Banyak yang bicara begitu, lalu pulang hanya tinggal nama. Babi Hutan Besi kulitnya kebal senjata tajam biasa. Tanpa Pusaka jenis Penembus atau pukulan seberat 500 jin, kau hanya akan menggelitiknya."

Li Tian tersenyum tipis, lalu meletakkan tangan kanannya di meja. Sarung tangan perunggu itu berbunyi klang pelan.

"Saya punya pukulan yang cukup berat. Tolong daftarkan saya."

Wanita itu menatap mata Li Tian. Dia tidak melihat keraguan atau kesombongan bodoh, hanya ketenangan yang aneh. Dia menghela napas, lalu mengambil stempelnya.

BAM!

"Namamu Li Tian, kan? Baiklah. Batas waktunya tiga hari. Jika kau mati, sekte tidak menanggung biaya pemakaman."

"Terima kasih, Kakak Senior."

Li Tian mengambil token misi itu dan berbalik pergi.

Saat dia melangkah keluar dari gerbang sekte menuju hutan belantara, angin pegunungan menerpa wajahnya. Ini adalah pertama kalinya dia meninggalkan keamanan dinding sekte sejak diterima.

Di depannya, hamparan Hutan Kabut Ungu membentang luas. Pohon-pohon raksasa setinggi menara menjulang ke langit, diselimuti kabut ungu tipis yang beracun bagi manusia biasa namun kaya energi bagi binatang roh.

"Siap, Guru?" bisik Li Tian.

"Selalu," jawab Zu-Long di benaknya. "Hutan ini... baunya lumayan. Bau darah dan pertarungan. Mari kita lihat apakah 'Babi Besi' ini cukup keras untuk menahan cengkeraman Kaisar Naga."

Li Tian melesat masuk ke dalam rimbunnya hutan. Bayangannya menghilang di antara pepohonan, memulai perburuan pertamanya.

1
Nanik S
Musuh Lama bermunculan Li Tian
Nanik S
Li Tian... banyak sekali Musuhmu
Nanik S
Kadal Pitih.... Li Tian memang lumayan Konyol
𝘼̶N̶A̶L̶I̶S̶T
novel ke dua yg aku taruh di rak buku setelah " Legenda Pendekar Naga" karena emank layak di baca.
Nanik S
Keren Tor.. 👍👍👍
Nanik S
Dua Naga yang bermusuhan lagi Bersatu melawan musuh...
Nanik S
Musuh dari musuhmu adalah teman 👍👍
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Naga hitam Dan Naga putih bertarung
Nanik S
Apakah mereka akan bertemu kembali untuk adu kekuatan atau hancur bersama
Nanik S
God Joob
Nanik S
Li Tian dapat saingan
Nanik S
Jooooooos
Nanik S
Dimana tepatnya rumah Xiao Yu
Nanik S
Xiao Yu... keturunan terakhir penjaga Malam Kaisar
Nanik S
Dapat 3 inti
Nanik S
Li Tian akhirnya ikut mabuk juga
Nanik S
Maaaantaaap Pooool
Nanik S
Mau tarung mikirin paaha Ayam
Nanik S
Li Tian... pedang tak bermata...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!