NovelToon NovelToon
Nafsu Sang Duda

Nafsu Sang Duda

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Nikahmuda / Duda / Tamat
Popularitas:21.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ni R

AREA DEWASA!!


Empat tahun menduda pada akhirnya Wira menikah juga dengan seorang gadis yang bernama Mawar. Gadis yang tidak sengaja Wira tabrak beberapa waktu yang lalu.

Namun, di balik pernikahan Wira dan Mawar ada seorang perempuan yang tidak terima atas pernikahan mereka. Namanya Farah, mantan karyawan dan juga teman dari almarhum istri Wira yang bernama Dania. Empat tahun menunggu Wira pada akhirnya Farah lelah lalu menyerah.

Tidak berhenti sampai di sini, kehidupan masa lalu Wira kembali terusik dengan kehadiran iparnya yang bernama Widya, adik dari almarhum Dania. Masalah yang sudah terkubur lama namun nyatanya kembali terbuka semua kebenarannya setelah kehadiran Widya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 15

Sudah cukup berkemas malam ini. Mawar merenggangkan semua tulang belulangnya yang cukup lelah. Maksud hati ingin langsung tidur namun Wira yang baru saja keluar dari kamar mandi langsung memeluk Mawar yang hendak naik ke atas tempat tidur.

"Malam pertama kita sayang, apa kau lupa?" bisik Wira langsung membuat darah Mawar mengalir begitu cepat.

Hoaaam,....

"Tapi aku sangat mengantuk mas," Mawar membuat alasan. Jujur saja gadis ini belum siap melakukannya karena merasa takut.

"Baru jam sepuluh, biasanya kau jam segini juga belum tidur!''

Hoaaam.....

Sekali lagi Mawar menguap.

"Jangan membohongi ku!" seru Wira langsung mendorong Mawar ke atas tempat tidur.

"Mas, mau ngapain?" Mawar panik.

"Mengasah pedang ku. Menurut mu apa lagi?"

Satu persatu kancing piyama yang di kenakan Wira sudah terlepas. Untuk pertama kalinya Mawar melihat dada bidang suaminya.

Perlahan namun pasti, Wira mendekatkan wajahnya. Mawar bisa merasakan hembusan nafas penuh nafsu dari lelaki ini. Tanpa izin dan permisi lagi, Wira langsung meraup bibir manis milik Mawar.

Sambil menindih tubuh istri, Wira terus memagut bibir tersebut.Sesekali Wira memberi jeda agar istrinya tidak kehabisan nafas.

"Balas ciuman ku sayang!" bisik Wira. Mawar hanya mengangguk saja.

Kembali mencium bibir istrinya, Mawar mulai merasakan sensasi yang membuat dirinya ingin melakukan hal yang lebih. Gadis ini akhirnya membalas ciuman Wira.

Merasa ciumannya di balas, baru lah tangan nakal Wira masuk kedalam kaos yang di kenakan Mawar, pria ini meremas dua bukit kenyal hingga membuat Mawar melenguh kenikmatan.

Jari jemarinya yang sudah berpengalaman langsung melepas pengait bra yang mengganggu jalannya kenikmatan.

Ciuman mereka semakin panas, Wira sangat pandai membuat Mawar hanyut dalam kenikmatan. Lelaki ini langsung melepas kaos dan bra milik Mawar lalu membuangnya kesembarang arah.

Lelaki yang sudah empat tahun tidak pernah merasakan panasnya ranjang bergoyang ini, terus memagut sang istri tanpa ampun. Mengisap di leher putih milik Mawar, memberi tanda kepemilikan di sana.

Mawar sudah tidak bisa berkata-kata lagi, Wira benar-benar membuatnya mabuk malam ini.

Suara manja yang keluar dari bibir manis Mawar, membuat hasrat Wira semakin bergejolak. Lelaki ini rindu bergulat di atas tempat tidur.

Wira menyesap dua ****** milik istrinya, sesapan lembut penuh gairah memabukkan. Tanpa sadar, Mawar menjambak rambut suaminya sendiri.

"Aku sudah tidak tahan lagi," bisik Wira lalu melepaskan semua celananya.

Mawar langsung menutup mata ketika melihat pedang panjang tegak ke atas itu. Wira hanya tersenyum melihat sikap istrinya. Lelaki ini langsung menarik turun celana luar dalam milik sang istri.

Mawar sebenarnya kaget, gadis ini sekarang polos tanpa mengenakan sehelai benang pun.

Untuk mengurangi kecanggungan, Wira kembali mencium istrinya agar Mawar tidak merasa tegang.

Aaaaaa......

Tiba-tiba Mawar menjerit, tanpa aba-aba Wira menghunuskan pedangnya kedalam lembah gelap milik sang istri.

"Maafkan aku sayang,...aku lupa jika kau belum pernah....!" ucap Wira.

Hanya ucapan, hasrat Wira yang sudah berada di ubun-ubun ini sudah tidak bisa di elakan lagi. Lelaki ini kembali menghunuskan pedangnya. Beberapa kali tidak masuk, Mawar terus menahan jeritan keperihan.

"Menjeritlah sayang, sebentar lagi jeritan mu ini akan berubah menjadi kenikmatan!" bisik Wira.

Jleeeb.....aaaa......

Tubuh keduanya saling kaku, Wira sudah berhasil menancapkan pedangnya dalam-dalam. Sesaat Wira mencium bibir istrinya sembari menunggu kepemilikan mereka saling berkenalan dan beradaptasi.

Keringat sudah membasahi tubuh Mawar, sungguh Wira membuatnya lelah malam ini. Melihat dua bukit indah dan cap merah yang berhamburan di mana-mana, Wira langsung menggenjot istrinya.

Gerakan naik turun, dari kecepatan pelan ke sedang hingga kecepatan tinggi, Wira bisa merasakan jika sebentar lagi istrinya akan merasakan sebuah puncak kenikmatan.

"Ayo keluarkan sayang,....!" bisik Wira semakin mempercepat gerakannya. Mawar melenguh, tubuhnya menegang, Wira tersenyum puas ketika di jepit istrinya sendiri.

Mawar kembali melemas, Wira juga kembali pada gerakannya. Tidak butuh waktu lama, gerakan Wira semakin cepat.

Plok....plok....plok....

aaaa...aaaaa....

Keduanya melakukan puncak bersama-sama. Sungguh, malam ini untuk yang pertama setelah empat tahun Wira melepaskan semua yang dia tahan selama ini.

Mawar benar-benar basah, benih yang berupa cairan hangat itu telah tertanam dalam rahimnya. Bercampur dengan cairan berwarna merah tanda resminya cintanya mereka.

Wira terlentang di samping sang istri, menarik selimut menutup tubuh polos mereka berdua. Deru nafas mereka masih tak beraturan, Mawar dan Wira saling memandang.

"Mas, aku lelah!" lirih Mawar dengan nafas ngos-ngosan.

Wira paham, lelaki ini langsung berdiri dan menggendong Mawar.

"Mau kemana mas?" tanya Mawar mendadak panik.

Tidak menjawab, Wira membawa istri masuk ke kamar mandi untuk sekedar membersihkan diri. Setelah selesai, mereka kembali mengenakan pakaian.

"Terimakasih untuk malam pertamanya. Aku mencintaimu!" ucap Wira lalu mencium kening Mawar, "tidurlah,...!"

Tidak menjawab lagi, Mawar yang benar-benar lelah dan mengantuk langsung terlelap dalam pelukan sang suami. Mimpi indah Wira malam ini, sudah lama tidak ada yang menemaninya tidur selama ini sekarang Wira sudah memiliki seorang teman tidur.

Jarum jam terus berputar, Mawar yang begitu nyaman tidur di atas ranjang empuk dan pelukan hangat suaminya. Namanya juga laki-laki yang sudah lama berpuasa, pukul tiga dini hari Wira terbangun.

"Astaga, si bocil ini tahu aja jika sekarang dia punya pawang!" ucap Wira melihat ke bawah.

Tidak mau berpikir panjang lagi, secara diam-diam Wira melepaskan kembali pakaian milik istrinya.

"Mas, mau apa?" tanya Mawar dengan suara serak mengantuknya.

"Sayang, aku ingin lagi....!" kata Wira.

Mawar yang belum sadar dari tidurnya langsung mengiyakan apa kata Wira. Mata Mawar langsung melebar ketika melihat Wira naik ke atas tubuhnya.

Lagi-lagi, Wira menggoyang Mawar. Mawar yang masih lelah dan mengantuk hanya pasrah saja. Sebenarnya Wira suka dengan gaya istrinya ini yang begitu pasrah.

"Kita bermain sampai pagi ya....!" ujar Wira.

"Mas, biarkan aku tidur sebentar!" ucap Mawar dengan sorot mata memohon.

Sambil menggoyang Wira tidak memperdulikan ucapan istrinya lagi. Batrai yang kosong selama empat tahun kini sudah terisi full. Mandi di subuh buta, sungguh membuat Mawar pasrah. Untung saja kamar mandi suaminya ini memilik fasilitas yang lengkap, Mawar bisa berendam di air hangat untuk menghilangkan rasa perih di area sensitifnya.

"Apa harus seperti ini? ku kira itu sangat menakutkan, ternyata.....!" batin Mawar terus berbicara mengingat malam pertama yang dia lakukan bersama Wira.

"Jangan kelamaan berendam, nanti masuk angin...!" tegur Wira mengejutkan Mawar.

"Mas.....! bisa gak jangan membuat ku malu seperti ini?"

"Kita suami istri, jadi biasa saja!" sahut Wira dengan santainya, "cepat selesaikan acara mandi mu. Aku tidak mau kau masuk angin, nanti aku yang akan di gorok mamah!"

Shittt,....

Mawar baru tahu jika suaminya ini selain suka memaksa Wira juga sangat menyebalkan.

1
deeRa
Are u okey Wir? 😅
Katherina Ajawaila
pantes liar sprt kuda, sn msk kandang kuda aja biar ada yg di salurkan, bunal benar 🤭
Katherina Ajawaila
jgn takut kalau udh mau bertobat pasti ada jln, nmnya mucikari mana mungkin mau transparan yg ada dia malah di ciduk/Tongue/
Katherina Ajawaila
wira bocor abis, ngk bisa diam di lakban aja bacotnya🤭
Katherina Ajawaila
Cocok lah Wira sm Mawar, wajah nya keren dan manis ada campuran bule ya thour jadi mukanya keren habis, gitu donk thour ada visualnya jadi halu nya enak. TQ outhour 😍
Katherina Ajawaila
mm ngk punya otak udh bau tanah bukan tobat bikin malu anak terus jd jablai, su jd germo aja m begitu🤭
Katherina Ajawaila
semoga aja ket angkat itu jalang murahan, nekat banget SMP jual mobil buat bunuh org bukan jadi lon" aja lo Farah buat bayar tuh utang 🤭
Katherina Ajawaila
seperti nya Wira Junior nongol nih
Katherina Ajawaila
yang waras Farah jgn SMP msk prodeo, nyesal percuma 🤭
Katherina Ajawaila
dasar kutu busuk, doyan jual apem basi pengen rasa dendeng x ya. kasihan Farah, di Mr low aja obral🤭
Katherina Ajawaila
dasar, wira, modus tingkat dewa💪
Katherina Ajawaila
Darah itu jalang berkedok malaikat 😄
Katherina Ajawaila
rasanya Bayu sm Wira 11,12 gesrek otaknya/Facepalm/
Katherina Ajawaila
Farah ternyata tukang apem basi, hati" Wira jgn SMP kena jampi" nya aja /Facepalm/
Katherina Ajawaila
dasar laki" tua udh bau tanah msh aja ngk mikir, solat biar sadar diri jgn anak org lg kesusahan mau di gagahin aja
Rino Wengi
kelebihannya Mawar masih original...lu barang rongsokan nggak nyadar nyadar
Rino Wengi
ternyata Wira cuma mau disuruh bayarin utang bapaknya 😄😄😄
Katherina Ajawaila
bagus awal ceritanya thour
Ismu Srifah
duda modus
Tan Cucu
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!