NovelToon NovelToon
Dokter Tampan Itu Suamiku

Dokter Tampan Itu Suamiku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Dokter / Cintapertama / Tamat
Popularitas:5.2M
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Hidup Kayla yang awalnya begitu tenang berubah ketika Ayahnya menjodohkannya dengan seorang pria yang begitu dingin, cuek dan disiplin. Baru satu hari menikah, sang suami sudah pergi karena ada pekerjaan mendesak.

Setelah dua bulan, Kayla pun harus melaksanakan koas di kota kelahirannya, ketika Kayla tengah bertugas tiba-tiba ia bertemu dengan pria yang sudah sah menjadi suaminya tengah mengobati pasien di rumah sakit tempat Kayla bertugas.

Bagaimana kelanjutannya? Bagaimana reaksi Kayla ketika melihat suaminya adalah Dokter di rumah sakit tempatnya bertugas? Apa penjelasan yang diberikan sang suami pada Kayla?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pintarnya Istriku Ini

​Kayla yang sedang memeriksa tetesan infus pasien di kamar 402 bisa mendengar selentingan-selentingan itu saat melewati lorong, ia hanya bisa menunduk menyembunyikan wajahnya yang mendadak panas.

Ada rasa bangga yang membuncah di hatinya mendengar suaminya dipuji begitu setia, namun ia juga merasa terbebani dengan ekspektasi orang-orang terhadap sosok kekasih Arthur.

'​Jika mereka tahu kekasih yang mereka bicarakan adalah koas yang sedang mengecek infus ini, mungkin rumah sakit ini akan meledak,' batin Kayla sambil tersenyum tipis di balik maskernya.

Pukul dua siang, jadwal operasi besar dimulai, kasus kali ini adalah pengangkatan tumor di dasar tengkorak, sebuah prosedur yang membutuhkan tingkat presisi luar biasa. Arthur sudah berada di ruang operasi, berdiri tegak dengan jubah operasi biru dan masker yang menutupi sebagian wajahnya,

​Kayla dan Celine berdiri di zona observasi bersama beberapa koas lainnya, .ereka hanya diperbolehkan memperhatikan dari jarak yang ditentukan. Di sisi lain meja operasi, Karin bertindak sebagai asisten utama, meski baru saja dipermalukan pagi tadi, Karin berusaha tampil profesional, namun tangannya yang sedikit kaku menunjukkan bahwa konsentrasinya belum pulih sepenuhnya.

​"Lihat Dokter Arthur, kalau sudah pegang mikroskop operasi, auranya benar-benar beda ya, seram tapi keren banget," bisik Celine dengan suara sangat pelan.

​Kayla hanya mengangguk, matanya fokus pada setiap gerakan tangan suaminya, ia tahu betul betapa Arthur sangat menghargai kesempurnaan di ruang operasi.

Operasi berjalan selama tiga jam, ketegangan mencapai puncaknya saat mereka harus memisahkan jaringan tumor dari pembuluh darah besar, suara monitor jantung yang berdetak konstan mengisi keheningan ruangan.

​"Dokter Karin, lakukan retraksi di sisi lateral. Hati-hati dengan saraf kranial ke tujuh," perintah Arthur dengan suara datar namun penuh otoritas.

"Baik, Dok," jawab Karin.

​Namun, entah karena pikirannya masih terganggu oleh cibiran para perawat atau karena rasa gugup yang berlebihan setelah ditegur Arthur, tangan Karin sedikit gemetar. Alih-alih melakukan retraksi yang lembut, alat yang ia pegang justru tergelincir.

​Klik...

Suara instrumen yang tidak pada tempatnya membuat Arthur seketika membeku, Karin secara tidak sengaja memotong jaringan kecil yang seharusnya dipertahankan dan darah mulai merembes keluar, menutupi area pandang mikroskop.

​"Apa yang anda lakukan!" suara Arthur menggelegar di ruang operasi.

Arthur segera mengambil alih kendali untuk melakukan penghentian perdarahan, "Saya bilang lateral, kenapa instrumen Anda masuk terlalu dalam?" lanjutnya.

​"M-maaf Dokter Arthur, saya pikir...," Karin tidak dapat melanjutkan ucapannya karena Arthur yang bersuara.

​"Di sini tidak ada tempat untuk saya pikir, Gunakan mata dan anatomi anda!" bentak Arthur tanpa ampun, para asisten dan perawat instrumen tertunduk, tidak berani melihat amukan Arthur.

Kayla yang sejak tadi memperhatikan dari area observasi, melihat dengan jelas kesalahan mendasar yang dilakukan Karin. Sebagai mahasiswi yang setiap malam dibimbing langsung oleh Arthur tentang anatomi saraf, Kayla tahu bahwa kesalahan itu seharusnya tidak dilakukan oleh dokter sekelas spesialis seperti Karin.

​Melihat Karin yang biasanya sombong dan selalu merendahkannya kini gemetar dimarahi habis-habisan oleh Arthur, sebuah lengkungan tipis muncul di bibir Kayla. Di balik masker medisnya, Kayla tersenyum puas, bukan karena ia senang pasien mengalami kendala, tapi karena ia melihat karma instan bagi wanita yang mencoba merusak rumah tangganya.

'Bagus Mas Arthur, marahi terus dia. Buat dia malu sampai dia gak betah disini,' batin Kayla.

Setelah Arthur berhasil mengendalikan perdarahan dan menyelesaikan operasi dengan sukses meskipun ada kendala, ia meletakkan alat bedahnya dengan kasar.

​"Lakukan penutupan luka, saya tidak ingin asisten yang tidak fokus menyentuh pasien saya lebih jauh lagi," ucap Arthur dingin kepada Karin.

Arthur langsung keluar dari ruang operasi untuk melakukan dekontaminasi, Karin berdiri di sana, menjadi pusat perhatian seluruh tim operasi.

Malu yang ia rasakan pagi tadi belum hilang dan sekarang ditambah dengan kegagalan teknis di depan orang yang paling ingin ia buat terkesan, Kayla dan koas lainnya juga mulai keluar dari ruang observasi. Saat berpapasan dengan Karin di area scrub station, Kayla tetap memasang wajah tenang seolah tidak terjadi apa-apa, namun tatapan matanya yang jernih seolah menusuk ego Karin.

Malam harinya, suasana di apartemen jauh lebih hangat dibandingkan atmosfer dingin di rumah sakit tadi siang, Kayla sudah berada di rumah lebih awal, ia telah mandi dan menyiapkan makan malam sederhana namun menggugah selera. Meski lelah setelah berdiri berjam-jam di ruang observasi, rasa puas melihat kejadian di ruang operasi tadi masih menyisakan senyum di wajahnya.

​Sekitar pukul delapan malam, terdengar suara kunci pintu apartemen terbuka. Arthur melangkah masuk dengan bahu yang tampak sedikit turun, tanda bahwa ia benar-benar lelah.

​Kayla segera beranjak dari sofa dan menghampiri suaminya, tanpa banyak bicara, ia menerima tas kerja Arthur dan membantu melepaskan jas luar yang dikenakan pria itu.

​"Capek banget ya, Mas?" tanya Kayla lembut dengan menatap wajah Arthur yang terlihat sedikit kusut.

​Arthur tidak langsung menjawab, ia justru menarik Kayla ke dalam pelukannya, menyandarkan dagunya di bahu sang istri sambil mengembuskan napas panjang. "Ruang operasi tadi benar-benar menguji kesabaranku," gumam Arthur, namun Kayla masih dapat mendengarnya.

Kayla terkekeh kecil sambil mengusap punggung Arthur, "Aku lihat semuanya, Mas. Aku sampai kaget dengar Mas Arthur membentak Dokter Karin sekeras itu, seisi ruang observasi langsung diam seribu bahasa apalagi Celine, dia sampai nggak berani kedip," ucap Kayla.

​Arthur melepaskan pelukannya dan menatap Kayla dengan intens, "Dia hampir saja merusak struktur saraf kranial pasien, itu adalah kesalahan yang tidak bisa dimaafkan hanya dengan kata maaf. Aku tidak peduli dia siapa, di depan meja operasi, nyawa pasien adalah segalanya," ucap Arthur.

"Kamu benar Mas, bagi seorang Dokter tidak ada yang lebih berharga dari nyawa pasien," ucap Kayla.

"Pintarnya istriku ini," ucap Arthur dan mengecup bibir Kayla.

"Ish Mas Arthur ini main c*um aja," ucap Kayla.

"Habisnya bibir kamu nganggur," ucap Arthur.

Belum sempat Kayla bersuara, Arthur kembali membungkam bibir Kayla, kali ini bukan hanya sekadar kecupan, tapi c*uman intens yang begitu menuntut.

"Mas...," panggil Kayla di sela-sela c*uman mereka.

Kayla menatap Arthur dan menggelengkan kepala, "Aku tahu, aku tidak akan melakukannya. Aku hanya ingin berc*uman saja," ucap Arthur.

Arthur kembali membungkam bibir Kayla dan kali ini Kayla membalas lebih berani, namun ia tetap menjaga batasan yang sudah ia sepakati sebelumnya dengan Arthur, di mana mereka tidak akan melakukannya sebelum Kayla siap dan Arthur pun mengerti karena Kayla juga harus menyelesaikan pendidikannya.

.

.

.

Bersambung.....

1
Marina Tarigan
tempat mu di jeruji besi sari kau salah alamat orang terganggu tidurny gara ibumu kau menampar dr yg merawat ibumu tanpa uang sesenpun semoga anak didunia ini hanya kamu keturunan. iblis
Marina Tarigan
berdua kalian sangat tersiksa Kaila doakan suamimu agar pd waktunya pulang dgn baik
Marina Tarigan
dr hsryd dtand buy 24 jam kalau tdk mau berhenti saja nyawa pasien dipundakmu selain Tuhan
Marina Tarigan
istri anak paling kesepian adalah keluarga dr apanila dr itu kompeten pergi pagi pulang larut malam anak sdh tidur baru bpnya sampai dirumah itu panggilan tugas mulia sabar zkai
Marina Tarigan
tugas kemanusiaan Kaila seorang dr harus rela ditempatkan di manapun banyak berdoa jaga kesehatan cari kesibukan
Marina Tarigan
belajar serius celini jgn laki2 terus kamu bahas🤭 dr apa kamu itu kalau sdh saatnya nanti Kaila yerus bilang dr Arthur suaminya jgn2 kamu nanti mati berdiri
Marina Tarigan
ini semua teman Kaila para dr 2 imi gak ada akhlak kok diuruzin hal pribadi orsng apalagi dr celine keparat kali mau tahu aja urusan orang kamu tdk psrnah dilirik pria ya tdk laku kali
Marina Tarigan
rmh sakit ini tdk punya etika dr 2nya tukang gosip yg tdk penting arogan kebanyakan suka sekali urusan orang lain dp urusan rs agar lebih maju dan berguna kpd masyarakat
Marina Tarigan
wah ini cocok disandingkan dgn dr karin yg satu pecicilan dr penggoda dan satu dr arogan sok benar
Marina Tarigan
didikan keras dan kadang menyakitkan dari suamimu berbuah manis sehingga para dr kagum odmu terlebih dr julid menilaimu hingga kagum apalagi dr Arthur suamimu tdk mau dinilai sejawatmu karena backing dr arthur
Marina Tarigan
hai Karin luar biasa kesalahanmu sangat fatal jgn bawa cinta ke ruang opetasi nyawa pasien ditangan dr dimana harga dirimu kamu congkak bertemu dgn dr yg mementingkan pekerjaan dan nyawa pasien jgn 2 nanti mau pindah lebih baik dp kegatelan
Marina Tarigan
mknya jgn pecicilan Karin seorang yg berkelas kamu lecehlan nama baikmys didepan semua balik sm mu deh
Marina Tarigan
jaga martabatmu dr sia2 gelarmu itu mumgkin ditempat lainpun kamu ngejar laki2 juga
Marina Tarigan
paramedis2 ini kok kayak ibu 2pasar sayur ngerumpi terus soal atasannya aneh
Marina Tarigan
dr Karin dr abal2 ini karema keluarganya orang berpengaruh kok ngejar 2 teman dejawat terus sia2 kami cantik sukanya ngejar laki2🙏
Marina Tarigan
karin ini dr atau sektetaris perusahaan kan biasanya wanita xi perusahaan yg sering menggoda laki2 yh mempunyai keduduksndan kaya kalau dr biasanya bukan begitu katena mereka sama2 berkelas dan sams pintar
Marina Tarigan
pantas saja jihan dikeluarkan berarti masuk ke rd medika bukan karena kepintsrannya
Marina Tarigan
lok aneh kamu jihan gara2 laki2 lamu nisa membunuh patien gonlok jgn main menangani pasien nyawa taruhannya
Marina Tarigan
kamu jgn bawa perasaan di tempat kerja kamu dr yg harus menyelamatkan nyawa orang ditempat kerja Artur bukan suamimu tapi guru pembimbingmu dlm pekerjaanmu mk bersikap lpropersisiolnal kerjaamu nyawa tantangannya
Marina Tarigan
ada tujuan Arthur begitu karena kamu sdg prakter menimba ilmu yg terbaik biarkan saja kalau nanti sdh selesai pun begigu perlu dipertanyakan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!