Masih ingatkah kalian dengan pasangan fenomenal Satria dan Sarah?
Kini mereka sudah memiliki seorang anak laki-laki yang bernama Arkana.
Ya, kehidupan Arkana tiba-tiba saja berubah 360° saat dia harus bertanggungjawab dan menikahi seorang gadis yang tidak di kenalnya sama sekali.
Lalu bagaimana kehidupan mereka, akankah Arkana bisa menjadi suami yang baik, atah malah sebaliknya.
Simak cerita mereka dan sebelum itu baca dulu cerita sebelumnya oke.
My Wife Is, My sugar mommy.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Orang Asing
Karena tidak ada jawaban dari gadis itu membuat Arkana semakin pusing, hingga akhirnya dia memutuskan untuk menghubungi seseorang disana.
"Nelpon siapa ente?" tanya Hussain pada Arkana.
"Pangeran es dari Rusia. Minta tolong buat kirimin orang-orangnya buat cari tau rumah tuh gadis." jawab Arkana pada Hussain.
Sedangkan Hussain hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar melihat Arkana. Dia juga memiliki banyak uang, kenaka harus menghubungi Alta?
"Ar, ente kaya kan?" tanya Hussain pada Arkana yang langsung di jawab oleh laki-laki itu.
"Ya jelas lah! Walaupun sekarang bapaknya Alta yang paling kaya, tapi ingat papi gue nomor 2. jadi udah jelas gue juga kaya!" jawabnya penuh kesombongan.
Sebenarnya bukan sombong. Melainkan kenyataan.
"Kalau gitu kenapa gak suruh orang sini aja sih? uang ente banyak!"
"Iya juga ya? kenapa Alta?" gumamnya setelah menyadari apa kesalahannya.
Sedangkan Alta yang baru saja menjawab panggilan telepon itu kembali menutupnya karena menurutnya itu pasti tidak penting. Jadi lebih baik dia mematikannya sajalah.
"Oke, gue telpon orang papi gue dulu. Eh, tapi tunggu dulu. Kalau gue telpon orang gue, pasti bakalan ketahuan papi dong?" masih bimbang dengan hal ini.
"Ah, Alta aja deh. Pasti dia bisa jaga rahasia." akhirnya dia kembali menghubungi Alta.
"Halo, pangeran? Apa kabar?" tanya Arkana pada Alta yang baru menjawab panggilan telepon darinya.
"Waktumu hanya 5 menit saja Ar. Jika tidak penting maka aku akan menutupinya. Aku sedang sibuk saat ini." jawab Alta pada Arkana disana.
"Ya elah, gitu banget sama temen. Hussain kangen." Hussain menatap tajam pada Arkana yang menumbalkan dirinya.
"Jangan membual, Ar. Hussain bukan dirimu. Tadi malam aku baru bicara dengannya. Kami membahas tanah yang akan di beli untuk pembangunan masjid baru. Jadi jangan membohongiku dengan pentingan dirimu." jawaban dari Alta membuat Arkana menatap tajam ke arah Hussain.
"Kenapa menghubungi Hussain, sedangkan aku tidak?"
"Waktumu tersisa 2 menit 27 detik lagi Arkana." ujar Alta yang membuat laki-laki itu mendesah pasrah dengan hal ini.
"Pinjem orangnya buat cari orang. Gue butuh cepat."
"Siapa?"
"Cewek!" jawab Arkana.
"Kirim fotonya. Paling tidak sesuatu yang bisa membantu. Aku pastikan sore paling lambat." jawab Alta yang membuat Arkana tersenyum.
"Oh my god, yang mulia Pengeran, terima kasih banyak loh. Nanti kalau pulang gue traktir makan pecel bik Ira deh."
"Waktumu habis!"
Tit!
Alta langsung memutuskan sambungan telepon mereka begitu saja setelah merasa cukup untuk bicara dengan Arkana. Walau begitu dia tetap memikirkan apa yang terjadi saat ini.
Sedangkan di rumahnya, Satria baru saja kedatangan tamu yang tak asing lagi baginya.
Apalagi ketika ponselnya berdering dan itu panggilan masuk dari orang yang di lihatnya saat ini.
"Sky?"
"Matikan mesin mobilmu sebelum aku membakarnya nanti!" titahnya tak terbantahkan.
Lihat, bahkan laki-laki yang paling di takuti putranya itu baru saja keluar dari mobilnya.
Akhirnya Satria memilih mematikan mesin mobilnya dari pada laki-laki itu membakar mobilnya hingga akan membuat keributan di rumahnya dan membuat Sarah marah nantinya.
"Oke fine!" kedua sahabat itu kembali bertemu dan entah ada angin apa Sky sampai datang ke rumahnya.
"Katakan pada mereka aku ingin jus jeruk dingin, karena rumahmu panas sekali!" masih sama seperti biasanya karena Sky akan selalu bersikap seperti itu.
"Hey kau orang sombong!" suara wanita menyebalkan itu membuat Sky hanya bisa menatap malas padanya. Bahkan dia sampai menutup telinganya karena malas mendengar suara itu.
"Kau, beraninya kau datang dan langsung menyuruh suamiku!" hardiknya pada Sky.
"Simpan saja tenagamu wanita kikir, karena setelah ini kau akan jantungan. Aku harap jantungmu masih sehat agar Satria tidak menjadi duda!" mendengar apa yang Sky katakan membuat emosi Sarah langsung memuncak dan beruntung Satria langsung sigap menatap istrinya agar tidak terjadi pertengkaran di sana.
***
next my