NovelToon NovelToon
Bukan Suami Biasa

Bukan Suami Biasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / CEO / Pernikahan Kilat / Identitas Tersembunyi
Popularitas:16.8k
Nilai: 5
Nama Author: lala_syalala

Follow IG @Lala_Syalala13

Adrian Arkadia, seorang CEO jenius dan penguasa bisnis yang dingin, menyamar sebagai pria miskin demi memenuhi wasiat kakeknya untuk mencari cinta sejati.

Ia kemudian menikahi Arumi, gadis sederhana berhati emas yang dijadikan "pelayan" dan pemuas ambisi oleh ibu serta adiknya yang materialistis.

Di tengah hinaan keluarga mertua dan ancaman rentenir, Adrian menjalani kehidupan ganda yaitu menjadi kuli panggul yang direndahkan di malam hari, namun tetap menjadi raja bisnis yang menghancurkan musuh-musuhnya secara rahasia di siang hari.

Perlahan tapi pasti, Adrian menggunakan kekuasaannya untuk membalas setiap tetes air mata Arumi dan mengangkat derajat istrinya hingga para penindasnya berlutut memohon ampun.

Bagaimana kelanjutannya???
Jangan lupa mampir baca yaaaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BSB BAB 30_Sabotase di Balik Debu Konstruksi

Sore itu, mereka pulang ke kontrakan dengan hati yang ringan, uang satu juta rupiah di tas Arumi terasa lebih berharga daripada sepuluh juta yang diberikan Profesor Wijaya tempo hari.

Ini adalah uang yang mereka dapatkan dari kerja keras yang murni, tanpa bantuan bayang-bayang Arkadia (setidaknya begitulah yang Arumi pikirkan).

"Terima kasih sudah membelaku tadi Mas," ucap Arumi saat mereka duduk di depan kontrakan, menikmati gorengan yang dibeli sebagai perayaan.

"Aku tidak melakukan apa-apa Arumi, kamu sendiri yang membelah kesombongannya dengan bakatmu." jawab Adrian.

Ia menatap tangannya yang kasar.

"Dion itu... dia tidak tahu apa yang dia lewatkan. Tapi aku senang dia menolakmu dulu, karena kalau tidak, aku tidak akan menemukanmu." lanjutnya.

Arumi tersenyum, namun kemudian wajahnya sedikit muram.

"Tapi Mas, Dion itu punya pengaruh di kalangan pengembang, aku takut dia akan mencoba mengganggu proyek-proyekku ke depan." sahut Arumi dengan ketakutannya.

Adrian menggenggam tangan Arumi.

"Biarkan dia mencoba, dia hanya semut yang mencoba mengganggu elang yang sedang belajar terbang kembali, selama kita bersama, tidak ada yang bisa menjatuhkan kita." jawab Adrian menenangkan sang istri.

Namun di kantornya yang mewah Dion tidak tinggal diam, ia merasa dipermalukan oleh seorang kuli dan wanita miskin, ia mengambil ponselnya dan menelepon seseorang.

^^^"Halo Romi? Kau bilang kau punya dendam pada pria bernama Ian itu? Ternyata dia dan istrinya sedang mencoba main-main di proyek Pak Haji. Aku punya rencana untuk merusak hasil kerja mereka agar Pak Haji marah dan menuntut mereka."^^^

Di tempat lain, Siska yang mendengar percakapan itu dari samping Romi, tersenyum lebar.

"Bagus, Dion. Kita akan buat Arumi tidak hanya miskin, tapi juga punya hutang yang tidak akan habis tujuh turunan."

Malam itu, di bawah rembulan yang tertutup awan Jakarta, sebuah konspirasi baru mulai terjalin.

Arumi dan Adrian mungkin telah memenangkan satu pertempuran kecil di toko material, namun perang yang sesungguhnya baru saja dimulai.

Musuh-musuh mereka mulai bersatu, dan kali ini, mereka tidak hanya mengincar identitas Adrian, tapi mereka mengincar kehancuran total dari karier yang baru saja Arumi rintis.

Adrian, di sela tidurnya yang lelah samar-samar mendengar suara mobil melintas di gang.

Instingnya sebagai penguasa memperingatkannya bahwa kedamaian ini tidak akan lama.

Ia harus tetap waspada, bahkan saat ia harus berpura-pura menjadi pria paling lemah di dunia.

...****************...

Seminggu setelah kesepakatan dengan Pak Haji, suasana di Toko Material "Sumber Jaya" berubah menjadi sangat sibuk.

Bagian belakang toko yang dulunya hanya berupa gudang sempit berisi tumpukan kaleng cat kering dan kayu-kayu lapuk, kini mulai dibersihkan.

Arumi tampak sangat profesional dengan buku sketsa di tangan dan meteran yang melingkar di lehernya.

Ia tidak lagi terlihat seperti wanita yang tertekan oleh kemiskinan; matanya bersinar dengan determinasi seorang arsitek sejati.

Adrian di sisi lain menjalankan perannya dengan totalitas, ia mengenakan celana jins belel yang penuh noda semen dan kaos singlet yang menonjolkan otot-otot lengannya yang kian mengeras karena kerja fisik yang nyata.

Ia memimpin tiga kuli harian lainnya untuk merobohkan sekat-sekat kayu yang tidak diperlukan.

"Mas, tolong pastikan bagian sudut kiri itu diperkuat dengan sisa balok jati belanda yang kita sortir kemarin." instruksi Arumi sambil menunjuk ke arah sudut ruangan.

Adrian mengangguk patuh. "Siap, Bu Desainer."

Ia mengedipkan mata sedikit, sebuah godaan kecil yang membuat pipi Arumi merona di tengah debu konstruksi.

Bagi warga sekitar dan para pekerja lainnya, mereka terlihat seperti pasangan pejuang kelas bawah yang sedang mencoba mengubah nasib.

Namun, di balik ketenangan itu, Adrian terus memantau sekelilingnya.

Instingnya yang terasah di dunia bisnis yang kejam memberitahunya bahwa Dion tidak akan diam saja setelah dipermalukan.

Di sela-sela pekerjaannya, Adrian memperhatikan sebuah motor sport yang terparkir cukup lama di seberang toko material.

Pengendaranya tidak turun, hanya duduk sambil sesekali mengutak-atik ponselnya.

Tak lama kemudian, sebuah truk pengangkut pasir masuk ke halaman toko, truk itu bukan milik Pak Haji, melainkan kiriman dari vendor luar yang baru saja dipesan oleh Dion atas nama "sumbangan proyek".

"Pak Haji ini pasir pesanan dari Pak Dion sudah sampai." teriak sang sopir truk.

Pak Haji keluar dari kantor lamanya sambil menggaruk kepala.

"Lho, aku tidak pesan pasir hari ini. Tapi kalau Dion yang kasih gratis, ya sudah, bongkar saja di dekat area renovasi!" ucapnya.

Adrian menyipitkan mata, Dion bukan tipe orang yang memberikan bantuan secara cuma-cuma.

Ia mendekati truk itu dan memperhatikan muatannya, pasir itu terlihat normal namun baunya sedikit aneh seperti ada aroma kimia yang menyengat.

"Mas Ian, kenapa?" tanya Arumi menghampiri.

"Pasir ini baunya aneh Arumi, seperti tercampur zat pengeras instan yang tidak stabil." bisik Adrian.

"Kalau pasir ini dipakai untuk campuran semen dinding yang kau desain, dalam hitungan jam dindingnya bisa retak atau bahkan runtuh karena panas kimia yang terlalu tinggi." tutur Adrian.

Arumi terkejut. "Kau yakin, Mas? Tapi Pak Haji sudah menyuruh membongkarnya."

Adrian belum sempat menjawab saat tiba-tiba dua orang pria bertubuh besar masuk ke area renovasi.

Mereka mengenakan seragam pengawas bangunan dari dinas terkait.

"Maaf, kami mendapat laporan bahwa renovasi ini tidak memiliki izin dan menggunakan material yang membahayakan struktur." ucap salah satu pria itu dengan nada dingin.

Arumi pucat pasi. "Izin? Ini hanya renovasi interior kecil di lahan pribadi Pak Haji. Kami tidak mengubah struktur utama."

"Itu urusan nanti, sekarang kami harus mengambil sampel material di sini." pria itu melangkah menuju tumpukan pasir yang baru saja dibongkar.

Saat itulah bencana yang sebenarnya terjadi, salah satu pekerja suruhan Dion yang menyamar sebagai kuli bangunan tiba-tiba menarik salah satu balok penyangga yang baru saja dipasang Adrian.

Balok itu merupakan penahan sementara bagi atap gudang yang sedang diganti.

"Awas!" teriak Adrian.

Balok kayu besar itu berayun dan menghantam rak-rak cat yang berada di dekat Arumi.

Kaleng-kaleng cat itu terjatuh, namun yang lebih berbahaya adalah atap seng di atas mereka mulai melorot.

Adrian dengan sigap melompat, menarik Arumi ke dalam pelukannya, dan melindunginya dengan punggungnya saat beberapa kepingan material jatuh menimpa mereka.

Bruakk!

Debu tebal membubung, pak Haji berlari keluar dengan panik.

Para "pengawas" gadungan itu justru langsung mengeluarkan kamera dan memotret kejadian tersebut.

"Lihat! Konstruksinya sangat rapuh! Ini membuktikan desain desainer ini membahayakan nyawa!" teriak salah satu pengawas itu.

Arumi gemetar di pelukan Adrian. "Mas... kamu tidak apa-apa?"

Adrian meringis, punggungnya terkena hantaman kayu penyangga, namun ia menahan rasa sakitnya.

Ia berdiri perlahan, matanya menatap tajam ke arah pekerja yang tadi menarik balok tersebut, pria itu mencoba menyelinap pergi di tengah kekacauan.

"Tunggu di sini sayang," desis Adrian.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

...FOLLOW IG @LALA_SYALALA13...

...ULASAN DAN BINTANG LIMA NYA🌟...

...FAVORITKAN CERITA INI ❤️...

...VOTE 💌...

...LIKE 👍🏻...

...KOMENTAR 🗣️...

...HADIAHNYA 🎁🌹☕...

1
Supryatin 123
semakin seru nich lnjut thor 💪💪
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪❤️❤️
🏡s⃝ᴿ . Incha
lagi donk kak klu bisa double
erviana erastus
baru jadi resepsionis udah sombong 🤣 begitu lihat kartu nama langsung ciut 😏
erviana erastus
aku suka gaya mu kek 😍😍😍
Rahma Inayah
td songong tu resepsionits pas kasih liat kartu nm nyali nya ciut .semoga ni awal kesuksesan arumi
Asyatun 1
lanjut
Supryatin 123
keren si kakek haris❤️❤️❤️ Lnjut thor 💪💪
erviana erastus
siska, romi sekarang tambah dion hadeh kalian bkn lawanx
Wulan Sari
Yaaa memang dasar oenjahat Romi,Siska dan Dion banyak akalnya tapi semoga semuanya kena getahnya, gimana nt kalau kakek nya datang ya🤦🏼‍♀️ wah bakal jd terdakwa lg tu si mbak Rumi heeee 🤦🏼‍♀️🤭
Rahma Inayah
horang kaya maa bebasan klu mau kmn2 pakai hely pribadi ..tu kan kakek aja TDK percaya dgn kirim suara tu Krn apa kakek haris SDH melihat dan tau sifat Arumi walau br pertma bertemu JD GK mkn Langs percaya pada kirimn suara tu
Supryatin 123
lnjut thor 💪💪
Rini
puas Lo rum nyiksa suami 😡😡
kpn kau sadar, heran seneng amat lihat suami tersiksa, jd sebel Ama Rumi jdnya sok yes 😡😡
Rini: kasihan teh 🤭
total 4 replies
erviana erastus
bnyk kali musuhx ian
Rahma Inayah
insting Adrian TDK pernh slah semoga dia BS mengatasi masalh yg di sabotase dan BS membuat kepercayaan KPD pak haji
Rahma Inayah
untung pak haji TDK termin omongan Dion bnr klu pke orang Dion akn pakai material baru semua
Asyatun 1
lanjut
juwita
yg membuat rumit diri km sendiri arumi. coba klo g nyuruh Adrian ngelepas smuanya g akn ky gini
Sri Siyamsih
untung pk haji orgnya bijak. semangat Arumi, Ian
🏡s⃝ᴿ . Incha
hadeh arumi coba dirimu menerima adrian yg ceo tdk jd susah dirimu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!