Dunia terlalu kejam untuk dia yang hanya terus menangis.
Bumi ini sangat jahat untuk wanita yang hanya mengandalkan dirinya sendiri, berbekalkan keberanian dan tekad untuk bisa bertahan hidup di tengah tengah gempuran kesulitan.
Haeyla Seraphine layak mendapatkan kemenangan atas hidup nya, cinta dan ketulusan layak untuk dia menangkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pupybear, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 17.
Tidak ada satupun suara yang terdengar di ruang kelas setelah ucapan Bumi barusan, semua hanya diam dan suasana sangat hening.
" Diem?, berarti fakta. " sahut Bumi lagi.
" Bumi, kamu jangan begitu, Cilia kamu gak perlu begitu, aku kan udah janji sama kamu. " Haeyla berusaha menenangkan.
" Lo janji?, lo juga udah janji sama nyokap gue La, lo mau datang lagi nemuin dia tapi dengan keadaan dia yang udah sadar, dan sekarang dia udah sadar La. "
" Tunggu, ini maksudnya apa?. " ucap Cilia heran begitu juga Bumi dan Arbian.
" Waktu itu aku gak sengaja ketemu Divo di rumah sakit dan ternyata mama nya lagi sakit, jadi aku jenguk, dan aku janji akan datang lagi dengan keadaan mama nya Divo yang udah sadar dan membaik Cil. "
Entahlah, membingungkan, kenapa Divo bahkan gak pernah mau kasih tau Cilia kalau orang tua nya lagi sakit bahkan ada di rumah sakit, tapi dengan Haeyla, begitu mudah nya Divo bertukar cerita kehidupan pribadi nya.
" Lo bener bener cinta Haeyla Vo?, sampe segitunya?, bahkan kita udah pacaran bertahun tahun tapi lo gak pernah cerita soal kehidupan pribadi lo sejauh itu sama gue. " Cilia menangis saat mengatakan semua itu
" Perasaan gak bisa di salahkan Cilia. " ucap Arbian menenangkan Cilia.
" No!, gimana sama perasaan gue?, gue hancur Vo!, lo cinta sama sahabat gue sendiri bahkan saat kita masih bareng!. " Emosi Cilia benar benar meledak saat itu juga. Mendengar semuanya Bumi sudah yakin kalau ada yang belum selesai diantara keduanya.
" Gue bukan tipe orang yang suka ikut campur, tapi akan lebih gentle kalau lo selesain ini berdua right?. " Bumi meyakinkan Divo saat itu juga
" Kita udah selesai, apa yang harus gue selesain lagi sama Cilia?."
" Cinta itu terdiri dari 2 pihak, ada dua pendapat yang harus lo dengar, bukan hanya satu, kalau lo hanya mendengar pendapat lo dan Cilia gak lo dengar, itu sama sekali gak adil untuk dia. " ujar Bumi lagi.
" Gue gak bisa, sory Cilia, tapi lo bener, gue cinta sama Haeyla. " Mendengar pengakuan Divo yang sangat terang terangan mereka semua terkejut, Haeyla bahkan lebih terkejut.
" I can't Divo, aku gak nyalahin kamu karena jatuh cinta sama aku, tapi kamu harus tau kalau di hidup aku cinta bukan lah suatu prioritas, kamu beruntung karena di cintai dengan hebat oleh sahabat aku, tapi kamu tega sakiti dia sampai seperti ini, sory tapi aku gak mau Cilia biarin rasa cinta nya hidup lagi untuk kamu. " Haeyla membawa Cilia pergi dari ruang kelas meninggalkan ketiga laki laki itu.
Tidak ada yang lebih penting bagi Haeyla selain keluarga dan sahabat nya saat ini, Haeyla sangat menyayangi Cilia, dan begitu juga sebaliknya.
" Aku minta maaf, maaf karena cinta Divo untuk aku sangat nyakitin hati kamu, aku sayang kamu Cilia, aku gak akan mungkin nyakitin kamu, tolong jangan nangis lagi. " Haeyla memeluk Cilia lembut.
" Sakit La, sakit banget rasanya, gue pengen banget marah ke lo, tapi gue sadar kalau lo gak tau apa apa sama sekali Haeyla. "
" Kamu boleh marah dan pukul aku, tapi kamu harus berhenti nangis Cilia. "
" Maaf La, maaf karena gue lo ada di posisi ini, maaf karena gue egois soal perasaan gue. "
" Kamu gak salah apapun, jadi mulai sekarang jangan pernah salah paham apapu lagi soal aku, karena aku gak akan mungkin nyakitin kamu Cilia. " Mereka berpelukan satu sama lain dan menangis haru.
Sementara di ruang kelas, ketiga lelaki itu masih stay disana.
" Stop buat deketin Haeyla Vo, jangan buat hidup dia jadi rumit karena lo!. " ucap Arbian meninggalkan mereka berdua. Dan sekarang tinggal Divo dan Bumi saja.
" Lo mau ngancem gue apa?, bilang aja gue ladeni. " ucap Divo pada Bumi
" Gak perlu, lo bebas cinta siapapun termasuk Haeyla, tapi lo harus ingat, lo bukan satu satunya bro. " Bumi menepuk bahu Divo lalu pergi begitu saja.
Rumit, kisah cinta Cilia san Divo memang sangat rumit, Entah Divo masih punya perasaan kepada Cilia atau tidak, tapi yang jelas Cilia masih mencintai Divo bahkan sampai detik ini.
" Haeyla. " Bumi memanggil Haeyla dan membuat Haeyla dan Cilia berhenti berpelukan. Bumi menghampiri mereka.
" Pulang nanti aku tunggu di gerbang sekolah. " Sekedar mengingatkan Haeyla lalu berlalu pergi
' Perasaan gue aja atau apa, Bumi itu aneh, gue belum bisa pastiin dia punya rasa atau ga sama Haeyla. ' batin Cilia
" Ayo Cil, kita balik ke kelas, sebentar lagi masuk. "
Setelah semua kejadian tadi mereka semua tampak sedikit canggung kecuali dengan Bumi, apa yang di katakan Bumi pada Cilia sama sekali tidak salah, penilaian Bumi sangat tepat bahwa Cilia masih mencintai Divo mantan nya.
pukul 14:00.
Bel pulang berbunyi.
" Cil, kamu mau aku anter pulangnya?, atau kamu mau aku temenin dulu?. " tawar Haeyla pada Cilia.
" Kayanya gue butuh waktu untuk sendiri La, rasanya pikiran gue ini ruwet banget. "
" Kamu yakin gak mau aku temenin?. "
" Ya La, nanti gue telpon lo kalau gue butuh apa apa. "
" Oke, bye Cilia. " Cilia hanya perlu sendiri untuk beberapa waktu menenangkan pikiran nya yang sedang kalut, Haeyla ingin menemani karena takut jika Cilia membutuhkan tempat untuk bercerita nanti.
Semua murid ramai berada di gerbang sekolah, ada yang ingin pulang dan ada yang masih asyik mengobrol dengan sesama murid, ada juga yang nongkrong di warung depan sekolah. Haeyla berjalan menuju gerbang sekolah, sementara Arbian sudah ada di parkiran motor dan berencana ingin mengajak Haeyla pulang bersama, namun belum sempat dia memanggil Haeyla, Bumi sudah lebih dulu menghampiri Haeyla.
" Haeyla, kita pulang bareng." Bumi menggenggam tangan Haeyla namun segera di lepas oleh Haeyla.
" Aku pulang sendiri aja deh Bumi, ga enak ngerepotin kamu nanti. "
" Aku gak nerima penolakkan Haeyla, setiap hari juga bisa aku jemput dan antar kamu, ayo. " Mereka pun pergi menuju motor milik Bumi, Arbian yang melihat itu segera mengurungkan niat nya untuk pulang bersama dengan Haeyla. Bumi dan Haeyla tidak sadar kalau mereka terlalu menonjolkan kedekatan mereka, sehingga murid murid gemar menggosipkan mereka berdua saat ini.
Sementara Divo saat ini sedang berada di danau tempat dia biasa menenangkan diri saat ada banyak masalah dalam hidupnya.
' Arghhhh!!!!, gue tahu gue udah nyakitin lo Cilia, tapi gue gak bisa bohong soal perasaan gue ke Haeyla, mau seribu kalipun dia nolak gue, gak akan ada kata berhenti buat gue, lo gak tau Cil, gimana perasaan gue ketika kita sama sama tapi lo seakan akan gak pernah ada untuk gue, lo cuma sibuk dengan sosial media lo, geng lo, dan juga kepentingan lo sendiri, gue juga sakit, gue juga punya alasan mengakhiri cinta gue ke lo. Gue cuma diam karena gue gak mau kalau itu jadi penyesalan lo nanti, tapi lo terus mojokin gue Cilia. ' Divo mencoba meluapkan semua kelesalan nya.
Cilia dan Divo adalah 2 orang yang sama sama sibuk dalam hal apapun, terkadang Cilia selalu mementingkan media sosial nya di bandingkan dengan Divo saat mereka bersama, seringkali jika mereka jalan berdua Cilia hanya asyik tertawa melihat ponsel miliknya, dan itulah alasan mengapa Divo sama sekali tidak pernah menceritakkan apapun pada Cilia, karena pernah dulu Divo ingin mengatakan bahwa dia sedang hancur karena mama nya jatuh sakit namun Cilia tidak sadar dan berkata pada Divo kalau itu bisa di bicarakan nanti saja karena pekerjaan nya lebih penting. Dari situlah Divo mulai kecewa dengan sikap Cilia dan perlahan lahan perasaan nya terhadap Cilia memudar.
Bersambung.