Yan Jian— seorang pemuda yang terlahir tanpa memiliki Roh Bela Diri bawaan. Namun, di saat keluarganya hancur akibat keegoisan kedua pamannya, Permaisuri Es dan Salju memilih untuk menjadikan dirinya sebagai Roh Bela Diri Yan Jian, membuka jalan untuk Yan Jian untuk berkultivasi, mengatasi semua kekurangannya selama ini, dan memulai perjalanannya menuju puncak kekuatan dengan menghadapi banyak rintangan, persaingan, dan akhirnya menjadi raja dewa sejati yang legendaris dalam dunia kultivasi yang kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 30
"Adik, hentikan!"
Tepat di saat Xiao Yu berbicara seperti itu, tangannya melilit tubuh Yan Jian, memeluknya dengan sangat erat, kepalanya di tempatkan di dada Yan Jian. Tidak terasa, bocah laki-laki yang dulunya kecil dan kurus, kini telah tumbuh dewasa dengan memiliki postur tubuh yang tinggi dan berotot.
Kehadiran Xiao Yu, membuat Yan Jian terdiam. Aura hitam pekat mulai memudar, menyisakan aura putih yang berkilauan, seolah-olah membantu Yan Jian untuk menyetabilkan tubuhnya. Tetapi kedua pupil matanya masih berwarna merah, api hitam masih menyala di kedua sudut matanya, tetapi gadis berusia delapan belas hingga sembilan belas tahunan itu, tak sedikitpun melepaskan pelukannya.
"Kakak Xiao Yu..." ucap Yan Jian dengan nada yang berat.
Mendengar suara berat itu, Xiao Yu pun melepaskan pelukannya, lalu mundur selangkah dan memandang wajah Yan Jian yang pucat pasih.
Dalam kesedihan yang menyayat hatinya, gadis berambut merah itu benar-benar meneteskan air matanya sehingga membasahi pipinya. Kedua pupil matanya bergetar, ia mengangkat tangan, lalu menempelkannya di pipi adik laki-lakinya.
"Jangan pernah bertindak seperti itu lagi, Adik!" kata Xiao Yu.
Yan Jian terdiam dan hanya memandang Xiao Yu. Wajahnya menunjukan kesedihan dan kemarahan yang sangat mendalam, bercak-bercak hitam itu telah sampai dilehernya.
Namun, di saat Xiao Yu telah berhasil menenangkan Yan Jian, tiba-tiba Liu Gu bangkit berdiri dan pedang terlarang di tangannya.
Dengan amarah yang memuncak, sikapnya hampir gila, dia berkata; "Tidak! Tidak mungkin aku kalah oleh orang rendahan sepertimu!" Liu Gu berbicara dengan nada yang meninggi, dia pun meraung seperti binatang buas, kemudian melompat untuk menyerang Yan Jian.
"Gu'er! Apa yang kau lakukan?" Liu Jin Tian berteriak, lantang. Namun dia berada di luar arena, mempunyai jarak yang cukup jauh sehingga ia tak dapat berbuat apa-apa.
Yan Jian yang tak siap nyaris tertusuk pedang terlarang, tetapi Xiao Yu dengan cepat mendorong tubuh Yan Jian, sehingga tubuhnya terhuyung. Bahkan saking kencangnya Xiao Yu mendorong tubuh Yan Jian, membuat pedang yang berada di pinggulnya pun terjatuh, di saat tubuh Yan Jian terjatuh di atas lantai arena yang hancur berantakan.
Namun, pedang itu seketika menancap tepat di punggung Xiao Yu, menembus kulit, menembus daging hingga ke tulang, bahkan ujung pedangnya menembus tubuhnya hingga ke depan.
"Tidak ... jangan...!?" Yan Jian meraung, suaranya bahkan meninggi hingga ke langit, kedua matanya terbuka lebar, air matanya menumpuk di pelupuk matanya.
Xiao Yu meringis kesakitan, ia menarik nafas panjangnya namun sangat berat, suara nafasnya seperti ayam serak. Darah itu mengalir deras dari dadanya, tubuhnya mulai lemas dan pandangannya mulai kabur.
Di saat sebelum tubuhnya runtuh, Xiao Yu mengangkat tangannya, melambaikan tangannya menyuruh Yan Jian pergi.
"Adik ... cepat, pergi..." ucap Xiao Yu dengan nadanya yang terbata-bata.
Yan Jian terkejut hingga tubuhnya bergetar hebat, kedua sudut matanya melebar, dia pun bangkit dan bergegas menghampiri Xiao Yu, sedangkan Liu Gu kembali mencabut pedangnya yang tertancap di tubuh Xiao Yu.
Tubuh Xiao Yu pun tergeletak di atas lantai arena pertarungan. Buru-buru Yan Jian pun mengangkat kepala Xiao Yu, menempatkannya di pangkuannya.
"Kak, bertahanlah!" ucap Yan Jian dengan nada yang getir.
Dewa Sungai datang terlambat, dia pun menghampiri Yan Jian, lalu berbicara, "Serahkan saja gadis kecil itu padaku, aku akan berusaha untuk menyelamatkannya." ujar Dewa Sungai.
Yan Jian pun menoleh, menatap Dewa Sungai dengan tatapan yang sangat penuh harapan. Yan Jian pun memohon kepada Dewa Sungai.
"Senior! Aku ... aku mohon selamatkan kakak ku!" kata Yan Jian, nadanya bergetar karena sedih dan bercampur amarah.
Dewa Sungai pun mengangguk, kemudian segera memangku tubuh Xiao Yu, DA membawanya pergi meninggalkan arena pertarungan.
Di sisi lain, Yan Jian pun bangkit berdiri dengan bara amarah yang membakar dada. Kedua tangannya yang kini terkepal kuat itu bergetar dan terus bergetar, bahkan kukunya yang sedikit panjang menembus kulit, membuat darah itu mengalir dari tinjunya.
Yan Jian pun memalingkan pandangannya, memusatkan pandangannya kepada Liu Gu dengan tatapannya yang tajam dan niat membunuh yang begitu kuat.
Di sisi yang berlawanan, Liu Gu nampak merasa takut hingga sikapnya seperti orang gila. Dia mengibaskan pedangnya, dan buru-buru mengeluarkan roh bela dirinya. Di mana Liu Gu memiliki Roh Bela Diri berelemen air, dan bertipe Binatang Buas yang merupakan ular naga air.
Ular Naga Air itu muncul dengan momentum yang kuat, menciptakan hempasan udara dengan cipratan air liur dari mulutnya. Namun, Yan Jian tetap berdiri tegak, tak bergeming sedikitpun.
Yan Jian pun berbicara, "Hari ini ... aku akan membunuh orang!" ucap Yan Jian dengan nada bicaranya yang sedingin salju utara.
jgn smpe kecewakan pembaca setiamu yg lainnya ya,thor....
smga sehat slalu ya,thor
jgn smpe kecewakan pembaca setiamu yg lainnya,thor.....
tetap semangat ya,thor
seorang Xiao Lang kaisar tempur masa kalah sama raja tempur.
sudah jekas tingktan nya lebih tinggi Kaisar tempur dri raja tempur.!!
Raja tempur itu kan di bawah Kaisar tempur,masa menghadapi 2 orang raja tempur kalah si Xiao kang yg tingktan nta Kaisar tempur yg lebih tinggi.