NovelToon NovelToon
MASUK KE DUNIA NOVEL

MASUK KE DUNIA NOVEL

Status: sedang berlangsung
Genre:Dunia Lain / Fantasi Wanita / Masuk ke dalam novel
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Karin seorang wanita karir, dia mendoktrin dirinya sendiri agar harus berkerja keras, tidak perlu memikirkan yang namanya pernikahan.

Dan ya, di umurnya yang sudah 30 tahun, dia masih jomblo alias belum menikah. Sedangkan teman-temannya yang seumuran sudah memiliki anak dua.

Karin merasa, menikah dan punya anak akan mengganggu pekerjaannya. Sehingga dihari cutinya, dia hanya tinggal di dalam kamar membaca novel.

"Ck. Makanya jangan menikah jika belum siap mengurus anak!" tegur Karin sambil melempar Tabnya ke atas kasur.

Dia sedang membaca novel online, yang berjudul ( Pembalasan Tiga Penjahat )

Karin tertidur setelah mambaca novel itu sampai tamat. Tapi saat membuka mata, dia sudah berada di tempat yang berbeda.

"Sial!"

Penasaran kan? Ayo ikuti perjalanan Karin yang menjelajahi dunia yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. Ambisi

Di malam hari, setelah selesai makan malam, semuanya berkumpul untuk berbincang tentang pekerjaan hari ini yang lebih cepat selesai.

Para pekerja pulang sekitar jam 5 sore, dan Nan Wei akan menetapkan waktu itu sebagai jam pulang, meski pekerjaan belum selesai.

Ibu Xia kemudian mengatakan perihal Zhao Yu yang menjadi Murid Tabib Rong, dan akan mengadakan upacara penerimaan Murid besok pagi.

Semua orang tampak sangat terkejut dan begitu bahagia, mereka mengucapkan selamat pada Zhao Yu dan memintanya untuk belajar dengan sungguh-sungguh.

"Leluhur kita tidak ada yang mengerti tentang pengobatan. Dan sekarang, kita akan memilikinya. Yuyu! Kakek pasti mendukungmu!" ucap Ayah Xia dengan perasaan campur aduk.

"Kakek! Jangan bersedih. Aku akan belajar dengan baik, dan akan mengobati kaki dan pinggang Kakek jika sakit lagi..!"

Ayah Xia tersenyum sambil mengusap air mata di sudut matanya lalu berkata. "Hmm,, Kakek menunggu Yuyu sampai bisa..!"

Perasaan haru juga dirasakan anggota keluarga lainnya. Dan Ibu Xia meminta kedua menantunya untuk bangun besok pagi untuk memasak makanan untuk upacara penerimaan Murid.

"Kalau begitu kami balik untuk istirahat dulu!" ucap Kakak ipar pertama sambil beranjak. Rumah mereka masih satu halaman dengan orang tua.

"Ya. Kalian semua juga balik.!" pinta Ibu Xia yang melihat mereka semua sudah menguap.

Nan Wei dan ketiga Anaknya juga kembali kerumahnya. Dia belum menceritakan tentang rencananya yang ingin membuat pabrik minyak.

Tiba di rumah, Nan Wei meminta mereka untuk bersih-bersih lalu segera pergi tidur, begitupun dengannya yang sudah merasa sangat lelah seharian bekerja.

Tapi dia harus menahannya, setelah melihat gelagat Zhao Xi yang terlihat ingin mengatakan sesuatu.

Nan Wei keluar kamar, dan dia melihat Zhao Xi masih duduk di ruang tengah.

"Ada apa? Apa kamu sudah memikirkannya?" tanya Nan Wei.

"Ibu beberapa hari yang lalu, kamu memintaku memilih antara sekolah atau beladiri!"

"Ya. Kamu memilih yang mana?" tanya Nan Wei lagi.

Tangan Zhao Xi terkepal kuat, sejak hari itu dia memikirkan kemungkinan apa yang terjadi jika dia belajar beladiri tanpa ada ilmu yang dia ketahui.

"Ibu.. Kalau aku memilih keduanya, apa aku terlalu serakah?" tanya Zhao Xi dengan jantung berdebar lebih cepat. Dia takut Ibunya marah karena dirinya tidak bisa memilih.

Nan Wei tersenyum lebar, dia merasa melihat dirinya sendiri pada Zhao Xi yang begitu berambisi.

"Itu bukan serakah! Tapi kemaun yang ada dalam hatimu. Jadi apa tujuanmu untuk belajar beladiri?"

Nan Wei tidak ingin Zhao Xi belajar beladiri hanya karena sebuah kebencian yang mendorongnya, karena kelak nanti ilmu itu bisa membahayakan dirinya.

Zhao Xi memandang Ibunya dengan lebih berani lalu berkata. "Aku ingin jadi kuat, aku ingin melindungi keluargaku. Tapi seperti yang ibu katakan, jadi kuat saja tidak cukup. Aku barus belajar membaca dan mengetahui banyak ilmu agar tidak mudah tertipu!"

"Bagus..! Tapi apa kamu bisa membagi waktu.? Keduanya pasti sangat melelahkan!" Nan Wei masih ingin lihat seberapa besar ambisinya.

"Ibu. Aku aku tau itu sangat melelahkan. Tapi, jika aku tidak memulainya, maka aku tidak tau, apa aku sanggup atau tidak. Dan masalah waktu, tergantung kapan kami bersekolah!"

Jika mereka harus sekolah di pagi hari, maka belajar beladiri nya tentu di sore hari.

Nan Wei makin puas dengan jawabannya. "Baiklah. Kamu bisa memilih keduanya. Tapi ingat, jika sudah maju, maka tidak ada kata mundur. Apa kamu paham?" tanya Nan Wei dengan tegas.

"Ibu aku paham!" balas Zhao Xi dengan perasaan lega.

"Hmm. Dan Satu lagi, kamu harus janji dengan ucapanmu tadi. Karena tidak semua orang yang pandai beladiri bisa menjaga keluarganya.!"

Zhao Xi terdiam, di menunduk dengan perasaan benci di hatinya. Dia tahu apa arti dari perkataan Ibunya, yaitu itu tidak mengikuti jejak Ayahnya yang pengecut.

Ayahnya seorang Prajurit yang pandai beladiri, tugasnya menjaga keamanan Negara, tapi dia tidak bisa menjaga keluarganya sendiri.

Zhao Xi masih ingat, perubahan Ibunya terjadi setelah Istri baru Ayahnya datang berkunjung. Dan sekarang Ibunya harus bekerja keras untuk menyekolahkan mereka semua.

Zhao Xi mendongak lalu berkata. "Ibu. Jika aku tidak menepati janji. Maka jangan anggap aku anakmu lagi.!"

Nan Wei tersenyum kecil, "Hmm aku akan memegang janjimu! Tidurlah, setelah urusan Zhao Yu selesai, Ibu akan carikan Guru untukmu!"

"Baik Bu.." Dia begitu bahagia, karena Nan Wei tidak melarangnya untuk memilih keduanya. Zhao Xi akhirnya bisa tidur dengan nyenyak.

...----------------...

Pagi hari kembali menyapa, Nan Wei sudah menyiapkan sarapan untuk ketiga anaknya. Bukan cuman itu, dia juga sudah menyiapkan beberapa makanan manis yang dia beli dari toko sistem.

"Setelah punya rumah baru, aku akan membeli alat-alat pembuatan kue!" gumamnya dengan pelan, dia sedikit rindu dengan hobinya.

"Waaahh Ibuuu.. Kenapa banyak sekali?" tanya Zhao Yu dengan berseru.

"Sini duduk! Ibu sisir rambutmu!" pintanya. "Oh ini, mau kita bawa ke rumah Tabib Rong!" lanjutnya.

"Hmm enak sekali..!" puji Zhao Yu dengan mata berbinar. "Kakak cobalah!" Saat dia sudah menggunakan baju terbaiknya.

Zhao Xi juga mencobanya, "Ya sangat enak. Rasanya manis!" ucapnya. Tapi yang membuatnya bingung, dari mana semua makanan itu berasal?

Tidak mungkin Ibu yang membuatnya, karena tidak ada bahan-bahan di dapur. Jika kuenya dibeli kemarin, dimana ibu menyimpannya? Belum lagi ada kue basah, pasti sudah basi, seperti puding telur.

Sudut bibir Nan Wei terangkat melihat wajah Zhao Xi yang sedang berpikir keras. Dia benar-benar sangat teliti dengan keanehan yang terjadi.

Sedangkan Zhao Xu berpikir, kue itu dibuat Ibunya di pagi buta. Dan Bahannya dibeli di kota beberapa hari yang lalu.

"Ibu. Aku sangat suka pudingnya!" sahut Zhao Xu yang sangat suka makanan manis.

"Ibu akan membuatnya lain kali! Jika Ibu lagi senggang!"

"Ibu aku juga mau!" Zhao Yu tidak mau kalah.

"Baik, baik.. Ibu akan membuatnya untuk kalian makan bersama!"

Setelah sarapan, mereka pergi ke rumah orang tua Nan Wei. Semua orang sudah berkumpul di ruang tengah.

Nan Wei melihat 7 macam makanan di atas nampan. Semua dimasak oleh kedua iparnya, dan Nan Wei melihat salah satu menu ada tumis kerang remis.

"Kamu bawa apa?" tanya Ibu Xia melihat Nan Wei membawa bakul.

"Ini kue untuk pencuci mulut. Apa Ibu sudah membuat teh nya?" tanya Nan Wei balik.

"Sudah.. Semuanya sudah siap sekarang. Apa kita pergi sekarang?"

"Ya.. Karena aku ada urusan di kota!" balas Nan Wei. "Ling'er kamu tidak usah ikut! Kamu di sini saja, orang dari Restoran sebentar lagi datang menjemput pesanan mereka!"

"Baik Bibi!" ucap Xia Lingzi dengan patuh..Dia juga sudah pernah ke Restoran tersebut jadi tidak terlalu gugup.

"Bagus. Kalau begitu kami pergi dulu!"

Nan Wei dan yang lainnya segera menuju Rumah Tabib Rong. Orang tua, dan Kakak ipar pertama yang ikut serta ketiga anaknya.

Sedangkan yang tinggal di rumah, harus siap-siap menunggu para warga yang akan datang untuk menjual kentangnya.

.

.

.

1
Sribundanya Gifran
lanjut thor💪💪💪💪
Mamta Okta Okta
lanjut thor semangat berkarya ya 💪💪💪
Mamta Okta Okta
lanjut thor semangat 💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor yg bnyak😍😍😍💪💪💪💪
Fii
Kalau ada typo komen yaa..🙏
Chen Nadari
Buat )
Chen Nadari
semangat up thora
Chen Nadari
mampir thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!