NovelToon NovelToon
Aku Ternyata Putra Kaisar Wanita Dinasti Zhou

Aku Ternyata Putra Kaisar Wanita Dinasti Zhou

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Sistem / Mengubah sejarah
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: RRS

Yudi seorang pria dari dunia modern terlempar ke Tahun 700 masehi di pulau Buton, saat ayahnya meninggal Ayahnya mengatakan Bahwa ibunya ada di Bumi bagian utara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RRS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Ziarah dari Timur – Persilangan Dua Peradaban

​Maret 701 Masehi — Stasiun Utama Luoyang

​Di peron stasiun yang megah, sebuah keajaiban teknologi bertenaga magnetik—kereta cepat Rahmad Express—berhenti dengan desisan halus yang hampir tidak terdengar. Moncong kereta yang aerodinamis itu memantulkan sinar matahari pagi, tampak seperti naga perak yang siap melesat membelah benua. Di depan gerbong kelas utama, pengawalan ketat dari prajurit Dinasti Zhou bersiaga, namun mereka tampak kerdil dibandingkan dengan barisan Infanteri Rahmad yang mengenakan zirah taktis hitam di sekeliling area tersebut.

​Hari ini bukan hari biasa. Tiga saudara tiri Yudi Rahmad dari Dinasti Zhou telah mendapatkan izin khusus untuk melakukan perjalanan lintas negara yang legendaris. Mereka adalah Zhou Long (16), putra tertua Wu Lin dari suami pertamanya; serta dua adiknya, Zhou Cheng (14) dan Zhou Jian (13), putra dari suami kedua Wu Lin. Bersama mereka, terdapat rombongan besar yang terdiri dari 1.000 warga Zhou, yang sebagian besar adalah peziarah taat dan bangsawan rendah.

​Tujuan mereka hanya satu: Varanasi.

​Perjalanan Menembus Batas

​"Apakah kita benar-benar akan menempuh ribuan mil hanya dalam hitungan jam?" tanya Zhou Jian dengan mata berbinar saat ia melangkah masuk ke dalam gerbong yang sejuk berkat sistem pendingin udara otomatis.

​"Dunia sudah berubah, Jian. Kakakmu Yudi telah melipat jarak antara Luoyang dan Sungai Gangga menjadi sekejap mata," jawab Zhou Long dengan nada suara yang kompleks. Sebagai yang tertua di antara mereka, Long memiliki perasaan campur aduk terhadap Yudi—kekaguman yang dalam namun juga rasa tertekan oleh bayang-bayang kekuatan kakaknya yang tak masuk akal.

​Pemandangan di luar jendela berubah dengan cepat. Persawahan Zhou yang kuning keemasan berganti menjadi hutan-hutan lebat, dan hanya dalam beberapa jam, mereka mulai mendaki kaki pegunungan Himalaya. Berkat teknologi terowongan bawah tanah yang dibangun Yudi, kereta tidak perlu mendaki puncak yang mematikan. Mereka menembus jantung gunung, muncul di sisi lain untuk disambut oleh hamparan luas daratan India yang hijau.

​Rombongan 1.000 warga Zhou di gerbong-gerbong belakang tidak henti-hentinya berdecak kagum. Bagi mereka, perjalanan ziarah ini biasanya adalah perjalanan maut yang memakan waktu berbulan-bulan. Kini, mereka duduk di kursi empuk, menikmati hidangan hangat, dan merasa sangat aman di bawah perlindungan panji Dinasti Rahmad.

​Tiba di Varanasi: Kota Cahaya

​Saat kereta tiba di Stasiun Varanasi, rombongan Zhou disambut oleh pemandangan yang kontras namun harmonis. Varanasi kini telah sepenuhnya dialiri listrik. Di sepanjang tepi sungai Gangga, lampu-lampu jalan bertenaga fusi menerangi tangga-tangga batu (Ghat) kuno, menciptakan refleksi emas di permukaan air yang suci.

​Prajurit Rahmad yang bertugas di kota itu menyambut ketiga saudara sang Kaisar dengan penghormatan penuh. Meskipun Yudi seorang Muslim, kebijakannya yang melindungi kota suci ini membuat Varanasi tetap terjaga kesuciannya. Para Brahmana di Varanasi menyambut rombongan Zhou dengan tabuhan perkusi dan nyanyian mantra, menciptakan suasana yang magis.

​"Lihatlah," bisik Zhou Cheng saat mereka berjalan menuju Dashashwamedh Ghat. "Lampu-lampu ini... Kakak Yudi membuat upacara Aarti malam ini tampak seperti pesta para dewa yang turun ke bumi."

​Ketiga pangeran itu, diikuti oleh 1.000 warga Zhou, mulai membaur dengan penduduk lokal. Di sini, terjadi asimilasi budaya yang luar biasa. Warga Zhou yang berpakaian sutra khas Timur bersujud di tepi Gangga, melakukan ritual penyucian diri. Meskipun secara politik mereka berada di wilayah Dinasti Rahmad yang dipimpin seorang penguasa Muslim, mereka merasa bebas dan aman menjalankan keyakinan Hindu mereka karena perlindungan hukum Yudi yang inklusif.

​Pesan dari Islamabad

​Di tengah prosesi ziarah, seorang utusan dari Islamabad tiba membawa perangkat komunikasi hologram. Wajah Yudi muncul di hadapan ketiga adik tirinya.

​"Long, Cheng, Jian," suara Yudi terdengar tenang namun berwibawa. "Selamat datang di wilayahku. Nikmatilah ziarah kalian. Varanasi adalah bukti bahwa teknologi masa depan bisa berjalan beriringan dengan tradisi paling suci di dunia. Aku telah memerintahkan pengawalan terbaik untuk memastikan rombongan kalian aman hingga kembali ke Luoyang."

​Zhou Long menundukkan kepalanya, memberikan penghormatan yang tulus. "Terima kasih, Kaisar Yudi. Kami sangat terpukau dengan apa yang telah kau bangun di sini."

​Dampak Sosial dan Spiritual

​Kehadiran 1.000 warga Zhou di Varanasi membawa dampak ekonomi dan psikologis yang besar. Kabar tentang kemudahan ziarah ke Varanasi menggunakan teknologi Rahmad akan segera kembali ke Tiongkok, Korea, dan Jepang. Hal ini memperkuat posisi Yudi di mata penganut Hindu di Asia Timur; ia dipandang bukan sebagai penjajah, melainkan sebagai "Penjaga Suci" yang membawa kemajuan tanpa merusak iman.

​Malam itu, di bawah terang lampu elektrik yang memadukan masa lalu dan masa depan, ribuan lampion kertas diterbangkan oleh warga Zhou ke langit Varanasi. Di tengah kedamaian itu, Zhou Long dan adik-adiknya menyadari satu hal: dunia baru telah lahir, dan kakak mereka adalah pusat dari segalanya.

​Statistik Ziarah & Wilayah (Maret 701 M)

​Status Kota Varanasi:

​Keamanan: Sangat Ketat (10.000 Infanteri Rahmad).

​Fasilitas: Elektrifikasi 100%, Stasiun Kereta Cepat kelas internasional.

​Hubungan Agama: Harmonis (Muslim sebagai penguasa, Hindu peziarah dari Timur, Buddha mayoritas lokal).

​Logistik Perjalanan:

​Waktu Tempuh: 6 Jam (Dulu 6-8 Bulan).

​Kapasitas Kereta: 1.200 Penumpang per perjalanan.

​Biaya: Disubsidi penuh oleh Dinasti Rahmad untuk warga Zhou.

​Kondisi Tiga Saudara Tiri Yudi:

​Zhou Long (16): Mengamati dengan teliti sistem pertahanan Rahmad.

​Zhou Cheng (14): Sangat tertarik pada arsitektur listrik di Ghat.

​Zhou Jian (13): Fokus pada ritual spiritual dan pengumpulan relik.

1
anggita
ikut dukung like👍, iklan☝☝aja, moga novelnya lancar.
Aisyah Suyuti
good
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua kedua itu thor
Fajar Fathur rizky
update yang banyak thor bikin mcnya membuat Kekaisaran
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!