NovelToon NovelToon
Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Konflik etika / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Berawal dari selembar struk pembayaran sebuah tas branded yang harganya mahal, Kirana mencurigai Rafka sudah berselingkuh di belakangnya. Dia pun mulai memantau suaminya secara diam-diam.

Sampai suatu hari Kirana sadar Rafka lebih mengutamakan Kinanti dan putrinya, Ara, dibandingkan dengan dirinya dan Gita, putri kandungnya sendiri.

"Bukannya Mas sudah janji sama Gita, lalu kenapa Mas malah pergi ke wahana bermain sama Ara? Sungguh, Mas tega menyakiti perasaan anak sendiri dan membahagiakan anak orang lain!" ucap Kirana dengan berderai air mata.

"Ma, Papa sudah tidak sayang lagi sama aku, ya?" tanya Gita lirih, menahan isak tangis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

“Mas tahu nggak,” lanjut Kirana, suaranya mulai basah oleh air mata yang ia tahan mati-matian, “betapa shock-nya aku tadi saat di bank, melihat nominal tabungan kita terkuras banyak. Rasanya mau pingsan.”

Rafka terdiam. Mulutnya terbuka, tetapi tidak ada kata yang keluar.

“Kamu pakai uang itu untuk siapa, Mas?” tanya Kirana, kali ini menatap langsung ke mata suaminya. “Untuk siapa sebenarnya?”

Rafka memalingkan wajah. Kebohongan berikutnya sudah siap di ujung lidah.

“Un-tuk ke-luarga,” jawabnya singkat.

Kirana tertawa kecil. Tawa pahit yang membuat dada Rafka terasa ditekan kuat.

“Keluarga yang mana?” tanyanya lirih. “Keluarga kita atau ... keluarga Mbak Kinanti?”

Rafka tersentak. Dia seperti dipukul palu.

“Jangan bawa-bawa Kinanti!”

“Kenapa tidak?” Suara Kirana kini bergetar hebat. “Empat bulan, Mas. Empat bulan kamu berubah. Pulang terlambat. Janji ke Gita kamu ingkari. Tidak ada uang yang ditabung, yang ada malah uang tabungan habis. Lalu kamu bilang ini semua kebetulan?”

Di balik pintu, tubuh Gita bergetar. “Tante Kinanti?”

Keluarga Mbak Kinanti, kalimat itu berputar-putar di kepala Gita. Ia tidak sepenuhnya mengerti arti “selingkuh”, tetapi ia mengerti nada suara mamanya. Gadis kecil itu sudah mengerti rasa sakit.

“Aku nggak ngapa-ngapain!” Rafka membantah cepat. “Kamu jangan nuduh sembarangan!”

“Kalau begitu, buktikan!” Kirana berdiri. Tangannya mengepal. Air mata akhirnya jatuh. “Buktikan kalau uang itu bukan untuk menyenangkan Mbak Kinanti dan Ara!”

Nama Ara membuat Rafka tercekat. Dia tidak membalas ucapan Kirana.

Di balik pintu, napas Gita tercekat bersamaan.

“Ara ....”

Air mata kecil mengalir di pipi Gita. “Karena itu kah,” batinnya hancur, “Papa selalu baik sama Ara?”

Kenangan berkelebat di kepala Gita, Papanya membelikan es krim untuk Ara, mengajak Ara ke wahana bermain, memeluk Ara dengan tawa lebar. Semua yang dulu ingin dia rasakan. Ternyata, bukan karena dia kurang baik. Melainkan karena papanya memilih yang lain.

“Jawab aku, Mas!” suara Kirana pecah. “Jangan bohong lagi!”

Rafka bangkit dari kursi, suaranya meninggi. “Aku capek diinterogasi terus! Kamu pikir aku senang ngelakuin ini semua?!”

“Kamu tidak dipaksa!” Kirana berteriak, akhirnya kalah oleh emosinya. “Kamu memilih! Kamu memilih mengkhianati aku, mengkhianati Gita!”

Gita terisak tanpa suara. Tangannya menutup mulutnya sendiri agar tangisnya tidak terdengar. Ia tidak ingin menambah beban mamanya.

“Aku nggak pernah berhenti sayang sama Gita,” Rafka berkata lebih pelan, nyaris seperti membela diri.

“Tapi, kamu berhenti menjadikannya prioritas utama. Kamu lebih mendahulukan kesenangan Ara,” balas Kirana lirih. “Dan itu lebih menyakitkan dari apa pun.”

Keheningan mendadak menyelimuti ruang depan. Kirana dan Rafka sama-sama terdiam. Hanya napas mereka saja yang memburu karena luapan emosi.

Di balik pintu, Gita perlahan mundur. Kakinya gemetar dan dadanya sesak. Dunia kecilnya runtuh tanpa suara.

Papanya berbohong.

Papanya memilih orang lain.

Papanya bukan lagi tempat paling aman di dunia.

Gita berjalan pelan menuju halaman belakang ruamh, membawa rahasia yang terlalu berat untuk anak seusianya. Sebuah rahasia tentang pengkhianatan, tentang uang, dan tentang cinta yang ternyata bisa dibagi, lalu diambil kembali.

Di ruang tengah, Kirana berdiri dengan bukti di tangan, menatap pria yang pernah ia cintai sepenuh hati, sekarang terasa seperti orang asing yang paling menyakitkan.

Kirana pergi ke dapur. Dia harus masak untuk makan malam. Ketika sedang memasak, matanya tanpa sengaja melihat Gita sedang duduk di teras sendirian.

“Gita, sedang apa di situ?” tanya Kirana lewat pintu belakang.

Gita pun menoleh. Terlihat jelas ekspresi wajah gadis kecil itu sangat murung.

“Batuin mama masak, yuk!” ajak Kirana karena tahu putrinya suka sekali jika diajak memasak.

Dan benar saja, Gita beranjak dari duduknya. Dia berjalan dengan gontai.

Selama membantu memasak tidak ada tawa. Tidak ada cerita tentang teman sekolah, dari mulut Gita.

“Gita, apa kamu sedang sakit?” tanya Kirana khawatir.

“Tidak, Ma. Aku sehat, kok!” Gita memperlihatkan senyumnya yang lebar.

Saat makan malam, suasana di meja makan sangat dingin. Tidak hangat seperti biasanya. Tidak ada celotehan atau tawa riang dari Gita.

Kirana menyadari ada sesuatu yang tidak beres sedang dirasakan oleh putrinya.

“Gita, nasinya dimakan, ya,” ucap Kirana lembut.

Gadis kecil itu mengangguk, menyuap sekali, lalu berhenti. Matanya kosong menatap piring.

Rafka pun memerhatikan keadaan putrinya. Dia juga merasa Gita sedang menyembunyikan sesuatu. Ketika mulutnya baru saja terbuka, terdengar Kirana bertanya kepada putrinya itu.

“Kenapa, Gita?”

Gita menggeleng. “Capek, Ma.”

Jawaban singkat. Terlalu singkat untuk anak seusianya.

Rafka memberanikan diri datang ke kamar Gita. Lalu, dia duduk di samping sang anak yang sedang asyik menggambar.

“Gambar apa, Sayang?”

Gita menoleh sebentar, lalu kembali menunduk. “Rumah.”

Rafka tersenyum kecil. “Rumah siapa?”

“Rumah aku dan Mama,” jawab Gita polos.

“Kok, cuma Gita sama mama. Papa di mana?”

Gita terdiam cukup lama. Lalu menjawab pelan, nyaris tak terdengar, “Papa sering pergi.”

Kalimat sederhana itu menghantam lebih keras daripada tamparan. Rafka menarik napas panjang. Tangannya gemetar, dia merasa benar-benar kehilangan pijakan.

Malam ini pun Kirana tidur bersama Gita. Mereka tidur sambil berpelukan.

Rafka sendiri memilih tidur di ruang tengah. Jika tidur di kamarnya sendiri, tidak bisa tidur. Karena sudah terbiasa dengan kehadiran Kirana di sampingnya.

Kirana tidak lagi larut dalam tangis. Pagi itu, ia berdiri di Kantor Urusan Agama dengan map cokelat di tangan. Wajahnya tenang, meski matanya menyimpan kelelahan panjang.

“Saya mau mengurus duplikat buku nikah,” ucapnya pada petugas.

Petugas itu mengangguk, meminta beberapa berkas.

Setiap lembar yang Kirana serahkan terasa seperti mengunci satu keputusan besar. Tangannya sempat gemetar, tetapi langkahnya tidak goyah.

Ini bukan keputusan impulsif. Ini keputusan seorang ibu yang ingin menyelamatkan dirinya dan anaknya.

“Aku tidak boleh ragu,” batinnya.

Bukan lagi soal cinta. Ini soal harga diri dan masa depan Gita.

Suatu sore dia melihat Gita duduk di teras, memeluk lututnya sendiri. Tidak bermain dengan anak tetangga. Tidak menonton televisi.

“Gita,” panggil Rafka pelan.

Gadis kecil itu menoleh. Tatapannya membuat dada Rafka seperti diremas. Tatapan yang terlalu dewasa untuk anak kecil.

“Kamu kenapa, Sayang?”

Gita ragu. Bibirnya bergetar, lalu akhirnya berkata lirih, “Papa sama Mama mau pisah, ya?”

Rafka membeku. “Siapa yang bilang begitu?”

Gita menunduk. “Aku dengar waktu Papa sama Mama bertengkar kemarin.”

Jantung Rafka serasa jatuh ke perutnya.

“Rupanya Gita mendengarkan pertengkaran kami,” batin Rafka berteriak.

Dia merasa bersalah. Hatinya rerih dan dadanya menyesakkan.

“Kamu dengar apa lagi?” tanya Rafka dengan suaranya bergetar.

Gita mengusap matanya. “Papa sudah selingkuh dengan wanita lain, kan? Tante Kinanti.”

Kalimat polos itu menghantam lebih keras daripada tamparan. Rafka menutup wajahnya dengan kedua tangan. Napasnya tersengal.

“Maafin Papa, Gita,” gumam Rafka parau.

Gita tidak menangis. Justru itu yang paling menyakitkan.

“Apa karena itu, Papa jarang di rumah? Dan karena itu Papa selalu baik sama Ara?”

Pertanyaan itu seperti pisau. Rafka tidak sanggup menjawab.

Sejak hari itu, Gita semakin pendiam. Ia tetap patuh, tetap sopan, tetapi keceriaannya seakan terkunci dari dalam. Anak itu belajar menyimpan luka tanpa tahu caranya mengeluarkan.

***

Nih, aku kasih ektra update buat menemani malam minggu kalian. Ayo, tinggalkan jejak, biar aku makin semangat ngetik.

1
Nor Azlin
kalau mereka berdua tidak mau mendengarkan mu kamu ikut aja Kirana & tinggal lah sama nya pasti hidup mu akan bahagia biarkan Maya sama Kinati dengan angan-angan nya yang tinggi itu untuk menjadi kaya yah ...kamu akan tau nanti siapa AL yang sebenarnya 😂😂😂 sampai suatu saat nya nanti kamu akan hidup damai bersama AL juga Kirana juga Gita yah ...pokok nya kamu ikut aja Kirana sudah tentu kamu tidak dalam bahaya deh🤭🤭🤭 lanjutkan thor
Nor Azlin
itu pasti bu maya yah ibu nya kirana orang yang paling tidak becus menjadi ibu ...kenapa juga harus ketemu sama si nenek lampir deh 😂😂😂walau pun kenyataan nya dia ibu kandung kirana bagi aku dia seperti ibu angkat bagi kirana nya yah ...semoga di saat kamu bahagia lagi keluarga mu jangan ikut campur lagi deh ...terutama di saat kebahagian kecil akan di bina yah ...semoga berbahagialah Kirana Gita nya lanjutkan thor oh ya thor bagai mana khabar Kinati setelah di pindahkan yah pasti kali ini pun berilah lagi dengan gaya hidup nya yang glamor pasti akan mengait suami orang lagi tu 😏😏😏kali ini kalau dia berilah lagi bencana bagi diri nya deh kalau dia tidak berubah yah dulu adik mu cuman membongkarkan perselingkuhan nya bersama suami adik nya yah kali ini kalau dia berilah pasti kena keroyok ni🤭🤭
Nor Azlin
iya ni sekarang Kirana sudah cerai dari kamu wajar aja lah ada orang lain di samping nya ....tidak kayak kamu dulu masih suami Kirana malah jalan barang Kinati sama anak nya bukan hanya itu kamu sudah menggarap nya sampai kamu puas bersama2 nya yah ingat itu jangan sok pengertian sekarang ini ...ingat bagai mana janji2 kosong yang kamu berikan pada anak mu Gita hati dia hancur kerana kamu bohongi tau sudah nya dia juga tau kenapa kamu tidak jadi menepati janji mu kerana kamu berselingkuh bukan dengan wanita lain melainkan tante nya sendiri kakak kandung ibu nya lho ...kalau aku jadi Gita aku akan abaikan terus ni biar dia tau rasa yah 😂😂😂lanjutkan thor
Nor Azlin
kamu itu bego apa sih katanya orang pintar bukan nya kamu sendiri yang mengirim aib mu sendiri ....kamu pikir kirana akan diam gitu nah terbukti nya semua orang tau tu itu salah mu sendiri yang mengirim video nya pada Kirana kan jadi kamu sendiri yang menjual aib mu pada orang lain Tampa bersusah payah di cari tu😏😏😏berkat kamu terlalu gentel lubang & gatel Tangan jadi berkirim deh aib mu itu ...kamu ingin membuat Kirana mengamuk2 tapi tidak dia memperlihatkan pada keluarga suami nya sendiri lho🤣🤣🤣🤣ayo Kirana jangan nangis2 deh usahamu sudah mendapat rezeki menggunung tu lanjutkan dengan rasa gembira pasti rezeki mu mencanak naik bagai roket deh ...jadi lah pengusaha yang sukses yah aku dukung kamu ...biar banyak uwang & menjadi kaya raya bahagiakan Gita kalau sudah banyak uwang kamu bisa membawa Gita pergi kemana2 aja keluar negeri pun boleh aja tu😄😄lanjutkan thor
Nor Azlin
aku tuntut rumah itu yang kamu duduki sama Rafka itu biar dia memberikan & langsung kasih nama kamu di setifikat rumah nya untuk masa depan Gita yah pasti Rafka mau tu jangan kasih Kinati itu menduduki nya biar dia di tempatnya deh kalau perlu biar Rafka tau siapa yang tulus mencintai nya kan ...lanjutkan thor
Nor Azlin
sudah aku katakan pasti berilah dengan kehilangan itu semua kan ...nanti juga akan memberi alasan juga saat perselingkuhan nya terbongkar kan ...ayo kirana kamu kasih tahu aja deh biar dia terdiam atau atau tidak bukti nyata nya kamu sudah melihat mereka pergi ke hotel pandai2 lah kamu reka biar terkesan nyata kering juga kamu sudah tau lebih dalam lagi biar mati kutu tu si Rafka ...paksa aja mengaku atas nama anak mu Gita pasti mau tu 😂😂😂jangan kalah ekting dari Kinati gatel tu ...lanjutkan thor
Nor Azlin
ayo lah Ki kamu ambil semua nya jangan kasih ada uwang di tabungan nya lagi kamu simpan kan di tabungan peribadi mu itu uwang kamu juga kan namanya pun uwang bersama kamu lagi berhak atas tabungan itu dari si Kinati itu deh bahagian Rakan kan sudah habis di gunakan buat foya2 sama janda kegatalan itu deh 😂😂😂kamu berhak ambil semua pun tidak mengapa biar tau rasa ni ...apa Kinari akan mau sama Rafka lagi kalau keutuhan nya sudah tidak dipenuhi lagi ...aku percaya selagi ada uwang di rekening bersama itu Kinati menempel bagai lintah ...apa cinta nya itu tulus saat uwang tidak ada puii pasti tidak gitu kan ada uwang abang sayang tidak ada uwang abang boleh hilang deh 😂😂😂🤣🤣🤣lanjutkan thor
Nor Azlin
semoga kecelakaan nanti saat pulang baru tau rasa biar Rafka cacat yah apa dengan itu Kinati mau lagi sama Rafka nya 😏😏😏beci bangat dengan alasan anak yatim juga janda ...pantasan orang-orang benci yang namanya janda ada di lingkungan orang-orang yang berkeluarga yah nahh ini sebab nya kerana segelintir jandanya yang seperti Kinati ini lah nama janda yang betul2 menjanda jadi rusak yah 😂😂😂 lanjutkan thor
Nor Azlin
pasti kalau sudah ketahuan selingkuh nya pasti Rafka akan menyalahkan kirana kerana tidak pernah ambil tau tentang dia lagi kan ...bodoh amat lah mau ambil tau lagi kalau burung mu itu sudah kecelup pada lubang kakak ipar mu sendiri ...kalau aku jadi kirana pun tidak akan bersama lagi dengan laki2 yang sudah kecelup lubang kakak nya sendiri atau wanita lain nya kerana aku merasa jijik deh mau bersentuhan pun rasa enggak mau yah sama kayak nya kirana yah ...kalau itu yang di persoal kan nanti kamu tinggal bicara aja kamu sudah tau sejak awal tapi kamu tidak mendapatkan bukti yang kukuh lagi kerana kakak mu itu ratu kering nya tinggi yah ...saat itu tiba nanti kamu luahkan kesemua nya aja biar dia tau rasa jangan beri ampun mereka berdua yah ...lanjutkan thor
Nor Azlin
betul tu jadi jangan pernah menyakiti hati kedua nya kalau kamu banget sama apam kinati ceraikan aja kirana senangkan ...katakan aja sama keluarga mu berterus-terang aja sama keluarga mu jangan membebani kirana seorang diri ...kirana sesudah kamu menemukan bukti kukuh tolong bagi tau keluarga mertua mu biar mereka yang memberi ceramah pada Rafka ... lanjutkan thor
Nor Azlin
saran aku deh buka Restoran aja tu gunakan uwang tabungan kalian deh bukan nya kamu boleh merasakan hasil nya pun yang menggunakan uwang itu kakak kamu yang gatel itu 😏😏😏kalau aku jadi kamu aku pergi aja ke bank untuk mengeluarkan sehabis mungkin biar kinati tidak bisa seenak nya menggunakan hasil simpanan kalian itu deh ...bukan nya boleh belikan rumah impian kamu malah habis di jadikan uwang untuk membelikan kangkang kakak mu yang gatal itu 😂😂😂katanya uwang simpanan bersama kan harusnya kamu gunakan lah untuk diri mu nanti nya yah kamu keluarkan aja dari simpanan itu masukan ke simpanan peribadi mu aja demi masa depan mu sama Gita nanti nya sekurang nya hasil simpanan mu tidak sia2 deh ..ayo lah thor tolong ni kirana nya dia bisa masak kan jadi gunakan kelebihan nya itu untuk membuka Restoran aja dari minta kerja di mana2 ...atau kamu minta aja teman mu yang kamu temui dulu deh 😂😂😂lanjutkan thor
personal taste
aaa nangis
Nor Azlin
kamu bisa masak kan apa kata kamu buka aja kedai makan gunakan aja uwang yang kalian kumpul kan itu dari pada habis di makan Kinatinya juga Ara dasar suami enggak becus dayus sekali kamu itu yah kalau kamu maunya kinati lepaskan kirana biar dia hidup bahagia bersama orang lain deh ... lanjutkan thor
Nor Azlin
jangan jadi bodoh lah kirana bukti sudah di depan mata mu masih mau membiarkan nya yah ...kalau aku jadi kamu aku cek aja saldo bersama di bank baru kamu tau kegunaan apa uwang yang kalian hemat itu ...katanya simpanan bersama jadi kamu bebas mengecek nya di bank juga tu biar kamu tau pergi kemana uwang masa depan kalian rencanakan itu yah ...stop berpura-pura tidak tau deh lagi satu buat apa kamu harus ambil jemput anak nya kinati itu ibu mu itu masih ada kan jangan selalu dibodohkan deh tinggalkan keluarga mu itu hanya fokus aja dengan diri mu ...kalau perlu kamu cari lah pekerjaan yang membuat diri mu bahagia jangan mengurus lagi makan minum suami mu itu lagian dia juga tidak pernah mengurus kalian berdua ...thor boleh tidak peranan nya di Karina itu dibagi cerdas dikit atau cerdas banyak deh biar dia bisa kerja mencari uwang tidak perlu masak memas ngepel & mengurus si Rafka lagi dia mau bebaskan biar dia bebas melakukan dosa bersama ipar nya itu 😂😂tapi bebaskan kirana ceraikan dulu baru tau rasa kamu nya Rafka ... lanjutkan thor
Nor Azlin
aku jadi tidak suka sama ibu nya kirana yah masa anak buntut nya di jadikan babu sudah tu selalu ngalah aja sama kakak nya apa kirana itu bukan anak nya yah thor ...semoga perselingkuhan mereka di ketahui banyak orang deh terutama kirana yah ...kasihan geram banget sama suami nya itu sok perihatin banget sudah ngadon sama kakak ipar nya mau pegang2 kirana najis tu orang ...thor kebuka aib mereka di kelayakan aja deh biar tau rasa atau kasih nikah aja deh mereka biar kirana jadian sama orang lain yang lebih menyayangi nya & kalau perlu lebih kaya biar tau rasa si Rafka itu ...lanjutkan thor
Bundo yenti
Takkan pernah berobat anjing makan tahi selamanya akan tetap sepert itu
Gadis misterius
Merasa jd korban pdahal dia pelaku
cinta semu
bagus Thor ..q suka ...love sekebon untuk u♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
cinta semu
rafka lihat anak nikah langsung berasa banget kalo kebahagiaan anak adalah segalanya ...hemmm jadi ingat pas rafka khianati Kirana dgn kakak kandungnya ..tapi sudahlah yg penting sekarang Gita udah ada yg bertanggung jawab di hidup ny
guntur 1609
begitulah. kalain harus saling terbuka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!