Xiao Nan pernah menjadi Godfather paling ditakuti di Bumi, membangun kerajaan kriminal sebelum tewas akibat pengkhianatan orang terdekat. Namun kematian bukan akhir. Jiwanya bereinkarnasi ke dunia kultivasi di Pulau Matahari Abadi, bangkit sebagai penguasa bayangan sebelum kembali dikhianati dan dijatuhkan ke Pulau Bulan Surga.
Di sana ia terlahir sebagai tuan muda Keluarga Xiao. Ibunya dibunuh, bakat Akar Naga dirampas ayahnya sendiri, dan ia dibuang ke Reruntuhan Dewa dan Iblis. Di neraka itulah Xiao Nan bangkit. Ia mewarisi Sutra Bayangan Naga dan Tulang Naga Dewa, memadukan insting mafia dengan hukum kultivasi. Bersama entitas misterius Finn, ia membentuk Fraksi Shadow Dragon, menghancurkan Keluarga Xiao dari dalam. Namanya mengguncang dunia dan menyeretnya ke Turnamen Jalan Langit Sepuluh Ribu Ras.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon King Nan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap 33 - KERUNTUHAN ISTANA PERAK
Langit di atas Pulau Bulan Surga tidak pernah tampak sekelam ini. Awan hitam bergulung-gulung, menelan sisa cahaya bintang, seolah alam semesta menahan napas menyaksikan akhir dari sebuah dinasti. Di lembah bawah, Kediaman Utama Keluarga Xiao bersinar dengan warna merah darah yang mengerikan. Formasi Pengorbanan Darah yang diaktifkan Patriark Xiao menciptakan kubah energi yang berdenyut, ditenagai oleh nyawa ribuan murid luar yang tewas mengenaskan di dalam tembok tersebut.
Dari puncak bukit yang menghadap langsung ke kediaman, Xiao Nan berdiri tegak. Angin dingin mempermainkan jubah hitamnya yang bersulam naga perak. Di belakangnya, pemandangan yang akan membuat nyali siapapun menciut terpampang nyata: Ratusan Prajurit Mayat Bayangan, dipimpin oleh sosok legendaris Leluhur Agung Xiao Tian, berdiri mematung dengan mata api ungu yang menyala. Di sisi mereka, lima puluh Shadow Guard bersenjata lengkap, siap menerjang badai.
"Taktik Mafia nomor dua ratus," suara Xiao Nan memecah keheningan, dingin dan otoriter. "Saat kau menghancurkan markas musuh, jangan biarkan mereka melihat cahaya pagi. Biarkan ketakutan akan kegelapan menjadi satu-satunya hal yang mereka ingat sebelum ajal."
Xiao Nan mengangkat belati Jurang Langit ke udara. Ujung belati itu memancarkan kilatan hitam yang menyambar langit, menjadi sinyal serangan final.
"SERBU!"
Gemuruh langkah kaki pasukan mayat hidup menggetarkan tanah. Mereka tidak berteriak, mereka tidak bersorak, keheningan mereka justru lebih menakutkan daripada ribuan genderang perang. Para Leluhur yang bangkit dari kubur itu meluncur turun dari perbukitan seperti air bah hitam.
Di tembok kediaman, para pengawal Keluarga Xiao yang tersisa berteriak panik. "Le..Leluhur?! Itu Leluhur Agung Xiao Tian! Bagaimana mungkin?!" Banyak dari mereka yang menjatuhkan senjata, lutut mereka lemas melihat sosok yang mereka sembah selama ratusan tahun kini datang untuk menjemput nyawa mereka.
BUM! BUM! BUM!
Pasukan mayat hidup menghantam kubah merah Formasi Pengorbanan Darah. Setiap pukulan dari Leluhur Xiao Tian membawa kekuatan luar biasa yang mengguncang pondasi formasi tersebut. Xiao Nan tidak tinggal diam. Ia melesat di udara, tubuhnya diselimuti aura naga hitam raksasa.
"Darah yang kau korbankan untuk perisai ini... berasal dari orang-orang yang kau khianati, Patriark!" raung Xiao Nan. Ia mengkonsentrasi seluruh energi Sutra Bayangan Naga dan Darah Dewa ke kepalan tangannya. "HANCURLAH!"
KRAAAKKKK!
Pukulan Xiao Nan menghantam titik pusat formasi. Retakan emas muncul di atas kubah merah, menjalar cepat seperti jaring laba-laba sebelum akhirnya meledak menjadi jutaan serpihan energi yang menyakitkan mata. Perisai absolut Keluarga Xiao runtuh dalam satu serangan.
"Masuk! Habisi siapa pun yang mengangkat senjata!" perintah Karna pada para Shadow Guard. Pertempuran di dalam kediaman berubah menjadi pembantaian satu arah. Para Shadow Guard bergerak dalam formasi tim yang efisien, menebas para murid inti yang sudah kehilangan moral bertarung. Sementara itu, pasukan mayat hidup menembus barisan pertahanan seperti pisau panas menembus mentega.
Xiao Nan berjalan dengan langkah tenang melewati mayat-mayat yang bergelimpangan di aula depan. Ia tidak berhenti sampai ia tiba di depan pintu besar Aula Agung. Dengan satu tendangan, pintu setinggi lima meter itu hancur berantakan.
Di dalam, Patriark Xiao duduk di singgasananya dengan mata merah karena gila. Di sampingnya, Xiao Han gemetar hebat, memegang dadanya yang berdenyut karena Segel Bayangan yang ditanam Xiao Nan. "Kau... anak durhaka!" Patriark Xiao berdiri, auranya di ranah Pemadatan Tulang meledak, menghancurkan pilar pilar di sekitarnya. "Kau menghancurkan keluargamu sendiri demi dendam sepele?!"
"Dendam sepele?" Xiao Nan tertawa sinis, sebuah tawa yang penuh dengan kepahitan bertahun-tahun. "Kau membunuh ibuku, kau mencabut akarku untuk anak sialanmu ini, dan kau membuangku seperti sampah. Hari ini, aku tidak hanya datang untuk membunuhmu. Aku datang untuk menghapus namamu dari ingatan dunia."
"Mati kau, Xiao Nan!" Patriark Xiao melesat maju, tangannya membentuk cakar energi naga emas yang besar.
Xiao Nan menyambut serangan itu dengan tangan kosong. Benturan dua energi raksasa itu menciptakan gelombang kejut yang meruntuhkan atap Aula Agung. Xiao Nan kini menyadari bahwa meskipun ranahnya secara teknis di bawah Patriark, kepadatan Tulang Naga Dewa miliknya membuat fisiknya jauh lebih unggul.
Krak!
Xiao Nan menangkap pergelangan tangan Patriark Xiao dan mematahkannya dengan satu remasan. "Ranah Pemadatan Tulangmu dibangun di atas fondasi yang busuk, Ayah. Tidak ada kekuatan sejati di dalamnya." Xiao Nan menghantamkan lututnya ke perut Patriark, lalu mengirimkan pukulan bertubi tubi yang dilapisi api hitam. Setiap pukulan bukan hanya menghancurkan daging, tapi juga membakar jalur meridian Patriark.
Di sisi lain ruangan, Xiao Han mencoba merangkak kabur, namun Yue Niang dan Ruoxi sudah memblokir jalannya.
"Nan ge... tolong... aku adikmu..." rintih Xiao Han dengan ingus dan air mata mengalir di wajahnya.
Xiao Nan melemparkan tubuh Patriark Xiao yang sudah sekarat ke arah Xiao Han. Ia berdiri di atas mereka berdua, memandang mereka dengan tatapan yang lebih dingin daripada salju di Puncak Perak.
"Taktik Mafia nomor dua ratus satu," bisik Xiao Nan sambil menghunuskan belatinya. "Saat kau harus memotong kanker, jangan sisakan satu sel pun." Dengan satu ayunan cepat, Xiao Nan memutus jalur energi di dada Xiao Han, menarik paksa sisa sisa energi Akar Naga Surgawi yang dulu dicuri darinya. Xiao Han melengking kesakitan sebelum akhirnya pingsan karena syok hebat.
Kini tinggal sang Patriark. Ia menatap Xiao Nan dengan ketakutan yang murni. "Kau... kau adalah iblis..."
"Bukan, aku adalah konsekuensi dari perbuatanmu," jawab Xiao Nan.
Xiao Nan mengangkat tangannya. Pasukan mayat hidup, termasuk Leluhur Xiao Tian, masuk ke dalam ruangan dan mengepung singgasana. Melihat leluhur agungnya sendiri berdiri di belakang Xiao Nan, Patriark Xiao akhirnya benar-benar hancur secara mental. Ia tertawa gila sebelum Xiao Nan menghujamkan belatinya tepat ke jantung pria itu.
Kediaman Keluarga Xiao terbakar hebat. Di tengah kobaran api, Xiao Nan berjalan keluar membawa Xiao Ruoxi dan Yue Niang. Di belakangnya, kediaman yang dulunya agung itu runtuh menjadi debu dan abu.
Pulau Bulan Surga telah memiliki penguasa baru. Bukan sebuah keluarga bangsawan yang munafik, melainkan sebuah sindikat yang lahir dari kegelapan.
"Sudah berakhir, Nan ge?" tanya Ruoxi sambil menatap reruntuhan
Xiao Nan menatap langit yang mulai menampakkan sinar fajar pertama. "Tidak, Ruoxi. Ini baru babak pendahuluan. Keluarga Xiao hanyalah satu bidak kecil. Masih ada seluruh benua yang belum tahu siapa itu Lord Shadow."