NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Sang Ratu,Dari Buruk Rupa Menjadi Penguasa

Reinkarnasi Sang Ratu,Dari Buruk Rupa Menjadi Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Reinkarnasi / Time Travel
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fitrika Shanty

​Di kehidupan sebelumnya, Li Hua adalah wanita yang dihina, dikucilkan, dan dianggap "buruk rupa" oleh dunia. Ia mati dalam kesunyian tanpa pernah merasakan cinta. Namun, takdir berkata lain. Ia terbangun di tubuh seorang Ratu agung yang terkenal kejam namun memiliki kecantikan luar biasa, mengenakan jubah merah darah yang melambangkan kekuasaan mutlak.
​Kini, dengan jiwa wanita yang pernah merasakan pahitnya dunia, ia harus menavigasi intrik istana yang mematikan. Ia bukan lagi wanita lemah yang bisa diinjak. Di balik kecantikan barunya, tersimpan kecerdasan dan tekad baja untuk membalas mereka yang pernah merendahkannya. Apakah merah jubahnya akan menjadi lambang kemuliaan, ataukah lambang pertumpahan darah di istana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitrika Shanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Api Fitnah dan Bayangan Sang Guru

Kemenangan di perbatasan Barat seharusnya menjadi perayaan nasional, namun kepulangan Li Hua dan Tian Long ke ibu kota disambut oleh suasana yang mencekam. Jalanan yang biasanya penuh dengan sorak-sorai kini dipenuhi oleh pria-pria berjubah abu-abu yang memegang tongkat kayu dengan simbol matahari hitam. Mereka adalah Sekta Pemurni Jiwa.

​Di setiap sudut pasar, para orator sekta itu berteriak, "Mata emas bukanlah berkah! Itu adalah tanda dari iblis kuno yang haus darah! Permaisuri kita telah ditukar dengan entitas yang akan membawa kiamat bagi Kerajaan Li!"

​Rakyat yang tadinya memuja Li Hua mulai ragu. Ketakutan adalah penyakit yang lebih cepat menular daripada wabah mana pun.

​Konfrontasi di Gerbang Istana

​Saat rombongan kekaisaran tiba di gerbang utama, jalan mereka dihadang oleh ribuan pengikut sekta yang dipimpin oleh seorang pria tua bernama Master Zho. Ia memiliki aura yang tenang namun mematikan, dan di tangannya terdapat sebuah lonceng perak yang konon bisa menggetarkan jiwa-jiwa yang tidak murni.

​"Yang Mulia Kaisar," Master Zho membungkuk sedikit, namun matanya tetap tertuju pada Li Hua. "Kami tidak berniat memberontak. Kami hanya ingin melindungi takhta Anda dari pengaruh 'Mata Emas' yang telah meracuni pikiran Anda. Biarkan kami memurnikan Permaisuri di bawah sinar matahari, agar kita tahu siapa yang sebenarnya bersemayam di raga itu."

​Tian Long menghunus pedangnya, namun Li Hua menahan tangannya.

​"Jika aku bersembunyi di balik pedang suamiku, mereka akan semakin percaya bahwa aku adalah iblis yang pengecut," bisik Li Hua.

​Li Hua melangkah maju, melepaskan cadarnya. Mata emasnya berkilat di bawah terik matahari, memantulkan cahaya yang begitu terang hingga beberapa pengikut sekta mundur ketakutan.

​"Master Zho," suara Li Hua bergema, dibantu oleh energi internalnya. "Kau bicara tentang pemurnian, tapi hatimu dipenuhi oleh bau emas dari Ibu Suri. Kau bicara tentang iblis, tapi kau menggunakan ketakutan rakyat untuk mendapatkan kekuasaan. Jika mataku adalah dosa, maka biarlah langit sendiri yang menghukumku, bukan manusia yang tangannya kotor oleh intrik politik!"

​Tiba-tiba, Master Zho membunyikan lonceng peraknya. Ting!

​Gelombang suara itu menghantam kesadaran Li Hua. Rasa sakit yang luar biasa menyerang kepalanya, seolah-olah ada ribuan jarum yang mencoba mencungkil matanya. Kekuatan Mata Emas sangat sensitif terhadap frekuensi suci tertentu, dan Sekta Pemurni Jiwa tahu persis kelemahan itu.

​Li Hua jatuh berlutut, darah mulai mengalir dari sudut matanya.

​"Lihat! Dia kesakitan karena suara suci! Dia benar-benar iblis!" teriak massa.

​Sosok dari Masa Lalu: Sang Pembuat Cermin

​Di tengah kerumunan, sesosok pria dengan pakaian sangat kumal dan wajah yang tertutup rambut panjang melompat ke tengah lingkaran. Ia membawa sebuah palu besi besar. Dengan satu hantaman ke tanah, ia menciptakan getaran yang mengganggu frekuensi lonceng Master Zho.

​"Cukup, Zho! Kau memalukan ajaran leluhur dengan kebohonganmu!" teriak pria misterius itu.

​Li Hua mendongak dengan pandangan kabur. Suara itu... ia mengenalnya. Itu adalah suara yang sering ia dengar di gang-gang gelap saat ia masih menjadi pengemis. Suara pria yang dulu memberinya cermin perunggu rusak yang memulai semua ini.

​"Paman Tua?" bisik Li Hua.

​Pria itu menyibakkan rambutnya. Dia bukan sekadar pengemis. Dia adalah Mo Ran, sang Pembuat Alat Surgawi yang dikabarkan telah dieksekusi oleh klan Mu puluhan tahun lalu karena menolak membuatkan senjata pemusnah massal.

​"Li Hua, kau belum siap mengendalikan Mata Emas itu," ucap Mo Ran sambil membantunya berdiri. "Kekuatan itu adalah pedang bermata dua. Jika kau tidak segera menstabilkannya, matamu akan membakar otakmu sendiri dalam tiga hari."

​Rencana di Balik Tirai: Ibu Suri dan Pengkhianat

​Sementara kekacauan terjadi di gerbang, di dalam istana, Ibu Suri tersenyum puas. Di sampingnya berdiri seorang pria yang selama ini dianggap sudah mati ayah kandung Selir Yue, mantan Perdana Menteri yang ternyata berhasil melarikan diri dari penjara dengan bantuan Sekta Pemurni Jiwa.

​"Biarkan mereka saling hancur," ucap Ibu Suri. "Setelah Li Hua mati dan rakyat membenci Tian Long karena melindunginya, kita akan menobatkan keponakanku sebagai Kaisar baru. Kerajaan Li akan kembali ke tangan yang seharusnya."

​Pelatihan di Menara Sunyi

​Tian Long membawa Li Hua dan Mo Ran ke Menara Sunyi, tempat paling terisolasi di istana. Mo Ran menjelaskan bahwa Mata Emas adalah warisan kuno klan Mu yang hanya muncul setiap seribu tahun sekali.

​"Bunga Cahaya Abadi memberimu kekuatan, tapi tubuhmu yang sekarang tubuh Permaisuri Xuan terlalu rapuh," jelas Mo Ran. "Kau harus membagi kekuatan itu. Kau harus menyalurkan separuh energi Mata Emas itu ke dalam sebuah objek eksternal sebelum tubuhmu meledak."

​"Objek apa?" tanya Tian Long cemas.

​"Pedang Naga Hitam milikmu, Kaisar. Kau dan Li Hua harus melakukan Penyatuan Jiwa dan Senjata. Kau akan menjadi pelindungnya, dan dia akan menjadi penglihatanmu. Kalian akan menjadi satu kesatuan yang tak terkalahkan, tapi risikonya... jika salah satu dari kalian terluka, yang lain akan merasakan sakit yang sama."

​Li Hua menatap Tian Long. "Ini adalah ikatan hidup dan mati, Tian Long. Apakah kau siap berbagi rasa sakitku selamanya?"

​Tian Long menggenggam tangan Li Hua dan tangan Mo Ran yang memegang pedang. "Aku sudah memberikan hatiku padamu sejak lama, Li Hua. Memberikan hidupku hanyalah masalah waktu."

​Persiapan Perang Akhir

​Saat ritual penyatuan dimulai, langit di atas ibu kota berubah menjadi merah darah. Sekta Pemurni Jiwa, yang kini didukung oleh sisa-sisa pasukan klan Yue, mulai menyerbu istana. Mereka membawa alat-alat pengepungan yang telah diberkati dengan frekuensi penghancur sihir.

​Li Hua duduk bersila, matanya tertutup, sementara energinya mulai mengalir ke dalam pedang hitam Tian Long. Pedang itu mulai bersinar dengan cahaya keemasan yang menyambar-nyambar seperti petir.

​"Sedikit lagi..." gumam Mo Ran, keringat bercucuran di dahinya.

​Tiba-tiba, pintu Menara Sunyi diledakkan. Ibu Suri masuk dengan sepasang pengawal elit, dan di belakangnya adalah Selir Yue yang ternyata telah dibebaskan dan wajahnya kini dipenuhi tato hitam sihir terlarang.

​"Berhenti!" teriak Ibu Suri. "Tangkap mereka semua! Li Hua, hari ini adalah hari di mana namamu akan dihapus dari sejarah!"

​Li Hua membuka matanya. Satu matanya berwarna emas murni, sementara yang satunya kembali ke warna hitam aslinya. Ia berdiri, mengambil pedang Naga Hitam yang kini telah bersatu dengan jiwanya.

​"Ibu Suri," suara Li Hua kini terdengar berlapis, seperti ribuan suara yang bersatu. "Anda bicara tentang sejarah? Saya adalah sejarah yang Anda coba kubur, dan sekarang, saya kembali untuk menagih hutang darah itu."

1
EF Shahna
kaya nya bakal seru cerita selanjutnya
Dedeh Dian
Hem sangat sangat bagus sekali ceritanya... apalagi bagi AQ yg cepat tersentuh... makasih author
Rika Ashanty: sama-sama ka🙏👍terus jadi pembaca setia ya,maksih🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!