Ninda adalah Mahasiswi asal Indonesia yang berkuliah di Tu Delft Belanda. Pada hari itu untuk pertama kalinya Ninda harus pergi keluar negri naik pesawat seorang diri, saat akan melakukukan check in Ninda mengalami kecelakkan yang di akibatkan oleh kelalayannya sendiri, saat itu lah dia bertemu dengan seorang pria bernama Noah, pertemuan itu meninggalkan kesan, namun Ninda tak berfikir akan beretemu lagi dengan pria itu, sampai akhirnya di pertemuan keluarga yang di adakan di kediaman Tonny Ayah Tiri Ninda dia bertemu lagi dengan Noah yang ternyata adalah adik sepupu Tonny ayah Tiri Ninda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Sri Rosita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukan Hanya Asumsi
"Pah kok aku curiga yah sama Noah dan Ninda," ungkap Raya wajahnya terlihat gelisah, Tonny hanya terdiam sebetulnya dia juga merasakan hal yang sama.
"kamu juga punya pikiran yang sama kan?" ungkap Raya lagi. Duduknya tampak tak tenang kali ini.
"Sebetulnya itu kesalahan kita," ucap tonny pelan.
Raya mengambil nafas dalam-dalam merasa berbuat kesalahan.
"Ku pikir Noah hanya menganggap Ninda sebagai keponakannya," Sahut Raya sedikit merenung.
"Coba kau pikir, berapa kali kita memberikan kesempatan Noah untuk dekat dengan Ninda,"
Mereka saling menatap kemudian sama-sama merenung.
"Sayang, kalau seandainya mereka benar-benar berhubungan bagaimana?" Raya sedikit panik mendengar pertanyaan Tonny.
"Aku tidak bisa membayangkan, itu di luar ekspetasi ku."
"Kenapa, kau tidak suka pada Noah?" Tanya Tonny penasaran.
"Aku suka padanya dia laki-laki yang baik, tapi kau tau kan kelakuan pemain sepak bola seperti apa?"
"Aku tidak mau Ninda terluka," Tonny mengangguk mulai mengerti apa yang di kautirkan Raya.
"Ini masih dugaan kita, semoga kita salah," Raya menatap Tonny sambil mengangguk penuh harap.
"Sayang, bagaimana kalau kita pastikan semua kecurigaan kita," tiba-tiba Raya terpikirkan hal itu Tonny berfikir sejenak.
" Jika itu bisa mengobati rasa cemas mu," ungkap Tonny menyetujui rencana Raya.
Akhirnya pada pukul 11 malam mereka memutuskan untuk pergi ke apartemen Ninda.
Raya dan Tonny segera berangkat saat itu juga pada malam itu, wajah Raya sedikit cemas, dia gelisah di sepanjang perjalanan.
Tonny melirik Raya sejenak kemudian menggenggam tangannya.
"Bagaimana kalau aku mendapati sesuatu yang tidak kita harapkan," ucapnya Raya menangis.
"Hey, kalau kau belum siap kita bisa kembali," ucap Tonny pelan, Raya menggeleng memutuskan untuk melajutkan.
Tak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di apartemen Ninda Tonny dan Raya keluar dari dalam mobil kemudian berjalan menuju lift.
Taklama mereka masuk kedalam lift naik ke lantai 3, pintu lift itu terbuka rupanya mereka sudah sampai di lantai 3, jantung Raya berdebar kencang sekarang.
Dia terlihat sangat takut dan cemas. Tonny menguatkannya dengan menggenggam tangannya.
"Kau tau kode apartemennya bukan?" Tonny terkejut mendengar ucapan istrinya, Tonny terdiam sejenak.
"Aku tau Noah pernah memberitahu mu waktu pindahan," ucap Raya lagi.
"Iya tapi bisa saja Ninda sudah menggantinya," ungkap Tonny sedikit berharap Ninda sudah menggati kode pintunya.
"Lagi pula itu melanggar privasi Ninda,"Raya melotot ke arah Tonny.
"kita tak akan menangkap basah mereka jika tak menerobos masuk,"
"Iya sayang tapi itu melanggar hukum,"
"Ini soal putri ku, bisa-bisanya kau bicara soal hukum."
Sedang Didalam sana Noah dan Ninda sedang bergelut di dalam selimut, Noah menggoda Ninda sambil memeluknya.
"Jangan mendekat," ucap Ninda.
"Kau tidak bisa mengatur ku nona," sahut Noah sambil mengecup Ninda.
"AKu lelah sekali, seharian aku belajar," ucap Ninda dengan nada memelas.
"Ok baik lah, aku hanya akan memeluk pacar ku saja," ucap Noah sambil mendekap Ninda di pelukannya.
Ninda bersandar di dada Noah sambil memeluknya mencoba untuk memejamkan matanya.
Ting ... tong ...
Namun Tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi, Noah dan Ninda saling menatap.
"Siapa yang datang malam-malam begini," ucap Noah.
Ninda beranjak dari tempat tidurnya kemudian Noah menarik tangan Ninda.
"Biar aku saja," ungkap Noah seraya tersenyum ke arah Ninda.
Di luar sana Raya mulai sedikit cemas, dia menekan bel beberapa kali.