NovelToon NovelToon
Kembali Bersamamu

Kembali Bersamamu

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Romansa / Cintapertama / Cinta Murni / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Renjanaa

“Aku ingin kita kembali seperti dulu lagi, Alisha. Jangan berpikir untuk meninggalkan aku lagi.” Albiru Danzel berkata dengan sangat lembut ketika memohon pada Alisha.

“Bukannya kamu membenciku, Albi?”

“Mungkin dulu aku benci karena ditinggalkan olehmu, tapi sekarang, aku sadar kalau kehadiranmu jauh lebih aku inginkan.” Alisha Malaika menunduk dengan tangan yang masih digenggam oleh Albiru.

Akankah mereka bisa bersama kembali setelah perpisahan di masa lalu yang sempat merebut kebahagiaan itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Renjanaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 23

Alisha menatap semangat ke arah Albiru lalu tersenyum bahagia. “Kamu serius, Bi? Bunda sama ayah mau tinggal di sini?” Albiru mengangguk dengan semangat lalu mengusap lembut kepala Alisha dan mengecup kening istrinya lembut.

“Serius sayang, kenapa aku harus bohong? Besok mereka akan ke sini, soalnya hari ini akan beberes dulu.”

“Ya ampun senang banget aku Bi, kalau kamu kerja, aku ada temannya.”

“Makanya dari itu, aku minta mereka untuk di sini, biar kamu gak kesepian.” Alisha memeluk Albiru dengan hangat. “Makasih ya, Bi. Kamu baik banget.”

“Sama-sama sayang.”

Malam harinya, Alisha kembali muntah-muntah di dalam kamar mandi. Albiru mengumpulkan rambut Alisha dalam satu genggaman dan mengusap punggung istrinya. Alisha merasa sangat lemas ketika muntahnya tak kunjung berhenti, setelah tak ada lagi yang akan dikeluarkan, Alisha merosot ke lantai dan untungnya dengan cepat disambut oleh Albiru.

Albiru menggendong istrinya kembali ke atas kasur lalu menyelimuti Alisha hingga ke batas leher. Dia mengambil minyak angin dan mengusapkannya ke telapak kaki, perut, leher, tangan, dan tengkuk Alisha.

“Kamu tersiksa banget ya hamil begini, Sha.” Alisha menggeleng lemah menanggapi omongan suaminya.

“Jangan ngomong gitu, Bi. Kata dokter ini hal yang biasa kok.”

“Aku kadang gak tega liat kamu selemah ini.”

“Gak papa, aku kuat kok.”

“Aku buatin teh hangat dulu ya. Biar perut kamu agak mendingan.” Alisha menggeleng lagi dan merentangkan tangannya minta dipeluk oleh Albiru, pria itu berbaring di samping Alisha lalu memeluk istrinya dengan hangat.

Tak lama kemudian, Alisha tertidur di dalam pelukan itu tanpa terganggu sama sekali. Albiru yang juga sudah mengantuk ikutan tertidur bersama sang istri hingga pagi menjelang.

Paginya Alisha kembali muntah lagi, namun untungnya Dhevi dan Ibnu sudah datang.

“Kamu pergi kerja aja, Bi. Biar Alisha, Bunda yang urus. Ini gak masalah kok.” Dhevi berusaha menenangkan menantunya yang sedari tadi begitu khawatir.

“Kamu kerja aja gapapa, Bi.” Ibnu ikut bersuara.

“Ayah sama Albi kerja aja, Alisha bakalan aman kok sama Bunda. Udah kalian mending sarapan dan pergi ke kantor, gak usah mikirin kami yang di rumah, percayakan semuanya sama Bunda.” Dhevi ikut menenangkan suaminya juga dan setelah dirasa aman, mereka baru berangkat ke kantor setelah sarapan. Ibnu dan Albiru menggunakan mobil masing-masing karena kantor mereka tidak searah jadi tidak bisa berangkat bersama.

Selama bekerja, Albiru selalu kepikiran mengenai istrinya yang masih lemah. Tadi saat dia menelfon pulang, Dhevi mengatakan bahwa Alisha sedang tidur.

Albiru keluar dari ruangannya di jam istirahat, dia pergi ke kafe dekat kantor itu guna mengisi perut. Albiru memilih meja di dekat jendela agar bisa mendapatkan udara yang sejuk dan segar. Sembari menunggu pesanannya diantar, Albiru memainkan ponsel yang mana sedang bertukar pesan dengan Alisha. Istrinya itu sudah bangun sedari tadi dan saat ini tengah bersantai di ruang keluarga bersama Dhevi.

“Siang, Bi. Sendirian?” sapa Dafrina yang membuat Albiru sangat muak mendengarnya. Albiru sama sekali tidak menggubris, dia melanjutkan chattingan bersama Alisha tanpa menoleh ke arah Dafrina sama sekali.

“Kebetulan banget ya kita bisa ketemu di sini, aku pikir pertemuan kita cuma sebatas saat aku ke rumah kamu aja. Oh iya, kamu kerja dekat sini?” tanya Dafrina lagi yang hanya dibalas deheman serta anggukan kecil oleh Albiru.

Makanan pesanan Albiru sampai, pria itu mengalihkan pandangannya dari ponsel ke makanan lalu menyimpan ponselnya. Dafrina ternyata sudah duduk di hadapan Albiru saat ini.

“Saya pesan makanan yang sama dengan dia ya,” pesan Dafrina pada pelayan.

“Baik, Kak. Silakan ditunggu ya.” Dafrina mengangguk dan melipat tangan memperhatikan Albiru makan dengan tenang. Pria itu semakin dilihat semakin mempesona yang membuat Dafrina semakin menggila.

“Andai aja waktu itu aku gak keluar negri ya Bi dan kita gak putus, mungkin sekarang aku yang bakalan jadi istri kamu, bukan Alisha.” Albiru menghentikan kegiatan mengunyah makanannya sejenak setelah mendengar penuturan Dafrina, lalu kemudian mengunyah lagi tanpa ada niat membalas atau menjawab omongan itu.

“Aku kangen sama kamu, Bi. Kangen naik motor berdua, kangen makan berdua, pokoknya kangen semua berdua sama kamu lah. Kapan ya itu bisa keulang lagi?” Albiru menghela nafas dan menatap Dafrina yang mengoceh sejak tadi, membuat dirinya muak bukan main.

“Aku gak kangen sama kamu atau berharap semua itu terjadi. Jangan merusak momen makan siangku, Dafrina. Simpan saja semua kenangan masa lalu itu dalam benakmu karena aku sudah menemukan perempuan yang jauh lebih baik di banding kamu. Jadi stop membahas masa lalu, paham?” hardik Albiru dengan mata sedikit melotot.

“Kenapa Albiru? Kamu takut membahas masa lalu karena tidak bisa melupakannya?”

“Bukan karena tidak bisa tapi karena aku muak dan semua itu tidaklah berharga untukku.”

“Semua karena Alisha?”

“Ya, Alisha sudah memberikan semua yang terbaik bagiku, dan kamu tidak ada apa-apanya dibandingkan dia.”

Dafrina melirik tajam ke arah Albiru yang juga meliriknya. Dari dulu, keluarga besar mereka selalu mengagung-agungkan Alisha dan menyisihkan dirinya karena Dafrina hanyalah anak tiri dari paman Alisha. Dan sekarang, mantan tersayangnya juga dimiliki oleh Alisha bahkan Albiru sampai segitunya mencintai Alisha dan dengan mudah melupakan dia.

“Aku meninggalkan kamu karena terpaksa, Bi. Aku harus mengikuti kehendak kedua orang tua, aku gak bermaksud untuk ninggalin kamu gitu aja.” Dafrina mulai mengiba tapi Albiru tampak sangat tidak peduli.

“Aku bilang stop membahas masa lalu,Dafrina. Aku muak dan aku tidak mau lagi mengingat semua itu. Aku hanya ingin makan dengan tenang tanpa gangguan.”

“Oke. Silakan makan dan biarkan aku duduk di sini, aku juga ingin makan.” Albiru tak menyahuti lagi, dia menghabiskan makanannya dengan santai sementara Dafrina juga melahap makanannya. Hanya ada ketenangan di meja itu, tak ada lagi dari mereka yang mengeluarkan suara.

Di tengah itu, Dafrina terus mencuri pandang pada Albiru, sangat ingin dia memiliki mantan kekasihnya kembali tapi bagaimana caranya? Albiru saja tidak lagi sudi menatap dirinya seakan memiliki dendam tersendiri.

Selesai makan, Albiru pergi begitu saja lalu Dafrina mengikutinya dan masuk ke dalam mobil Albi tanpa disangka oleh pria tersebut.

“Apa yang kamu lakukan Dafrina?” bentak Albiru saat wanita itu duduk di sampingnya.

“Aku ingin bicara dari hati ke hati sama kamu Bi. Please kasih aku waktu, aku mohon Albiru.” Albiru mendengus kesal.

“Keluar Dafrina.”

“Please Bi, please.” Albiru mengalah.

“Apa memangnya yang mau kamu bicarakan?” tanya Albiru tenang dan membuat Dafrina tersenyum. Dia memeluk lengan Albiru begitu saja lalu menangis tersedu, entah apa yang ditangiskan oleh wanita itu, Albiru juga tidak mengerti. Pria itu berusaha melepaskan peluka Dafrina tapi Dafrina tidak mau.

Diam-diam, Dafrina memotret aksinya sehingga di dalam foto terlihat mereka tengah bermesraan lalu mengirimnya pada Alisha. Dengan senyum merekah, Dafrina puas ketika Alisha langsung membuka dan membaca pesannya.

“Saatnya aku mulai masuk, Alisha.” Dafrina berkata di dalam hatinya.

1
Mediterina
Albiru mah bisa dipercaya ueiy
Yeyen Niri
Dafrina dafrina, sepupu tiri geh byk gaya, naya aja kalah apalagi lo
Annissa Riani
Untung Albiru cintanya amat besar buat Alisha ya
Rina Meylina
habis naya terbitlsh dafrina
Anita Lare
Mampos aja si naya
Veer Kuy
Baik banget albi ngutamain alisha selalu
Syifa Mahira
Cemen banget si Rafi pas depan Albiru/Slight/
Mediterina
Rafi langsung ciut berhadapan sama Albi/Facepalm/
Yeyen Niri
Jujur puas bnget sama apa yg dituai naya sama rafi🤣
Annissa Riani
Albiru menyala, polisi lambat dia cepat
Rina Meylina
Albiru gerak cepat dia💪
Rina Meylina
Naya bertindak gk pake otak
Anita Lare
Nah kenak juga kau rafi, mana adikmu udh gila dipenjara
Anita Lare
Emg gk bisa dibiarkan si naya sama rafi ini, udh keterlaluan
Veer Kuy
Rafi Rafi, lain kali klau bertindk yg pinter dikit dong🤣
Veer Kuy
naya ini gk ada kapoknya ya bikin ulah/Hammer/
Betty Tur
Gak ngerti lgi sama si Naya🤣
Roza Yuka
Lagian Naya mancing emosi bnget
Radeya Yefol
Dia mah semua tubuh Alisha hafal bnget
Timivo
Dia cinta ama alisha doang, mending lu mundur Nay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!