Di masa lalu, Sheng Long adalah Kaisar Iblis Kuno terkuat yang pernah ada. Kekuatannya begitu mengerikan hingga seluruh ras bersatu hanya untuk satu tujuan—menyegelnya selamanya.
Menolak tunduk pada takdir, Sheng Long membelah jiwanya dan bereinkarnasi demi menghindari segel tersebut. Ia terlahir kembali sebagai putra Keluarga Shen, namun dengan harga yang kejam. Kekuatan masa lalunya tersegel, tubuhnya lemah, dan ia dicap sebagai tuan muda sampah yang sakit-sakitan.
Menganggap keberadaannya sebagai aib, keluarganya menikahkannya dengan seorang gadis sederhana yang tak memiliki latar belakang apa pun. Namun justru dari gadis itulah, Shen Long merasakan kehangatan dan ketulusan yang tak pernah ia miliki sebelumnya. Untuk pertama kalinya, ia merasakan arti kebahagiaan.
Sayangnya, kebahagiaan itu menjadi dosa di mata keluarganya.
Didorong oleh iri dan kebencian, mereka merebut gadis itu dari hidupnya. Tindakan kejam tersebut menghancurkan segel yang membelenggu jiwa Sheng Long. Kaisar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31: Perang Para Dewa di Cakrawala Hampa
Di ruang hampa udara di atas atmosfer Alam Kedua, pertempuran telah berubah menjadi pertunjukan kehancuran kosmik. Penguasa Agung, dengan tongkat bintangnya, menggerakkan planet-planet kecil seolah-olah itu adalah bidak catur.
"Hukum Kosmos: Kehancuran Galaksi!" teriak Penguasa Agung.
Tiga planet kecil seukuran bulan melesat ke arah Shen Long dari tiga arah berbeda. Shen Long, dalam wujud mutan raksasanya, mengepakkan sayap naga-akarnya. Ia tidak menghindar. Dengan raungan yang menggetarkan dimensi, ia menghantamkan tinjunya yang dilapisi sisik hitam dan duri kehidupan ke planet pertama.
BOOOOOOMMMM!
Planet itu hancur berkeping-keping, namun planet kedua dan ketiga menghantam punggung dan dadanya secara bersamaan.
"Ugh!" Shen Long terlempar ribuan mil, memuntahkan darah hitam yang membeku di ruang hampa. Sayap kirinya patah, dan akar-akar yang melindungi tubuhnya mulai rontok satu per satu.
"Kau hanyalah serangga yang mencoba menantang matahari!" Penguasa Agung muncul di hadapan Shen Long dalam sekejap, tongkatnya menghujam tepat ke jantung Shen Long.
SRAK!
Permata bintang di ujung tongkat itu membakar daging Shen Long, melepaskan energi suci yang mencoba menghancurkan jiwanya dari dalam. Shen Long menjerit kesakitan, matanya yang hitam pekat menyala liar. Ia menangkap tongkat itu dengan tangan kanannya, meskipun telapak tangannya mulai menguap terkena panas bintang.
"Matahari? Aku sudah pernah memadamkan ribuan matahari sebelum kau lahir!" geram Shen Long.
Ia menarik Penguasa Agung mendekat dan menghantamkan kepalanya ke wajah sang dewa. BRAK! Mahkota cahaya Penguasa Agung retak, dan hidungnya mengeluarkan darah emas. Keduanya kemudian terlibat dalam pertarungan jarak dekat yang brutal di antara puing-puing planet.
Shen Long mencabik jubah bintang sang Penguasa dengan kuku-kukunya, sementara Penguasa Agung membalas dengan ledakan-ledakan cahaya yang melubangi tubuh mutan Shen Long. Kondisi Shen Long mulai kritis; raga fananya yang bermutasi tidak sanggup lagi menahan tekanan energi yang terlalu besar. Darah mengalir dari mata ketiga di tangannya, dan penglihatannya mulai meredup.
"Matilah dalam kehampaan ini, Shen Long!" Penguasa Agung mengangkat kedua tangannya, mengumpulkan seluruh energi Alam Kedua untuk menciptakan satu serangan terakhir yang akan menghapus keberadaan Shen Long.
Shen Long terengah-engah, melayang di tengah reruntuhan. Ia merasakan raga ini akan segera hancur. Ia menoleh ke bawah, menembus lapisan dimensi, menuju planet hancur di Alam Pertama di mana raga utamanya sedang bermeditasi.
"Sudah waktunya..." bisik Shen Long.
Ia menutup matanya dan melepaskan seluruh pertahanannya. Ia mengirimkan sinyal melalui koneksi jiwa yang tak terputus. 'Kembalilah padaku... Raga Sejatiku!'
Tiba-tiba, di ujung alam semesta, sebuah ledakan energi hitam yang dahsyat terjadi. Raga asli Shen Long yang sedang bermeditasi di atas tumpukan mayat jutaan ras terbangun. Matanya terbuka, memancarkan kengerian yang membuat bintang-bintang di sekitarnya meredup.
Dalam sekejap, raga asli itu berubah menjadi berkas cahaya hitam yang menembus ruang dan waktu, melintasi perbatasan alam dalam hitungan detik.
Di ruang hampa Alam Kedua, langit tiba-tiba menjadi gelap gulita, lebih gelap dari ruang angkasa itu sendiri. Penguasa Agung yang baru saja akan melepaskan serangannya tiba-tiba membeku. Ia merasakan kehadiran sesuatu yang jauh lebih besar, lebih tua, dan lebih haus darah daripada mutan di depannya.
Syuuuuuttt—
Berkas cahaya hitam itu masuk ke dalam punggung Shen Long.
BLAAASSTTT!
Gelombang kejut yang dihasilkan membuat seluruh planet di sekitar mereka terlempar jauh. Tubuh fana Shen Long yang bermutasi mulai retak seperti cangkang telur. Cahaya merah darah yang sangat pekat keluar dari retakan-retakan itu.
"Penyatuan... Sempurna!"
Suara itu kini bukan lagi suara pemuda fana, melainkan suara berat dan penuh wibawa yang pernah membuat seluruh ras di alam semesta gemetar ketakutan. Cangkang mutan itu hancur, menampakkan sosok baru: raga asli Kaisar Iblis yang kini telah menyerap esensi Jantung Pohon Dunia dan kekuatan raga fana.
Shen Long berdiri di tengah kehampaan. Rambutnya hitam panjang mengalir dengan aura merah, empat sayap hitamnya kembali dengan sempurna, dan pedang Pembantai Surga di tangannya kini memancarkan api hitam yang mampu membakar hukum alam itu sendiri.
Ia menatap Penguasa Agung yang kini tampak kecil dan tak berarti.
"Tadi kau bilang... kau adalah penguasanya kan?" Shen Long mengangkat satu jarinya. "Mari kita lihat, apakah penguasa Tempat ini bisa bertahan dari satu jentikan jariku."
Shen Long baru saja akan bergerak saat ia merasakan sesuatu yang aneh. Penyatuan ini begitu kuat hingga merobek batas antara Alam Kedua dan Alam Ketiga secara prematur. Sebuah portal raksasa terbuka di atas mereka, dan suara terompet perang dari alam yang lebih tinggi mulai terdengar.
"Siapa yang berani memanggil raga sejatinya di alam rendah ini?!" sebuah suara yang jauh lebih kuat dari Penguasa Agung mengguncang segalanya.