cinta tidak mengenal usia,seperti halnya cerita yang satu ini, menceritakan remaja yang mencintai ayah sahabatnya sendiri tanpa sepengetahuan sahabatnya
bagaimana kah kisah cinta mereka,apakah akan di terima oleh Naura anak dari lelaki matang yang dinikahi oleh Arini?
ikuti terus kisahnya🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
oleh-oleh
seminggu berlalu hari ini Bagas sudah pulang dari Bali,pesawat yang di tumpangi Bagas mendarat sempurna di kota Solo pukul 10 pagi
Bagas segera keluar menunggu jemputan nya,oleh-oleh banyak sekali di bawa oleh lelaki matang ini untuk keluarga nya dan kekasih nya Arini
Malam ini Bagas berencana mendatangi keluarga Arini dan ingin mengatakan niatnya untuk mempersunting Arini,karena lampu hijau dari Naura sudah didapatinya
"papi....." pekik Naura saat melihat papinya turun dari mobil dia berlari berhamburan memeluk tubuh pria yang sudah 18 tahun ini bersamanya,pria yang memberikan sejuta kasih sayang.
" ayo masuk papi bawa oleh-oleh untuk mu" ajak Bagas
Bagas membongkar isi kopernya mencari paper bag kepunyaan Naura
" Nah ini dia...!!" seru bagas mengangkat dua paper bag
Naura membuka paper bag pertama
" waw....cantik sekali pih" sebuah gaun berwarna gold lengkap dengan jepitan rambut unyu-unyunya membuat kesan mewah tetapi masih manja,hal seperti ini yang sangat di sukai Naura
paper bag kedua siap di buka
" pih......kok papi tau aku lagi nyari koleksi terbaru album BTS mana lengkap lagi dengan kaos nya,makasih banget pih" ucap Naura memeluk papinya
Cup
satu kecupan di layangkan Naura untuk papinya
" ini buat mama" Bagas memberikan satu paper bag untuk ibunya
" cepet buka oma" Naura yang tidak sabaran ingin melihat apa hadiah untuk oma
Oma membuka paper bag nya satu buah baju Abaya turki dengan manik-manik Glitter membuat kesan mewah pada baju tersebut
" waw....cantik oma...!!" seru Naura
" oma berasa muda pake baju ini..hahahah" oma tertawa lepas
" yang itu untuk siapa pih?" tunjuk Naura melihat masih ada tiga paper bag lagi yang belum di buka
" ini kasih buat Rindu ma" ucap Bagas
" yang itu" ucap Naura
" ini...." tunjuk Bagas
Naura mengangguk
" ada dech...." ucap Bagas membuat Naura penasaran sedangkan oma sudah pasti tau itu untuk siapa
" ih...papi......pih....." kesal Naura
Bagas beranjak ke kamar untuk membawa koper dan sisa paper bag nya
Naura masuk kedalam kamar mengambil ponsel dan menghubungi Arini
" beb...gue mau curhat" ucap Arini saat telepon tersambung
" kenapa lagi ra?"
" gue kesel deh papi pulang bawa banyak oleh -oleh,gue cuma di kasih dua,pasti tu untuk calon istrinya,belum apa-apa juga sudah nggak adil" adu Naura
" papi udah pulang ra?" tanya Arini
"udah baru aja sampai"
" main kesini beb,,gue jemput ya"
" besok aja ra,,sekarang lagi ada kerjaan" tolak Arini halus
***
malam ini Bagas datang kerumah Arini dengan membawa dua buah paper bag dan dua buah parsel buah serta satu kantong kue khas Bali
ayah Arini membuka pintu saat Bagas sudah mengetuk..
" he,ada pak Bagas....ayo masuk pak,Naura mana?" tanya pak Bastian
" tidak ikut pak,,oh ya ini ada oleh-oleh untuk Arini sekeluarga" ucap Bagas meletakan semua barang bawaannya di atas meja
" buk...ibuk...ada tamu" pekik Bastian
" silahkan duduk pak" ucap Bastian mempersilahkan kan Bagas untuk duduk
Bu Surti keluar melihat ada yang datang
" he,pak Bagas....wah bawa apa ini banyak nya" ucap Bu Surti melihat beberapa kantong di atas meja
" hanya oleh-oleh kecil buk" jawab Bagas
Bu Surti kebelakang meletakan barang bawaan Bagas dan membuatkan teh,dua buah teh dan sepiring cemilan cake yang di buat Arini siang tadi menjadi hidangan yang di sajikan oleh Bu Surti
" Silahkan di minum pak?" ucap Bu Surti lembut
"Bagas menyeruput teh bikinan Bu Surti sambil melirik kanan kiri,berharap Arini keluar...
" tumben kesini tidak dengan Naura?bagaimana kabar Naura pak?kemaren saya sempat dengar dia sakit ya..." ucap Bu surti menatap Bagas
" iya bu,kemaren amandelnya kumat,kebanyakan minum Es..." jawab Bagas
" maklum lah anak sekarang memang susah di larang pak,dari hal kecil sampai yang besar susah di atur" sela Bastian sambil tertawa
" ayah...nggak boleh gitu,biarpun Naura manja ibu suka sama dia orang nya baik,dan apa adanya,sifat manjanya saja yang terkadang berlebihan" ungkap Bu Surti
Bagas tertawa mendengar ucapan Bu Surti,memang benar Naura itu manja nya sangat berlebihan
" bu...Arini mana?" tanya Bagas yang dari tadi memang tidak melihat pujaan hatinya itu
" Arini sedang menemani Radit untuk membeli alat sekolah nya di simpang depan,kata Radit ada tugas yang harus di kumpul besok pagi,dia kelupaan beli karena kerjaan nya main terus" cerocos bu Surti dengan nada kesal mengingat tadi Radit merengek padanya minta ditemani membeli perlengkapan untuk tugasnya
"naik apa bu?" tanya Bagas lagi
" jalan kaki,cuma di simpang depan pak,sebentar lagi juga pulang" jawab Bu surti
" assalamualaikum" pekik Radit
" nak panjang umur kamu Nduk,,ne ada pak Bagas ayah Naura" ucap Bu Surti
sukses selalu thor