NovelToon NovelToon
ALVEGAR

ALVEGAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Cintapertama
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: yunie Afifa ayu anggareni

Di balik tembok gedhe SMA Dirgantara, ada lima cowok paling kece dan berkuasa yang jadi most wanted sekaligus badboy paling disegani: ALVEGAR. Geng ini dipimpin Arazka Alditya Bhaskara, si Ketua yang mukanya ganteng parah, dingin, dan punya rahang tegas. Pokoknya dia sempurna abis! Di sebelahnya, ada Rangga Ananta Bumi, si Wakil Ketua yang sama-sama dingin dan irit ngomong, tapi pesonanya gak main-main. Terus ada Danis Putra Algifary, si ganteng yang ramah, baik hati, dan senyumnya manis banget. Jangan lupa Asean Mahardika, si playboy jago berantem yang hobinya tebar pesona. Dan yang terakhir, Miko Ardiyanto, lumayan ganteng, paling humoris, super absurd, dan kelakuannya selalu bikin pusing kepala tapi tetep jago tebar pesona.

AlVEGAR adalah cerita tentang cinta yang datang dari benci, persahabatan yang solid, dan mencari jati diri di masa SMA yang penuh gaya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yunie Afifa ayu anggareni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Pencarian di Tengah Badai dan Retaknya Jiwa sang Ketua

Kabut tebal yang menyelimuti lembah seolah menelan sosok Maura dalam sekejap. Keheningan yang mengikuti kepergiannya jauh lebih menakutkan daripada teriakan kemarahan Arazka beberapa saat lalu.

🌑 Penyesalan yang Menghancurkan

Arazka berdiri mematung, tangannya yang tadi mengepal kini bergetar hebat. Amarahnya menguap, digantikan oleh rasa dingin yang menusuk tulang. Ia menatap telapak tangannya sendiri dengan jijik.

"Maura..." bisiknya lirih.

Ia mencoba berlari mengejar ke arah kabut, namun langkahnya limbung. Arazka terjatuh di atas tanah yang lembap, memukul bumi dengan frustrasi. "Bodoh! Gue egois! Gue bener-benar gila!" raungnya.

Suara Arazka pecah. Untuk pertama kalinya, anggota ALVEGAR melihat sang "Ketua Kulkas" yang tak terkalahkan itu hancur total. Ia menyalahkan dirinya sendiri atas setiap kata kasar yang ia lontarkan. Keamanan Maura adalah segalanya bagi dia, dan kini, dialah alasan mengapa Maura berada dalam bahaya.

🌊 Gelisah yang Tak Bertepi

Di sisi lain, Danis bangkit berdiri sambil menyeka darah di sudut bibirnya. Ia tidak membalas pukulan Arazka, karena rasa sakit di hatinya jauh lebih besar. Pikirannya hanya tertuju pada satu hal: Maura sedang terluka, kakinya terkilir, dan dia sendirian di hutan yang luas ini.

"Zka, kalau terjadi apa-apa sama Maura, gue nggak akan pernah maafin diri gue sendiri... dan gue nggak akan pernah maafin loe," ujar Danis dengan suara bergetar karena cemas.

Danis tidak bisa diam. Ia mulai menyiapkan senter dan perlengkapan darurat dengan gerakan yang terburu-buru. Matanya terus menatap ke arah kegelapan hutan, berharap sosok Maura muncul dari balik kabut.

🛡️ ALVEGAR dalam Krisis

Keysha segera mengambil alih kendali situasi yang kacau. "Asean, Miko! Siapkan tali dan peluit. Kita bagi jadi tiga tim. Kita nggak punya banyak waktu sebelum gelap total!"

Miko yang biasanya banyak bicara, kini bekerja dalam diam dengan wajah pucat. Ia melihat Arazka yang masih terduduk lemas. Miko menghampirinya dan menarik bahu Arazka. "Bangun, Bos! Maura hilang karena loe, jadi loe harus yang nemuin dia! Jangan jadi pengecut sekarang!"

Fanila memeluk Kinara yang masih terisak. "Kin, loe tetep di sini sama Yasmin di area terbuka. Jangan ke mana-mana. Kita bakal bawa Maura balik."

Yasmin meskipun tangannya gemetar, ia mulai menyiapkan obat-obatan dan pemanas tubuh di depan tenda. Matanya menatap tajam ke arah Rangga. "Loe puas, Rang? Liat semuanya hancur begini?"

Rangga hanya menatap Yasmin datar, namun ada kilatan aneh di matanya. "Gue bakal bantu cari di sektor barat," jawabnya pendek, seolah tidak berdosa.

🔦 Perburuan Melawan Waktu

Pencarian dimulai. Suara teriakan memanggil nama Maura bersahut-sahutan di tengah hutan, namun hanya gema yang menyahut.

Arazka berlari membabi buta. Ia mengabaikan ranting yang menggores wajahnya dan kakinya yang berkali-kali terperosok. "MAURA! JAWAB GUE, MAUR!" teriaknya hingga suaranya serak.

Setiap kali ia melihat bayangan di balik pohon, jantungnya seolah berhenti, berharap itu adalah Maura. Ia merasa sangat tidak berguna. Semua kekuasaan dan kekuatan yang ia miliki sebagai ketua ALVEGAR tidak ada artinya jika ia bahkan tidak bisa melindungi gadis yang ia cintai dari dirinya sendiri.

Sementara itu, Danis bergerak di jalur yang berbeda. Ia menemukan jejak kain yang robek tersangkut di semak berduri. "Ini baju Maura..." gumam Danis. Ia melihat ke arah jurang kecil di bawahnya. "MAURA! APA LOE DI BAWAH?!"

Tiba-tiba, suara petir menggelegar. Hujan badai mulai turun dengan sangat deras, menghapus semua jejak dan membuat pencarian menjadi seribu kali lebih berbahaya.

TO BE CONTINUED

1
Anggi Anggara
semanagtt💪
Anggi Anggara
masih baru dan blum banyak yang baca
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!