"Saat langit robek dan dunia menjadi neraka, uang tak lagi berkuasa. Hanya satu angka yang berharga, yaitu.. Peringkatmu."
—
Hari itu dimulai dengan hawa panas yang luar biasa. Bumi Aksara, seorang pemuda 20 tahun yang bekerja sebagai kasir minimarket, hanya memikirkan bagaimana cara bertahan hidup di tengah himpitan ekonomi.
Namun, dunia punya rencana lain. Sebuah retakan hitam membelah langit, membawa ribuan monster haus darah ke permukaan bumi.
Seketika, sebuah layar sistem muncul di depan mata setiap manusia. Dunia berubah menjadi permainan maut yang kejam. Manusia diklasifikasikan ke dalam 5 Tingkatan, dan Bumi mendapati dirinya berada di kasta terendah: Tingkat 5, Posisi 5 (Neophyte).
Dengan insting tajam yang diasah oleh kerasnya hidup di jalanan, ia mulai mendaki tangga kekuatan.
Dari seorang kasir yang dihina, Bumi berubah menjadi predator yang ditakuti. Ia akan melintasi medan perang yang kejam, demi mencapai satu tujuan mutlak... Menjadi Nomor Satu!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ganendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pasukan Anjing ( Hounds of the System )
"Cuih! Aku takkan sudi menjadi anjing untuk mereka. Jika kau menawarkan hal yang sama, lebih baik menyerahlah saja." jawab pemuda itu dengan lantang.
"Tidak... Kali ini kau bisa memilih mati sebagai data yang terhapus, atau hidup sebagai virus yang akan meruntuhkan Iron Cages dari dalam."
Bumi tampak diam selama beberapa menit. Ia merasakan setiap tarikan napasnya seperti menghirup serbuk kaca— perih dan menyesakkan, salah satu efek samping dari penggunaan Transmutasi yang melampaui kapasitas yang ia miliki.
"Hah.. " Bumi menghela panjang. Matanya terasa sangat berat.
"Bumi! Hei... Bangun! Kumohon..." Suara Sarah terdengar samar di telinga dengan tepukan halus di pipi.
Bumi membuka matanya dengan susah payah. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah Sarah yang berlumuran debu putih, dan di sampingnya, Genta yang bersiaga dengan sepotong besi tajam, menatap waspada pada sosok berjubah di depan mereka.
"Tak usah panik seperti itu, anak muda," suara mekanis itu kembali terdengar, datar tanpa emosi. "Jika aku ingin kalian mati, aku cukup membiarkan koordinat kalian terbuka saat protokol penghapusan tadi mencapai puncaknya."
Sosok itu berdiri, menunjukkan postur tubuh yang kurus namun dipenuhi oleh perangkat eksternal. Kabel-kabel halus merayap dari balik jubahnya, terhubung langsung ke sebuah komputer portabel yang terikat di bagian pinggang.
Perpaduan mengerikan antara manusia dan mesin— seorang Cypher.
"Namaku Kael," ucapnya sambil mematikan lenteranya dan menyalakan lampu pendar di langit-langit lorong menggunakan sebuah perintah suara. "Mantan Arsitek Sistem Kelas 2 di Zone 1. Sekarang? Aku hanyalah bug yang mereka lupakan begitu saja setelah mendapatkan pembaruan."
Mendengar itu, Bumi mencoba duduk, rasa sakit di kepalanya berdenyut seirama dengan detak jantungnya. Ia menatap tangannya yang masih menyisakan kristal es dari aura Veteran miliknya. "Kau baru saja menyelamatkan kami. Sebenarnya apa yang kau inginkan? Sebab aku tahu, di dunia ini, tidak ada yang namanya gratis."
Kael terkekeh, suara yang terdengar seperti transmisi radio yang rusak. "Kau benar, Peringkat Satu. Tidak ada yang gratis. Aku menyelamatkanmu karena kau adalah satu-satunya orang yang cukup gila untuk mencoba melakukan transmutasi tanpa ijin Admin. Kau bukan hanya seorang petarung; kau adalah kunci untuk merusak algoritma yang mereka bangga-banggakan."
Kael berjalan menuju sebuah meja kayu tua yang dipenuhi dengan monitor-monitor kuno yang masih menyala, menampilkan aliran data yang rumit. Ia mengetik sesuatu dengan cepat, lalu sebuah peta holografik besar muncul di tengah ruangan bawah tanah itu.
"Selamat datang di 'Under-Net'. Labirin pipa dan kabel yang dibangun sebelum kiamat dimulai, tempat yang tidak bisa dipantau sepenuhnya oleh radar Iron Cages karena kepadatan material timbal di atasnya," Kael menjelaskan. "Kalian aman di sini, untuk sementara."
Bumi berdiri dengan bertumpu pada dinding. "Ridwan... pemimpin The Cleaners itu... dia menyebutkan tentangmu sebelum dia menghilang. Dia mengatakan aku harus menuju ke Zone 1."
Ekspresi Kael sedikit berubah, lensa di matanya berputar cepat. "Ridwan? Jadi dia sudah menjadi korban penghapusan. Ironis. Dia adalah salah satu bidak terbaik mereka. Tapi lupakan itu. Jika kalian ingin ke Zone 1 untuk membalas dendam atau mencari keadilan, lupakan saja. Kalian akan mati sebelum menyentuh gerbangnya."
"Lalu apa yang harus kami lakukan?" sela Genta dengan nada frustrasi. "Sektor kami sudah hilang! Kami tidak punya tempat kembali!"
Kael menatap Genta, lalu beralih kembali ke Bumi. "Kalian harus menghancurkan fondasi mereka. Di setiap distrik yang masih tersisa, termasuk Distrik 7 yang berada tepat di atas kita sekarang, terdapat sebuah District Core atau Inti Distrik."
Kael lalu menunjuk sebuah titik merah besar yang berdenyut di peta holografik.
"Inti itu adalah jantung dari sistem di wilayah ini. Fungsinya adalah sebagai pusat pengumpulan poin pengalaman dari setiap nyawa yang melayang. Semua energi yang kau kumpulkan, semua monster yang kau bunuh, sebagian besar poinnya dialirkan ke sana sebelum dikirim ke pusat Iron Cages. Itu adalah bank energi mereka."
Bumi menyipitkan mata. "Dan jika aku menghancurkannya?"
"Jika kau menghancurkan Inti itu, sistem akan mengalami Shock Rebound," Kael menjelaskan dengan serius. "Seluruh energi yang tersimpan di dalamnya akan meledak dan terdistribusi secara paksa kepada setiap manusia yang terdaftar di distrik tersebut. Peringkat semua orang di sini akan melonjak drastis. Kau bisa mengubah ribuan rakyat sipil menjadi pasukan Adept atau bahkan Veteran dalam sekejap mata."
Sarah menutup mulutnya. "Itu... Tandanya kita bisa melawan balik mereka."
"Ya," potong Kael. "Tapi ada harga mahal yang harus kalian bayar. Menghancurkan Inti adalah pelanggaran protokol tingkat Omega. Saat Inti itu retak, sistem akan secara otomatis memanggil Guardian of the Core. Itu bukan tentara manusia, Bumi. Itu adalah monster kelas Monarch yang sengaja disimpan sistem untuk situasi darurat. Makhluk yang seharusnya baru muncul di tahun ketiga kiamat."
Bumi terdiam. Ia merasakan berat dari pilihan yang ada di depannya. Menghancurkan Inti berarti memberi harapan bagi ribuan orang, namun juga mengundang bencana yang bisa meratakan segalanya hanya dalam hitungan menit saja.
Namun, melihat apa yang dilakukan Iron Cages pada Sektor Ash, ia tahu bahwa mencari aman bukanlah pilihan lagi.
"Dimana lokasi Inti Distrik 7?" tanya Bumi, pada akhirnya. Suaranya kembali ke nada dingin yang kosong tanpa emosi.
Kael tersenyum tipis. "Di bawah katedral tua yang sekarang dijadikan gudang logistik militer. Tempat itu dijaga ketat oleh sisa-sisa The Cleaners dan menara sensor panas. Tapi dengan kemampuan Transmutasi barumu, kau bisa menyelinap melalui pipa pembuangan limbah."
Tiba-tiba, alarm di komputer Kael berbunyi nyaring. Lampu di lorong berubah menjadi merah terang.
"Sial! Mereka bergerak secepat ini?!" Kael segera menghantam meja kerjanya. "Sensor Inti mendeteksi adanya lonjakan otoritas Veteran di bawah tanah. Mereka mengirimkan 'Hounds'— anjing pelacak sistem yang bisa melacak jejak energi transmutasimu!"
Bumi merasakan aura dingin biru esnya kembali bangkit. Rasa sakit di kepalanya seolah menghilang, digantikan oleh adrenalin yang membakar. Ia menatap Genta dan Sarah. "Kael, bawa mereka ke jalur evakuasi. Aku akan menahan mereka di sini."
"Tidak. Jangan Bumi, kau masih lemah!" Sarah mencoba memegang lengannya.
"Tenanglah. Percaya saja padaku," ucap Bumi sambil menatap ke arah bayangan gelap yang mulai merayap di langit-langit lorong. "Aku baru saja menyadari bahwa di dunia ini, tidak ada tempat untuk bersembunyi. Yang bisa aku lakukan sekarang hanya melawan dan bertarung dengan mereka, Sarah."
Bumi berjalan menuju lorong gelap tempat suara geraman rendah mulai terdengar. Dari kegelapan, muncul sepasang mata merah menyala yang diikuti oleh tubuh mekanis empat kaki yang besar, dilapisi oleh cairan hitam yang terus menetes.
Itu adalah Hounds of the System, predator yang dirancang khusus untuk memburu anomali.
Bumi merentangkan tangannya, menyentuh dinding lorong yang lembap. "Kael, kau bilang aku adalah virus?"
Bumi menghentakkan tangannya, dan dinding beton itu mendadak meliuk, berubah menjadi ribuan duri tajam yang dilapisi es, membentuk koridor maut bagi makhluk yang mendekat.
"Maka biarkan aku menunjukkan padamu... seberapa cepat virus ini bisa menyebar."
Di saat yang sama, dari perangkat Kael, terdengar suara siaran darurat yang menyiarkan perintah terbaru dari Zone 1 ke seluruh wilayah.
"Perhatian seluruh unit. Target Bumi Aksara telah terdeteksi di koordinat bawah tanah Distrik 7. Seluruh warga sipil dilarang memberikan bantuan. Hadiah bagi kepalanya ditingkatkan menjadi... Ijin Masuk Zone 1 Permanen."
Bumi menoleh ke arah kamera pengawas di sudut lorong, memberikan tatapan tajam yang seolah menembus layar para elit di Zone 1.
"Hah... Lumayan juga hadiahnya," gumam Bumi. "Baiklah. Aku sendiri yang akan datang untuk menagih hadiah itu pada kalian..."
***