NovelToon NovelToon
JANDA-JANDA UNDERCOVER

JANDA-JANDA UNDERCOVER

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan
Popularitas:953
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Arsila

siapa sangka tiga janda dari latar belakang berbeda seorang Bella damayanti 28(mantan polwan) ,Siska Paramita 30(mantan koki) , dan Maya Adinda 29(mantan guru TK) tanpa sengaja membentuk tim detektif amatir. Mereka awalnya hanya ingin menyelidiki siapa yang sering mencuri jemuran di lingkungan apartemen mereka.

​Namun, penyelidikan itu malah membawa mereka ke jaringan mafia kelas teri yang dipimpin oleh seorang bos yang takut dengan istrinya. Dengan senjata sutil, semprotan merica, dan omelan maut, ketiga wanita ini membuktikan bahwa status janda bukanlah halangan untuk menjadi pahlawan (yang sangat berisik).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Arsila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Labirin Amazon dan Operasi Anti-Nyamuk Elektrobionik

​Jika London terasa dingin dan Jakarta terasa lembap, maka Hutan Amazon terasa seperti berada di dalam panci presto raksasa yang sedang memasak sop manusia. Udara di sini begitu tebal oleh uap air sehingga setiap tarikan napas terasa seperti sedang menelan handuk basah.

​Maya Adinda sedang dalam fase "kritis" dalam sejarah hidupnya sebagai sosialita. Ia mengenakan daster model terbaru: The Jungle-Walker 2.0. Daster ini berbahan serat bambu antipeluru dengan pola kamuflase daun talas, dan yang paling penting bagi Maya, dilengkapi dengan pemancar frekuensi ultrasonik di bagian kerah yang bisa membuat nyamuk pingsan dalam radius tiga meter.

​"Bel, kalau agensi bilang ini misi 'eksplorasi', kenapa kita malah jalan kaki di lumpur yang baunya kayak kaos kaki Bang Jago?!" Maya mengeluh sambil mengangkat kakinya tinggi-tinggi agar sepatu botnya tidak tertinggal di dalam lumpur hisap Amazon.

​Bella Damayanti sedang sibuk dengan tablet militernya, berusaha memetakan sinyal panas yang muncul-hilang di tengah rapatnya pepohonan purba. "Maya, fokus. Sinyal dari 'Benang Hitam' berasal dari koordinat ini. Mereka membangun fasilitas rahasia di bawah reruntuhan peradaban suku kuno. Katanya, mereka mengekstraksi getah pohon Liana Sangre yang bisa memperkuat serat daster keabadian."

​Siska Paramita berjalan paling belakang, membawa tas ransel yang mengeluarkan suara klotak-klotak karena peralatan masaknya. Di tangannya, ia memegang parang yang sudah dimodifikasi dengan bilah pemanas ultrasonik bisa memotong batang pohon sekeras baja hanya dengan sekali ayun. "Aromanya... bukan cuma bau hutan. Ada bau sulfur dan bahan kimia industri. Kita sudah dekat."

​Tiba-tiba, dari balik bayangan pohon-pohon raksasa, belasan tombak meluncur dan menancap di tanah, mengelilingi mereka bertiga. Secepat kilat, sekelompok prajurit dengan lukisan wajah berwarna merah darah muncul dari atas dahan-dahan pohon.

​"Waduh! Mas-mas, jangan tombak-tombakan dong! Kita cuma mau lewat!" Maya mengangkat tangannya, sambil diam-diam meraba lipstik granat di saku dasternya.

​Prajurit itu tidak bicara bahasa manusia biasa. Mereka berkomunikasi dengan siulan burung yang tajam. Namun, Bella menyadari sesuatu yang janggal. Di pergelangan tangan para prajurit itu, terdapat gelang berbahan serat sintetis hitam yang sangat modern produk dari Sindikat Benang Hitam.

​"Mereka bukan suku asli," bisik Bella. "Mereka adalah tentara bayaran elit yang dicuci otaknya dan menyamar sebagai suku pedalaman. Lihat jahitan di celana mereka, itu jahitan mesin industri, bukan tangan!"

​Seorang pria jangkung dengan masker wajah berbentuk tengkorak jaguar melangkah maju. Ia berbicara dalam bahasa Inggris dengan aksen Eropa Timur yang kental. "Kalian melangkah terlalu jauh, para Janda. Amazon akan menjadi kuburan hijau kalian."

​"Nggak bakal terjadi!" teriak Siska sambil mengayunkan parang panasnya.

​Pertempuran pecah di bawah kanopi hutan yang gelap. Bella menggunakan payung titaniumnya yang kini dilengkapi fitur "Kait Monyet" untuk berayun di antara dahan-dahan pohon, menendang jatuh para prajurit penyamar dari ketinggian.

​Siska terlibat duel sengit dengan si pria bertopeng jaguar. Pria itu menggunakan dua bilah belati yang terbuat dari tulang yang diperkuat keramik. Siska menangkis setiap serangan dengan sutil titaniumnya yang ia keluarkan dari balik punggung.

​TANG! TING!

​"Kamu tahu cara memasak daging piranha, Koki?" ejek si pria bertopeng.

​"Nggak tahu, tapi aku tahu cara menggeprek kepala jaguar sombong sepertimu!" Siska melakukan gerakan memutar, menghantam rusuk lawan dengan gagang sutilnya, lalu mengakhiri dengan tendangan lutut yang telak.

​Di bawah, Maya terkepung oleh tiga prajurit. Ia panik, tapi insting bertahannya muncul. Ia teringat fitur baru di dasternya. "Oke, daster... jangan kecewakan aku! Aktifkan Mode Mekarsari!"

​Tiba-tiba, dari lipatan-lipatan kain daster Maya, menyembur keluar gas berwarna merah muda yang aromanya sangat wangi bunga melati, tapi mengandung zat halusinogen dosis tinggi.

​"Aduh, wangi banget..." gumam salah satu prajurit yang langsung melihat pohon di depannya berubah menjadi es krim raksasa dan mulai memeluknya sambil menangis bahagia.

​"Berhasil!" Maya bersorak sambil melakukan selfie cepat dengan latar belakang prajurit yang sedang teler.

​Setelah melumpuhkan para penjaga, mereka menemukan sebuah lubang masuk yang disamarkan di bawah akar pohon Ceiba raksasa. Mereka menuruni tangga logam yang membawa mereka ke sebuah fasilitas bawah tanah yang sangat futuristik. Di sana, ratusan mesin tenun otomatis sedang bekerja tanpa henti.

​Di tengah ruangan, sebuah daster berwarna perak pucat sedang ditenun. Daster itu tampak berdenyut seolah memiliki jantung.

​"Itu dia," bisik Bella. "The Eternal Weave (Daster Keabadian). Jika daster itu selesai, pemakainya akan memiliki kemampuan regenerasi sel instan. Peluru yang menembus tubuhnya akan menutup kembali dalam hitungan detik."

​"Dan tebak siapa yang mau memakainya?" sebuah suara feminin yang dingin terdengar dari balik mesin tenun.

​Seorang wanita cantik dengan rambut putih panjang dan tatapan mata yang tak memiliki emosi keluar. Di tangannya, ia memegang kendali pusat mesin tersebut. "Nama saya Silvia, atau kalian lebih mengenalku sebagai The Weaver. Aku adalah saudari dari Master Tailor yang kalian buat tobat di Tibet."

​"Lho, Master Tailor punya saudara? Kok nggak bilang-bilang sih?" celetuk Maya.

​"Kakakku adalah orang lemah yang terobsesi dengan perdamaian," ujar Silvia sinis. "Aku lebih suka dominasi total. Dengan daster ini, aku akan menjadi penguasa yang abadi. Tidak ada kematian, tidak ada pergantian kekuasaan. Hanya aku."

​Silvia menekan sebuah tombol, dan mesin-mesin tenun itu tiba-tiba berubah menjadi lengan-lengan robot yang menyerang dengan jarum-jarum raksasa yang bergerak secepat peluru.

​Bella menangkis jarum-jarum itu dengan payung titaniumnya yang kini mulai retak karena tekanan yang luar biasa. "Siska, Maya! Kita harus memutus aliran getah Liana Sangre yang memberi tenaga pada mesin ini! Cari tangki utamanya!"

​Siska melihat tangki raksasa di sudut ruangan yang berisi cairan merah kental. Ia berlari ke sana, tapi Silvia menghalangi dengan menggunakan cambuk serat karbon yang bisa memotong beton.

​"Maya! Gunakan bumbu kimia lo!" teriak Siska.

​Maya mengambil botol bumbu "Cabai Nuklir" buatan Siska yang sudah dimodifikasi menjadi granat cair. "Rasakan ini, Kakak Penjahit yang Jahat! Sambal Amazon rasa kematian!"

​BYUURRR!

​Cairan cabai super pedas itu mengenai mata Silvia. Silvia menjerit kesakitan, genggamannya pada cambuk terlepas. Siska tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia menghantam katup tangki utama dengan sutil ultrasoniknya hingga pecah.

​Cairan merah getah pohon itu tumpah ke lantai, menyebabkan arus pendek pada seluruh sistem mesin tenun.

​BZZZZZZZT—BOOOM!

​Fasilitas itu mulai bergetar hebat. Alarm peringatan meledak. "Fasilitas ini akan hancur! Kita harus keluar sekarang!" teriak Bella.

​Mereka berlari kembali ke permukaan tepat saat fasilitas bawah tanah itu runtuh ditelan tanah hutan. Silvia menghilang di tengah ledakan, entah selamat atau terkubur, tapi daster keabadian itu dipastikan hancur menjadi abu.

​Di sungai terdekat, sebuah perahu motor cepat yang sudah disiapkan oleh agensi menunggu mereka. Bang Jago (yang ternyata dikirim Kolonel Lastri untuk membantu logistik) melambaikan tangan dari atas perahu.

​"Ayo Mbak-mbak! Buruan naik! Buayanya sudah lapar ini!" teriak Bang Jago.

​Mereka melompat ke atas perahu tepat saat sekelompok piranha mutasi (produk sampingan limbah lab) mencoba menggigit bagian bawah perahu. Bang Jago menginjak gas, dan perahu itu melesat membelah air sungai Amazon yang gelap.

​Maya bersandar di kursi perahu, mencoba mengatur napasnya. "Bel... Siska... aku mutusin satu hal."

​"Apa, May?" tanya Siska sambil membersihkan noda getah di sutilnya.

​"Aku nggak mau lagi ikut misi ke tempat yang nggak ada sinyal 5G dan banyak nyamuknya. Besok kalau misi selanjutnya di kutub utara atau bulan, aku mau dapet bonus daster yang bisa manggil ojek online secara otomatis!"

​Bella tertawa, pertama kalinya setelah berminggu-minggu. "Misi selesai, Janda-janda. Kita sudah menggagalkan pembuatan daster keabadian."

​"Tapi ingat," Bella menatap ke arah hutan yang mulai menjauh. "Silvia bilang dia punya koneksi di Rio de Janeiro. Karnaval besar akan dimulai minggu depan, dan kabarnya ada pengiriman benang hitam besar-besaran di sana. Jadi, jangan simpan daster kalian dulu."

​Siska tersenyum tajam. "Rio ya? Aku selalu ingin tahu gimana rasanya masak Feijoada pakai teknik bumbu rahasia kita."

​Maya langsung berdiri dan mulai bergoyang mengikuti irama mesin perahu. "Rio! Samba! Aku harus cari daster motif payet yang bisa nyala di kegelapan! Ayo Bang Jago, tancap gas!"

​Perahu itu hilang di balik tikungan sungai, meninggalkan Amazon menuju kemeriahan Rio de Janeiro. Petualangan baru menanti, dan bagi The Justice Widows, dunia hanyalah panggung besar yang butuh sedikit "jahitan" keadilan.

1
yumin kwan
baru nemu, langsung marathon....
seru kocak... walau ga masuk akal 🤣🤣🤣
yumin kwan
astaga.... kok bisa kepikiran ide begini.... salut....
yumin kwan
astaga.... seru bgt ini 3 janda.... 😄
yumin kwan
kayaknya kocak ini cerita..... save ah...
Marley
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!