NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Uncle Noah

Terjerat Cinta Uncle Noah

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Murni / Si Mujur / Tamat
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Sri Rosita

Ninda adalah Mahasiswi asal Indonesia yang berkuliah di Tu Delft Belanda. Pada hari itu untuk pertama kalinya Ninda harus pergi keluar negri naik pesawat seorang diri, saat akan melakukukan check in Ninda mengalami kecelakkan yang di akibatkan oleh kelalayannya sendiri, saat itu lah dia bertemu dengan seorang pria bernama Noah, pertemuan itu meninggalkan kesan, namun Ninda tak berfikir akan beretemu lagi dengan pria itu, sampai akhirnya di pertemuan keluarga yang di adakan di kediaman Tonny Ayah Tiri Ninda dia bertemu lagi dengan Noah yang ternyata adalah adik sepupu Tonny ayah Tiri Ninda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Sri Rosita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kejutan Yang Tak Di undang.

Ting… tong…

Bel berbunyi beberapa kali.

Dengan langkah berat, Ninda membuka pintu.

Ninda membeku, di hadapannya berdiri Sarah tegak, rapi, dengan tatapan dingin yang seolah langsung menembus dada.

“Kau tidak menyuruhku masuk,” kata Sarah, suaranya datar namun tajam.

“Uncle sedang tidak ada di rumah,” jawab Ninda pelan, canggung.

“Kebetulan,” Sarah melangkah setengah maju.

“Aku memang ingin bicara denganmu.”

Tatapan Sarah menyapu Ninda dari ujung rambut sampai kaki, tanpa usaha menyembunyikan penilaian.

Ninda menghela napas pendek.

“Masuk.”

Sarah melangkah masuk, matanya berkeliling apartemen itu. Senyum kecut terukir di bibirnya.

“Aneh ya,” ucapnya santai. “Aku datang ke apartemen Noah… sebagai orang asing.”

Wajah Ninda menegang.

“Aku ingat sofa ini,” lanjut Sarah sambil menyentuh sandarannya.

“Kami sering—”

Ia berhenti sejenak, lalu tersenyum ke arah Ninda.

“Dan dapur itu.”

Matanya melirik ke arah dapur.

“Kami juga melakukannya di tempat tidur itu. Bathtub itu.”

Tatapan Sarah kembali menusuk.

“Aku tidak tertarik mendengar ceritamu,” kata Ninda, memalingkan wajah.

“Oh, tapi ini rumah kenangan,” balas Sarah ringan. “Di setiap sudut apartemen ini ada kisahku dan Noah. Kami bercinta… kapan saja.”

Ninda menarik napas dalam-dalam, berusaha menjaga suaranya tetap stabil.

“Aku tahu. Dan itu sudah berlalu.”

Sarah tertawa kecil.

“Itu karena kamu masuk ke hidup kami.”

“Aku tidak bermaksud ...”

Ninda terdiam, tak melanjutkan.

“Kau jalang kecil perusak hubungan orang,” potong Sarah tajam.

Ninda terdiam. Jemarinya meremas ujung bajunya.

“Kau tahu,” lanjut Sarah, “keluarganya menyukaiku.”

Hening.

“Kalau mereka tahu hubunganku dirusak oleh jalang kecil seperti kamu,”

“Maaf,” potong Ninda, suaranya bergetar namun tegas. “Jangan bicara kasar padaku.”

Ninda mengangkat wajahnya. “Uncle memilih aku. Bukan kamu.”

Sarah menyipitkan mata. “Kau bercinta dengannya di sini?”

“Itu bukan urusanmu.”

Sarah tersenyum miring.

“Aku ingin melihat reaksi Tonny.” Nada suaranya rendah, berbahaya.

“Kalau tahu anak tirinya ternyata jalang kecil murahan.”

“Silakan keluar,” kata Ninda dingin. “Aku tidak ingin ada keributan.”

“Kau yang memulainya,” balas Sarah. “Apa ibumu yang mengajarimu?”

Mata Ninda membelalak.

“Atau kau memberikan tubuhmu demi tinggal di apartemen Noah?”

“Keluar!” suara Ninda meninggi.

“Ingat wajahku baik-baik,” bisik Sarah. “Aku sudah puluhan kali bercinta dengan Noah di apartemen ini.”

Ninda mengepalkan tangannya.

Sarah berbalik.

“Oh iya,” katanya sambil melangkah pergi.

“Sampaikan ke Noah, celana dalamnya masih tertinggal di apartemenku.”

Brak!

Pintu tertutup keras.

Ninda berdiri terpaku, napasnya berat, dadanya sesak.

Perlahan, ia berjalan ke kamar. Membuka lemari. Laci-laci.

Beberapa gaun malam. Bra. Celana dalam.

Barang-barang itu masih ada.

Air mata akhirnya jatuh.

Ia tahu ia seharusnya tidak cemburu. Tapi tetap saja… sakit.

Beberapa jam kemudian, Noah pulang Ninda menyambutnya dengan senyum.

Namun hanya sebentar. Tatapannya kembali kosong.

“Ada masalah?” tanya Noah sambil memeluknya.

Ninda terdiam, lalu menatap mata Noah.

“Tadi… Sarah datang.”

Tubuh Noah menegang. “Apa dia bilang sesuatu?”

“Iya.” Suara Ninda bergetar. “Dan itu sangat menggangguku.”

Noah malah tersenyum.

“Kok senyum?” tanya Ninda heran.

“Kamu cemburu.”

Ninda memalingkan wajah.

“Apa yang dia katakan?” Noah akhirnya bertanya serius.

“Dia bilang kalian sering bercinta di sini,” jawab Ninda pelan, menepuk sofa tempat mereka duduk.

Noah hampir tersedak.

“Dan dia bilang… celana dalammu masih tertinggal di apartemennya.”

Ninda berdiri.

“Oh iya,” katanya tanpa menoleh. “Semua barang milik Sarah sudah aku masukkan ke dalam kotak. Di pojok sana.”

“Malam ini aku tidur di apartemenku.”

Ia melangkah menuju pintu.

Brak!

Suara pintu tertutup keras.

1
Evi Lusiana
org luar plgi mntan atlet,mayoritas pcinta sex bebas,kasihan ninda cm d php,
Evi Lusiana
asyik psti puny tmn² yg somplak tp asyik
Evi Lusiana
asta cerdas👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!