NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Dua Perwira Angkatan Laut

Kisah Cinta Dua Perwira Angkatan Laut

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:449
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Diwarnai dengan keegoisan karena didik keras sedari kecil, bukan hanya diterima tempat pendidikan ketika mereka bersekolah di akademi militer. Apakah cinta Agatha dan Jefry bisa mengalahkan sifat ego mereka???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sakit

Jefry suaminya sudah didorong ke ruangan. Petinggi tentara sudah banyak yang menanti di depan pintu operasi. Agatha yang mendapat informasi Elis anaknya tidak sadarkan diri karena panas, langsung berlari ke IGD melewati Komandan - komandan yang sedang menunggunya. Semua yang ada disana merasa panik ada apa dengan dokter Agatha, kepala rumah sakit mendapat informasi bahwa anaknya sedang dirawat tidak sadarkan diri.

"Kasihan dokter Agatha. Memang dia kuat."

Agatha menjumpai anaknya sedang di tangani oleh dokter spesialis anak. Tubuh Elis sudah biru. Terlihat Nael yang ketakutan menghampiri maminya.

"Adek mami... Adek. Kakak takut." Agatha memeluk anak laki - lakinya.

"Its oke sayang."

Elis sudah diruang ICU, dokter mengatakan ada kelainan pada jantungnya. Sebagai dokter dia tidak menyangka bahwa anak bayinya bisa terkena penyakit jantung ini. Agatha mendapat informasi bahwa suaminya sudah sadar. Agatha menitip anak perempuannya kepada perawat di ICU. Dia mengandeng Nael ke ruangan papinya.

"Sayang,....." Agatha mendekat bersama Nael.

"Puji Tuhan. Jangan buat aku seperti ini lagi mas. Janji. Pergi sehat dan harus pulang sehat juga."

"Mohon maaf sayang." Agatha menangis dalam pelukan suaminya. Sedangkan Nael masih mencoba mengartikan apa yang terjadi.

"Kenapa menangis???"

"Peluk aku mas kasih kekuatan buat aku."

Jefry yang mengira istrinya menangis karena baru melalui hal berat akibat kecelakan yang menimpanya, dia tidak tahu bahwa anak perempuannya sedang mengalami musibah.

"I love you."

"Love you more mas."

"Terima kasih anak jagoan papi sudah jaga mami dan adek. Mana Elis sayang?"

"Adek sakit papi, ada di rumah sakit ini. Maaf kakak tidak bisa jaga adek baik."

Jefry menatap Agatha istrinya dan ia pun menceritakan semuanya kepada suaminya sambil menangis. Jefry sadar bahwa bukan hanya dia namun kondisi anak kedua mereka juga yang membuat Agatha menangis. Di peluk istrinya.

"Kita akan lalui ini bersama sayang." Tiba - tiba ada informasi dari ruangan ICU ditandai dengan kode lampu dan bunyi pengeras suara. Agatha pamit kepada suaminya. Nael menjaga papinya.

"Dokter, Elis sangat lemah."

"Ooo Tuhan tolong saya." Dokter spesialis anak dan penyakit dalam yang menangani Elis bayi mungil montok dan cantik ini. Elis masih bernafas. Namun sangat lemah. Terlihat dari jauh Jefry datang dengan kursi roda yang didorong Chris ajudannya.

Informasi keadaan Jefry dan Elis sudah diketahui oleh keluarga semua. Jefry berdiri mendekat tempat tidur anaknya.

"Adek, papi disini. Maafkan papi ya."

"Mas....." Jefry memeluk istrinya. Jefry merasa mimpinya nyata, bahwa dalam perjalan dia dibawa dari pulau ke kota dengan helikopter dalam keadaan parah ada tangan anak kecil menyentuh luka ditempat tertembak. Anak itu bersinar dan tersenyum. Seketika Jefry sadar sampai dia ditanya oleh istrinya.

"Apa ini maksud mimpi papi, malaikat kecilku. Papi iklas sayang, iklas jadilah malaikat penjaga papi, mami dan kakak ya sayang." Seketika monitor menadakan Elise Charis Wibowo berbunyi nada panjang dan dimonitor terlihat garis lurus. Hanya Empat bulan tuhan titipkan buat kami.

"Kita akan memakamkannya di Surabaya dek."

Hari itu juga Agatha mengenakan baju yang bagus buat anaknya. Sebelum dimasukan kedalam peti. Pesawat milik angkatan laut yang akan membawa mereka. Jefry meskipun sakit dia tetap terbang bersama keluarga suster dan ajudannya Christ dan Leo.

Dalam pesawat Jefry memeluk istri dan anaknya Nael. Dia menyium istrinya tak henti. Air matanya jatuh. Namun dia harus kuat buat mereka. Agatha sangat terpukul. Apalagi Jefry sempat melihat vidio istrinya berlari waktu selesai memberi tindakan operasi baginya.

"Maafkan mas yang tidak bisa menjaga kalian dengan baik. Maafkan mas dek."

Orang tua dari atambua juga dalam perjalanan ke Surabaya. Sementara keluarga semua sudah menyiapkan semua yang berhubungan dengan pemakaman. Kesatuan tempat Jefry dan Agatha bekerja menfasilitasi semua.

Semua sudah berkumpul. orangtua dan kakak - kakak ipar serta keponakan Agatha menangis menyambut kedatangan jenazah Elise. Jefry tetap memeluk Agatha sementara Nael dalam pelukan kak Debora. Ibadah dimulai.

"Mas adek."

"Maafkan mas sayang. Maafkan mas." Jefry tetap memeluk Agatha. Dia memberi kekuatan kepada istrinya, namun dua ajudannya tetap standby dibelakang mereka Christ dan Leo.

Malam hari, Agatha mengobati bekas luka operasi suaminya. Sebenarnya Jefry belum boleh bergerak banyak, namun keadaan yang memaksakan.

"Sedikit merah sayang. Jangan banyak bergerak ya mas. Kamu sekarang istirahat."

"Iya sayang."

"Kakak bagaimana?"

"Dia sudah bobo bersama mama dan papa mertuamu."

"Puji Tuhan. Kamu sekarang bagaimana perasaannya??"

"Adek menyesal, ngak tahu kalau Elis ada kelainan sama jantungnya. Kalau saja adek bisa di cek up kesehatannya disini mungkin dia masih ada."

"Dan mungkin mas yang pergi meninggalka kalian." Agatha kaget. Jefry menceritakan mimpinya semua.

"Elis menjadi malaikat buat papi."

"Iya dia yang membuat kesadaran papi tetap terjaga." Jefry menarik nafasnya lalu kembali mengeratkan pelukannya kepada istri tercintanya. "Memang Ini sangat berat sayang, tetapi kita berdua pasti bisa melewatinya. "

Agatha dan Jefry serta Nael ,dua ajudan dan suster Maria masih di Surabaya, mereka memasih mendapat ijin. Dan hari ini Agatha menemani suaminya untuk mengecek luka operasinya yang setiap hari dirawat oleh Agatha istrinya.

"Sudah kering dan bagus. Dirawat dengan baik oleh dokter Agatha."

"Terima kasih dokter. Saya laki - laki beruntung yang menerima servis dobel dari istri. Menjadi istri, menjadi dokter juga. Pria beruntung saya."

Pulang dari rumah sakit, mereka menyempatkan diri nyekar ke makam Elise anak mereka. Disana sudah ada Nael bersama kedua orang tua mereka diantar Christ dan Leo. Kembali Agatha tidak bisa menahan emosinya, Dia menangis lagi. Jefry memeluknya sangat erat.

"Dokter cintaku, jangan sakit ya??? Please kuat buat kami sayang." Nael masuk membawa susu hangat, buah dan cemilan buat maminya.

"Mami sayang, ayo bangun kita movie time disini ya."

Jefry menyiapkan filmnya. Ada dua kaleng soda. Dan mereka pun bersandar pada sandaran tempat tidur dengan Agatha ditengah diapit oleh Jefry dan Nael. Agatha melihat dua orang penjaganya ini.

"Kaka sweet banget. Terima kasih sayang."

"Mami harus bahagia, adek di surga juga pasti bahagia. Jangan sakit nanti kakak sama papi bagaimana??? Sehat - sehat ya cinta kakak."

"Kok kakak minum yang bersoda?"

"Please mami, sekali aja. Nonton ngak asik kalau ngak ada ini."

"Kenapa mami diberi susu."

"Ya jelas biar mami sehatlah, itu doa kakak."

Kondisi Agatha membuat Jefry merencanakan liburan bersama dengan keluarga. Karena dia masih diijinkan berlibur. Sementara itu di markas besar kesatuan di Surabaya, sudah ada pemberitahuan bahwa Letnan Kolonel Jefry Xaverius Wibowo dan Kapten Agatha Anastasya akan di pindah tugaskan ke Surabaya Jefry sebagai komandan intel dimarkas besar angkatan laut di sana. Dan Dia mendapat kenaikan pangkat menjadi Kolonel karena dedikasinya kemarin memimpin pemberantasan pemberontak pengedar narkoba.

Berkat berlapis - lapis yang diberikan Tuhan. Hari ini Jefry sudah bersiap - siap untuk mengikuti pelantikan kenaikan pangkatnya. Agatha menggunakan seragam organisasi. Agatha memasang pangkat baru bagi suaminya Kolonel Jefry Xaverius Wibowo.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!