Seorang wanita yang hidup mewah pada masa 2030 dengan berbagai teknologi pintar berkembang pesat. Wanita itu adalah Ria yang dijuluki seoang pembisnis dan desainer terkenal. Banyak orang iri dengan dirinya. Di saat mendapatka penghargaan desainer terbaik terjadi sebuah kecelakaan menyebabka Ria tewas ditempat. Tapi saat dia bangun dia melihat lingkungan berbeda. Tepat di depan ada sebuah kalender lama pada tahun 1997 bulan agustus. Ria yang tidak percaya segera keluar dari ruangannya melihat pemandangan yang asing dan belum berkembang berbeda dengan dia lahir sebelumnya. Ria binggung menatap ke segala arah hingga datang ibunya bernama Ratri. Dia memanggil nama Valeria kenapa kamu diam saja sini bantu ibu memasak. Ria menoleh dengan wajah binggung hingga Ratri datang memukul kepala Valaria. Ria merasakan sakit tidak percaya kalau dia merasa sakit. Valaria bertanya ini dimana. Ratri binggung membawa Valaria ke dalam aku ibumu. Kamu ini lupa atau hanya tidak mau membantu saja. penasaran.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fajar digerbang Hijau 18
Pulang dari sawah, tubuh Valaria lelah, namun pikirannya berputar cepat. Ia segera naik ke kamar, mencari ketenangan. Aroma rumput kering dan lumpur yang menempel di pakaiannya ditinggalkannya di luar.
Ia duduk di meja kayu sederhana, mengeluarkan buku tulis dan pena. Rasa lapar akan pengetahuan yang mendalam dan tersimpan di benaknya tidak bisa diabaikan.
Valaria menutup mata sejenak, membiarkan ingatan ilmiah yang muncul tak terduga mengalir. Dalam keheningan kamar, hanya terdengar goresan pena yang cepat di atas kertas, seolah ia sedang menyalin dari sebuah teks yang tak terlihat.
Valaria mulai menuliskan materi yang tiba-tiba ia ingat, materi yang sangat mendasar namun kompleks: Gaya dan Gerak Hukum Newton. Pelajaran SMP yang Valaria ingan dikehidupan sebelumnya. Ia tulis untuk dijual kalau laku di kehidupan barunya.
Tulisannya jelas, seolah ia adalah seorang guru yang sedang merangkumkan inti pelajaran.
Gaya dan Gerak: Hukum Newton (Inti dari Segalanya)
Hukum Newton adalah inti dari gerak dan gaya. Pahami intinya, bukan sekadar menghafal.
1. Hukum I Newton (Hukum Kelembaman):
“Benda akan tetap diam atau bergerak lurus beraturan jika tidak ada gaya yang bekerja.”
Intinya: Setiap benda berusaha mempertahankan kondisinya (diam atau bergerak). Ini adalah kelembaman.
Contoh: Anda naik motor dengan kecepatan tinggi. Lalu, tiba-tiba motor berhenti mendadak. Tubuh Anda akan cenderung terdorong ke depan. Mengapa? Karena tubuh Anda ingin mempertahankan geraknya (kelembaman) meskipun motor sudah berhenti. Tubuh melawan perubahan gerak secara tiba-tiba.
2. Hukum II Newton (Hukum Percepatan): F = m · a (Gaya sama dengan massa dikali percepatan).
Intinya: Semakin besar Gaya (F) yang Anda berikan, semakin cepat (Percepatannya (a) besar) benda itu bergerak. (Gaya berbanding lurus dengan percepatan).
Sebaliknya, semakin berat (Massa (m) besar) benda, semakin sulit untuk menggerakkannya. (Massa berbanding terbalik dengan percepatan).
Contoh: Akan lebih mudah mendorong gerobak kosong daripada gerobak yang penuh barang. Mengapa? Karena massa gerobak penuh lebih besar, sehingga percepatan yang dihasilkan dari gaya dorong yang sama menjadi lebih kecil.
3. Hukum III Newton (Hukum Aksi-Reaksi):
“Setiap ada gaya aksi, pasti ada gaya reaksi yang sama besar dan berlawanan arah.”
Intinya: Gaya selalu berpasangan. Tidak ada gaya tunggal di alam semesta.
Contoh: Saat Anda melompat, kaki Anda memberikan gaya dorong ke lantai (aksi). Lantai akan memberikan gaya dorong balik yang sama besar ke kaki Anda (reaksi), tetapi arahnya ke atas, sehingga tubuh Anda bisa terangkat ke udara.
Valaria berhenti sejenak, merasakan kepuasan yang aneh. Materi-materi ini terasa penting, seolah harus segera ia abadikan sebelum menghilang. Ia tahu bahwa ia harus mulai menyusun ini menjadi semacam buku pengetahuan, terutama untuk Raka dan anak-anak desa lainnya.
“Tapi apa ini akan baik saja,”guman Valaria yang merasa bimbang. Tapi untuk mendapatkan uang ia harus bisa memutuskan pada waktu itu juga. Wajah yang percaya diri Valaria mengangguk,kalau ia harus menulis pengetahuan dikehidupan sebelumnya untuk bisa bertahan hidup.”Valaria kamu harus bisa berani, mungkin akan ada hal baik menantiku nanti jika menjualnya untuk negara kita tercinta,”kata Valaria lagi.
Ia melanjutkan, menuliskan dua rumus dasar gerak, menatanya agar mudah diingat:
Rumus Dasar Gerak
A. Gerak Lurus Beraturan (GLB):
Gerak suatu benda pada lintasan lurus dengan kecepatan konstan (tetap).
s=v⋅t
s = jarak tempuh (dalam meter)
v = kecepatan (dalam meter per detik)
t = waktu tempuh (dalam detik)
B. Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB):
Gerak benda pada lintasan lurus dengan percepatan konstan. Artinya, kecepatannya berubah secara teratur.
a= tΔv
a = percepatan (dalam meter per detik kuadrat)
Δv = perubahan kecepatan (v akhir - v awal)
t = waktu
Selesai menulis dua rumus utama, Valaria menutup bukunya. Cukup untuk hari ini. Ia perlu menggerakkan tubuhnya setelah seharian di ladang dan beberapa jam di depan buku.
Valaria keluar dari kamar, meregangkan ototnya di depan pintu. Ia menghirup udara sore yang sejuk dan damai.
“Nyamannya,”ucap Valaria berjalan keluar dari kamar kecilnya. Tapi matanya menatap ke arah pintu yang jauh dari kamarnya.
Saat itu, ia melihat Eko putra Paman Baskoro bersama Raka sedang berbincang di depan rumah. Eko, yang biasanya tertutup dan murung karena belajar, terlihat sedikit lebih ceria, meskipun membawa tas sekolahnya.
Valaria mendekat, penasaran. “Ada apa, Raka? Eko? Sedang membicarakan apa?” tanyanya lembut.
Raka tersenyum lebar, matanya berbinar. “Kak Valaria! Ini, Kak Eko mengantarkan makanan!”
Eko menyodorkan sebuah rantang yang masih hangat kepada Valaria. Wajahnya sedikit memerah, seolah canggung berinteraksi dengan Valaria yang ia kenal baru-baru ini.
“Iya, Kak Valaria. Kak Jaya pulang. Dia dapat liburan sebentar dari kota, jadi dia membawakan kami banyak oleh-oleh dan makanan,” jelas Eko pelan. “Ibu menyuruhku mengantar ini untuk Tante Ratri dan kalian.”
Valaria terharu dengan kebaikan keluarga Baskoro. Ia mengambil rantang itu.
“Oh, terima kasih banyak, Eko. Bilang terima kasih juga pada Jaya yang sudah jauh-jauh membawakan ini dari kota,” kata Valaria, tatapannya ramah. “Kamu sudah makan? Kenapa tidak istirahat saja di rumah? Pasti capek pulang sekolah langsung mengantar ini.”
“Sudah, Kak Valaria. Ini juga dekat, kok.” Eko menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ia tampak lega melihat Valaria tidak bertanya soal pelajarannya. Segera Eko berpamitan dengan Raka dan Kak Valaria.
“Baiklah kalau begitu. Hati-hati di jalan, ya,” ucap Valaria sambil tersenyum.
Eko mengangguk kecil, memberikan lambaian singkat, dan segera kembali ke rumahnya yang berada di seberang.
Valaria memperhatikan punggung Eko yang menghilang. Ia menghela napas, membawa rantang itu masuk. Ada hal aneh tentang ingatan di kepalanya rumus fisika yang rumit tapi ia mendapati dirinya paling bahagia ketika dikelilingi oleh kesederhanaan dan kebaikan hati seperti yang ditunjukkan oleh keluarga Baskoro.
Ia membuka rantang itu. Aroma gulai ayam yang kaya langsung menyeruak, memenuhi udara sore. Raka juga mencium gulai ayam juga merasa lapar.
“Kak ayo makan,”kata Raka dengan wajah berseri-seri.
“Kamu ini kalau ada makanan saja segera ingin nyomot saja. Kamu segera panggil ayah dan ibu sana. Kalau ada makanan dari Bibi Tirta,”kata Valaria berjalan ke meja makan meletakan ratang berisi gulia ayam.
Ayah dan ibu segera mendekat ke meja makan. Di tambah lagi sayuran tambahan yang baru saja dimasak oleh Ratri juga sudah siap untuk makan malam mereka semua. Valaria segera menyiapan piring dan nasi yang masih didapur. Raka dan ayah Arjun sudah duduk di ruang makan. Raka yang menatap hidangan didepan membuat perutnya berbunyi. Ratri, ibunya mendengarnya hanya tersenyum. Valaria sudah membawa piring dan nasi segera duduk. Mereka berkumpul untuk makan malam bersama. Tampak suasana yang hangat dan damai, membuat Valaria senang. Tapi setelah ini apa yang akan dilakukan Valaria?.