NovelToon NovelToon
Love After Married

Love After Married

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dokter / Cinta pada Pandangan Pertama / Kaya Raya
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Tulisan_nic

Albie Putra Dewangga, 32 tahun.
Dokter bedah trauma—pria yang terbiasa berdiri di antara hidup dan mati, tapi justru kalah saat menghadapi percintaan.
Kariernya gemilang. Tangannya menyelamatkan nyawa.
Namun hatinya runtuh ketika Alya, kekasihnya yang seorang model, memilih mengejar mimpi ke Italia dan menolak pernikahan.
Bagi Albie, itu bukan sekadar perpisahan melainkan kegagalan.
Di malam yang sama, di sebuah bar ia bertemu Qistina Aulia, 22 tahun.
Mahasiswi cantik dengan luka serupa, ditinggal pergi oleh pria yang ia cintai.
Dua hati yang patah.
Dua gelas yang terus terisi.
Hadir satu keputusan gila yang lahir dari mabuk, kesepian, dan rasa ingin diselamatkan.
“Menikah saja denganku. Aku cowok kaya dan tampan,dan bisa membahagiakan mu."
Kalimat itu terucap tanpa rencana, tanpa cinta atau mungkin justru karena keduanya terlalu lelah berharap.
Apakah pernikahan yang dimulai dari luka bisa berubah menjadi cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tulisan_nic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Patah Hati Yang Sama

*

*

Albie sudah tidak ambil pusing, tentang rencananya menikahi Alya yang ternyata kandas. Bukankah hidup harus terus berjalan?

Meskipun tidak dengan Alya, masa iya di dunia yang luas ini tidak satupun wanita yang menjadi jodohnya. Niat Albie baik, ingin hidup normal, ingin setia pada pasangan dengan status pernikahan. Mana mungkin niat setulus itu tidak di berikan jalan.

Otak Albie berfikir begitu, namun hatinya tetaplah lelah. Perjalanan tiga tahun menjalin hubungan bukan perkara mudah. Ada banyak harapan-harapan yang terbentuk seiring berjalannya waktu. Lalu apa iya akan semudah itu untuk melupakan?.

Langkah kaki Albie meninggalkan Alya di restoran membawanya menuju mobil di parkiran. Ia menyetir dengan penuh kepercayaan diri, bahwa dirinya sekarang bukan pria cengeng yang gampang menangis karna patah hati. Namun ternyata salah, hatinya tidak sekuat itu. Tetap saja rasanya menusuk ke relung paling dalam. 'Brengsek!'

Albie mencoba mencari ketenangan. Berdasarkan dari pengalaman Naufal, bilang dia merasa fresh jika pulang dari Bar. Setidaknya Albie punya referensi untuk menghilangkan penat.

Benar saja, Pria yang tak pernah sekalipun menyentuh Alkohol karna menurutnya itu hanya akan mempengaruhi kesehatan juga membuat orang memiliki penurunan dalam berfikir, kini sudah ada di dalam Bar dengan dua botol sekaligus di hadapan. Patah hati apa sebegitunya merubah seseorang?

Dalam keadaan kacau itu ia masih sanggup berfikir jika dirinya dalam pengaruh alkohol nanti setidaknya ada seseorang yang berpikiran sehat untuk membawanya pulang.

Albie menelpon Naufal untuk menyusul. Tapi, apa ini solusi yang tepat? Entahlah, yang jelas Albie berfikir untuk menghadirkan teman itu suatu pemikiran yang sudah cukup baik.

Sambil menunggu kedatangan Naufal, Albie tanpa sadar menuangkan sloki demi sloki Alkohol untuk ia teguk bersama kepahitan yang baru saja di alaminya. Rasanya aneh–juga pahit, tapi Albie tidak bisa berhenti. Ada sensasi berbeda saat cairan itu memasuki rongga dada lalu turun di lambung yang selama ini terjaga. Ia merasakan kehangatan. Pertama kali, di hidup seorang Albie bertindak tanpa pertimbangan.

Di tengah sensasi itu, yang menurutnya kesedihan hanya miliknya ia malah mendengar jerit tangis tertahan dari seorang gadis yang tak jauh dari tempat duduknya.

"Dia pikir ini kemauan ku hidup seperti ini? Aku juga mau hidup kaya raya, banyak harta, bisa beli apa saja. Bukan seperti ini, mau beli lipstik saja harus mikir besok bisa makan apa nggak."

Albie memperhatikan gadis itu, sesaat ia mengerti kepahitan yang di alaminya, 'Kasihan juga hidupnya, aku kira aku saja yang menyedihkan.'

Albie menuangkan lagi minuman itu ke sloki lalu meminumnya. Suara gadis itu kembali terdengar.

"Kalau saja ada pekerjaan yang cepat bikin aku kaya, aku pasti mau melakukannya. Tapi kerja apa ya?.

Apa aku jual ginjal aja?, atau jadi simpenan pejabat?, atau kurir narkoba?... Ah tidak, tidak boleh kerja kriminal. Tidak baik. Nanti di jemput pak polisi."

Albie menoleh lagi, ia justru merasa prihatin pada apa yang di alami gadis itu. Hidup memang semaunya mempermainkan tanpa ada rasa kasihan.Hidup juga sering kali tak memberi timbal balik yang setara. Kita sudah menekan ego, menyingkirkan keinginan sendiri, bahkan rela kehilangan demi orang lain. Namun hasilnya tetap saja kosong. Jika akhirnya kita tak mendapatkan apa pun, untuk apa semua pengorbanan itu?

"Ah ...aku tahu!"

"Nikah sama duda kaya raya saja, jenius sekali Qistina.

Tapi, nyari duda kaya raya di mana ya?"

Kalimat dari gadis yang menyebut dirinya Qistina itu, membuat seorang Albie tertarik untuk memberinya jawaban. Dia merasa bertemu dengan orang yang memiliki tujuan yang sama. Yaitu sama-sama ingin menikah.

Tanpa basa-basi, Albie mendatangi di mana gadis itu duduk tertunduk.

“Menikah saja denganku. Aku cowok kaya dan tampan,juga bisa membahagiakanmu, aku kaya raya dan bukan duda. Kamu mau nggak?"

Gadis itu mendongak, menatap dengan tanda tanya.

"Memangnya kamu siapa? Kamu pakai jam tangan sama seperti Calvin, beneran kaya ya kamu?"

"Nikah dulu, nanti aku akan kasih tahu aku siapa."

"Jadi kamu mau nikahin aku? Ya udah ayo nikah, kalau kamu kaya aku pasti mau."

"Aku ini kaya dan tampan. Aku juga seorang Dokter, kalau ada yang buat kamu sedih, aku akan memutus urat sarafnya seperti ini..." Albie mengangkat jari telunjuknya, lalu menempelkan di dahi gadis itu. Ia menggerakkan telunjuk itu turun dari dahi ke hidung lalu ke bibir dan berhenti di situ. Lalu keduanya tertawa.

Gadis tadi adalah Qistina, yang juga sedang dalam keadaan mabuk. Hatinya juga patah, bahkan menyakiti harga dirinya dengan amat sangat.

Qistina mengambil jari telunjuk Albie yang tadi menempel di bibirnya dengan kedua tangan. "Aku pinjam, boleh? Aku mau putus urat leher Calvin. Karna dia sudah ngomong sembarangan. Eh... Tidak jadi ah, nanti aku di jemput Pak polisi kan aku anak baik, nggak boleh jahat. Ya kan?"

Naufal yang baru saja datang menyaksikan itu semua. "Albie, kenapa anak ini?"

Albie melihat ke arah Naufal, lalu tersenyum lebar.

Tapi lagi-lagi ia bertanya pada Qistina. "Gimana? Jadi kita Nikah? Kamu mau kan, sama cowok kaya seperti aku?"

Belum sempat Qistina menjawab, tapi Albie sudah menjatuhkan kepalanya di meja.

"Brugh!"

Dia pingsan di susul dengan Qistina yang terkulai di sofa.

Naufal Adhitama, Sorang dokter anastesi. Hampir di setiap operasi yang di lakukan Albie selalu ada dia yang mendampingi. Ia tahu betul siapa Albie sebenarnya. Kepribadian Albie yang menurut Naufal terlalu kuno untuk ukuran zaman sekarang.

Berbeda dengan Albie yang berprinsip menikah itu suatu keharusan, bagi Naufal hidup bersama dengan wanita tidak butuh ikatan. Cukup dengan atas asas suka sama suka. Tidak perlu perjanjian dengan Tuhan atau di depan orang tua.

Tapi melihat kejadian barusan, Naufal merasa pasti ada yang tidak beres di antara keduanya. 'Bukannya Albie ingin melamar Alya?'

"Cewek ini, cantik sih. Apa seorang Albie sudah ingin menggeser jalurnya?"

"Apa dia sedang bosan berada di lintasan yang lurus-lurus saja?"

"Hahaha...Albie, sudah saatnya kamu mencoba sedikit kenikmatan dunia. Sepertinya hari ini adalah hari yang paling bersejarah untuk seorang anak baik-baik sepertimu ya."

"Sekali-sekali, jadilah cowok brengsek yang berkarisma. Biar hidupmu tidak terlalu membosankan."

"Hanya perlu sedikit kegilaan untuk menikmati masa muda."

Senyum knowing terukir di sudut bibirnya.

"Baiklah Albie Putra Dewangga, Aku akan membantumu untuk keluar dari jalur yang lurus-lurus saja itu. Biar ada sedikit warna di hidupmu. Aku yakin suatu saat kamu akan berterimakasih atas hal ini padaku."

*

*

*

~Apa yang akan di lakukan Naufal?

~ simak terus ceritanya, jangan lupa like,koment dan Subscribe ya!

~Salam hangat dari Penulis🤍

1
checangel_
Ayo Author gercep, jangan biarkan virus friendzonenya semakin meluas 🤧
checangel_
Traumanya sedalam itu kah? sampai membekas 🤧
Suamiku Paling Sempurna
Zifa kasihan Qistina buru buru malah kamu tahu dosennya cuti
Tulisan_nic: teman terlucnut emang
total 1 replies
Suamiku Paling Sempurna
Albie mending kamu healing saja di banding lembur kerja
Suamiku Paling Sempurna
Naufal kamu menyarankan Albie mendirikan caffeshop bersama dengan Qistina
Suamiku Paling Sempurna
Anin kamu memang bisa membedakan lelaki buaya karena papa kamu itu buaya bikin mama kamu sakit hati pasti tuh
Suamiku Paling Sempurna
Albie sepertinya sedang kecapekan makanya belum pulang padahal dia sudah selesai shift
Suamiku Paling Sempurna
Pasti Qistina telinganya sakit mendengar teriakan Zifa
sleepyhead
Dia keren sekali yang Mulia 🤣
sleepyhead: gpp, jd kan Yowan bs mengenal Zila dr sifat aslinya tanpa jaim jaim...
total 2 replies
sleepyhead
Betul, Eutanasia sbnarnya topik yg kontroversial dan diatur hukum di banyak negara.
Bberapa negara melegalkan eutanasia, sementara yang lain melarangnya....
sleepyhead: hihiii simsim kak
total 2 replies
sleepyhead
Eutanasia aktif
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Qistina ibu kamu perhatian banget ke kamu bikinkan nasi goreng buat kamu sebelum berangkat kuliah
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Ternyata Albie mau ambil alih semua shif malam ya
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Ternyata Albie sama Alya pernah ingin dirikan caffeshop
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Qistina kalau makan jangan sambil bicara jadi ngga jelas bicaranya kamu
Bahagia Bersama Dirimu😍😍😍🥰
Albie ternyata kamu membenci papa kamu karena papa kamu dulu yang membunuh Bilqis
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Dark Choco itu Albie ternyata ada ada saja Anin
ᄂ⃟ᙚRisa Virgo Always Beau
Naufal itu cafe tempat ketemu Alya dan Albie
Suamiku Paling Sempurna
Albie baru menyadari kalau Qistina itu cantik dan baik
Suamiku Paling Sempurna
Perhatian banget Albie menyuruh Qistina menjaga Bilqis di ruangannya supaya bisa istirahat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!