NovelToon NovelToon
Pak Dimas (Guru Gen Z Ganteng)

Pak Dimas (Guru Gen Z Ganteng)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:263
Nilai: 5
Nama Author: Kukuh Basunanda

Menceritakan kisah cinta seorang Guru Gen Z tampan bernama Dimas Aditya dengan janda muda cantik dan kaya raya bernama Wulan Anggraeni. Kedua nya di pertemukan oleh keadaan hingga akhirnya tumbuh gelombang cinta di hati mereka. Seiring berjalannya waktu, Dimas berhasil mencuri hati Wulan sekaligus menyembuhkan rasa traumanya atas kegagalannya di pernikahan pertama. Namun di satu sisi, sang mantan (Nayla) masih mengharapkan menikah dengan Dimas. Rasa sayangnya yang begitu dalam, membuat cinta segitiga di antara mereka tak terelakkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kukuh Basunanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dimas Ditinggal Rabi

Sehari setelah lebaran, surat undangan pernikahan mendarat di tangan Dimas. Matanya tertuju pada cover undangan bertuliskan inisial N dan A. Berlahan ia membuka undangannya, matanya berkaca selepas menatap nama Nayla Fitria Junaedi dan Antonio Bakhtiar. Hatinya begitu berat menerima kenyataan yang terjadi namun ia berusaha tegar menahan sebak di dada.

"Aku bakal datang nay, walaupun aku tau hati aku hancur" suara hati Dimas bergejolak. 

"Meski hatiku berat menerima tapi aku tetap doakan semoga kamu bahagia sama Anton" doa Dimas di dalam hatinya. 

Seminggu kemudian, Anton dan Nayla melangsungkan akad pernikahan di sebuah masjid. Sebagai anak seorang anggota DPRD, momen pernikahan mereka di siarkan secara live melalui media sosial. Dimas pun turut menyaksikan sang mantan di persunting lelaki lain melalui daring.

"Saudara Antonio Bakhtiar bin Bob Seherman , saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan anak perempuan saya, Nayla Fitria Junaedi dengan mas kawin  uang 200 juta dibayar tunai" suara pak Jun yang menjadi wali nikah pernikahan putrinya.

"Saya terima nikah dan kawinnya Nayla Fitria Junaedi binti Junaedi  dengan mas kawin tersebut dibayar tunai", suara Anton saat ijab qobul.

"Bagaimana saksi sah ?" ucap bapak penghulu.

"Sah" jawab dua orang saksi.

"Alhamdulillah, Barakallahu laka wa baraka 'alaika wa jama'a bainakuma fii khoir" ucap bapak penghulu.

Matanya Dimas kembali berkaca namun ia semakin menyadari bahwa level cinta tertinggi adalah membiarkan orang yang di cintai hidup bahagia bersama lelaki lain karna sejatinya cinta memang tak selalu harus memiliki. Melihat anak sulungnya menitikkan air mata, bu Ratih mendekatinya lalu ikut menyaksikan proses akad nikah Nayla dan Anton melalui handphone yang Dimas genggam.

"Yang kuat ya nak, anak cowo gak boleh nangis, kamu harus bisa move on, anggap aja saja Nayla memang bukan jodoh kamu", suara bu Ratih sembari mengelus pundak Dimas.

"Iya bu, aku sudah merelakannya, insya Allah aku ikhlas, bagi aku yang penting Nayla bahagia sama Anton" ucap Dimas.

"Oh ya kamu dapat undangan dari Nayla ?" tanya bu Ratih.

Dimas mengganggukan kepalanya.

"Iya bu,"

"Kamu mau hadir kesana nak ?" tanya bu Ratih kembali.

"Insya Allah besok hadir bu" kata Dimas.

"Apa Kamu yakin ?" bu Ratih tanya lebih lanjut.

"Apa maksud ibu ?" Dimas berbalik tanya.

"Ya apa kamu cukup kuat melihat Nayla duduk di pelaminan bersama laki-laki lain ?"

"Seperti yang Dimas bilang tadi bu, aku sudah merelakannya, insya Allah aku kuat bu" kata Dimas kembali.

"Alhamdulillah, ibu bangga sekali pada mu nak, begitu lah seharusnya jiwa seorang laki-laki harus kuat dan gak boleh cenggeng" sahut bu Ratih.

Arah jarum jam seakan berputar cepat, esok hari yang cerah datang melambai. Resepsi pernikahan Nayla dan Anton di gelar di convention hall sebuah hotel ternama. Dimas dengan motor matic nya tancap gas menuju kesana.

Turun dari motornya, hatinya bergetar mengiringi langkah kakinya menuju tempat resepsi. Tak ada angin tak ada hujan, seorang wanita menepuk pundak Dimas dari belakang.

"Kak Dimas yah ?" tanya wanita itu.

"Kak, kok bisa sih Nayla nikahnya sama orang lain, padahal kan pacarannya sama kak Dimas ?" tanya Shinta, teman kuliah Nayla.

"Ya mungkin belum berjodoh" respon singkat Dimas.

"Aku aja sampai kaget loh kak pas baca undangan kok mempelai pria nya namanya Anton bukan Dimas ?" ujarnya lebih lanjut.

Dimas memilih diam seribu bahasa. Tak sepatah katapun ia ucapkan hanya senyuman kecil yang di paksakan memacar di wajahnya seolah mengisyaratkan hatinya sedang menangis.

Memasuki convention hall hotel itu, sorot mata Dimas mengarah ke panggung pelaminan. Terlihat jelas di matanya, Nayla dan Anton sedang duduk di pelaminan. Meskipun ia sudah mencoba merelakan namun hati kecilnya masih terasa sakit.

"Harusnya aku yang di sana dampingi kamu di pelaminan nay bukan dia" gumamnya di hati. 

Tak ingin berlama-lama dalam suasana hati yang pilu, ia bergegas melangkah menuju ke panggung pelaminan. Nayla menoleh ke arahnya hingga matanya berkaca. Langkah kaki Dimas berlahan menaiki tangga panggung pelaminan. Pelukan hangat dari bu Jun menyelimuti tubuh Dimas.

"Sabar ya nak Dimas, tetap semangat" bisik lirih bu Jun ke telinga Dimas.

Bu Jun melepaskan dekapannya, langkah Dimas beralih menuju pak Jun, ia menyodorkan tangannya ke arah pak Jun begitu pun sebaliknya pak Jun menjalurkan tangan ke arah Dimas, mereka berdua berjabat tangan namun seperti biasa ekspresi wajah pak Jun mendatar seolah tak mengharapkan Dimas hadir di acara resepsi tersebut.

Baru sekali langkah kaki Dimas melangkah, Nayla merengkuh pelukan erat ke tubuh Dimas. Isakan tangis mengiringi pelukannya.

"Selamat menempuh hidup baru nay, terimakasih buat kenangan indah yang pernah kita jalani" ucap Dimas berbisik lirih.

"Kak Dimas, nay kangen banget sama kak Dimas, maafin Nay ya kak, nay terpaksa ngikuti kemauan ayah , nay gak punya pilihan lagi, mungkin ini akan jadi pelukan terakhir bersamamu" bisik lirih Nayla dalam pelukannya.

"Mungkin kita memang gak berjodoh nay dan mungkin ini jalan yang terbaik buat kita" bisik lirih Dimas ke Nayla.

Anton segera menarik tangan Nayla dan melepaskan pelukannya dengan Dimas.

"Kamu ini apa-apa sih nay" ucap Anton yang terbakar api cemburu.

"Kamu juga, ngapain kamu datang kesini ? Mau mengacaukan pernikahan kami ?" ujar Anton menatap Dimas.

Dimas mendaratkan pelukan ke tubuh Anton. Telapak tanganya mengusap bahu Anton lalu berbisik.

"Aku titipkan Nayla kepada mu, mas Anton, kamu berhak mendapatkannya, tolong jaga dia, jangan pernah sakiti dia" suara bisikan Dimas kepada Anton.

Anton melepaskan pelukan Dimas dari tubuhnya kemudian berbalik memberikan bisikan.

"Kamu tenang aja, bersama ku, Nayla bakal bahagia"

"Aku minta kamu segera pergi dari sini !" pinta Anton kepada Dimas dengan ekspresi wajah mendidih.

Apa yang terjadi di atas panggung pelaminan menjadi pusat perhatian para tamu undangan. MC yang juga menyaksikan hal itu, segera memecahkan suasana.

"Hadirin tamu undangan yang kami hormati, kita akan panggilkan biduan cantik dari Jawa Timur yang akan menghibur kita semua dengan suara emasnya, ini lah dia, Difaaaarinaa Indraaaa"  suara MC yang mengalihkan perhatian para tamu.

Usai memberi ucapan selamat kepada mantan kekasihnya, Dimas memilih meninggalkan tempat resepsi. Ia berjalan cepat dengan tatapan kosong menuju tempat parkiran hingga tak sadar tubuhnya menabrak seorang wanita cantik berjilbab yang baru saja keluar dari mobil Alphard berwarna putih. Keduanya terjatuh dan saling adu pandang.

"Maaf mba, maaf maaf, saya gak sengaja, saya lagi gak  fokus, mbak gak papa kan ?" tanya Dimas sembari mengambilkan handphone wanita itu yang juga terjatuh.

"Saya gak papa kok mas, lain kali hati-hati ya mas" respon wanita itu.

"Sekali lagi, saya minta maaf ya mba, maaf banget, ini handphone nya mba" ucap Dimas sambil menyerahkan handphone wanita itu.

"Sudah mas gak papa kok, oh yah ini resepsi pernikahannya Anton sama Nayla kan mas ?" tanya wanita itu.

"Benar sekali mba, barusan saya dari sana" respon Dimas.

"Oh yah terimakasih mas" ucap wanita itu lalu melanjutkan langkahnya menuju tempat resepsi.

"Sama-sama mba" jawab Dimas.

"Mba Wulan gak papa ? ada yang sakit gak ?" tanya Bandi kepada kakaknya.

"Gak ada ban cuma kaget aja tadi pas jatuh" respon Wulan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!