NovelToon NovelToon
Sekretaris Kesayangan Bos

Sekretaris Kesayangan Bos

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Perjodohan / CEO
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Jalur mature book, yang masih piyik jangan masuk 📌🙏🏻

Kenzo yang di khianati kekasih di masa lalu membuat dia tak mau dekat dengan wanita manapun. mantan kekasihnya adalah ibu tirinya saat ini.
Bagi Kenzo cinta adalah omong kosong, cinta cuma bisa di buktikan di atas ranjang, setelah itu tak ada ikatan apapun.

Kenzo Eko Armanta saat ini adalah sosok dingin, arogan, cuek, semaunya dan kejam.
Tiba-tiba saat seorang gadis bernama Vinda yang menjadi sekretaris baru masuk ke lingkungan hidupnya, gadis itu bisa memporak-porandakan kebekuan Hati Kenzo, saat itu lah dia baru sadar jika cinta itu masih ada.
Kenzo bisa kembali bersikap manusiawi dan mempercayai cinta lagi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20.Pengakuan cinta romantis

Darah Vinda seketika berdesir hebat, perutnya terasa berdesir hebat seperti ada ribuan kupu‑kupu.

"A... apa pak?" Dengan mata membesar.

"Aku sungguh‑sungguh Vin. Belum pernah aku seberani ini bilang 'suka' pada seorang gadis."

"Tapi pak~..."

"Saat, apa boleh kita sepakati satu hal?" Kenzo menempelkan telunjuknya di bibir Vinda yang masih terkejut, dia hanya bisa mengangguk pelan saat kedua tangan Kenzo menangkup kedua pipinya.

"Kalau kamu nggak menyukaiku, kamu bebas pergi kapan saja, aku takkan menahan. Tapi kalau sebaliknya, tolong tetaplah tinggal di Tous Les Jours bersamaku. Apa pilihanmu?"

Vinda menggigit bibirnya gelisah. Kenzo selalu sulit menahan diri melihat bibir merah alami itu sedekat begini, dia menyukai bagian itu, menggoda hasratnya sampai posisi terdalam.

"Ayo jawab sekarang ya." Bisiknya.

"Saya..." Wajah Vinda berubah dari merah merona jadi malu bercampur senang. Dia masih gugup, tapi tahu harus bicara jujur.

"Saya takkan pergi dari sana." Helaan nafasnya pasrah. "Kamu yakin?"

Senyum Kenzo melebar, tangannya mengusap air mata yang tiba‑tiba jatuh di pipi gadis itu sepenuh hati.

"Saya juga menyukai ka~ mu.." Ujar Vinda terbata-bata. Kalimatnya terhenti saat Kenzo tiba‑tiba mencium bibirnya lembut, kedua tangan mengunci tengkuk Vinda menarik agar makin lekat menghabisi bibir itu. Beberapa detik kemudian lengan gadis itu melingkar di leher Kenzo, membalas ciuman yang makin lama makin hangat dan basah, intens seolah tak ada yang mau melepaskan duluan.

Tangan Kenzo perlahan bergerak ke pinggang ramping itu meremas perlahan tangan yang lain menelusup ke leher Vinda, lalu melepas sabuk pengaman, dengan cepat dia menarik tubuh Vinda hingga kini duduk di pangkuannya. Gadis itu terkejut tapi hanya bisa mendesah pelan saat bibir mereka masih saling beradu dengan begitu bergelora.

"Kamu tahu, semalam aku hampir saja menghabisi dua bajingan yang berani menyentuhmu," Bisik Kenzo lembut namun penuh penekanan, masih terus mengecup bibir, pipi mulusnya lalu turun ke leher.

Vinda seperti melayang, menahan erangan dengan menggigit bibirnya sendiri saat merasakan ciuman panas di leher. Dia mendongak dan memejamkan mata memberi ruang, membiarkan Kenzo meninggalkan bekas merah di sana.

Kenzo menghirup aroma leher yang wangi bunga mawar dan Peony, membuka dua kancing teratas kemeja Vinda hingga terlihat bra hitam yang dikenakannya. Tangannya bergerak turun menciumi belahan dada yang masih tertutup kain, sampai Vinda tanpa sadar meremas rambut hitamnya yang agak berantakan. Suasana di dalam mobil makin panas, dan Kenzo pun tak bisa menyembunyikan gejolak tubuhnya.

Mereka terengah‑engah saat akhirnya melepaskan ciuman. Vinda sedikit mengeluh karena luka di sudut bibirnya terasa perih.

"Aku mencintaimu, Vinda." Wajah Vinda makin merona merah, pria itu terlihat manis dan menggemaskan, dia tak bisa menampik lagi perasaannya pada bosnya, Eko Kenzo Armanta.

Kenzo kembali menciumnya sebentar meski tubuh mereka masih saling menempel erat dan udara di sekitar terasa makin hangat.

"Aku juga mencintaimu...pak."

****

Paragon Penthouse, Jakarta 

"LARASATI! APA‑APA‑AN INI?!"

Brakk!

Larasati yang sedang berbaring santai sambil membaca majalah di atas kasur empuk kamar luas dan mewah itu langsung terlonjak kaget. Dia menatap mata melotot pada tumpukan foto yang baru saja dilemparkan Pak Hardi Armanta tepat di kakinya.

Foto‑foto Larasati dan Kenzo seminggu lalu di Hotel TLJ World saat pertemuan dengan rekan bisnis dan keluarga.

"Dia anakku! Kamu gila ya?! Benar‑benar tak tahu malu kamu!" bentak Pak Hardi.

"Kamu memata‑mataiku mas?! Apa setiap gerak‑gerikku harus lapor padamu?!" seru Larasati tak mau kalah membentak pria berumur 64 tahun itu.

"Tentu saja harus! Kamu itu istriku! Jadi berhak aku tahu segalanya soal kegiatan kamu!!" Wajah Larasati memerah menahan amarah, air mata jatuh deras membasahi pipi sampai menetes ke bantal.

"Benar... aku hanya istrimu. Dulu kamu membeliku pakai uangmu. Anggap saja aku sekadar pemuas nafsumu selama ini mas!!"

"Diam kamu! Kalau mau cari berondong untuk memuaskan nafsumu, cari yang lain saja! Jangan goda Kenzo! Dengar itu?! Aku tak mau melihat kamu menjerat anakku lagi!"

"Menjerat?! Cuma karena aku dulu hidup susah, kamu anggap aku wanita mata duitan yang mau mengikat pria kaya demi uang?!"

"Itu kenyataannya kan?! Kamu mau bersamaku karena harta dan uang bukan karena cinta!" Larasati terisak, duduk bersandar di tepi kasur dengan kedua tangan menopang tubuhnya. Hatinya sakit sekali dihina begini oleh suami sendiri. "Aku akan menceraikanmu.Sejak awal seharusnya kita memang tak menikah"

Larasati terdiam kaku, keputusan suaminya membuat sekujur tubuh nya bergetar keras.

"Jauhi Kenzo mulai detik ini, atau kamu tanggung akibatnya!" Sebelum pergi menutup pintu keras‑keras, Pak Hardi melontarkan kalimat tajam yang membuat bulu kuduk Larasati merinding seketika. Tubuhnya terasa lemas seketika.

Dia ceraikan suami? Apakah ini akhirnya?

******

TOUS LES JOURS GERAI OUTLET JAKARTA 

Sudah lewat dua minggu sejak mereka berstatus seorang bos dan sekretarisnya, lalu memutuskan menjalin hubungan lebih serius. Keputusan yang terasa aneh untuk Kenzo, tapi dia menyukainya

selama delapan tahun ini dia tak pernah terlibat status “pacaran” dengan wanita mana pun. Baru kali ini dia bersama Vinda, kali ini dia tak ingin sekadar main‑main. Di usianya yang makin matang, diam‑diam dia pun mulai merencanakan lamaran dalam waktu dekat, tapi dia masih memikirkan momen paling pas untuk melamar gadis itu.

"Berkas rapat dengan Manajer pak Dimas di cabang LG Indah group sudah saya siapkan. Ini juga berkas kerja sama untuk butik kacamata Why Style milik pak Rangga."

Siang itu Rangga datang ke kantor temannya. Tujuannya tak lain mengurus rencana penanaman saham Kenzo ke usaha dagang Rangga. Pria tampan bermata sipit itu sedari tadi tak lepas menatap Vinda. 

Sangat wajar bagi laki‑laki lajang mana pun tertarik pada gadis secantik itu, tapi Kenzo jadi kesal dan cemburu melihat wanitanya diperhatikan begitu intens. Dia pun berdeham keras dan segera menyuruh Vinda keluar.

"Vinda, kamu boleh kembali ke ruanganmu. Terima kasih berkasnya."

"Baik, saya permisi, pak." Vinda paham betul situasinya. Dia tersenyum lalu berjalan keluar dan menutup pintu rapat‑rapat. Sudah biasa Kenzo jadi sangat protektif kalau ada pria lain menatapnya penuh nafsu, seperti Rangga tadi.

"Bang, kamu ke sini mau membahas kerjasama kita atau cuma mau mengamati sekretarisku dari tadi, hah?

"Tentu saja urusan kerjasama bisnis. Tapi jujur saja aku penasaran, apa dia sekretaris cantik yang sering dibicarakan Dimas dan Kenan kemarin, kan?" Kenzo hanya mengangguk malas, tak ingin membahas Vinda lebih jauh, terutama dengan Rangga yang playboy dan mulutnya ceplas‑ceplos.

"Pantas saja kamu betah berlama‑lama di kantor. Astaga, dia cantik sekali, tubuhnya langsing, pinggulnya indah, apalagi dadanya… cih, jadi penasaran ukurannya berapa? Ngomong‑ngomong umurnya berapa? Masih muda kayaknya? Dulu saat Dimas bilang dia suka sekretarismu, aku kira cantiknya cuma setara wanita penghibur di klub malam saja, hahaha."

"Sudah selesai ngocehnya?"

 "Ehh sudah, hehe..." Rangga langsung tutup mulut dan mengangguk gugup saat Kenzo melipat tangan dan menatap tajam.

"Hentikan omongan soal wanita dan periksa berkas kerjasama kita ini baik‑baik. Aku tak mau rugi setelah menanamkan uang di perusahaanmu."

"Cih, pelit sekali kamu Ken. Dia kan cuma sekretarismu… eh, dia sudah punya pacar belum sih?" Rangga masih penasaran dan terus bertanya.

"Sudah! Dan pacarnya sedang duduk tepat di depanmu. Paham?!"

"Heh, be‑begitu… Apa?! Jadi ka~ kamu pacarnya?!" Rangga terkejut setengah mati, langsung bungkam. Rasa penasaran dan mulut isengnya seketika hilang karena Kenzo melotot tajam seperti akan menerkamnya.

"Maaf, aku benar‑benar nggak tahu dia kekasihmu. Hehe gak berani deh gue kalo nikung temen" Dalam hati Rangga makin heran, sejak kapan Kenzo mau berpacaran sungguhan? Selama ini yang dia tahu temannya itu cuma akrab dengan wanita sekadar tidur atau ONS. Apa kepala Kenzo sedang bermasalah?

"Tamu bos sudah pulang?" Vinda masuk setelah mengetuk pintu, menyerahkan map hitam yang butuh tanda tangan Kenzo, lalu tersenyum. Meski Kenzo cuma mengangguk malas, masih terlihat kesal karena mulut Rangga yang kelewatan.

"Kenzo… kamu sudah pernah menyentuhnya belum?"

"Aku sulit percaya pacarmu itu masih perawan. Rasanya bagaimana? Sampai sekarang aku penasaran, enak tidak meniduri gadis yang belum pernah disentuh laki‑laki?"

"Kalau kamu bosan sama dia, serahkan saja padaku. Aku siap menjaganya, bahkan jadi bosnya juga boleh, hahaha. Tenang saja, kamu bisa telepon kapan saja—aku akan terima mbak Vinda dengan senang hati, meski sudah bekasmu."

1
Ananda Boy
next ka🤭
Ananda Boy
benci aku sama mantan nya Kenzo
Ananda Boy
vjnda km beruntung
Ananda Boy
next ka😍😍
Ananda Boy
wahh makin seru 😍
Ananda Boy
huhhh😭😭
Ananda Boy
lucu 🤣🤣
Ananda Boy
sabar pak Ken 🤣
Ananda Boy
beneran bikin ngakak, Vina itu lucu banget 😄🤣
Ananda Boy
🤣🤣🤣🤣🤣
Ananda Boy
lucu banget buku ini Kenzo yang nakal dan Vina yang lugu
Ananda Boy
maaf kak, aku bengek 🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!