NovelToon NovelToon
Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga
Popularitas:262.2k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

BERTAHUN-TAHUN DIANGGAP MANDUL, TERNYATA ITU ADALAH JEBAKAN SUAMI DAN ORANG KETIGA. SETELAH MENGETAHUI KEBENARANNYA, AKU PUN MULAI MEMBALAS DENDAM!

Demi menikahi Lavanya, Aditya tega memberikan obat anti-ovulasi kepada Kemuning, agar tidak pernah bisa punya anak. Aditya juga memanipulasi hasil tes kesuburan Kemuning.

Namun, takdir berkata lain ketika kecelakaan menimpa Kemuning. Dari hasil pemeriksaan diketahui kalau ada zat berbahaya di dalam rahimnya.

Dengan bantuan Arkatama, Kemuning menyusun pembalasan kepada Aditya dan Lavanya. Membuat mereka merasakan pembalasan yang tak disangka-sangka.

Niat ingin menguasai harta milik Kemuning, yang Aditya dapatkan malah gigit jari.

Akankah rahim Kemuning bisa subur kembali?

Novel ini misi dari editor, jika ada kesamaan dengan author lain, berarti kita sedang sama-sama mengerjakan tugas misi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Aditya merasa sudah menyerah mencari pekerjaan di kota ini. Hanya ada satu jalan yang belum dia coba.

Bu Ratih langsung menoleh, kaget. Lalu, bertanya, “Kamu mau pergi ke mana?”

“Ke ibukota,” jawab Aditya dengan suara lebih tegas. “Aku akan cari kerja di sana.”

Bu Ratih terdiam beberapa detik, mencoba memahami keputusan putranya itu.

“Terus Ibu di sini sama siapa? Kamu tahu sendiri kalau Ibu tidak betah tinggal lama di kampung orang,” ucap Bu Ratih pelan, ada kekhawatiran yang jelas terdengar.

“Ibu bisa tinggal di sini, nanti aku akan kirim uang kalau sudah dapat kerja,” jawab Aditya tanpa ragu.

Sebenarnya Bu Ratih kurang setuju. Namun, mereka butuh uang untuk menunjang kehidupan.

“Ibu hanya bisa mendoakan kamu. Semoga di sana mendapatkan pekerjaan yang bagus dan gajinya besar,” kata Bu Ratih dengan lirih.

“Makasih, ya, Bu. Doakan aku setiap hari agar selalu diberikan kemudahan,” balas Aditya memeluk Bu Ratih. Ibu dan anak itu pun berpelukan dengan menahan rasa sedih.

Aditya masuk ke kamar, membuka lemari yang isinya sudah tidak banyak. Tangannya meraih sebuah amplop yang terselip di antara pakaian lama. Saat membukanya, gerakannya sempat terhenti.

Uang maskawin yang dulu ia berikan dengan rasa bangga ketika menikah. Dan yang kemudian dikembalikan lagi oleh Kemuning saat mereka bercerai.

Genggaman tangan Aditya mengencang. Ingatan itu muncul begitu jelas di kepalanya. Kemuning berdiri di depannya dengan wajah tenang. Tidak ada tangisan dan tidak ada amarah, ketika wanita itu menyerahkan amplopnya kembali, seolah sedang mengembalikan sesuatu yang bukan lagi miliknya.

Aditya menarik napas dalam, lalu menutup amplop itu kembali. Ia memasukkannya ke dalam tas kecil yang akan ia bawa.

Saat kembali ke ruang tengah, Bu Ratih masih berdiri di tempatnya, menatapnya dengan wajah penuh tanya.

“Aku pergi dulu, Bu. Aku akan mulai lagi dari awal,” kata Aditya sambil mengangkat tasnya sedikit.

Bu Ratih masih terlihat ragu. “Kamu akan pergi sekarang, Dit? Kenapa tidak besok saja?” tanyanya.

Aditya mengangguk pelan. “Aku harus segera berangkat, Bu. Sesuatu yang baik itu jangan ditunda-tunda.”

Pria itu sempat terdiam sejenak, lalu melanjutkan dengan nada yang lebih keras, seolah ingin menguatkan dirinya sendiri. “Aku akan buktikan pada semua orang, kalau aku bisa sukses lagi, tanpa Kemuning.”

Kalimat itu terdengar tegas, tetapi ada bagian kecil dalam diri Aditya yang terasa goyah. Sesuatu yang ia tekan dalam-dalam agar tidak muncul.

Bu Ratih mendekat, memegang lengannya dengan pelan. “Hati-hatilah di jalan, ya, Dit,” ucapnya lirih.

Aditya tidak menjawab, tetapi mengangguk. Lalu, dia menarik lengannya perlahan, lalu melangkah keluar rumah. Pria itu tidak menoleh ke belakang. Dia terus berjalan tanpa ragu, meninggalkan semua yang tersisa dari hidupnya yang dulu. Tas kecil di tangannya terasa ringan, tetapi beban di dalam dirinya jauh lebih berat.

Di dalam kepala Aditya hanya ada satu tujuan, dia harus membuktikan bahwa dirinya bisa bangkit, berdiri dengan kakinya sendiri.

Aditya berdiri di pinggir perempatan pasar dengan tas kecil yang menggantung di bahunya. Tangannya sesekali meremas tali tas itu tanpa sadar, sementara matanya mengawasi jalan, menunggu bus yang tak kunjung datang.

Di sekelilingnya, suara pedagang saling bersahutan, pembeli menawar dengan nada tinggi, dan kendaraan lalu-lalang tanpa henti. Namun, perhatian Aditya perlahan teralihkan saat pandangannya jatuh pada satu sosok yang tidak asing, Kemuning.

Wanita itu berdiri di dekat lapak pedagang kaki lima, berbincang santai dengan beberapa orang. Ia terlihat akrab dengan mereka, sesekali tersenyum, bahkan tertawa kecil saat salah satu pedagang mengatakan sesuatu. Gerak tubuhnya ringan, tidak canggung, seolah tempat itu sudah menjadi bagian dari kesehariannya.

Aditya menyipitkan mata. Tatapannya menelusuri sosok Kemuning dari ujung kepala sampai kaki. Penampilan wanita itu sederhana, tetapi rapi. Tidak berlebihan, tidak mencolok, namun justru terlihat pas. Wajah cantiknya tampak lebih segar, lebih ceria dari yang terakhir kali ia lihat.

Perasaan tidak nyaman muncul di dada Aditya. “Pasti dia lagi cari perhatian dari para lelaki,” gumamnya pelan, bibirnya menipis. “Makanya sekarang tampil beda.”

Tatapan Aditya semakin tajam, seolah mencari-cari kekurangan yang dulu begitu mudah ia temukan.

“Dulu waktu jadi istriku, biasa saja. Bahkan cenderung enggak menarik,” lanjut Aditya dalam hati, nada kesalnya semakin terasa. “Sekarang malah kelihatan bersinar.”

Aditya mengalihkan pandangan sejenak, tetapi tidak lama kemudian matanya kembali lagi ke arah yang sama. Ada sesuatu yang membuatnya sulit benar-benar berpaling.

Ingatan lama Aditya muncul tanpa diminta. Dulu, justru dia yang terus mengejar Kemuning. Tidak mudah mendapatkan hati wanita itu. Kemuning bukan tipe yang langsung luluh. Ia sering menjaga jarak, menolak dengan halus, dan membuat Aditya harus berusaha lebih keras.

Aditya masih ingat bagaimana ia terus datang, terus mencoba, terus membuktikan bahwa perasaannya bukan main-main.

“Kenapa sih kamu enggak nyerah? Aku baru masuk kuliah dan aku bukan tipe orang yang suka pacaran karena iseng,” kata Kemuning dulu, nada suaranya lelah tapi tidak benar-benar marah.

Aditya hanya tersenyum waktu itu. “Karena aku serius dengan perasaan ku ini sama kamu. Aku pun berniat menjadikan kamu, istriku.”

Butuh waktu lama sampai akhirnya Kemuning menerima. Lima tahun mereka menjalani hubungan. Banyak tawa, banyak cerita, dan banyak rencana yang dulu terasa begitu nyata.

Namun, semuanya berubah setelah menikah. Baru satu tahun Aditya mulai merasa berbeda. Pikirannya beralih pada sosok Lavanya. Wanita yang jauh berbeda dari Kemuning.

Penampilan Lavanya selalu menarik, mengikuti tren zaman, penuh percaya diri. Cara bicaranya manja juga menggoda, cara berpakaian selalu rapi dan modis, bahkan saat berada di rumah pun tak pernah memakai daster.

Berbeda dengan Kemuning. Sejak menikah, wanita itu lebih sering terlihat sederhana. Rambutnya diikat seadanya, wajahnya tanpa riasan. Di rumah, ia lebih sering memakai daster, berpindah dari dapur ke ruang tamu, dari mencuci ke merapikan rumah tanpa henti. Bukan berarti ia buruk. Hanya saja tidak lagi menarik di mata Aditya saat itu.

“Jauh banget bedanya, dulu dan sekarang,” gumam Aditya pelan.

Aditya kembali menatap Kemuning yang sedang berbicara dengan para pedagang. Wanita itu tampak santai, tidak terlihat terbebani. Bahkan senyumnya terlihat lebih lepas dibanding dulu.

Hal itu justru membuat dada Aditya terasa sesak.

Ada rasa tidak suka yang sulit ia jelaskan. Seharusnya Kemuning tidak terlihat seperti itu. Seharusnya wanita itu lebih hancur.

Pemikiran itu muncul begitu saja, membuat rahang Aditya mengeras. Ia masih menatap, terlalu lama, terlalu fokus.

Dan di saat itulah Kemuning tiba-tiba berhenti berbicara. Seolah merasakan sesuatu, ia menoleh pelan. Tatapannya langsung mengarah ke satu titik. Ke arah Aditya yang berdiri tak jauh darinya, membawa tas, dengan wajah yang tidak sempat ia sembunyikan.

1
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
siapa tuh..
ken darsihk
Alhamdulillah seperti nya mantan nya Arkatama muncul juga jadi nggak penasaran dan menebak nebak
Terimakasih thorrr 😍😍
Rahma Inayah
semangat Thor nulis nya..semoga terwujud keingianannaya aamiin .mkn alasan tamara milih Tama supaya BS lbh dekat mn tau dia cr peluang BS deketi Tama lagi ..tp Tama SDH terlalu sakit hati JD mana mau kmbli pada Tama tp awas hati2 BS2 nnt baut jebakan utk Tama kn ada Raisa utk JD pengacara nya knp jg hrs Tama kn SDH di rencanakan tamara
hasana
aamiin
semoga yang d inginkan othor terkabul
👍👍👍
🌸 Sunshine 🌸: 🤲🤲🤲🤲🤲
total 1 replies
Oma Gavin
tolong jgn ada drama raisa dan tamara bersekongkol untuk merebut arkatama dan ingin membuat kemuning sengsara
🌸 Sunshine 🌸: ❤️❤️❤️❤️❤️
total 3 replies
Kholifah Tiara
up lg kak,,,,
ttp semangat dan sehat selalu,,,
Sugiharti Rusli
semangat terus yah thor, memang hp tuh sekarang ibarat kata nyawa k-2 kita sih, apalagi kalo penulis yang mengandalkan hp, semoga Allah mudahkan rejekinya karena jujur saya juga sedang semoga dilimpahkan rejeki buat beli hp baru, karena hp sudah lama dan mulai lemot🤲😞🙏
🌸 Sunshine 🌸: Aamiin 🤲

Rezeki Kakak sekeluarga juga selalu diberikan kemudahan, lancar, dan melimpah. 🤲
total 1 replies
Sugiharti Rusli
tapi melihat si Tamara dan Raisa sedang membicarakan dirinya, apa sikapnya akan sama atau berubah yah nanti,,,
Sugiharti Rusli
sepertinya dengan dukungan Kemuning sebagai istri, Arka mau jadi membela si Tamara yah sepertinya
Sugiharti Rusli
apalagi si Tamara sekarang ini sudah sampai ke mental health nya kan, sampai dia butuh profesional akibat permasalahan dengan tekanan keluarga suaminya
🌸 Sunshine 🌸: karma sama si Arya tuh Tamara 🤭
total 1 replies
Sugiharti Rusli
karena sejatinya dia tahu suaminya akan bertindak profesional, dan dulu Arka bilang dia jadi pengacara tujuan juga agar banyak perempuan" yang dizholimi suaminya bisa mendapatkan hak" nya
Sugiharti Rusli
ah ternyata Kemuning sangat paham yah dengan kondisi pekerjaan Arka, apalagi dulu dia juga mantan klien yang suaminya bantu
Ummee
Aamiin...
Asyiaappp kak...
Ummee
jangan² Tamara dan Raisa punya rencana buruk, dan minta arktama jadi pengacara nya cuma akal²an Tamara aja
Humay Uum
nah kan DA apa kah itu udang djero tepung nih kaya stamara ,ayo arka Jangan sampai terpengaruh kamu juga kemuning harus waspada 👍
Eonnie Nurul
nah kan Tamara ada udang di balik rempeyek 🤪 kemuning jangan kasih kolor buat penyakit yang namanya jin dasim 🤣
mimief
ayoo...ayoooo
semangat tembut retensi ok💪💪
biar lancar jaya update nya
kali...khilaf yg Ono di update lagi🤣🤣
🌸 Sunshine 🌸: 😅😅😅😅😅
total 1 replies
Ninik
jgn diterima Arkatama kamu berhak menolak percayalah itu awalnya seperti itu nanti lama2 dia minta kembali ke kamu kenapa g minta ke pengacara yg lama yg dulu bantu dia cerai dari kamu suruh aja dia ke Raisya
Retno Harningsih
lanjut
Humay Uum
pils Thor Jagan sampai arka ambil kasus Tamara 🙏🙏🙏DA hati yg harus djaga dua prinses y
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!