NovelToon NovelToon
Setelah Aku Memilih Bercerai

Setelah Aku Memilih Bercerai

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:62.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mutzaquarius

Dengan wajah tenang, Mela tiba-tiba mengajukan perceraian pada suaminya, Rahman. Tentu saja, hal itu membuat Rahman dan ibunya terkejut, karena mereka merasa selama ini semua baik-baik saja.
Tapi, Mela sudah mengetahui semuanya, perselingkuhan Rahman dengan mantan kekasihnya yang sudah berjalan selama sepuluh tahun.
Hati Mela hancur, apalagi, saat ibu mertuanya dan putrinya sendiri justru membela selingkuhan suaminya yang bernama Camila.
"Ingat umur. Kau itu sudah tua, sudah mempunyai anak. Harusnya, kau bisa lebih fleksibel. Camila bisa membantu perkembangan bisnis keluarga. Sedangkan kau? Sudah bagus kami menampungmu."
"Kau bisa apa tanpa kami, hah?"
Ucapan ibu mertua dan suaminya, membuat Mela semakin mantap untuk bercerai.
Baginya, perceraian bukan pelarian, melainkan pintu keluar dari kebohongan panjang yang nyaris mematikan jiwanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 Karma

Pagi itu, berita tentang keluarga Wijaya meledak di mana-mana.

Televisi, portal berita dan media sosial, semuanya membicarakan hal yang sama, tentang kebangkrutan mendadak salah satu perusahaan paling berpengaruh.

Di layar televisi ruang tamu, seorang pembawa berita berbicara dengan nada serius.

"Perusahaan Wijaya Group dilaporkan mengalami kerugian besar akibat investasi berisiko tinggi yang gagal total."

Gambar berganti, menampilkan gedung megah yang dulu menjadi simbol kejayaan.

"Sejumlah investor menarik dana mereka, sementara beberapa mitra bisnis memutuskan kerja sama secara sepihak."

Video lain muncul, menampilkan wawancara singkat dengan analis keuangan.

"Ini bukan sekadar kerugian biasa. Ini kesalahan strategi besar. Terlalu agresif, tanpa mitigasi risiko yang jelas."

Nama Rahman disebut berulang kali. Dan, di media sosial, komentar mengalir deras.

"Makanya, jangan terlalu serakah."

"Baru juga naik sedikit, sudah sok besar."

"Katanya hebat, ternyata cuma untung-untungan."

Namun yang paling menyakitkan adalah saat nama Camila ikut diseret.

"Bukannya dia yang dulu jadi selingkuhan? Sekarang malah kabur bawa uang?"

"Lengkap sudah dramanya."

Berita demi berita, komentar demi komentar, semuanya seolah menikmati kehancuran itu.

Di dalam rumah keluarga Wijaya, televisi masih menyala. Namun tidak ada yang benar-benar menonton.

Dyah duduk terpaku, tatapannya kosong. Tangannya mencengkeram ujung sofa.

"Ini... ini tidak mungkin," gumamnya lirih.

Lina berdiri di dekat tangga. Wajahnya pucat, matanya merah karena menangis semalaman.

"Teman-temanku... semua lihat berita itu," ucapnya dengan suara bergetar. "Mereka terus mengirim pesan dan bertanya macam-macam."

Ia menutup wajahnya, sambil terisak. "Aku malu."

Rahman berdiri tidak jauh dari sana, mendengar semuanya. Namun, ia tidak bergerak. Ia sudah terlalu lelah untuk bahkan sekadar marah.

Ponsel di genggamannya kembali bergetar. Ada panggilan masuk dari nomor tak dikenal.

Ia ragu sejenak namun, tetap menjawab panggilan tersebut.

"Pak Rahman?" Suara di seberang terdengar tegas. "Saya dari pihak bank. Mengenai pinjaman Anda, kami butuh kepastian pembayaran dalam waktu dekat."

Rahman memejamkan mata, tidak langsung menjawab karena untuk pertama kalinya ia tidak mempunya jawaban.

"Pak?"

Rahman membuka matanya. "Akan saya usahakan," jawabnya akhirnya. Namun, bahkan ia sendiri tahu,

itu hanya kalimat kosong.

Panggilan terputus, Rahman menurunkan ponselnya perlahan.

Kini, semua sudah berubah. Jika dulu orang-orang mendekatinya, sekarang semua menjauh. Bahkan, mereka yang dulu tersenyum di depannya, kini menjadi orang pertama yang menyaksikan kehancurannya.

Ia menatap televisi. Wajahnya sendiri terpampang di sana. Namun, bukan sebagai sosok yang sukses. Melainkan, contoh kegagalan.

Rahman tertawa pelan. "Hebat!"

Dyah menoleh. "Man!'

Rahman menggeleng pelan, menatap kosong ke depan. Dan tanpa sadar, satu nama muncul di benaknya.

Mela.

Wanita yang dulu ia tinggalkan tanpa ragu demi wanita lain. Wanita yang tidak pernah sekalipun mengkhianatinya dan selalu berkorban untuk nya, untuk keluarganya.

Rahman menutup mata. Untuk pertama kalinya penyesalan itu benar-benar terasa. Dan kali ini, tidak ada yang bisa ia salahkan selain dirinya sendiri.

***

Siang itu, matahari bersinar terik di atas desa Morana. Namun, angin yang berembus pelan membuat suasana di lahan tetap nyaman.

Mela duduk di dalam gubuk kecil. Keringat masih menempel di pelipisnya.

Di sampingnya, Dino menyandarkan punggung sambil meneguk air dari botol.

Beberapa hari terakhir, hubungan mereka berubah. Bukan lagi sekadar teman lama tapi, ada perhatian yang lebih dalam. Ada kebiasaan kecil yang hanya mereka pahami.

Dan, tanpa perlu banyak kata, semua orang sudah tahu saat melihat gelagat mereka.

"Kayaknya, kita tinggal nunggu undangan aja, nih," celetuk Yati sambil terkekeh.

"Undangan apa?" sahut Asih tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya.

"Undangan nikah mereka lah, apalagi," timpal Surti.

Darmi ikut menyeringai. "Kalau bukan mereka, siapa lagi yang tiap hari lengket kayak perangko?"

Mela memutar bola mata namun, senyum tipis tetap muncul di wajahnya. Sedangkan, Dino hanya tertawa pelan, tanpa berniat menyangkal.

Namun, suasana santai itu tiba-tiba pecah saat suara Asih melengking. "EH?"

Semua orang langsung menoleh.

"Ada apa, Sih? Bikin kaget saja," gerutu Yati.

Namun, Asih tidak menjawab. Ia diam membeku. Matanya melotot, menatap layar ponsel. Dan, beberapa detik kemudian, Ia justru tertawa keras.

"Hahahaha!"

Semua orang saling pandang.

"Ini orang kenapa, sih?" bisik Surti.

"Jangan-jangan... Asih kesurupan," tambah Darmi.

Asih akhirnya berdiri sambil tertawa. "Mel! Mel!" Ia berjalan cepat mendekati Mela. "Lihat ini!" ucapnya sambil menyodorkan ponselnya.

Mela mengernyit namun, tetap menerima ponsel itu.

Di layar, terpampang berita besar dengan judul—

"Wijaya Group Resmi Bangkrut, Mantan Istri Jadi Sorotan."

Jantung Mela seolah berhenti sejenak. Matanya membaca cepat tentang kerugian besar, investor yang menarik diri, utang yang menumpuk dan, tentang nama Rahman yang kini jatuh. Semua tertulis jelas.

Beberapa detik, Mela tidak bergerak.

Darmi dan yang lain, yang penasaran akhirnya mendekat, membaca berita tersebut.

"Wah... Sekarang mantan suami mu bener-bener jatuh, Mel," ucap Darmi

Yati langsung tertawa kecil. "Ini sih bukan jatuh lagi tapi, nyemplung ke jurang."

"Makanya, jangan nyakitin orang baik," sahut Surti.

Asih mengangguk semangat. "Itu namanya karma!"

"Setuju!" timpal Yati. "Karma itu nyata, loh!"

Mereka tertawa keras. Ada kepuasan di sana. Seolah keadilan akhirnya datang, meski terlambat.

Namun, di tengah semua itu, Mela tetap diam. Matanya masih tertuju pada layar.

Rahman, dulu pria itu adalah pusat hidupnya. Dulu, pria itu adalah orang yang paling ia percaya. Dan sekarang, nama Rahman hanya menjadi bagian dari berita.

"Apa kamu nggak apa-apa, Mel?" tanya Darmi pelan.

Mela tidak langsung menjawab. Ada sesuatu yang bergerak di dalam dadanya.

Bukan cinta tapi, rasa iba melihat seseorang yang pernah begitu berarti dalam hidupnya, kini jatuh sehancur itu.

Namun di saat yang sama, ada perasaan lain. Perasaan lega karena semua yang terjadi dulu, akhirnya menemukan jawabannya.

Mela menarik napas panjang. Lalu, mengembalikan ponsel itu pada Asih.

"Ya, mungkin ini memang jalannya," jawabnya tenang, tanpa emosi berlebihan.

Darmi menatapnya lekat. "Kamu masih peduli pada mereka?"

Mela tersenyum tipis. "Sebagai manusia... iya." Ia menatap hamparan lahan di depan. "Tapi sebagai seseorang yang pernah terluka, aku rasa ini sudah cukup adil."

Hening, Angin berembus pelan.

Dino sejak tadi hanya diam, menatap Mela. Tatapannya dalam bukan karena berita itu tapi, karena cara Mela menghadapinya tanpa dendam, dan kebencian.

Dan di saat itu, Dino semakin yakin, wanita di hadapannya adalah seseorang yang layak diperjuangkan.

1
🇦 🇵 🇷 🇾👎
asih... km peka bgts..... lgsg tau🤣
Jungkookieeeeeee97🐰
kak Mutzzzz
klo cs bisa kontrak lagi, kak mutz bakalan bikin cs lagi apa tetep konsisten di novel kak??
Jungkookieeeeeee97🐰
Pdhl si Dino mau nunjukin siapa dia sebenarnya kali Mel, tapi iya sih masa mau ikut, orang belum jadi istrinya 👀👀
bukan muhrim ya Mel ya 👀👀
partini
aihh Din pasti Buanyak Banggt bodyguard kan ,taro lah jarak jauh macam bodyguard bayangan gitu biar calon istri mu aman hatimu pu tenang masa ga punya CEO loh
Felycia R. Fernandez
naaah setuju,Setidaknya kalau dino selingkuh auto jadi gembel
Felycia R. Fernandez
😍😍😍😍
aku suka kacang rebus plus minum teh
Yunita Sophi
semoga yg jahat cepat sadar...
Yunita Sophi
usaha bersama semoga semakin maju
Yunita Sophi
semangat terus Mel... tunjukan pada mereka yg telah menyakiti mu... klo kamu bisa sukses tanpa mereka
Yunita Sophi
Mela perempuan kuat dan hebat 👍😍
Yunita Sophi
semoga setelah menikahi si pelakor perusahaan nya bangkrut... biar tau rasa meteka
Yunita Sophi
semangat Mela buktikan sama Si Rahman dan si pelakor itu... klo kamu bisa bahagia dan berhasil dlm hidup tanpa mereka...
Yunita Sophi
justru perceraian kebanyakan masalah datang dari suami...
Yunita Sophi
apa mereka ribut krn mbak darm8 cemburu sama Mela... hadeh ada ada aja klo betul 😄
Yunita Sophi
lebih menyesal lg klo kamu tdk bercerai dgn Rahman... kamu hanya di anggap babu di rumah sedangkan dia bersenang senang dgn gundik nya...
Yunita Sophi
semangat Mela hidup kamu pasti akan bahagia tanpa mereka...
Yunita Sophi
aq hadir thor...
Adinda
mel boleh kalau kamu mau membenci mantan suami dan ibunya tapi ingat tidak ada mantan anak atau mantan ibu,jangan terlalu kejam sama anak kandung sendiri walaupun dia pernah nyakitin kamu'sebagai seorang ibu kamu harus mendoakan biar anakmu berubah menjadi pribadi yang baik
ollyooliver🍌🥒🍆
gw merasa kasihan juga tapi lebih banyaknya SYUKURIN🤭
ollyooliver🍌🥒🍆
bukannya udah biasa ya tanpa mela sejak camila jadi istri lu? trus lu bilang beratnya terasa saat tanpa mela? sebenarnya mela dipandangan lu sebagai ibunya putrimu kah, orang yg katanya lu cintai atau sebagai pembantu?😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!