NovelToon NovelToon
Jadi Janda? Siapa Takut?

Jadi Janda? Siapa Takut?

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:27.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Rumi sudah tiga tahun menikah dengan Fathur. Sebenarnya rumah tangga mereka baik-baik saja. Hanya saja menjadi tidak baik-baik karena selalu di recoki oleh ibu dan keluarga Fathur lainnya.

Hingga akhirnya saat Rumi kembali hamil, namun untuk kedua kalinya juga dia harus kegu guran karena ulah sang ibu mertua. Bu Sri tak pernah ingin jika Fathur memiliki anak dari Rumi.

Rumi jelas marah dan pun cak amarahnya saat Bu Sri membawa mantan dari Fathur ke dalam kehidupan ruang tangga mereka. Fathur bahkan tak mampu untuk membela istrinya.

Apakah dengan kenyataan seperti ini Rumi siap menjadi janda? Ataukah dia malah lebih memilih bertahan dengan kenyataan seperti itu?

"Jangan banyak membantah jika kamu tak ingin di Jan da kan oleh Fathur!" ancam Bu Sri.

"Jadi Jan da? Siapa takut Bu!" jawab Rumi membuat suami dan ibu mertuanya melongo tak percaya.

Ikuti terus kisah Arumi selengkapnya. Jangan lupa baca sampai akhir, karena ada banyak keseruan dari Rumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadi Janda? Siapa Takut? 25

Keesokan harinya, suasana di kantor pusat perusahaan tempat Fathur bekerja tampak sibuk. Fathur duduk di balik meja kerjanya, menatap layar monitor dengan fokus yang tajam. Namun, ketenangannya terusik saat sekretaris divisinya memberitahu bahwa ada dua orang pria yang memaksa ingin bertemu tanpa janji temu.

"Biarkan mereka masuk," ucap Fathur dingin.

Dia sudah menduga siapa yang datang.Pintu ruangan terbuka dengan ka-sar. Fajar dan Fikri melangkah masuk dengan gaya angkuh, seolah-olah mereka adalah pemilik perusahaan tersebut. Mereka duduk di kursi tamu tanpa dipersilakan.

"Gaya kamu sudah selangit ya, Thur? Sampai abang sendiri harus lapor sekretaris dulu kalau mau ketemu," sindir Fikri sambil menyandarkan punggungnya.

Fathur tidak bergeming. Ia melipat tangannya di atas meja.

"Ini jam kantor, Mas. Ada apa? Kalau mau bahas masalah Ibu, aku sudah bilang semuanya kepada ibu dan Elisa kemarin,"

Braaak

Fajar menggebrak meja pelan.

"Justru itu! Kamu keterlaluan, Thur. Ibu sampai sakit demam semalaman karena kepikiran ucapan kamu. Kamu sadar nggak, kamu itu Manager? Gaji puluhan juta, fasilitas mobil ada. Tapi sekarang bahkan kamu tak mau memberikan uang bulanan lagi untuk ibu dan biaya kuliah untuk Elisa. Apalagi dia sebentar lagi wisuda!" da-da Fajar naik turun penuh emosi.

"Mas Fajar benar," sambung Fikri.

"Jangan gara-gara Rumi hamil, kamu jadi buta. Istri itu bisa dicari, tapi Ibu cuma satu. Lagi pula istri kampunganmu itu jangan terlalu di manja! Toh selama ini dia sudah bantu apa untuk keluarga kita? Yang ada dia hanya menghabiskan uang kamu saja! Baru bekerja jadi buruh cuci piring di toko roti saja sudah berani bertingkah! Bahkan berkata kasar kepada ibu kita! Ibu kamu Fathur,!"

Fathur menarik napas panjang, ternyata benar selama ini tak ada satu pun dari keluarganya yang menghargai semua pengorbanan yang Rumi. Selama ini diamnya benar-benar sudah menghan-curkan hati Rumi. Kali ini dia tak akan lagi membiarkan mereka untuk menyakiti Rumi lagi. Apalagi ada buah cinta yang selama ini mereka tunggu telah tumbuh di ra-him Rumi.

"Sadar Fathur! Dan segera kirim uang kepada ibu! yang bulanan seperti biasanya dan keperluan Elisa kuliah!" Fajar menurunkan nada bicaranya.

"Kenapa bang? Kenapa kalian seperti orang yang kebakaran jenggot saat aku mencabut fasilitas uang bulanan untuk ibu bulan ini? Bukankah anak laki-laki ibu ada dua lagi. Tiga tahun aku dan Rumi sudah berusaha menyenangkan surgaku. Tapi sepertinya selalu kurang dan salah. Maka dari itu aku berikan kesempatan kepada kalian, anaknya yang lain untuk berbakti dan menyenangkan surga kalian juga. Bukankah hidup kalian sangat mapan? Bahkan mengeluarkan uang seratus ribu saja untuk ibu dan Elisa selama ini tak pernah!" jawab Fathur tenang.

Kedua kakaknya terdiam.

"Bukan hanya selama tiga tahun pernikahan aku, melainkan saat aku mulai bekerja. Kalian mulai benar-benar lepas tanggung jawab dan lebih fokus dengan keluarga kalian. Selama ini aku diam dan mengalah kepada kalian, apalagi aku belum punya anak, Bang. Dan mengingat ibu dan kalian sampai sekarang masih belum menerima Arumi,"

"Namun sekarang, aku tak bisa lagi menerima perlakuan kalian kepada Rumi! Sudah cukup, aku tak tega melihat tanggung jawab dunia akhiratku selalu tersakiti hatinya. Lahir batinnya oleh kalian. Oleh karena itu aku serahkan tanggung jawab ibu dan Elisa kepada kalian. Bukan karena aku menjadi wakil manager saat ini. Jika tak naik jabatan pun aku akan tetap mengambil keputusan yang sama. Kini saatnya aku membahagiakan Rumi dan menantikan kelahiran anakku dengan atau tanpa restu kalian!" tegas Fathur.

"Fathur! Jangan main-main dengan keputusan kamu! Apa kamu mau menjadi anak dur-haka karena tidak mengurus ibumu dengan baik?" Fajar menekan suaranya.

Fathur hanya menyunggingkan senyum tipis. Kata 'durhaka' sudah menjadi senjata usang yang selalu mereka gunakan sebagai kele-mahan Fathur. Hingga pada akhirnya dia meminta Rumi untuk mengalah. Namun kini tidak lagi, apalagi perkataan dan perlakuan ibunya sudah sangat keterlaluan.

"Anak durhaka?" beo Fathur.

"Lalu disebut apa anak-anak yang membiarkan adiknya memikul seluruh beban sendirian sementara mereka asyik menikmati kemewahan sendiri? Selama ini kalian memiliki semuanya, tapi kalian tak pernah mau mengeluarkan uang untuk ibu. Kalaupun ada, semua uang itu di gunakan untuk acara yang kalian buat sendiri dengan membuat istriku jadi ba-bu gratisan kalian! Yang hanya di bayar dengan bumbu dan kuah sayur tanpa di beri daging. Bahkan kalian masih mencaci dan menghi-na dia!" Fathur benar-benar sudah tak bisa menahan kekesalannya.

"Bahkan motor Elisa yang aku dan Rumi cicil setengah mati selama dua tahun terakhir selalu kalian agung-agungkan pemberian kalian!"

sreeekkk

"Kalau begitu silahkan sekalian kalian bayar juga cicilan motor Elisa. Kalian belajar membuat surga kalian juga bahagia!" Fathur menyerahkan berkas berisi cicilan nomor kontrak cicilan motor Elisa yang tersisa satu tahun lagi.

Kedua kakaknya terbela-lak benar-benar tak menyangka jika Fathur sudah sangat berubah.

"Ini ... Ini kamu tak bisa, Thur! Kami ini sudah berkeluarga, cicilan kami banyak, kebutuhan anak-anak sekolah juga tinggi. Kamu tahu sendiri gaya hidup di lingkaran kami seperti apa. Sedangkan kamu? Kamu dan istri kampungan kamu mana punya teman seperti teman-teman kami dan istri kami!" Fikri keberatan. Apalagi uang gaji di kelola oleh Intan.

"Baiklah, mulai sekarang aku dan Rumi juga akan melakukan hal yang sama. Jadi gajiku juga nggak cukup! Silahkan kalian saja yang urus semuanya! Sebelum kalian benar-benar bisa menghargai dan menerima Rumi juga anak kami kelak!" tegas Fathur kembali!"

"Apa kamu nggak punya o-tak Fathur? benar kata ibu kalau otak kamu sudah di cuci oleh wanita kampungan itu!" geram Fajar.

"Tidak ada yang mencuci otak aku, Bang! Namun aku sadari sebagai suami selama ini sudah berbuat dzalim kepada istriku!"

"Abang, tidak bisa mendadak mengeluarkan uang sebanyak itu! Budget keluarga kami sudah diatur!"

"Kalau begitu, atur ulang," sahut Fathur dingin

"Kamu ... Kamu benar-benar sudah dicuci otak oleh perempuan kampung itu, ya!" Fikri.

"Lihat saja, kamu akan menyesal karena sudah menelantarkan ibu dan adikmu demi istri yang bahkan tidak punya bibit, bebet, bobot yang jelas!"

Fathur berbalik menatap tajam ke arah Abang kedunya.

"Cukup, Bang! Sebelum aku benar-benar kelewatan berbicara karena kalian! Silahkan keluar dari ruanganku. Dan sudah aku tegaskan kepada ibu dan juga Elisa jika aku tak akan pernah memberikan lagi sepeserpun uangku sebelum mereka benar-benar sadar dengan kesalahannya selama ini dan menerima Rumi juga anakku!"

Kedua kakaknya tak lagi menjawab apalagi saat melihat wajah Fathur yang sudah mulai berubah. Mereka pergi dengan membawa amarah yang luar biasa di dalam hatinya kepada Fathur. Terutama Rumi, karena mereka mengira jika perubahan Fathur pasti karena terpengaruh oleh Rumi.

1
gina altira
Fathur bener" guoblok
Melinda Cen
benar jln2 Fahtur nikah sama dona. biar tau rasa nanti sifat dona yg asli keluar. nanti ga ada uang buat bu asri baru tau rasa. uang semua di pegang dona. menyesal tidak ada gunanya
Oma Gavin
itu pernikahan fathur dan dona semoga rumi langsung minta talak 3 sekalian biar hidup nya tenang ngga perlu disindir dan ngga dianggap lagi sama keluarga fathur
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
rasaku malah fathur mau nikahin dona hari itu juga 😂😂
Alfianti Shidqiyyah
Semoga elis segera datang membongkar semuanya...toloong thoor,, jangan bikin fathurnya bodoh banget,,y, buat cerita yg beda dari yg lain,yg biasanya s prianya menyesal setelah semua terlambat,karena nikah ma pelakornya..
Anisa Nur
lanjut kak
Yam_zhie: besok ya kak tiap jam 8 Sama jam 2☺️
total 1 replies
Diana Dwiari
good bye Fathur and the family....jemput kebahagiaan mu rumi
Yam_zhie: awoookkk 💃💃
total 1 replies
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
wih wih.. jelas lah cuma fathur yang bisa, soalnya kan selama ini fthur yang royal ke ibunya.. udah thur iyain aja, enak kan punya istri kayak dona, terpandang terkenal dan pintar, pintar menipu maksudku 😂😂
Yam_zhie: ssstttt... jangan keras-keras kak kasihan Fathur 🤫
total 1 replies
Lovita BM
muak banget tw gk sih, ....
gina altira
semoga jd beneran stroke nyaa
gina altira: ditunggu Thor 😍😍
total 2 replies
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
dg tidak mengurangi rasa hormat..mohon adegan drama maklampir dan sunder bolong cs disudahi aja Thor..fokus SM Rumi...mual bawaan klo yg nongol maklampir sunderbolong cs 👻👻👻🤣🤣🤣🤣🤣✌️
Yam_zhie: mereka besti kak. pengen eksis terus katanya 🤣🤣🤣
total 1 replies
Arin
Kalau di pikir kasihan juga Fathur...... sekarang dirongrong karena hidup bersama Rumi dan jadi ATM untuk kehidupan Ibunya dan adiknya. Kakak-kakaknya tak mau tau. Sekarang disuruh bersatu dengan mantan pacar si Dona, gak tambah ngenes lagi.... karena nanggung hidup Ibu Sri, Elisa, Dona+anaknya, mertuanya juga pengin ikut hidup enak dari duit Fathur.....
Yam_zhie: biar dia botak kak. sukurin dah. kan biar gak di bilang anak durhaka 🤣🤣
total 1 replies
mama
semoga aj penyakit mak Lampir di jabah sm Gusti Alloh.. sumpah nyesek bgt dgn nasib rumi😭..dan saat semuanya terbongkar penyesalan mu tak ad artiny thur sumpah..oon km kebangetan thur.. Elisa juga kmn sih gk tau drama yg sedang di mainkan ibu ny bakal ngancurin rmh tangga kakak ny.. fathur goblok bin tolol trs aj ya seperti itu..biar nanti aq ksh penghargaan dari kelakuan bodohmu itu
Yam_zhie: tenang nanti dengan kekuatan othor akan membuat akting Bu Sri jadi kenyataan 🤣🤣
total 1 replies
nely_48
final,,, udh fathur kau akan sll merasa berdosa klau sm rumi trs d lanjutkan,, turuti az kemauan ibu n keluarga mu
nely_48: ya betul kk, biar ibu n saudaranya pd bahagia krn fathur menceraikan rumi
total 2 replies
nely_48
pergi dgn kemenangan bukan pecundang ya rumi, demi mental yg waras n hati yg tentram Damai menjalani hidup k depan nya
Oma Gavin
wkwkwk drama nya dona dan ibunya fathur menyakinkan semoga disegerakan cerai dgn rumi
Yam_zhie: tenang ada babang Renjana 🤣🤣
total 1 replies
Muft Smoker
udh fathur mau aj ,, lepasiin Rumi buat renjana ,,🤭🤭🤭 laki2 kayak km gx pantes buat Rumi ,, 😏😏😏 tp???????

setelah ni ,, setelah km keluar dr rumah km dn rumii ,, dsaat tu laa km dn Rumi selesai ,, jgn berharap Rumi lgi fathur ,,
Muft Smoker: nah betul ,, udh kak bikin dy lupa ingatan aj kak ,, bikin dy lupa kalo renjana lgi nungguin rumi
total 2 replies
Muft Smoker
mudah2 Dari pura2 stroke ,, jdi stroke beneran ,, biar tau rasa dy
Muft Smoker: di buang Dona ,, gx punya duit ,, rumah kayak bantar gebang ,, komplek laa penderitaan bu srii😒😒
total 2 replies
Muft Smoker
akhirnya yg dtggu2 terjadi jugaaa ,,
bagus rumii pergi aj yg jauh dr hidup fathur ,, biar dy aj sendiri yg d gerogotin sama hama ,, kmu jgn ,,
Mey Rianna
sakkarepmu lah tur. wes mboh. gedek aku rasane
Yam_zhie: aku gak ikutan kak 🙈🙈
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!