NovelToon NovelToon
The Heiress'S Scents

The Heiress'S Scents

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Identitas Tersembunyi / Cintapertama
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di balik kemegahan High School Los Angeles, Issabelle Reichenbach menyembunyikan identitasnya sebagai pewaris tunggal klan mafia legendaris.

Demi bertahan hidup, ia menyamar sebagai murid beasiswa miskin yang patuh, sembari menahan penderitaan tinggal bersama ibu kandungnya yang lemah dan ayah tiri yang kasar.

Namun, penyamaran sempurna Issabelle terancam hancur saat ia berhadapan dengan Navarro Von-Riccardo, penguasa sekolah sekaligus pewaris tunggal terkuat di Pantai Barat.

Navarro menyimpan rahasia kelam klan Von-Riccardo: sebuah genetika yang membuatnya kehilangan indra penciuman sejak lahir.

Secara mengejutkan, aroma tubuh dingin menyerupai mawar es milik Issabelle menjadi satu-satunya wewangian yang bisa dicium oleh Navarro setelah 16 tahun hidupnya.

Terpikat oleh takdir yang tak terelakkan, Navarro mulai terobsesi untuk menguak topeng misterius gadis beasiswa tersebut, memicu perang insting yang mematikan di antara dua predator puncak.


Happy reading 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#18

Sisa-sisa ketegangan dari malam yang panjang di The Velvet Eclipse masih menggantung pekat di udara.

Setelah konfrontasi brutal di koridor toilet dan pengungkapan identitas klan Dark Dubois yang mengejutkan, Navarro Von-riccardo seolah-olah telah bermutasi menjadi sesosok bayangan yang tidak lagi bisa dihindari oleh Issabelle.

Ruang VIP bar yang sepi dan remang-remang kini menjadi saksi bisu di mana takdir dua pewaris klan besar ini saling berbenturan tanpa ampun.

Issabelle berdiri tegak, mencoba mengumpulkan sisa-sisa harga dirinya yang sempat terkoyak akibat lumatan agresif Navarro beberapa menit lalu.

Namun, sebelum ia sempat melangkah mundur untuk menciptakan jarak aman, sebuah tangan kekar kembali bergerak maju.

Jemari panjang Navarro yang hangat bergerak naik, mencengkeram dagu dan rahang bawah Issabelle dengan kelembutan yang menuntut—tidak cukup keras untuk menyakiti, namun terlalu kuat untuk dilepaskan.

Navarro memaksa wajah pucat Issabelle untuk terangkat, mengunci sepasang mata abu-abu yang sedingin es itu agar menatap langsung ke dalam manik mata gelapnya yang berbinar penuh kegilaan posesif.

Sebuah senyuman miring yang begitu menawan namun sarat akan manipulasi tingkat tinggi terukir di wajah tampan sang penguasa Pantai Barat.

"Aku punya penawaran bagus untukmu, Mawar Kecil," bisik Navarro, suaranya yang berat dan bariton terdengar bagai desis ular yang menawarkan buah terlarang di tengah malam.

"Satu ciuman setiap hari, dan rahasia identitasmu aman di dalam genggamanku. Bagaimana? Penawaran yang sangat menarik, bukan, Mine? Kita bisa berciuman setiap hari... dan sebagai imbalannya, jaringan klan Riccardo akan menutup rapat semua jalur informasi yang mengarah pada keberadaanmu."

Mendengar kontrak gila yang keluar dari mulut pria di depannya, kilatan amarah murni memancar dari mata Issabelle.

Rahangnya mengetat di bawah cengkeraman jemari Navarro.

"Kau benar-benar tidak waras," jawab Issabelle, suaranya terdengar sangat kaku, rendah, dan penuh dengan penekanan yang menusuk.

Navarro justru terkekeh rendah, sebuah tawa maskulin yang terdengar begitu sensual di tengah kesunyian ruangan.

Bukannya menjauhkan wajahnya, pria itu justru mencondongkan tubuhnya lebih dalam. Ia memiringkan kepalanya sedikit, lalu dengan perlahan mengendus wangi yang menguar dari perpotongan leher dan rambut abu-abu Issabelle.

Hnngh.

Navarro memejamkan matanya sejenak, menghirup dalam-dalam aroma mawar es bercampur sisa minyak wangi maskulin miliknya yang kini telah berpindah ke tubuh gadis itu.

Bagaimana mungkin dia bisa melepaskan wanita ini?

Wangi tubuh Issabelle begitu secandu itu!

Ini adalah wangi murni pertama yang benar-benar mampu menembus lapisan dingin di dalam otaknya, wangi pertama yang membangkitkan insting kepemilikan mutlak di dalam jiwanya yang biasanya mati rasa terhadap wanita mana pun di dunianya.

Issabelle satu-satunya mahakarya yang ingin ia miliki seumur hidupnya.

Merasa ruang personalnya dilecehkan dengan cara yang begitu intim, Issabelle menggunakan seluruh sentakan kekuatannya untuk menepis tangan Navarro dari wajahnya.

Dengan gerakan cepat yang terlatih, ia berbalik dan melangkah lebar menuju pintu keluar ruang VIP, berniat melarikan diri sejauh mungkin dari bar malam terkutuk ini.

"Mau pergi ke mana, Mine? Permainan kita belum selesai," seru Navarro dari belakang, langkah kakinya yang lebar dengan mudah mengimbangi pergerakan cepat Issabelle.

"Berhenti memanggilku Mine! Aku bukan milikmu, Brengsek!" gertak Issabelle tanpa menoleh ke belakang, suaranya bergetar oleh rasa muak yang sudah mencapai ubun-ubun.

"Kau milikku, Issabelle! Sejak tato itu terlihat oleh mataku, kau sudah tidak punya pilihan lain!" balas Navarro lagi dengan nada suara yang naik satu oktav, penuh dominasi yang mutlak yang menggema di sepanjang koridor menuju pintu keluar belakang.

Namun, tepat ketika jemari ramping Issabelle baru saja menyentuh gagang pintu besi yang mengarah ke lorong luar, sebuah getaran hebat disertai dering nyaring yang melengking memecah perdebatan mereka.

Dering itu berasal dari ponsel kecil yang ia sembunyikan di dalam saku gaun dadakan mini hitamnya.

Langkah Issabelle seketika terhenti.

Jantungnya berdegup kencang dengan ritme yang menakutkan.

Itu adalah frekuensi darurat klan Dark Dubois.

Dengan tangan yang sedikit bergetar, ia merogoh sakunya dan mengangkat layar kecil tersebut. Nama yang tertera di sana membuat seluruh pasokan oksigen di paru-parunya seakan tersedot habis.

Martha.

Wanita kepercayaan keluarganya yang selama beberapa hari ini benar-benar hilang kabarnya tanpa jejak.

Issabelle menekan tombol hijau dengan cepat, mengabaikan keberadaan Navarro yang kini berdiri tegak dua langkah di belakangnya dengan mata yang menyipit waspada.

"Martha?! Martha, jawab aku! Bagaimana situasi di sana?!" tanya Issabelle, suaranya tidak lagi dingin, melainkan dipenuhi oleh kepanikan makro seorang putri yang sedang menyaksikan runtuhnya kerajaannya.

Dari seberang sambungan telepon yang dipenuhi oleh suara distorsi statis yang bising dan sayup-sayup dentuman tembakan senjata api, suara parau Martha terdengar terengah-engah, dipenuhi oleh keputusasaan yang teramat dalam.

"Tuan... Tuan Besar kritis, Nona Issabelle..." bisik Martha dengan suara yang terputus-putus, di sela-sela kalimatnya.

"Kondisinya sangat kritis... Anda harus menyembunyikan diri dengan baik di Amerika..."

Mendengar kabar bahwa ayahnya dalam kondisi kritis, seluruh kekuatan di lutut Issabelle seakan runtuh. Dunia di sekelilingnya mendadak berputar hebat.

"Dan... dan saya rasa...Jaga Diri Anda Baik-baik Dan bila perlu berlindunglah Pada Pria Riccardo" suara Martha semakin melemah.

TUT... TUT... TUT...

Sambungan telepon itu mendadak mati total, menyisakan suara dengung kosong yang mematikan.

Tangan Issabelle yang memegang ponsel perlahan jatuh ke sisi tubuhnya.

Untuk pertama kalinya seumur hidupnya, pertahanan es di wajah anggun itu retak sepenuhnya.

Setitik air mata murni yang bening menetes melewati pipi pucatnya, jatuh membasahi lantai beton bar yang dingin.

Kehancuran total telah tiba, dan ayahnya sedang bertaruh nyawa di seberang samudra sana.

Navarro yang sejak tadi mengawasi dengan jeli setiap perubahan ekspresi Issabelle seketika tertegun.

Melihat air mata yang mengalir di pipi gadis mawar esnya, sesuatu di dalam dada pria gila itu mendadak berdenyut nyeri.

Kegilaan posesifnya seketika tergantikan oleh rasa khawatir yang teramat sangat.

Ia tahu, dari kata-kata yang sempat tertangkap oleh indra pendengarannya yang tajam, Issabelle sedang tidak baik-baik saja.

Gadis ini sedang berada di titik terendahnya.

Navarro melangkah maju dengan cepat, memegang kedua pundak ramping Issabelle dengan cengkeraman yang protektif.

"Hei! Hei, Mine... ada apa? Kenapa kau menangis?! Apa yang terjadi di Jerman?!" tanyanya dengan nada suara yang benar-benar mengkhawatirkan, sebuah intonasi lembut yang belum pernah ia gunakan pada siapa pun sebelumnya.

Namun, tidak ada respons sedikit pun dari Issabelle.

Gadis itu berdiri bergeming layaknya patung marmer tanpa jiwa, matanya menatap kosong ke arah pintu besi, sementara dadanya naik turun menahan gelombang syok dan histeria yang siap meledak dari dalam dirinya.

Keheningan dan penolakan Issabelle untuk merespons perlahan membuat kendali emosi Navarro kembali tergelincir ke dalam kegilaan.

Ia tidak tahan melihat gadis ini mengabaikannya di tengah kerapuhan seperti ini.

Dengan nekat dan dorongan insting gelap untuk mengalihkan fokus pikiran Issabelle dari rasa sakitnya, Navarro mencengkeram rahang Issabelle lagi, memaksa gadis itu menatapnya dengan gila.

"Tenang, Issabelle! Fokus padaku!" bentak Navarro rendah, matanya berkilat penuh tekanan udara yang berat.

"Kalo kau nggak bisa tenang juga... kita bercinta di sini sekarang! Biar kupastikan seluruh pikiranmu hanya terisi oleh namaku malam ini!"

DEG.

Kata-kata vulgar dan gila yang diucapkan Navarro dengan ekspresi serius yang tanpa lelucon itu seketika membuat mata abu-abu Issabelle menganga sempurna.

Di tengah kedukaan atas kondisi ayahnya, pria di depannya ini justru menawarkan penyaluran Gairah yang tidak waras.

Rasa sedih yang mendalam di dalam dada Issabelle dalam sekejap bermutasi menjadi amarah destruktif yang meledak-ledak.

Jiwa Dark Dubois-nya yang terpojok memutuskan untuk menantang kegilaan sang predator dengan kegilaan yang jauh lebih merusak.

Jika dunia ini harus hancur malam ini, maka biarlah semuanya hancur bersama-sama.

Issabelle menyunggingkan senyuman gila yang penuh tantangan, menatap lurus ke dalam manik mata gelap Navarro dengan binar mata yang mengerikan.

"Brengsek! Kau ingin bercinta?!" gertak Issabelle, suaranya meninggi, menantang dominasi Navarro tepat di depan wajahnya.

"Ayo!! Ayo kita bercinta, Tuan Muda Riccardo yang terhormat!"

Issabelle maju satu langkah, menempelkan dadanya langsung pada dada bidang Navarro, mencengkeram kerah kemeja hitam pria itu dengan kasar hingga beberapa kancingnya terlepas.

"Dimana?! Katakan padaku, di mana kau ingin melakukannya, Bajingan?! Di atas lantai ini atau di depan pengawal sialanmu?! Lakukan sekarang jika kau memang punya nyali!!!"

1
Game Semut
semoga happy ending issabele dan navvaro serta putri nya Cassandra
Game Semut
ini cerita gmna ending nya nih thor kasian bngt kisah percintaan asmara antara issabele dan Navarro...semoga bs bersatu.
Mia Camelia
aduh isabel kok keras kepala banget sih mpe membenci navaro😔😔😔
gak adil nih klo navaro dan isabel trz salah paham mulu😔
ayolah thor bikin mereka baikan lagi😂😂😂
Game Semut: ini udh tamat apa msh lanjut thor
total 1 replies
Game Semut
kaciaaan bngt navvaro
Ros 🌷🦋: huhuhu🥲
total 1 replies
Mia Camelia
semoga isabel cepet muncul lgi thor, kasian navaro jadi patung es bgtu🤣
Ros 🌷🦋: dicairin sama kak reader 🤭🤣🤣
total 1 replies
Mia Camelia
yah kasiah issa ternyata di jebak doang suruh pulang ke jerman😂😂😂😂😂
Ros 🌷🦋: huhuhu😅🤭
total 1 replies
BONBON
aku tunggu kak, 22nya setara dan gk jomplang. bukan kisah Cinderella, mafia x gadis yg dijual oleh keluarganya blabla. 🤣🤣🤭
Ros 🌷🦋: hihi ma'aciww kak atas dukungannya 🫶🥰
total 1 replies
Angela Ghunu
karya kakak bagus skli, semoga semakin maju dan karya " kk makin bnyk🥰🥰
Ros 🌷🦋: Ma'aciww banyak kak🫶🥰
total 1 replies
Mita Paramita
navaro mati rasa sama perempuan 🤨 nunggu Isabella kembali.
Ros 🌷🦋: iyaaa kek nya 😅🤭
total 1 replies
Shusy Bharel
lanjut tho😍😍
Ros 🌷🦋: siap kak🥰
total 1 replies
Mita Paramita
see you again navaro 😘😘😘
Ros 🌷🦋: see you kak reader 🥰
total 1 replies
Mita Paramita
Isabella pecah perawan nya sama navaro 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: aku malah ngakak loh kak reader 🤭🤣
total 1 replies
Mia Camelia
akhir nya 🥰🥰🥰
Ros 🌷🦋: wkwkw🤭
total 1 replies
Mia Camelia
yah masa baru bucin udah perpisahan aja thor🤣😂😂😂
Ros 🌷🦋: Berpisah dulu biar tau artinya rindu 🤭🤣🤣
total 1 replies
Mia Camelia
yaaah ketauan deh 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: kwkwk😅
total 1 replies
Mita Paramita
sekarang Isabella punya tempat bersandar walaupun sih navaro plu mines 🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: kesayangan reader 🤣
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Ros 🌷🦋: siap kak🫶
total 1 replies
Mita Paramita
navaro diem diem nyelidikin asal usul Isabella 🤣🤣🤣 saking penasarannya
Ros 🌷🦋: kwkwk🤣
total 1 replies
Debu Nakal
lagi.. lagi... lagi... lagi...
Ros 🌷🦋: padahal sudah didraf sampai bab 20 kak😅
total 1 replies
Mia Camelia
wah gak sangka kalo claire pacar nya skylar?? thor ceritaiin dong mereka juga🤔😄
Ros 🌷🦋: author selipin dikit2 nanti mereka 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!