NovelToon NovelToon
Tolong!!! Di Sini Banyak Setan

Tolong!!! Di Sini Banyak Setan

Status: sedang berlangsung
Genre:Matabatin / Horror Thriller-Horror
Popularitas:47.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Setelah mengalami kecelakaan, mata batin Nino terbuka. Pemuda berusia 20 tahun itu jadi bisa melihat makhluk astral di sekitarnya.

Sejak tersadar dari komanya, pemuda itu selalu diikuti oleh arwah seorang wanita muda yang dilihatnya ketika kecelakaan terjadi.

Karena tak kuat terus menerus harus melihat makhluk astral, Nino meminta bantuan Pamannya untuk menutup mata batinnya. Sang Paman pun memberikan doa agar bisa menutupi mata batin.

Alih-alih menutup mata batin, kemampuan Nino yang awalnya hanya bisa melihat, justru berkembang jadi bisa berkomunikasi dengan para arwah.

Tak mau menderita sendirian, Nino pun meminta sahabatnya yang penakut, Asep untuk ikut membaca doa dengan dalih supaya menjadi berani. Dan ketika Asep mengamalkannya, sama seperti Nino, pemuda itu juga bisa melihat makhluk halus.

Kejadian demi kejadian aneh terus menimpa kedua sahabat tersebut. Lewat petunjuk dari makhluk astral, mereka bisa mengungkap kejahatan kasus kriminal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ruqiyah

“Apa lo kate? Mau pindah kuliah? Lo pikir pindah kuliah ngga pake duit? Lo pikir tuh duit tinggal metik di pohon? Bener-bener lo ya, jadi anak bikin susah mulu orang tua. Berapa biaya buat perawatan elo kemarin, hah? Sekarang enak banget lo pengen pindah kuliah. Kaga ada! Beresin kuliah lo sampai selesai. Elo yang minta kuliah di Bandung, harus tanggung jawab, lo! Sekate-kate minta pindah kuliah. Lo pikir Babe lo ini konglomerat?!”

Bukannya menyetujui permintaan anaknya, Nino justru menerima ceramah panjang dari Babenya. Pria itu kesal tiba-tiba sang anak memintanya pindah kuliah. Padahal dulu Nino yang ngotot ingin kuliah di Bandung, padahal dirinya dan sang istri sempat meminta Nino kuliah di Depok saja. Demi sang anak, akhirnya Rojali pun mengijinkan.

“Tapi Nino takut, Be. Nino didatengin hantu terus.”

“Elo tuh laki! Masa takut sama hantu? Percuma Babe ngajarin elo silat kalau lo masih takut hantu!”

“Lah apa hubungannya, Be? Tuh hantu gangguin Nino, bukan ngajak berantem.”

“Elo tuh anaknya Rojali, cucunya Sabeni, malu-maluin banget takut sama hantu. Tuh hantu juga ngga bakal bisa nyakitin elo!”

“Ya emang sih, tapi bisa bikin serangan jantung.”

“Elo tuh masih muda, sehat. Olahraga yang rajin biar ngga kena serangan jantung!”

Nino hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ayahnya selalu saja memiliki jawaban atas pernyataan yang dilontarkannya. Sepertinya permintaannya tidak akan pernah terkabul.

“Elo yang rajin shalatnya, ngaji jangan main hape terus. Dzikir, hantu atau setan ngga akan bisa ganggu orang yang kuat imannye.”

Tidak ada jawaban dari Nino, hanya wajahnya saja yang berubah masam. Dari perubahan mimik wajah Nino, Asep sudah menduga kalau permintaan Nino ditolak mentah-mentah. Tapi dalam hati pemuda itu bersyukur, itu artinya Nino akan tetap melanjutkan kuliah di Bandung.

“Ya udah, Nino cuti dulu deh,” Nino masih berusaha negosiasi.

“Kaga ada! Enak aja cuti kuliah. Emangnya elo habis ngelahirin sampai minta cuti segala? Beresin kuliah elo! Kalau lo berani cuti kuliah apalagi berhenti kuliah, gue coret lo dari daftar warisan. Sekalian gue keluarin elo dari KK!”

Setelah mengatakan itu, Rojali langsung mengakhiri panggilan. Nino hanya bisa terdiam sambil memandangi ponselnya.

“Gimana, No? Diijinin?” tanya Asep berpura-pura tidak tahu.

“Boro-boro. Yang ada gue kena kuliah 4 SKS.”

“Hahaha..cek urang oge, geus teu kudu pindah kuliah. Tarima we, jalani (Kata gue juga apa, udah ngga usah pindah kuliah. Terima aja, jalani).”

“Ya lo enak ngomong begitu. Coba kalau lo yang jadi gue?”

“Nya kumaha deui. Lamun bisa, urang daek ningali jurig, maturan maneh. Tapi pan urang teu bisa (Ya gimana lagi. Kalau bisa, gue mau kalau bisa lihat setan, temenin elo. Tapi gue kan ngga bisa).”

“Ya terus gimana nih? Masa iya gue terus-terusan diintilin setan?”

“Urang neangan ustadz deui we (kita cari ustadz lagi). Menta diruqiyah.”

“Di mana?”

“Cenah aya ustadz anu sok ngaruqiyah di Gegerkalong. Erek moal? (Katanya ada ustadz yang suka ngeruqiyah di Gegerkalong. Mau ngga?).”

“Ya udah deh. Kapan mau ke sana?”

“Isukan kumaha? (Besok gimana?)”

“Oke.”

Karena proses pindah kuliah tidak mendapat restu dari Babe, akhirnya Nino menyetujui usulan Asep untuk melakukan ruqiyah. Semoga saja melalui ruqiyah, Nino berharap mata batinnya kembali tertutup.

***

Keesokan harinya, Nino ditemani Asep pergi ke daerah Gegerkalong selesai kuliah. Lewat petunjuk dari salah satu temannya, Asep melajukan kendaraan menuju lokasi. Perjalanan memakan waktu selama empat puluh menit. Akhirnya mereka berhenti di depan rumah ustadz yang dimaksud.

“Assalamu’alaikum.”

“Waalaikumussalam,” terdengar suara seorang pria menjawab salam dari dalam rumah.

Tak berapa lama kemudian, pintu rumah terbuka. Nampak seorang pria paruh baya mengenakan baju koko, sarung dan kopeah. Wajah pria itu terlihat bersih, mungkin karena tak lepas dari air wudhu.

“Dengan ustdaz Dani?” tanya Asep.

“Benar. Kalian siapa?”

“Saya Asep, ini teman saya, Nino. Tujuan kami datang ke sini mau ruqiyah, ustadz.”

“Ayo masuk dulu.”

Ustadz Dani mempersilakan Asep dan Nino untuk masuk. Pria itu kemudian meminta anaknya membuatkan minuman untuk kedua tamunya. Tak butuh waktu lama, seorang gadis mengenakan hijab panjang datang membawakan dua gelas minuman.

Mata Asep dan Nino langsung tak lepas melihat anak sang ustadz yang ternyata berwajah cantik. Keduanya baru mengalihkan pandangan ketika terdengar deheman dari ustadz Dani. Usai menaruh gelas minuman, gadis itu bergegas kembali ke dalam.

“Siapa yang mau diruqiyah?”

“Nino, Pak ustadz.”

“Memangnya mengalami gangguan apa?”

Nino pun mulai menceritakan apa yang dialaminya. Semula bermula saat kecelakaan. Sejak terbangun dari koma, Nino mulai bisa melihat penampakan makhluk halus. Pemuda itu juga menceritakan pertemuan dengan ustadz sebelumnya yang mengatakan kalau mata batinnya tidak bisa ditutup.

Setelah mendengar cerita Nino, ustadz Dani masih belum mengatakan apapun. Pria itu hanya memandangi Nino seperti tengah menelisik pemuda itu. Dipandangi sedemikian rupa oleh sang ustadz, Nino jadi salah tingkah sendiri. Setelah hampir sepuluh menit memandangi Nino, barulah terdengar suara ustadz Dani.

“Kemampuan yang ada dalam diri mu bukanlah kemampuan bawaan. Mata batin mu dibuka secara paksa ketika kamu mengalami kecelakaan. Apa yang ustadz terdahulu bilang memang benar, kalau mata batin mu tidak bisa ditutup. Sebenarnya bisa saja ditutup, tapi akan ada efeknya. Terbukanya mata batin kamu bukan karena kebetulan. Tapi sepertinya ada maksud lain.”

“Maksud lain apa, ustadz?”

“Saya juga tidak tahu. Tapi intinya, kemampuan yang kamu miliki mungkin bermanfaat untuk orang lain.”

“Hah? Bermanfaat gimana, ustadz?”

Nino semakin dibuat bingung dengan ucapan sang ustadz. Bukan hanya Nino, tapi Asep juga dibuat bingung.

“Seperti yang saya bilang, saya tidak tahu pasti apa. Tapi kemampuan yang kamu miliki akan membawa kebaikan untuk orang lain.”

“Jadi tidak bisa dihilangkan?”

“Sebenarnya bisa. Tapi seperti yang saya bilang, ada konsekuensinya.”

“Konsekuensinya apa?”

“Kamu bisa gila, kena stroke atau keterbelakangan mental.”

“Hah?”

Sontak Nino dan Asep berpandangan. Ingin rasanya Nino tidak percaya, tapi ekspresi wajah ustadz Dani nampak serius.

“Jadi bagusnya gimana, ustadz?”

“Kamu perkuat diri kamu saja. Jangan tinggalkan shalat, banyak membaca Al-Qur’an, banyak berdzikir. Dan jangan takut. Kalau kamu takut, makhluk-makhluk itu makin senang mengganggu mu.”

“I.. iya, ustadz.”

“Ayo diminum dulu.”

Nino dan Asep segera mengambil gelas minuman di depan mereka. Setelah menghabiskan minuman, keduanya pun berpamitan. Sepanjang perjalanan pulang, keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing. Sampai akhirnya Asep memecah keheningan di antara mereka.

“No, jadi kumaha?”

“Gue masih belum nyerah.”

“Lah terus?”

“Gue mau hubungi Encang Rohman. Gue baru inget kalau Cang Rohman tahu soal beginian?”

“Yakin? Kumaha mun bener ceuk ustadz? Mun maneh jadi debil kumaha? (Yakin? Gimana kalau benar apa kata ustadz? Gimana kalau lo jadi anak SLB?).”

“Ngga akan. Pokoknya gue mau telepon Encang.”

“Terserah maneh we.”

Perjalanan kembali berlanjut. Nino sudah bertekad untuk meminta bantuan Encangnya. Kalau ini masih gagal, maka dia akan terima nasib dengan lapang dada.

***

Sesampainya di kost-an, Nino langsung menghubungi Encangnya. Namun sampai deringan terakhir, Rohman masih belum menjawab panggilan. Tak mau menyerah, Nino kembali menghubungi Pamannya. Di ponselnya menunjukkan panggilan tak terjawab sebanyak 12 kali. Sebanyak itulah Nino menghubungi tapi tidak diangkat juga.

Ketika Nino sudah menyerah, tidak disangka Rohman menelpon balik. Dengan cepat Nino menjawab panggilan tersebut.

“Assalamu’alaikum, Cang.”

“Waalaikumussalam. Ade ape, No?”

“Cang, tolongin Nino dong.”

“Tolong apaan.”

Dengan cepat Nino menceritakan keadaannya yang tiba-tiba bisa melihat makhluk halus pasca terbangun dari koma. Dia juga menceritakan apa yang dikatakan dua ustadz yang ditemuinya.

“Kira-kira ada cara buat nutup mata batin Nino ngga, Cang?” tanya Nino di akhir ceritanya.

“Ehm.. sebenernya ade sih. Ade doa yang bisa nutup mata batin lo.”

“Tapi aman kan, Cang?”

“Aman. Kalau ruqiyah itu lebih ke nutup mata batin lo secare pakse, nah kalau doa ini kan harus diamalin setiap habis shalat. Jadi proses penutupannye bertahap, kaga bakal ganggu fisik elo.”

“Wah mau, Cang. Tolongin Nino, Cang.”

“Besok gue ade acare ke Bandung. Nanti gue ke kost-an elo dah. Lo ade di kost-an jam berape?”

“Nino ada kuliah dari pagi sampai siang. Sore aja Cang kalau mau ke kost-an.”

“Ya udeh. Gue beresin kerjaan gue dulu, baru ke tempat elo. Kirimin aje alamatnye.”

“Siap, Cang.”

***

Besok aku libur🤗

1
Ila Lee
siapa juga yg berani lihat hantu pasti teriaj 2 drama
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ ¢ᖱ'D⃤ ̐
dikiranya bakal bisa menutupi kejahatannya gak tau aja Serapi dan serapat apapun suatu kejahatan pasti terkuak juga
Zuhril Witanto
yah lolos ..ayo Miko semangat
tehNci
Iya ih..lama gak nongol tuh duo kancing cetet Upin ipin😂
Ani
satu satunya tempat pembunuhan Maya kan apartemen. coba minta jaksa mengeluarkan surat izin untuk menggeledah..
dewi rofiqoh
Pandai juga mereka berkelit!
choowie
ayoolah cari buktinya di apartemen
choowie
tidak ada cctv kah
choowie
nah ketauan kan
Ria alia
Tenang tunggu waktu’y kamu dijerat anton
Upin ipin lgi sibuk liburan 🤣
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Belum ada acara teriak-teriak berarti ya🤣🤣🤣
🇮🇩2Z◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟
yang sabar Bun 🤗...
eeehh🤔

belum waktunya kamu ke tangkep Anton...tunggu aja gk bakal lama juga kamu akan mendekam jd penghuni hotel prodeo...karena apartemen mu udah di pindah sewakan ke orang lain...untuk meniggalkan jejak ke jahatanmu....ementara kamu tinggal gretongan di bui 😂
pintar sekali kamu ya Anton /Curse/
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
tahun baruan dulu ya upin ipin nya🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
ngapain lagi mesti nyari orang nya udah ada
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
kau ini bikin malu pengacara aja ,gk jujur
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
klo gk mau ketahuan ya jgn selingkuh dong
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
polisi lebih pintar daripada kamu anton
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
polisi gk ada tiba tiba manggil klo gk ada bukti
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
jgn harap kamu bisa lolos dari hukuman anton
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
Alhamdulillah dpt satu bukti lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!