NovelToon NovelToon
Tolong!!! Di Sini Banyak Setan

Tolong!!! Di Sini Banyak Setan

Status: sedang berlangsung
Genre:Matabatin / Horror Thriller-Horror
Popularitas:47.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Setelah mengalami kecelakaan, mata batin Nino terbuka. Pemuda berusia 20 tahun itu jadi bisa melihat makhluk astral di sekitarnya.

Sejak tersadar dari komanya, pemuda itu selalu diikuti oleh arwah seorang wanita muda yang dilihatnya ketika kecelakaan terjadi.

Karena tak kuat terus menerus harus melihat makhluk astral, Nino meminta bantuan Pamannya untuk menutup mata batinnya. Sang Paman pun memberikan doa agar bisa menutupi mata batin.

Alih-alih menutup mata batin, kemampuan Nino yang awalnya hanya bisa melihat, justru berkembang jadi bisa berkomunikasi dengan para arwah.

Tak mau menderita sendirian, Nino pun meminta sahabatnya yang penakut, Asep untuk ikut membaca doa dengan dalih supaya menjadi berani. Dan ketika Asep mengamalkannya, sama seperti Nino, pemuda itu juga bisa melihat makhluk halus.

Kejadian demi kejadian aneh terus menimpa kedua sahabat tersebut. Lewat petunjuk dari makhluk astral, mereka bisa mengungkap kejahatan kasus kriminal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menjadi Saksi

Baik Nino maupun Asep sampai jatuh terduduk begitu melihat mayat di dalam koper. Bentuknya sudah tidak utuh lagi, sebagian besar daging sudah hilang dan hanya tersisa kerangka saja. Orang-orang yang melewati tempat tersebut juga dibuat terkejut.

Terdengar teriakan dari beberapa mahasiswi yang melintas. Kehebohan pun langsung terjadi. Salah satu mahasiswa yang melihat kejadian itu bergegas menuju pos satpam. Pemuda itu menarik dua security yang bertugas menuju taman di mana koper dengan mayat di dalamnya ditemukan.

Dosen dan beberapa staf yang masih berada di kampus langsung mendatangi tempat tersebut. Dekan FISIP langsung menghubungi kantor polisi. Dia juga memerintahkan security untuk mengamankan area taman. Nino dan Asep yang masih berada di area taman diminta untuk keluar dari sana.

Keduanya duduk di dekat taman dengan tatapan kosong. Mereka masih terkejut dengan apa yang barusan terjadi. Dari sekian banyak orang yang melewati taman, kenapa hanya mereka berdua yang menemukan mayat itu?

Nino dan Asep yang masih melamun, terbangun dari lamunannya ketika mendengar suara seseorang menangis. Nampak di dekat koper tersebut, Maya duduk bersimpuh sambil menangis. Hantu wnaita itu tak kuasa menahan tangisnya ketika melihat tubuhnya yang hampir menjadi tulang belulang. Ternyata Anton memasukkan jasadnya ke dalam koper kemudian menguburnya di sini.

Selama lima bulan Maya berkeliaran di kampus, tidak disangka jasadnya ditanam di sini. Kalau bukan karena Nino dan Asep, belum tentu jasadnya bisa ditemukan dalam waktu cepat. Bisa jadi tidak pernah ditemukan sama sekali.

“Si Maya nangis kaya gitu. Jangan-jangan itu mayatnya Maya.”

“Bener oge. Berarti tugas urang geus beres nya?”

“Tapi kalau Pak Anton ngga dihukum, ngga adil juga. Biar gimana juga Maya berhak dapat keadilan di sini.”

“Polisi pasti bakal selidiki kasus ini. Tugas kita udah selesai. Mayat Maya sudah ketemu.”

“Benar juga sih.”

Ada perasaan lega saat mengetahui mayat yang tanpa sengaja mereka temukan adalah mayat Maya. Dengan begitu mereka sudah menyelesaikan tugas yang diberikan Maya pada mereka. Tiba-tiba saja Maya sudah berada bersama mereka.

“Terima kasih.”

“Itu mayat mu kan?”

“Iya. Aku tidak menyangka, ternyata bajingan itu mengubur ku di sini.”

“Kamu sudah menemukan tubuh mu. Apa rencana mu sekarang?”

“Urusan ku di dunia ini sudah selesai. Aku akan segera menghilang.”

“Tapi bagaimana dengan Pak Anton? Apa kamu ngga mau dia bertanggung jawab atas perbuatannya?”

“Apa yang harus ku lakukan?”

“Datangi dia, paksa dia untuk mengakui kejahatannya.”

Tidak ada jawaban dari Maya. Hantu wanita itu hanya terdiam. Sampai sekarang dia masih takut bertemu dengan Anton. Ketika berkeliaran di kampus, dia selalu menghindari ruang dosen jurusan Administrasi Niaga karena tidak mau melihat pria itu.

Perbincangan mereka terhenti dengan sendirinya karena Maya tidak menanggapi lagi ucapan Nino. Tak lama berselang, beberapa petugas polisi beserta tim forensik datang. Semua yang berada di kampus langsung memenuhi tempat tersebut. Salah satunya adalah Anton yang ternyata masih berada di kampus.

Pria itu terus memandangi petugas polisi yang berada di taman. Petugas polisi langsung memasang garis polisi di sekitar taman. Petugas forensik mengambil gambar mayat seraya menaruh papan kecil bernomor untuk menunjukkan barang apa saja yang didapat dari TKP. Selesai mengambil gambar, mayat Maya segera dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan autopsi.

Seorang petugas polisi mengenakan kaos hitam dengan tulisan TURN BACK CRIME di bagian belakang berjalan mendekati kerumunan orang yang kebanyakan adalah mahasiswa.

“Siapa yang menemukan mayat pertama kali?” tanya petugas tersebut.

Sontak semua mata langsung tertuju pada Nino dan Asep. Salah satu tangan menunjuk pada mereka. Petugas itu mengikuti arah telunjuk salah satu mahasiswa kemudian mendekati Nino dan Asep yang masih terdiam di tempatnya.

“Kalian yang pertama kali menemukan mayat di dalam koper?”

“Iya, Pak.”

“Apa kalian bisa ikut ke kantor polisi?”

“Tenang saja, kami hanya membutuhkan kesaksian kalian,” lanjut sang petugas begitu melihat keraguan di mata duo kancing cetet.

Demi kepentingan penyelidikan, akhirnya Nino dan Asep mau juga diajak ke kantor polisi. Keduanya pergi ke kantor Polresta menggunakan motor masing-masing. Petugas yang tadi berbicara dengan Nino dan Asep segera kembali ke kantor, sementara polisi yang lain masih berjaga di TKP.

Motor yang dikendarai Nino dan Asep berbelok memasuki pelataran parkir kantor Polrestabes Bandung. Kasus penemuan mayat akan diselidiki oleh penyidik dari satuan Jatanras Polrestabes. Setelah memarkirkan motornya, Nino dan Asep mengikuti petugas kepolisian tersebut memasuki kantor Polrestabes. Keduanya segera dibawa ke ruang interogasi.

Begitu masuk, keduanya tidak langsung diinterogasi, melainkan didiamkan terlebih dulu. Nino memandangi sekeliling ruangan yang berpenerangan redup. Di samping kirinya terdapat sebuah cermin besar. dari film-film bertema detektif yang sering ditontonnya, Nino tahu kalau dibalik cermin itu ada ruangan lain di mana petugas lain bisa melihat jalannya interogasi.

Tak lama kemudian petugas yang datang bersama mereka masuk ke dalam ruang interogasi. Pria itu menarik sebuah kursi di depan duo kancing cetet kemudian mendaratkan bokongnya. Dia juga menaruh laptop yang dibawanya ke atas meja.

“Bisa keluarkan kartu identitas kalian?”

Dengan cepat Nino dan Asep mengeluarkan KTP. Petugas itu segera memasukkan data keduanya ke dalam sistem. Setelah memasukkan data Nino dan Asep, petugas itu memulai interogasinya.

“Bisa ceritakan awal mula kalian menemukan koper itu?”

“Jadi waktu itu saya dan Nino mau pulang karena hujan sudah mulai reda. Waktu kita melewati taman, saya melihat pot tanaman lavender terjatuh. Saya dan Nino langsung berinisiatif membenarkan posisi pot. Setelah selesai, saat akan pergi, kaki saya tersandung sesuatu. Yang saya lihat saya itu seperti besi yang warnanya hitam. Karena penasaran, saya dan Nino tarik itu keluar dan ternyata sebuah koper. Begitu kita buka, ternyata isinya mayat.”

“Apa kalian mahasiswa di kampus itu?”

“Iya, Pak.”

“Taman itu apa dibangun oleh pihak kampus atau fakultas?”

“Fakultas, Pak. Jadi setiap fakultas punya taman masing-masing.”

“Sudah berapa lama taman itu dibangun?”

“Ehm.. sekitar enam bulan yang lalu.”

“Apa kalian pernah melihat hal mencurigakan di sekitar taman sebelumnya?”

“Tidak pernah, Pak.”

“Apa kalian tahu siapa yang membangun taman itu?”

“Ngga tahu, Pak. Bapak bisa tanya ke dekan kalau soal itu.”

“Baik, untuk sementara cukup sampai di sini. Tapi kalau kami membutuhkan kesaksian kalian lagi, kami akan memanggil lagi.”

“Baik, Pak.”

Nino dan Asep segera bangun dari duduknya kemudian berjalan menuju pintu. Baru saja Nino membuka pintu, Asep tiba-tiba berbalik dan mendekati petugas itu lagi.

“Ada apa?”

“Kita belum kenalan, Pak. Namanya siapa?” tanya Asep seraya melemparkan senyuman.

“Ngapain tanya-tanya?”

“Kana da pepatah, tak kenal maka tak sayang. Kalau seandainya kita dapat informasi baru terus menghubungi ke sini, kita perlu tahu nama Bapak kan.”

“Panggil saja Miko.”

“Oh siap Pak Miko.”

Setelah mengetahui nama petugas itu, Asep pun segera keluar dari ruangan. Mereka langsung menuju tempat parkir.

“Ngapain lo tadi nanya-nanya namanya?”

“Kepo we.”

“Kira-kira mereka bakal tahu ngga kalau mayat itu mayatnya Maya?”

“Ya mana gue tahu. Emangnya lo mau kasih tahu?”

“Bahaya kalau kita kasih tahu, bisa-bisa dijadiin tersangka.”

“Nah lo tahu. Udah ah, ayo cabut.”

Keduanya segera meninggalkan kantor Polrestabes tersebut. Tugas mereka menemukan mayat Maya sudah selesai. Sementara untuk menangkap pelakunya akan diserahkan kepada pihak kepolisian.

***

Seminggu sejak ditemukannya mayat dalam koper, namun pihak kepolisian masih belum menemuka titik terang identitas korban. Mereka mencoba mencocokkan data dari data base orang hilang, tapi belum menemukan hasil. Mereka juga tidak tidak bisa melakukan tes DNA karena tidak memilki DNA pembanding.

Miko, petugas yang meminta kesaksian Nino dan Asep diberi tanggung jawab untuk mengungkap kasus ini. Petugas berpangkat Iptu tersebut dibantu seorang rekannya untuk mengungkap identitas korban dan menangkap pelakunya.

Sebagai langkah awal, Miko sudah menginterogasi dekan FISIP tentang pembuatan taman. Pria itu juga menginterogasi pekerja yang membangun taman namun pria itu belum mendapatkan petunjuk penting. Dia juga meneliti cctv dalam kurun waktu enam bulan ke belakang karena berdasarkan hasil forensik, jasad yang ditemukan sudah meninggal selama lima bulan.

Penyebab kematian adalah benturan di kepala dan tendangan di perut yang menyebabkan pendarahan internal. Selain itu, petugas forensik juga menemukan kalau korban dalam keadaan hamil saat dibunuh. Usia korban diperkirakan 20 sampai 21 tahun.

“Iqbal, apa kamu sudah mendapatkan daftar mahasiswi yang tiba-tiba berhenti kuliah?”

“Sudah, ada sekitar 20 orang. Aku juga sudah menyelidiki semuanya. Mereka semua masih hidup.”

“Bagaimana dengan mahasiswi yang cuti?”

“Aku belum menyelidikinya. Mahasiswi yang mengajukan cuti tetap harus membayar biaya cuti. Kalau dia sudah meninggal, tidak mungkin membayar cuti kan?”

“Bisa jadi pembunuhnya yang membayarkan cuti. Dan untuk mengaburkan dugaan, dia yang membayar cuti korban.”

Pria bernama Iqbal itu menepuk keningnya. Kenapa juga dia tidak berpikir sampai ke sana. secepatnya dia menghubungi pihak kampus dan meminta data mahasiswi yang mengajukan cuti beserta alamat dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Setelah semalaman memeriksa data mahasiswi yang mengajukan cuti, akhirnya mereka mendapatkan dua nama yang tidak diketahui keberadaannya. Yang pertama adalah Adela dan kedua adalah Maya.

“Kamu cari tahu soal Adela dan aku akan mencari tahu soal Maya,” ujar Miko.

***

Si Asep SKSD sama Iptu Miko😂

1
tehNci
Iya ih..lama gak nongol tuh duo kancing cetet Upin ipin😂
Ani
satu satunya tempat pembunuhan Maya kan apartemen. coba minta jaksa mengeluarkan surat izin untuk menggeledah..
dewi rofiqoh
Pandai juga mereka berkelit!
choowie
ayoolah cari buktinya di apartemen
choowie
tidak ada cctv kah
choowie
nah ketauan kan
Ria alia
Tenang tunggu waktu’y kamu dijerat anton
Upin ipin lgi sibuk liburan 🤣
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Belum ada acara teriak-teriak berarti ya🤣🤣🤣
🇮🇩2Z◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟
yang sabar Bun 🤗...
eeehh🤔

belum waktunya kamu ke tangkep Anton...tunggu aja gk bakal lama juga kamu akan mendekam jd penghuni hotel prodeo...karena apartemen mu udah di pindah sewakan ke orang lain...untuk meniggalkan jejak ke jahatanmu....ementara kamu tinggal gretongan di bui 😂
pintar sekali kamu ya Anton /Curse/
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
tahun baruan dulu ya upin ipin nya🤣
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
ngapain lagi mesti nyari orang nya udah ada
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
kau ini bikin malu pengacara aja ,gk jujur
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
klo gk mau ketahuan ya jgn selingkuh dong
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
polisi lebih pintar daripada kamu anton
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
polisi gk ada tiba tiba manggil klo gk ada bukti
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
jgn harap kamu bisa lolos dari hukuman anton
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
Alhamdulillah dpt satu bukti lagi
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
makanya jgn asal nerima kerjaan aja ,hrs hati hati nyari kerjaan itu jgn mudah tergiur dengan upah yg gede
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦⒋ⷨ͢⚤ʝυͥтͫєͣкᷤᏦ͢ᮉ᳟❀∂я
jujur aja buk sama polisi,jgn ada yg ditutup tutupi
Cindy
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!