NovelToon NovelToon
Merawat Anak Dari Calon Suamiku

Merawat Anak Dari Calon Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Single Mom / Anak Genius / Duda / Cintapertama
Popularitas:859
Nilai: 5
Nama Author: Ega Sanjana

Bagaimana jika kita tiba-tiba menjadi ibu dari anak calon suami kita sendiri ,apa yang akan kita lakukan ?Memutuskan hubungan begitu saja ?atau tetap lanjut . Aku akan berusaha menjadi ibu yang baik untuk nya ,Rara Aletta Bimantara . Akan ku usahakan semua nya untuk mu ,Terimakasih Sudah mau menjadi istri dan ibu dari anak Ku _Rama Alexandra Gottardo.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ega Sanjana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ide baru

Hari berikutnya, mereka semua berkumpul di ruang klab sastra lebih awal dari biasanya. Meja sudah dipenuhi dengan naskah cerita anak-anak, sketsa ilustrasi, dan kertas catatan. Lila sedang menyusun urutan cerita, tapi tampak sedikit bingung.

"Kenapa ya, Kak Lila? Ada yang salah?" tanya Siti, melihat wajah Lila yang pusing.

"Lagipula cerita-ceritanya semua bagus, tapi aku merasa kurang sesuatu yang ngubungin semuanya. Seperti ada benang merah yang belum terhubung," jawab Lila, memutar pena di jari.

Rian membuka laptopnya dan menampilkan video yang dia rekam saat mengunjungi Adit, Maya, dan Rizky. "Kita lihat lagi video ini ya, mungkin bisa dapet ide."

Mereka menonton video bersama. Di dalamnya, Adit berbicara tentang harapan dia agar kucingnya menemukan teman; Maya menceritakan tentang kebahagiaan bersama keluarga; Rizky berbicara tentang cinta yang dia berikan kepada kakeknya. Saat video selesai, Dina tiba-tiba mengangkat tangan.

"Kak, apa kalau kita bikin cerita pendek di awal dan akhir buku yang ngubungin semua cerita itu? Seperti cerita tentang seekor burung yang terbang ke berbagai tempat, melihat cerita-cerita yang terjadi di sana," ujar Dina, sambil mulai menggambar sketsa burung di kertas.

"Wow, ide itu bagus banget!" seru Siti. "Burung itu bisa menjadi penjelajah yang membawa pesan cinta dan sahabat ke semua orang!"

Lila juga tersenyum. "Betul! Begitu semua cerita akan terhubung dengan baik. Kita bikin cerita burung itu bersama ya—setiap orang berikan ide apa yang burung itu lihat dan rasakan."

Mereka langsung mulai menyusun cerita burung yang diberi nama "Kicau". Lila menulis awal cerita: "Di atas langit yang biru, ada seekor burung bernama Kicau yang suka terbang ke berbagai tempat. Dia punya tugas khusus: mencari cerita-cerita hati yang indah dan menyatukannya menjadi satu."

Siti menambah bagiannya: "Satu hari, Kicau terbang ke taman dan melihat seekor kucing yang sendirian. Dia mendengar cerita kucing itu yang mencari teman—dan melihat ketika kucing itu akhirnya menemukan sahabat baru."

Rian menulis bagian selanjutnya: "Kemudian, Kicau terbang ke pinggiran kota dan melihat keluarga yang sedang menyiapkan perjalanan. Dia merasakan kebahagiaan mereka ketika berlibur di pantai dan saling memberi cinta."

Dina menambah dengan gambar burung Kicau yang terbang ke rumah Rizky: "Terakhir, Kicau terbang ke kebun dan melihat anak yang membantu kakeknya. Dia mendengar cerita tentang cinta yang diberikan dengan sabar dan penuh perhatian."

Setelah cerita burung Kicau selesai, mereka menyusun ulang naskah buku "Hati yang Saling Menyentuh"—dimulai dengan cerita Kicau, kemudian dilanjutkan dengan cerita Adit, Maya, Rizky, dan beberapa cerita anak-anak lain yang dikumpulkan di perpustakaan. Di akhir buku, cerita Kicau kembali, menyimpulkan bahwa semua cerita itu adalah bagian dari keindahan kehidupan yang saling terhubung.

"Sekarang ini terasa lengkap banget!" ujar Lila, membaca ulang naskah. "Aku yakin pembaca akan merasakan benang merah yang menghubungkan semua cerita."

Satu hari sore, Ms. Ani dari penerbit datang ke sekolah untuk memeriksa naskah lengkap. Dia membaca cerita burung Kicau dan cerita-cerita lainnya dengan perhatian. Setelah selesai, dia tersenyum lebar.

"Ini luar biasa! Ide cerita Kicau itu sangat cerdas. Dia membuat semua cerita menjadi satu kesatuan yang indah dan menyentuh hati. Penerbit sangat puas—kita bisa mulai proses cetak minggu depan!"

Semua bersorak kegembiraan. Siti melompat ke pelukan Dina. "Terima kasih atas idemu, Dina! Tanpa cerita Kicau, buku ini tidak akan sepenuhnya bagus."

Dina mengangguk, mata sedikit merah. "Terima kasih juga ke semua orang yang mau menerima ideku. Tanpa kerja sama kita semua, ini tidak mungkin terjadi."

Malam harinya, mereka berkumpul di rumah Rama dan Rara untuk merayakan. Meja makan dipenuhi dengan makanan kesukaan mereka—nasi goreng, sate, dan es buah. Siti membaca cerita burung Kicau untuk Rama dan Rara.

"Cerita ini sangat indah, sayang," ujar Rara, memeluk Siti. "Kamu semua benar-benar pintar membuat cerita yang menghubungkan hati."

Rama melihat ke arah Lila. "Hampir satu tahun yang lalu, kamu mulai merawat Siti. Sekarang, kalian sudah bikin tiga buku dan menginspirasi banyak orang. Aku bangga banget sama kamu, Lila. Dan aku tidak sabar untuk hari pernikahan kita nanti—ketika kamu akan menjadi bagian dari keluarga ku secara resmi."

Lila tersenyum, mata penuh air mata. "Aku juga tidak sabar, Rama. Semua ini—buku, teman-teman, dan keluarga—adalah hadiah terbaik yang pernah kuberikan."

Mereka semua berdiri di teras rumah, melihat bintang-bintang yang bersinar. Di langit, ada bintang yang tampak lebih terang dari yang lain—seperti seekor burung yang terbang tinggi, membawa pesan cinta dan harapan ke seluruh dunia.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!