NovelToon NovelToon
BEHIND THE SPOTLIGHT

BEHIND THE SPOTLIGHT

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen School/College / Kehidupan di Sekolah/Kampus / BTS / Romantis
Popularitas:612
Nilai: 5
Nama Author: Kde_Noirsz

"Menjadi adik dari 7 megabintang dunia adalah satu hal, tapi menjadi penulis misterius yang diperebutkan oleh 4 pangeran kampus sambil menyamar jadi siswi biasa adalah tantangan yang sesungguhnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kde_Noirsz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 : Gula-Gula Kapas dan Pelukan Hangat Jimin

Pagi hari di Mansion Kim dimulai dengan keheningan yang tidak biasa. Ternyata, para abang lainnya termasuk Guanlin yang biasanya rajin mengirim pesan sudah "disterilkan" oleh Jimin. Jimin telah membuat pengumuman resmi di grup keluarga bahwa hari ini adalah "Hari Tanpa Gangguan untuk Aira dan Jimin."

Aira terbangun bukan karena alarm, melainkan karena aroma esensial lavender yang menenangkan dan suara musik klasik yang lembut di kamarnya. Saat ia membuka mata, ia menemukan Jimin sudah duduk di pinggir tempat tidurnya, mengenakan sweater rajut berwarna putih tulang yang membuatnya tampak seperti malaikat.

"Selamat pagi, Tuan Putri kecilku," bisik Jimin sambil mengusap pipi Aira dengan ibu jarinya yang lembut.

Aira menggeliat manja, ia langsung menarik lengan baju Jimin dan menyembunyikan wajahnya di sana. "Kak Jimin... masih ngantuk... kenapa bangunnya pagi banget?" rengek Aira dengan suara serak khas bangun tidur yang sangat imut.

Jimin terkekeh, suara tawa yang halus dan menenangkan. "Ini sudah jam sembilan, Sayang. Kakak sudah siapkan sarapan spesial, air mandi dengan kelopak mawar, dan baju yang paling nyaman untuk kencan kita hari ini. Ayo bangun, atau Kakak cium sampai bangun?"

Aira langsung terduduk tegak dengan wajah memerah. "Ih! Kakak genit!" Aira memukul bahu Jimin pelan, namun kemudian ia merentangkan tangannya, minta digendong. "Gendong ke kamar mandi..."

Tanpa keberatan sedikit pun, Jimin mengangkat tubuh mungil Aira dengan mudah. Ia memperlakukan Aira seolah-olah adiknya itu terbuat dari kaca yang sangat berharga. Setelah Aira rapi dengan dress selutut berwarna soft blue dan rambut yang dikuncir dua oleh Jimin sendiri, mereka siap berangkat.

"Ingat Aira, hari ini tidak ada ponsel, tidak ada urusan naskah, dan tidak ada nama Guanlin atau pangeran lain. Hanya ada Kakak, oke?" ucap Jimin sambil memakaikan sepatu flat shoes ke kaki Aira, benar-benar memanjakannya sampai ke hal terkecil.

Jimin membawa Aira ke sebuah taman hiburan indoor bertema Fairytale yang telah ia sewa seluruhnya untuk hari itu. Tidak ada kerumunan, tidak ada teriakan histeris penggemar, hanya ada mereka berdua di tengah ribuan lampu kelap-kelip dan dekorasi istana permen.

"Wahhh! Kak Jimin! Ini semua buat Aira?!" seru Aira kegirangan. Ia berlari menuju komidi putar yang berhiaskan kuda-kuda putih dengan ukiran emas.

"Apapun untuk membuatmu tersenyum, Aira," jawab Jimin sambil berjalan di sampingnya, matanya tidak pernah lepas menatap binar bahagia di wajah adiknya.

Mereka menaiki berbagai wahana. Saat menaiki bianglala yang sangat tinggi, Aira tiba-tiba merasa takut dan mencengkeram lengan Jimin erat-erat. Mode manjanya langsung aktif saat melihat ketinggian di luar jendela kaca.

"Kak... tinggi banget... Aira takut jatuh," rengek Aira sambil memejamkan matanya rapat-rapat.

Jimin segera menarik Aira ke dalam pelukannya. Ia mendudukkan Aira di pangkuannya dan mendekapnya erat, membiarkan kepala Aira bersandar di dadanya. "Sshhh... Kakak ada di sini. Kakak tidak akan membiarkanmu jatuh. Dengar detak jantung Kakak, Aira. Selama detak ini masih ada, kau akan selalu aman."

Aira merasa sangat tenang. Wangi parfum bayi yang bercampur dengan aroma maskulin dari tubuh Jimin membuatnya merasa sangat terlindungi. Ia mendongak, menatap dagu Jimin yang tegas namun memiliki senyum yang tulus. "Kak Jimin... makasih ya sudah selalu jadi kakak yang paling lembut buat Aira. Aira sayang banget sama Kakak."

Jimin mencium puncak kepala Aira lama sekali. "Kakak lebih sayang padamu, Aira. Terkadang Kakak merasa egois, ingin menyembunyikanmu di sini selamanya supaya pria-pria di sekolahmu itu tidak bisa melihat betapa berharganya dirimu."

Setelah turun dari bianglala, mereka berjalan menuju stan camilan. Jimin bersikeras membuatkan sendiri gula-gula kapas (cotton candy) raksasa berbentuk kelinci untuk Aira. Ia tampak sangat serius memutar-mutar stik kayu di dalam mesin gula, sampai-sampai ada sedikit noda gula di hidungnya.

Aira tertawa melihat wajah serius Jimin. "Hahaha! Kakak lucu banget! Sini Aira bersihin," Aira berjinjit dan mengusap hidung Jimin dengan tisunya, membuat wajah Jimin sedikit merona merah karena jarak mereka yang sangat dekat.

"Ini, gula kapas spesial untuk adik paling manja di dunia," Jimin menyodorkan gula kapas besar berwarna merah muda itu.

Aira memakannya dengan lahap, menyisakan noda manis di sudut bibirnya. Melihat itu, Jimin tidak menggunakan tisu. Ia justru mendekatkan wajahnya dan menggunakan ibu jarinya untuk mengusap sudut bibir Aira, lalu menjilat sisa gula di jarinya sendiri sambil menatap Aira dengan pandangan yang sangat intens.

"Manis," bisik Jimin pelan, membuat jantung Aira berdegup kencang secara tiba-tiba.

"Kak Jimin... jangan lihatin Aira kayak gitu," gumam Aira malu-malu sambil bersembunyi di balik gula kapasnya.

Jimin menggandeng tangan Aira, membawa mereka duduk di sebuah bangku taman di bawah pohon yang dihiasi lampu-lampu gantung. "Aira, Kakak tahu belakangan ini hidupmu sangat sibuk dengan film dan para pangeran itu. Tapi Kakak ingin kau tahu satu hal. Tidak peduli seberapa sukses filmmu nanti, atau seberapa banyak pria yang mengantre untukmu... bagi Kakak, kau tetaplah Aira kecil yang selalu minta dipeluk setiap kali ada petir. Jangan pernah berubah ya?"

Aira mengangguk mantap, ia menyandarkan kepalanya di bahu Jimin. "Aira janji. Aira bakal selalu jadi adik kecilnya Kak Jimin yang paling manja. Nggak ada yang bisa gantiin Kakak."

Kencan pertama dengan Jimin baru saja dimulai, namun Aira sudah merasa hatinya penuh dengan rasa manis yang melebihi gula kapas di tangannya. Namun, jauh di sudut hatinya, ia tahu bahwa besok dan lusa, kencan dengan Taehyung dan Jungkook akan membawa petualangan yang sangat berbeda dan tidak kalah mendebarkannya.

Setelah puas menikmati wahana permainan, Jimin membawa Aira ke area tengah taman hiburan di mana terdapat sebuah kolam air mancur menari yang sangat besar. Musik orkestra yang lembut mulai mengalun dari pengeras suara tersembunyi, selaras dengan gerakan air yang meliuk-liuk indah di bawah sorotan lampu warna-warni.

"Aira, kau ingat saat kecil dulu? Kau selalu memintaku berdansa di atas meja setiap kali kita mendengar musik," kenang Jimin sambil tertawa kecil. Ia membungkuk dengan sangat hormat, mengulurkan tangannya di depan Aira. "Sekarang, karena kau sudah menjadi gadis cantik, maukah kau berdansa denganku di bawah rintik air mancur ini?"

Aira tertawa, ia meletakkan tangan mungilnya di telapak tangan Jimin yang hangat dan lembut. "Tapi Aira nggak bisa dansa yang beneran, Kak Jimin! Nanti Aira injak kaki Kakak gimana?" rengek Aira manja.

"Tidak apa-apa. Injak saja sesukamu. Kaki Kakak cukup kuat untuk menahan beban kebahagiaanmu," jawab Jimin sambil menarik Aira ke dalam pelukannya.

Mereka mulai bergerak perlahan mengikuti irama musik. Jimin memegang pinggang Aira dengan sangat protektif, sementara Aira mengalungkan lengannya di leher Jimin. Rintik halus dari air mancur sesekali mengenai wajah mereka, memberikan sensasi dingin yang menyegarkan. Aira memejamkan matanya, merasakan kenyamanan luar biasa berada di dekat kakaknya yang satu ini.

Tiba-tiba, Jimin berhenti bergerak. Ia meraba saku sweater-nya dan mengeluarkan sebuah kotak beludru berwarna biru tua. "Aira, buka ini."

Saat Aira membukanya, matanya terbelalak. Di dalamnya terdapat sebuah gelang emas putih dengan liontin kecil berbentuk sayap malaikat yang dihiasi berlian mungil. "Kak... ini bagus banget... tapi ini terlalu mahal buat Aira."

"Ini bukan soal harga, Sayang," ujar Jimin sambil memakaikan gelang itu ke pergelangan tangan kiri Aira. "Sayap ini adalah simbol bahwa Kakak akan selalu menjadi pelindung yang menjagamu dari atas. Kapan pun kau merasa lelah dengan dunia, lihatlah gelang ini dan ingat bahwa kau punya malaikat yang selalu mencintaimu."

Aira merasa matanya berkaca-kaca. Ia langsung memeluk pinggang Jimin erat-erat dan menyembunyikan wajahnya di dada kakaknya. "Hiks... Kak Jimin... jangan bikin Aira nangis terus karena terlalu sayang sama Kakak."

Jimin mengecup kening Aira dengan penuh perasaan. "Menangis karena bahagia itu boleh, Tuan Putri. Kakak akan selalu ada untuk menghapus air matamu."

Malam semakin larut, dan Jimin membawa Aira ke sebuah restoran rumah kaca (greenhouse) yang terletak di puncak bukit taman hiburan tersebut. Seluruh ruangan dipenuhi dengan tanaman rambat hijau dan bunga lili putih yang harum. Lilin-lilin kecil tertata rapi di atas meja kayu oak, menciptakan suasana yang sangat intim dan tenang.

"Kakak sudah pesan menu favoritmu. Semuanya organik dan sehat, agar penulis kesayangan Kakak ini tidak gampang sakit," ucap Jimin sambil menarikkan kursi untuk Aira.

Sajian makan malam mulai berdatangan sup krim jagung yang hangat, steak salmon dengan saus lemon, dan tentu saja, hidangan penutup berupa puding stroberi dengan lapisan emas yang bisa dimakan. Aira makan dengan sangat lahap, sesekali ia menyuapi Jimin dengan gaya manjanya yang paling menggemaskan.

"Kak, cobain deh supnya. Enak banget, hangat di perut," ucap Aira sambil menyodorkan sendoknya ke mulut Jimin.

Jimin menerima suapan itu dengan senyum yang sangat manis, matanya menyipit hingga membentuk garis tipis yang menawan. "Apapun yang kau suapkan pasti rasanya enak, Aira."

Di tengah makan malam, Jimin menatap Aira dengan pandangan yang lebih serius. "Aira, Kakak tahu besok kau akan kencan dengan Taehyung, dan lusa dengan Jungkook. Kakak ingin kau bersenang-senang dengan mereka. Tapi... jangan lupakan kalau Kakak adalah tempat pertamamu untuk kembali jika kau merasa bingung atau lelah. Taehyung mungkin akan membawamu ke dunia seni yang indah, dan Jungkook akan membawamu bertualang, tapi Kakak adalah rumah yang akan selalu hangat untukmu."

Aira terdiam sejenak, ia merasa sangat tersentuh dengan kejujuran Jimin. Ia menggenggam tangan Jimin di atas meja. "Aira nggak akan pernah lupa, Kak. Kak Jimin itu spesial. Kakak itu seperti bantal yang paling empuk buat Aira kalau Aira mau istirahat dari dunia luar."

Jimin tertawa, ia mengacak rambut Aira gemas. "Bantal ya? Baiklah, Kakak terima sebutan itu."

Mobil mewah yang dikendarai Jimin perlahan memasuki area Mansion Kim saat waktu menunjukkan pukul sebelas malam. Suasana di dalam mobil sangat sunyi, Aira sudah tampak sangat lelah dan menyandarkan kepalanya di bahu Jimin sepanjang perjalanan.

Sesampainya di depan pintu kamar Aira, Jimin tidak langsung pergi. Ia membantu Aira melepas jaketnya dan memastikan adiknya itu duduk dengan nyaman di pinggir tempat tidur.

"Hari ini menyenangkan?" tanya Jimin sambil mengelus pipi Aira yang mulai merona karena kantuk.

"Banget, Kak... Makasih ya buat kencan malaikatnya," gumam Aira manja. Ia menarik tangan Jimin dan mencium punggung tangan kakaknya itu berkali-kali. "Kak Jimin jangan cemburu ya kalau besok Aira jalan sama Kak Taehyung."

Jimin tersenyum tipis, ada sedikit kilat posesif di matanya namun ia sembunyikan dengan baik. "Kakak akan berusaha tidak cemburu, asalkan kau tetap memakai gelang pemberian Kakak besok. Biar Taehyung tahu kau sudah 'ditandai' oleh malaikatmu."

Jimin membungkuk dan mencium kening Aira untuk terakhir kalinya malam itu. "Selamat tidur, Tuan Putri. Mimpi indah ya."

Setelah Jimin keluar dari kamar, Aira merebahkan tubuhnya di atas kasur empuknya. Ia memandangi gelang sayap malaikat di tangannya dan tersenyum bahagia. Kencan dengan Jimin benar-benar memberikan energi baru baginya. Namun, di saat ia hampir terlelap, sebuah pesan masuk ke ponselnya.

Pesan dari Taehyung "Jangan terlalu lama memikirkan kencanmu dengan si malaikat tadi, Aira. Siapkan pakaian yang paling 'artistik' untuk besok pagi. Aku akan membawamu ke tempat di mana warna dunia akan berubah hanya untukmu. Tidurlah yang nyenyak, Adikku yang cantik."

Aira tersenyum geli. Persaingan antara kakak-kakaknya benar-benar tidak ada habisnya. Sambil memeluk gulingnya, Aira memejamkan mata, menanti petualangan baru yang akan dibawa oleh sang "Harimau Artistik", Kim Taehyung, keesokan harinya.

📢 SO SWEET BANGET! 😍 Kencan bareng Kak Jimin bener-bener penuh perhatian dan kemanjaan tingkat tinggi ya! Gelang sayap malaikat itu bukti cinta Jimin yang nggak ada duanya! Tapi kalian siap nggak buat kencan bareng si V (Taehyung) yang penuh kejutan besok?

👇 VOTE [A] TEAM JIMIN! Malaikat Pelindung | [B] Nggak sabar mau kencan sama Kak Taehyung! | [C] Tunggu giliran si Golden Maknae Jungkook!

💬 KOMEN : Menurut kalian, kencan apa yang paling cocok buat Taehyung dan Aira besok? Apakah ke galeri seni atau kencan rahasia di tempat mewah? 😂

🔔 SUBSCRIBE & FAVORITE! Bab selanjutnya bakal jadi hari kencan bareng Taehyung yang sangat estetik dan romantis!

⭐ KASIH RATING 5 STARS biar Aira terus dimanja sama trio maknae maut ini!

BehindTheSpotlight #MangaToonRomance #JiminAiraDate #SweetGuardian #BTSRomance #AngelWing

1
Ayu Nur Indah Kusumastuti
Syuka banget sama FL nya, manja2 gitu deh
Noirsz: pembaca setia nih, mode lock on 🤭🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!