NovelToon NovelToon
Ladang Surgawi Sang Mantan Prajurit

Ladang Surgawi Sang Mantan Prajurit

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:18.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sukma Firmansyah

Di tengah kemiskinan setelah menjual segalanya demi membantu ibu mendiang sahabatnya, takdir membawanya pada sebuah keajaiban.
Sebuah gulungan lukisan leluhur yang tak sengaja terkena tetesan darahnya membuka gerbang menuju dimensi lain—sebuah "Ruang Peta Spiritual".
Di sana, waktu berjalan sepuluh kali lebih cepat. Mata airnya mampu menyembuhkan penyakit mematikan, dan tanahnya dapat mengubah tanaman layu menjadi harta karun bernilai miliaran!
Dari seorang gelandangan di kawasan kumuh menjadi taipan pertanian yang disegani. Xia Ruofei memulai hidup barunya: menanam sayuran kualitas dewa, memulihkan tubuhnya, dan menghajar mereka yang berani meremehkannya.
Inilah kisah sang Raja Tentara yang beralih profesi menjadi Petani Legendaris!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sukma Firmansyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Munculnya Kembali Bunga Ajaib Tiga Warna

Xia Ruofei melihatnya dalam sekali lirik—tangkai bunga pada tanaman tanpa nama itu telah menumbuhkan kelopak lagi. Dan tidak hanya satu, melainkan tiga kelopak sekaligus: merah, kuning, dan biru, persis seperti sebelumnya.

Begitu bunga tiga warna itu mekar kembali, seluruh tanaman misterius itu seketika memancarkan daya pikat magis yang seolah selaras dengan prinsip alam semesta.

Xia Ruofei sangat bersemangat. Ia berlari kecil menghampiri tanaman tersebut dan menatap Bunga Tiga Warna yang indah itu. Bibirnya sampai gemetar saking girangnya. Dengan adanya kelopak ini, penyakit ibu Hu Zi bisa disembuhkan!

Tangan Xia Ruofei bergetar pelan saat ia hendak menyentuh kelopak bunga itu. Namun, tepat saat jarinya hampir bersentuhan dengan kelopak, ia tiba-tiba teringat sesuatu dan langsung menarik tangannya secepat kilat, seolah baru saja tersengat listrik.

Seketika, keringat dingin mengucur di dahinya.

Saking senangnya, Xia Ruofei hampir lupa hal terpenting: selama kelopak bunga itu bersentuhan dengan kulitnya, mereka akan langsung terserap dan tidak bisa dipetik.

Xia Ruofei mengernyit dan berpikir keras. Sepertinya tidak ada cara lain; ia harus mencoba memetik dan menyimpan kelopak itu tanpa menyentuhnya dengan tangan kosong.

Ia berjalan ke sudut ruangan. Di sana ada beberapa kotak berisi barang-barang dari rumah lamanya yang sudah ia sortir. Karena kamar kostnya terlalu sempit, ia memindahkan semua barang itu ke Ruang Peta Spiritual untuk disimpan.

Xia Ruofei mengaduk-aduk isi kotak dan menemukan sebuah kotak P3K. Ia membukanya dan mengambil sebuah pinset.

Setelah dipikir-pikir, ia masih merasa kurang tenang. Ia mengambil kain kasa dan melilitkannya pada ujung pinset untuk memastikan alat itu tidak akan melukai kelopak bunga yang rapuh saat dipetik nanti.

Kemudian, Xia Ruofei mencari sebuah piring kecil dan kembali menghampiri si tanaman tanpa nama.

Ia menarik napas dalam-dalam, menggertakkan gigi, dan mulai menjangkau bunga tiga warna tersebut.

Ia menyentuh kelopak biru dengan sangat lembut menggunakan pinset. Jantungnya berdegup kencang. Kelopak itu bergoyang sedikit saat dijepit, tapi tidak terjadi perubahan apa pun.

Xia Ruofei menghela napas lega dalam diam, lalu dengan hati-hati menarik kelopak biru itu. Dengan sedikit tenaga, kelopak tersebut terlepas dari tangkainya.

Ia meletakkan kelopak itu di atas piring kecil lalu mengulangi hal yang sama pada kelopak kuning dan merah. Ketiga kelopak ini memiliki khasiat yang luar biasa, dan tampaknya mereka akan tumbuh kembali tiga hari setelah dipetik. Makin banyak stok, makin bagus. Xia Ruofei juga ingin sekalian menguji apakah benar kelopak baru akan muncul lagi dalam tiga hari ke depan.

Setelah berhasil memetik semuanya, Xia Ruofei mulai memikirkan cara membawa kelopak-kelopak itu.

Masalah utama adalah kelopak itu tidak boleh bersentuhan dengan tubuhnya sama sekali. Apakah ia harus memakai sarung tangan atau menggunakan pinset untuk memberikannya pada ibu Hu Zi agar bisa diserap?

Terlebih lagi, Xia Ruofei samar-samar merasa bahwa kelopak bunga ini memiliki khasiat yang tak terbatas. Mungkin tidak butuh satu kelopak utuh untuk menyembuhkan uremia ibu Hu Zi. Selain itu, sensasi kenyamanan yang menembus jiwa saat menyerap kelopak itu terlalu kuat.

Semua ini berarti jika Xia Ruofei memberikan kelopak itu secara langsung, rahasianya mungkin akan terbongkar. Jika ibu Hu Zi atau keluarganya tidak sengaja membocorkannya, pasti akan muncul masalah besar yang tak berujung.

Lagi pula, akan sangat mengejutkan jika ia tiba-tiba menyodorkan kelopak bunga misterius untuk dimakan. Bahkan jika kelopak itu hanya menyentuh bibir, benda itu mungkin akan langsung menghilang secara gaib.

Xia Ruofei berpikir keras untuk waktu yang lama hingga sebuah ide muncul di benaknya.

Ia segera keluar dari Ruang Peta Spiritual dan mencari sebotol air mineral ukuran 1 liter di kamar kostnya. Sejak memiliki Ruang Peta Spiritual, ia selalu meminum air kolam spiritual, jadi botol air mineral ini masih utuh.

Xia Ruofei membuka botol itu dan membuang semua isinya. Lalu dengan satu pikiran, ia kembali ke Ruang Peta Spiritual.

Ia bergegas ke tepi kolam dan mengisi botol itu dengan air kolam spiritual hingga penuh. Kemudian, ia mengambil satu kelopak kuning menggunakan pinset dan memasukkannya dengan hati-hati ke dalam botol air mineral tersebut. Ia menatapnya dengan penuh harap.

Begitu kelopak kuning menyentuh air kolam spiritual, kelopak itu langsung mencair dan menyatu tanpa bekas. Seluruh air di dalam botol tetap jernih, seolah-olah kelopak kuning itu tidak pernah ada di sana.

Xia Ruofei menghela napas lega, namun ia juga merasa sedikit waswas.

Ia mengangkat botol itu ke mulutnya dan menyesapnya sedikit. Begitu air yang telah menyatu dengan kelopak kuning itu masuk ke mulutnya, ia langsung merasakan kehangatan yang familiar. Rasanya sangat nyaman.

Namun, rasa nyaman ini jauh lebih ringan dibandingkan saat ia menyerap satu kelopak utuh secara langsung. Dengan begini, ramuan tersebut tidak akan menimbulkan kecurigaan berlebih.

Baru saat itulah Xia Ruofei merasa tenang sepenuhnya.

Karena dengan cara ini, ia bisa dengan mudah mengobati ibu Hu Zi menggunakan larutan kelopak bunga yang sudah diencerkan.

Memikirkan hal itu, Xia Ruofei tidak ingin menunggu lebih lama lagi.

Ia keluar dari Ruang Peta Spiritual dengan membawa botol air yang sudah berisi larutan kelopak kuning. Sedangkan kelopak biru dan merah sisanya ia letakkan dengan hati-hati di dalam kotak kecil dan disimpan kembali di dalam dimensi.

Xia Ruofei kembali ke kamarnya dan berganti pakaian.

Kali ini, ia tidak mengenakan seragam loreng padang pasirnya. Sebaliknya, ia membongkar lemari pakaian sederhananya dan mencari baju kasual yang ia beli sebelum masuk tentara—sepasang celana jins, sweter tipis, dan sebuah jaket.

Xia Ruofei tidak pernah lagi membeli baju kasual sejak masuk militer. Model pakaian ini tentu saja sudah agak ketinggalan zaman karena dibeli bertahun-tahun lalu. Namun, setelah Xia Ruofei menyerap bunga tiga warna, auranya telah berubah total. Meski mengenakan baju biasa, ia tetap memancarkan kesan ceria dan segar.

Saat hendak keluar, ia menatap botol besar berisi "air mineral" di tangannya dan mengernyitkan dahi. Ia menemukan botol air mineral kecil yang kosong, mencucinya hingga bersih, lalu menuangkan sebagian besar larutan bunga ke dalamnya. Kemudian, ia membuka sebotol jus anggur yang belum sempat ia minum sebelumnya.

Setelah mengisi botol itu, Xia Ruofei menutupnya dan mengocoknya pelan agar kedua cairan itu menyatu sempurna. Cairan di dalam botol kecil itu kini berubah warna menjadi cokelat muda, terlihat seperti sebuah ramuan obat.

Kemudian, Xia Ruofei menemukan dua botol air soda dan menuangkannya ke dalam botol mineral tadi untuk mengencerkannya lagi.

Ia membukanya dan menyesap sedikit. Rasanya agak manis, dan pada saat yang sama, ada sedikit rasa hambar obat. Yang paling penting, kehangatan yang familiar itu masih ada, namun menjadi sangat samar setelah diencerkan berkali-kali.

Xia Ruofei menutup botol itu dengan puas, lalu masuk kembali ke dalam dimensi untuk menyimpan botol mineral besar tadi. Saat ini, Xia Ruofei belum bisa memasukkan barang ke Ruang Peta Spiritual secara langsung dari dunia luar; ia harus membawa barang itu bersamanya saat masuk.

Botol kecil berisi larutan kelopak bunga yang dicampur jus anggur dan air soda inilah "obat" yang disiapkan Xia Ruofei untuk ibu Hu Zi. Bagaimanapun, ini terlihat lebih meyakinkan sebagai obat—larutan aslinya terlalu jernih, tidak ada bedanya dengan air biasa.

Mengenai dosisnya, Xia Ruofei tidak khawatir. Kalaupun ramuan ini tidak bisa langsung menyembuhkan uremia ibu Hu Zi sepenuhnya, setidaknya kondisinya pasti akan jauh membaik.

Paling buruk, ia tinggal membawakan obat ini beberapa kali lagi.

Xia Ruofei memasukkan botol "obat" itu ke dalam tas selempang hitam ala militernya, lalu berangkat menuju rumah Hu Zi.

1
Andira Rahmawati
keren abissss👍👍👍👍
Andira Rahmawati
cerita keren..lanjut thor💪💪
Jujun Adnin
lagi
Luthfi Afifzaidan
lg
Luthfi Afifzaidan
lanjutkan
Kang Comen
ok
Jujun Adnin
lanjut
Samadi Kelana
Mantap
Dasef Saputra
Cukup Bagus
Luthfi Afifzaidan
lg
Dasef Saputra
Maaf Thor klau bisa alur ceritanya jangan di bikin monoton,biar yg membaca tidak merasa bosan🙏
Pecinta Gratisan
lagi thor updatenya💞
Pecinta Gratisan
mantap💞 jiwa
JJ opa
alur cerita yang membuat pembaca makin penasaran,👍👍lanjut thor saya pribadi menanti kelanjutan episode🙏🙏
Sukma Firmansyah: hahahaha
sama,ini juga novel yang saya rekomendasikan
tapi aneh pembaca sepi
total 1 replies
Chi Fuyu
up
Sukma Firmansyah: gasssssss
total 1 replies
azizan zizan
alur yang terlalu membosankan pantas lah tidak ramai yang membaca...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!