NovelToon NovelToon
Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Dikejar Cinta Pak Guru (Dipaksa Menikah Dengan Orang Mati Season 2)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Fantasi / Iblis
Popularitas:787
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Vince adalah seorang guru sekaligus pemilik saham terbesar di SMA Taruna. Awalnya ia mau untuk menjadi kepala sekolah, namun setelah kedatangan murid dengan paras yang begitu mirip dengan cinta pertamanya.
Vince mengurungkan niatnya untuk menjadi kepala sekolah.
Ternyata muridnya itu adalah anak kandung dari cinta pertamanya yang bernama Naura, Naura di paksa menikah dengan vampir.
Murid Vince yang menjadi cinta pertamanya adalah Maura, Maura tidak tahu jika dia bukanlah anak kandung dari Stela.
Maura adalah anak dari raja vampir Liam, Lian dan juga Naura.
Lian maupun Liam dulu sangat mencintai Naura, namun Naura meninggal dunia setelah beberapa hari melahirkan bayi Maura.
Naura meninggal dengan cara mengenaskan dengan menjadi tawanan raja vampir.
Lian sendiri menikah dengan Stela, namun detik detik meninggalnya Naura. Lian mengatakan hal yang menyakitkan Stela, membuat Stela menaruh dendam kesumat bahkan kebencian pada Maura, apalagi wajah Maura itu sama persis dengan ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17.

Vince merasakan panas dingin di sekujur tubuhnya, kala dirinya mengompres bagian tubuh Maura yang tidak tertutup oleh sehelai benang.

"Pak kok di basuh sama air hangat malah semakin dingin," ujar Maura dengan nada suara bergetar, karena tubuhnya sekarang ini mengigil kedinginan.

"Maura, jujur aku gak tahu. Karena aku juga belum pernah punya anak atau merawat anak yang demam, jadi aku gak tau kalau di basuh dengan air hangat begini ada efek samping bikin kamu kedinginan atau tidak," jelas Vince dengan raut wajah bingung. Bahkan ia terlihat menghentikan aksinya untuk membasuh tubuh Maura dengan air hangat.

"Ini pasti gara gara Pak Pin itu kebanyakan melamun, makanya aku jadi kedinginan. Udah bajuku terlepas gak pakai apa apa, Pak Pin itu basuh itu dikit dikit berhenti, dikit dikit kebanyakan melamun," gerutu Maura dengan nada galak.

Vince lagi lagi hanya bisa di buat melongo, melihat tingkah muridnya yang galaknya melebihi angry bird itu. Ia pun hanya bisa berkata dalam hatinya, "astaga! Anak ini dalam posisi kesakitan karena punggung yang terluka di tambah demam tinggi. Masih saja galak!"

"Lah Pak Pin .. Pak Pin .. lagi lagi melamun, kalau begini caranya yang ada tubuh saya malah semakin sakit. Dan .. Demam saya bukanya turun malah semakin naik!" Lagi lagi Maura menggerutu dengan raut wajah yang terlihat kesal.

"Iya ... Iya, Bapak minta maaf. Seingat Bapak, kalau waktu kecil aku itu demam. Ibuku selalu memelukku untuk mentran6fer energi panas saat aku demam itu tubuhnya," ucap Vince memberikan usul.

"Astaga, Pak Pin jangan berniat macam macam ya! Saya itu anak masih di bawah umur." Maura seketika langsung menutup bagian tubuhnya yang tadi terbuka, bahkan dengan gerakan yang terlihat gesit dan juga kasar.

Maura terlihat menarik pakaian rumah sakit dan mengancingkan semua kancing yang tadi di buka.

"Astaga Maura! Kenapa kamu malah berpikir yang tidak tidak tentang Bapak? Tenanglah, aku itu hanya menganggap mu sebagai anak tidak lebih, jika memang aku berniat untuk melakukan hal buruk pada mu, tentu saja aku sudah melakukan itu sejak tadi," sahut Vince dengan nada suara kesal.

Muara termenung, wajahnya terlihat merah seperti tomat, hal itu terjadi akibat suhu tubuhnya yang semakin tinggi di tambah lagi dengan rasa malu yang menghampiri dirinya, kala ia malah menuduh guru yang telah menolongnya dan menemaninya itu dengan tuduhan yang tidak tidak.

"Saya mohon ... Maafkan saya Pak, tolong maklumlah rasa takut saya. Karena saya itu masih di bawah umur, dan seumur hidup saya, saya itu belum pernah di peluk peluk oleh laki laki lain!" Air mata mulai keluar dan mengalir dari ke dua pelupuk Maura, bahkan suara isak tangis mulai keluar dari bibir manisnya.

Vince benar benar tidak tega, kalau untuk mengancam Maura untuk meninggalkannya sendirian.

Dengan menghembuskan nafas kasar, Vince berkata, "terus sekarang apa yang harus Bapak lakukan untuk membantu meredakan demammu, soalnya bibirmu sekarang ini sudah membiru."

Maura seketika panik. "Aduh gimana Pak? Saya itu masih muda, saya juga belum siap mati!"

Ucapan yang baru saja keluar dari bibir Maura sungguh membuat Vince geram, rasanya ia ingin sekali memukul kepala muridnya yang kalau berbicara tidak pernah memakai filter itu.

"Maura .. Maura, kamu tidak akan mati hanya karena bibirmu itu berwarna biru --" Vince belum selesai berbicara, namun Maura malah tiba menyela ucapan gurunya dengan wajah yang terlihat ketakutan.

Bahkan saking takutnya, Maura tanpa sadar menggenggam erat tangan Vince.

Sontak Vince langsung menoleh ke arah tangannya yang di pegang Maura. Ada sebuah perasaan yang sangat sulit untuk di jelaskan sekarang ini, bahkan saat tatapannya tanpa sengaja memperhatikan wajah muridnya itu dari arah samping. Ia seperti melihat mendiang Naura yang sekarang ini membalas tatapannya seraya mengeluarkan sebuah senyuman yang sangat manis.

Drrt! Suara lampu yang sepertinya konslet, membuat ruangan VIP milik Maura pun menjadi gelap gulita.

Maura yang semakin ketakutan malah menarik pergelangan tangan gurunya, lalu ia memeluk gurunya itu begitu erat.

Deg! Jantung Vince sekarang ini seakan berhenti berdetak, kala mendapatkan pelukan dari Maura. Tubuhnya terasa seperti sedang tersengat aliran listrik.

"Pak Pin, aku takut ... Kalau tiba tiba ada malaikat pencabut nyawa yang mencabut nyawa ku gimana?" Lagi lagi Maura mengatakan hal yang tidak masuk akal, hal itu sungguh membuat perasaan Vince yang tadinya ambigu sekarang berubah menjadi kesal.

"Maura tenanglah! Ini hanya lampunya yang konslet," ucap  Vince dengan suara yang terdengar begitu lembut sembari berusaha keras menahan geramnya, guna menenangkan Maura yang sekarang ini berada di dalam perlukannya.

"Tapi sekarang sangat gelap Pak, aku takut kalau tiba tiba ada malaikat pencabut nyawa itu mengambil nyawa ku. Terus di tambah lagi hantu Valak yang datang di dalam kegelapan ini gimana Pak." Suara Maura terdengar semakin ketakutan, bahkan ia semakin mengeratkan pelukannya pada gurunya itu.

Maura telihat menyembunyikan wajahnya di dada bidang gurunya, Vince sendiri hanya bisa mematung. Ia tidak berani untuk memberikan respon apa apa.

10 menit kemudian.

"Maura, Bapak peluk sambil tiduran ya! Soalnya sudah pukul 3 pagi, dan kamu yang sakit belum tidur," ucap Vince untuk memecah keheningan.

Maura sontak mendongakkan wajah, ia melihat rahang gurunya dari bawah. Ia baru menyadari jika wajah gurunya itu terlihat sangat tampan kalau di lihat dari arah bawah.

"Maaf Pak, saya malah memeluk Pak Pin, soalnya saya sekarang ini benar benar ketakutan!"

"Gak papa Maura, peluk saja. Bapak akan memelukmu sampai para tenaga medis selesai dengan tugas mereka untuk menangani pasien kecelakaan. Sekarang tubuhmu sudah mendingan, kan? Tidak kedinginan seperti tadi?"

Maura menganggukkan kepalanya. Lalu ia terlihat merebahkan tubuhnya dengan pelan masih dengan posisi memeluk gurunya.

"Saya belum pernah ketakutan seperti ini, Pak. Sebelumnya saya pernah di kunciin sendirian di dalam kamar atau pun di dalam kamar mandi oleh Mamah Stela. Tapi saya tidak pernah merasa ketakutan seperti ini, ini pasti karena beberapa hari lalu saya menonton film horor, di tambah lagi dengan mimpi saya," jelas Maura sembari memejam kan matanya, karena rasa kantuk sekarang ini benar benar menghampiri dirinya.

"Mimpi? Memangnya kamu mimpi apa? Apakah di mimpimu itu seram sekali?"

"Iya sangat seram, Pak," sahut Maura dengan suara parau, sesekali ia terlihat menguap. "Aku bermimpi di temui orang yang mirip dengan wajahku, bahkan orang yang mirip dengan itu berkata, kalau dia adalah ibu kandung ku ...." Ucapan Maura terhenti kala dengkuran halus kelaur dari bibir manisnya.

"Ibu kandung Maura berwajah mirip dengan Maura?" gumam Vince dengan tanda tanya, karena rasa kantuk dan lelah menghampiri dirinya, tanpa sadar ia memejamkan matanya.

*****

"Akhhhh ....." sebuah teriakan sekarang ini membangunkan Vince dari tidurnya. Lantas ia pun terlihat melepaskan pelukannya dari tubuh muridnya itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!